<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452</id><updated>2011-11-24T00:25:44.464-08:00</updated><title type='text'>Lentera</title><subtitle type='html'>Mutiara Pemikiran Syaykh AS Panji Gumilang - Pimpinan Mahad Al-Zaytun - Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi dan Perdamaian</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-4037799392776287525</id><published>2008-06-09T06:42:00.000-07:00</published><updated>2008-06-09T06:53:08.379-07:00</updated><title type='text'>Al-Zaytun Sumber Inspirasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SE01hFAfvBI/AAAAAAAAAFk/Ex97Gd6xGFY/s1600-h/Syaykh+Pani+Gumilang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SE01hFAfvBI/AAAAAAAAAFk/Ex97Gd6xGFY/s400/Syaykh+Pani+Gumilang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209879186333744146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Bagian Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Oleh : Ch Robin Manulang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap kali mengunjungi Al-Zaytun, kami selalu menemukan inspirasi yang menjadi pencerahan dan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;guide to action&lt;/span&gt; untuk berbudaya toleransi dan perdamaian. Juga menjadi ilham dalam pengejawantahan demokrasi dan interdependensi dalam interaksi sosial dan pengungkapan dalam tulisan. Inspirasi (ilham) yang memberi jawaban, bagaimana agar setiap orang (penulis) melalui karyanya menjadi berguna bagi sesama dan garam bagi dunia serta rahmat bagi semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di tempat ini (Al-Zaytun) bertaburan cahaya butir-butir inspirasi yang memancar dari hasil karya orang-orang beriman (hamba Allah). Al-Zaytun dibangun dan dikelola oleh orang-orang beriman (Islam). Maka, bagi Anda yang ingin berguna bagi sesama dan rahmat bagi semesta alam, jika Anda kesulitan menemukan inspirasi di tempat lain, datanglah ke Ma'had (Kampus) Al¬-Zaytun. Kami mungkin dikira terlalu berpro¬mosi tentang lembaga pendidikan Is¬lam, Al-Zaytun, yang berlokasi di pelosok Desa Mekar Jaya, Gantar, Indramayu, Jawa Barat. Tetapi, izinkan kami mengemukakan panda¬ngan dan pengalaman, setiap kali berkunjung ke Al-Zaytun. Kami menyadari, setiap &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;orang tentu mempunyai pandangan dan menjalani pengalaman sendiri, yang mungkin berbeda dari orang lain. Bahkan bisa mungkin sisi pandang dan pengala¬man kami tidak selalu persis sama seperti dimaksudkan atau dipahamkan oleh Syaykh dan eksponen Al-Zaytun sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebelum lebih jauh bertutur perihal ca¬haya butir-butir inspirasi di Al-Zaytun, alangkah baik dipaparkan apa arti dan makna inspirasi yang kami maksudkan dalam konteks ini? Kamus Umum Bahasa Indonesia yang disusun oleh WJS Poerwadarminta (cetakan kelima, 1976), mengartikan inspirasi sebagai ilham; bisikan. Ilham berarti: (1) petunjuk yang datangnya dari Tuhan yang terbit di hati; (2) sesuatu yang menggerakkan hati untuk...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengertian inspirasi (inspiration) yang lebih lugs terdapat dalam &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;World Book Dictionary&lt;/span&gt; (edisi 1978) yaitu: (1) the in¬fluence of thought and strong feelings on actions, especially on good actions; (2) any influence that arouses effort to do well; (3) an idea that is inspired; sudden brilliant idea; (4) a suggestion to an¬other; actor causing something to be told or written by another; (5) God's influence on the mind or soul of man; divine influ¬ence; (6) a breathing in; act of drawing air into the lungs; inhalation.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sementara dalam bahasa Latin, perkataan inspirasi berasal dari dua kata yaitu in dan spiro yang secara harfiah berarti menghembuskan ke dalam. Arti yang hampir sama dalam bahasa Ibrani, kata inspirasi adalah neshama dan nismah yang berarti nafas. Dalam bahasa Arab kata inspirasi adalah fikrah berarti ide, pikiran atau pergerakan pikiran dalam otak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jadi, inspirasi (ilham, yang menggerak¬kan hati dan pikiran) secara intuisi bisa dimaknai semacam nafas, bisikan dan penglihatan yang amat tajam dan meng¬gerakkan (memengaruhi) hati dan pikiran seseorang (penulis) untuk berkemampuan berimajinasi atau mengembangkan perasaan dan pandangannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Inspirasi juga bermakna pencerahan (iluminasi) berupa petunjuk dari Tuhan yang terbit di hati dan pikiran sehingga meningkatkan kemampuan pikir, ide, gagasan, perasaan dan imajinasi sese¬orang. Kemudian secara dinamis, se-se¬orang (penulis) itu mampu mengem¬bangkan visi, prinsip dan kepribadian da¬lam memilih kata dan cars mengung¬kapkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sehingga pengungkapannya berman¬faat untuk menyatakan setiap perbuatan baik, dan pada waktunya menyatakan ke¬salahan, untuk memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran, pe¬nuh toleransi (interdependensi) dan cinta perdamaian. Hal mana seseorang yang di¬ilhami (terinspirasi) itu diperlengkapi un¬tuk setiap perbuatan baik, berguna bagi sesama dan rahmat bagi semesta alam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Barangkali implementasi inspirasi dan prinsip dalam penulisan (pengungkapan kata, pernyataan dan berita) seperti ini bisa disebut sebagai jurnalisme rahmatan lil alamin dan/ataujurnalisme terang dan garam dunia. Berguna (menggarami) dan rahmat bagi semua, tanpa batas agama, ras, suku dan golongan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Demikianlah pemaknaan inspirasi, yang cahaya dan butirannya kami temukan bertaburan di Al-Zaytun. Tentu saja, Al-Zaytun bukanlah satu-satunya tempat di mana kita bisa menemukan selaksa ilham (inspirasi). Di banyak tem¬pat yang cinta perdamaian, menghormati persamaan dan perbedaan dalam interak¬si yang interdependen, toleran, mencintai alam lingkungan, mencerahkan dan anti kekerasan serta taat, takut dan taqwa ke¬pada Sang Pencipta, Allah Yang Maha Ku¬asa, pastilah kita dengan mudah mem¬peroleh ilham (inspirasi) seperti dimaksud di atas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Boleh dinikmati, di semua tempat yang cinta damai, mengembangkan budaya to¬leransi dan perdamaian, seperti halnya Al¬-Zaytun, tempat itu laksana gudang atau buku hidup (kamus) inspirasi baru. Tidak dengan maksud membandingkan apalagi mempersamakan, melainkan hanya untuk menginspirasikan, manakala seseorang membaca kitab suci (sesuai kepercaya¬annya) secara sungguh-sungguh, pastilah dia akan menemukan inspirasi baru. Su¬dah pun pernah dibaca berulang kali, se¬tiap kali dibaca lagi, akan melahirkan inspirasi baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Barang kali baik jugs dinikmati, sesuatu (tempat atau visi, ide dan karya) yang cin¬ta damai, setiap kali dikunjungi atau diba¬ca, dengan hati yang tulus dan pikiran yang jernih, Insya Allah jika Allah ber¬kehendak), di situ akan ditemukan ins¬pirasi baru (inspirasi seperti dimaksud di atas).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);" class="fullpost"&gt;AI-Zaytun Sumber Inspirasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam tugas keseharian kami, sebagai wartawan, mengelola Website Tokoh Indonesia.Com - sebuah media online yang tengah dibangun menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia Online dan diterbitkan sejak tanggal 20 Mei 2002 bertepatan Hari Kebangkitan Nasional setiap hari kami menerima banyak surat, terutama melalui e-mail. Isi dan maksud surat-surat itu beragam, baik berupa sa¬ran, pendapat dan pertanyaan maupun kritik. Surat yang banyak dan beragam itu, bagi kami, juga merupakan sumber inspirasi yang sangat berharga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setiap surat itu, apa pun isi dan maksudnya, apalagi yang bersifat membangun, kami maknai sebagai darah baru untuk membangkitkan semangat kerja dan kreativitas. Banyak surat itu menjadi sumber inspirasi bagi setiap crew, terutama redaksi. Sehingga dalam rapat redaksi, diambil satu keputusan bahwa setiap crew, terutama redaksi, wajib membaca surat-surat itu setiap hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kami menyambut dan merespon semua harapan, saran dan kritik dalam surat¬surat itu. Di antaranya, saran untuk me¬nampilkan sosok, biografi, tokoh terten¬tu. Salah satu tokoh yang disarankan agar biografi dan karya-karyanya ditampilkan dalam website itu adalah Syaykh AS Panji Gumilang, pimpinan Ma'had Al-Zaytun. Dia disebut sebagai seorang tokoh feno¬menal berkaliber dunia. Kendati ada juga surat yang menyampaikan pendapat berbeda. Ada yang mengaitkannya dengan NII (Negara Islam Indonesia) dan lain se¬bagainya. Terjadi silang pendapat dalam surat elektronik (e-mail) terbuka yang kami terima kala itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebelumnya, memang kami sudah per¬nah mendengar kontroversi tentang Syaykh Al-Zaytun ini. Tetapi, saking ba¬nyaknya orang berbicara tentang keburu¬kan orang lain, bahkan menghujat dan menghakimi orang lain, terutama sejak awal reformasi 1998, sebagai manusia bia¬sa juga sebagai seorang jurnalis, kami menjadi memilih lebih tertarik pada hal hal yang banyak menyatakan kebaikan o-rang lain, tidak hanya menyatakan kesa¬lahannya, apalagi bila kesalahan itu tidak (belum tentu) pernah dilakukannya atau sudah sangat lama atau hanya perbedaan pemikiran, faham dan pandangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lagi pula, bagi kami, untuk menyong¬song ke depan dan menjemput masa depan, tidak perlu selalu berorientasi ke be¬lakang. Kalaupun ada kalanya perlu me¬noleh ke belakang hanya untuk mengasah kebajikan yang berorientasi kekinian dan masa depan yang lebih baik. Bukan malah menafikan kekinian dan masa depan hanya karena masa lalu. Biarlah masa lalu sebagai bagian dari sejarah yang mem¬bimbing setiap orang lebih memiliki kebajikan dan kebijakan menjalani hidup kekinian dan menjemput masa depannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Boleh saja, di mata jurnalis lain atau orang lain, hal itu telah menjadi kelema¬han kami dalam menyikapi perkembang¬an baru (pasca reformasi). Namun, bagi kami, biarlah kelemahan itu menjadi ke¬kuatan. Kami ingin mengembangkan jur¬nalisme yang bermanfaat untuk me¬nyatakan perbuatan baik, dan pada sa¬atnya juga menyatakan kesalahan untuk memperbaiki kelakuan serta mengajar dan mendidik orang dalam kebenaran de¬mi masa depan yang lebih baik. Dengan demikian para jurnalis mutlak diper¬lengkapi untuk setiap perbuatan baik se¬cara tulus, bijak dan interdependen, baik itu tatkala menyatakan kesalahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Maka bagi kami, sesungguhnya kala itu, surat yang menyatakan bahwa Syaykh AS Panji Gumilang sebagai seorang tokoh fe¬nomenal berkaliber dunia, telah cukup kuat mendorong kami untuk segera bisa menulis kiprah tokoh ini di website Tokoh Indonesia dan Majalah Tokoh Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apalagi, salah satu surat itu dari seseorang yang bernama Ryutaro berbunyi: "Saya harap Tokoh Indonesia mengupasnya dengan suci." Pernyataan dan harapan Ryutaro ini juga ditimpali pembaca (penulis surat) lainnya, tatkala kami dipersalahkan para pembaca lainnya lantaran selalu menonjolkan perbuatan baik orang lain (si tokoh): "Hanya orang yang berhati mulia yang mampu mengapresiasi kebaikan orang lain, seperti yang dilakukan Tokoh Indonesia." Memang, salah satu kebiasaan buruk manusia (animal) adalah gemar membi¬carakan (gossip) kesalahan, kelemahan dan keburukan orang lain dan malah eng¬gan membicarakan kebaikan, kelebihan dan kebenaran orang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ya, memang itu juga menjadi misteri manusia yang semuanya memiliki sisi baik dan buruk (jahat). Yang membedakannya adalah ke¬mauan dan kemampuan seseorang me¬ngedepankan sisi baiknya dan menekan sisi jahatnya. Maka ajaran agama menjadi amat penting untuk membimbing manusia ke arah sisi baiknya, berhati mulia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pernyataan berhati mulia ini sungguh suci untuk menginspirasi (mengilhami) kami untuk segera mengirim surat via pos permohonan wawancara kepada Syaykh Panji Gumilang. Dan, berselang kurang dari sepekan, kami jugs pantas berbesar hati dan berbahagia, karena tokoh dimaksud merespon sangat terbuka Surat permohonan wawancara kami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kamis, 19 Februari 2004, adalah hari pertama kami berkesempatan menginjak¬kan kaki di Al-Zaytun dan wawancara dengan Syaykh Panji Gumilang. Berangkat pagi subuh dari Jakarta, kami disertai Sdr Mangatur Paniroy dan Marjuka Situmorang, menempuh perjalanan selama kurang lebih empatjam menuju Desa Gantar, Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kala itu, sama seperti kini, jalanan dari Haurgeulis menuju Al-Zaytun harus dilalui dengan kecepatan lambat karena berlubang-lubang. Entah kenapa Pemkab Indramayu atau Pemprov Jawa Barat membiarkan jalan ini sering rusak. Ketika kembali dari A]-Zaytun malam harinya melintasi jalan berlubang ini, kami kurang beruntung. Ban depan mobil kami bocor terkelupas batu tajam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jalan ini pernah dipoles tatkala Presiden BJ Habibie melintasinya untuk me¬resmikan Ma'had Al-Zaytun, 27 Agustus 1999• Habibie dan rombongan datang de¬ngan naik Kereta Api Argo Bromo dari Stasiun Gambir sampai ke Stasiun Haur¬geulis. Presiden dan rombongan melan¬jutkan perjalanan menuju kompleks Al-Zaytun dengan naik mobil. Maka, bebe¬rapa hari sebelum Presiden Habibie datang, Pomprov Jawa Barat buru-buru memoles jalan itu. Setelah itu, hanya ditambal Sulam, sehingga jalanan sempit itu sering berlubang-lubang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Barangkali, ini kebiasaan yang kurang baik untuk dibiarkan. Sebaiknya, dilintasi atau tidak oleh presiden, jalan seharusnya diperbaiki dan jangan dibiarkan rusak. Apalagi di kawasan itu ada lembaga pendidikan terpadu berskala global yang didirikan dan diasuh oleh Yayasan Pesantren Indonesia. Barangkali, peme¬rintah belum celik memandang kehadiran lembaga pendidikan ini sebagai investasi dan kekuatan barn untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi yang amat dibutuhkan bangsa ini demi masa depan yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);" class="fullpost"&gt;Tinjau Setiap Sudut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah kami tiba di kompleks Al¬Zaytun, terlihat beberapa pos satpam berjejer setiap beberapa ratus meter untuk memantau dan menjaga keamanan dalam kampus. Penjagaannya cukup rapi dan terkoordinir. Setiap pengunjung baik un¬dangan, tamu atau pers selalu didata dan dilayani sebaik-baiknya. Petugas menun¬tun kami untuk melapor ke pos peneri¬maan tamu. Bagi kami, layanan di pos ter¬depan ini, mencerminkan adanya penega¬kan dan pemeliharaan disiplin demi ketertiban dan keamanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam benak kami langsung terinspi¬rasi, bahwa Islam memang mengajarkan disiplin dengan sangat baik dan patut diteladani. Islam mewajibkan sholat lima waktu dengan disiplin yang ketat. Maka, mau belajar disiplin, silakan belajar dari Islam. Soal ada umat Islam yang kurang disiplin, itu kesalahan orangnya yang ku¬rang bergaya hidup Islami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sementara perihal kebebasan, bisa belajar dari Kristen (Kamu adalah orang-¬orang merdeka, tetapi jangan salah gunakan kemerdekaan itu). Bukan berarti Islam tidak mengajarkan kebebasan atau sebaliknya Kristen tidak mengajarkan disiplin. Hanya sentuhan dan penekanan¬nya ada kekhasannya masing-masing. Dalam pemahaman (inspirasi) kami, Is¬lam mengajarkan kebebasan dalam kori¬dor kedisiplinan, sementara Kristen mengajarkan kedisiplinan dalam koridor kebebasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Belum lagi inspirasi itu berlalu, dalam sorotan bola mata tertangkap di setiap pintu masuk kampus terpancang gapura dengan serangkaian kata: Ma'had Al¬-Zaytun Pusat Pendidikan dan Pengemba¬ngan Budaya Toleransi Berta Pengemba¬ngan Budaya Perdamaian. Ketika mem¬baca tulisan ini, kami tertegun seraya me¬natap dan membacanya dengan cermat. Sejenak, teringat desas-desus negatif tentang pondok pesantren ini, seolah-olah sebuah lembaga Islam garis keras (meminjam istilah yang sering kali digunakan orang lain). Bahkan ada sebuah majalah menulis dugaan bahwa Osama bin Laden pernah bersembunyi di kompleks ini, selain menyebutnya sebagai markas NII.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tapi bagi kami, serangkaian kata di beberapa gapura itu menghadirkan inspirasi tentang kehidupan yang penuh toleransi dan damai. Kata-kata itu adalah ilham dari Allah. Dalam pikiran kami segera melintas kata (inspirasi) bahwa o¬rang-orang di sini pembawa damai. Ins¬pirasi itu membawa kami pads bunyi Firman Allah dalam Alkitab (&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Bibel)&lt;/span&gt;: &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Berba¬hagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak (hamba) Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Segera muncul sebuah keyakinan bah¬wa pondok pesantren ini bertujuan sangat mulia, pembawa damai. Tidak mudah menjadikan motto toleransi dan perda¬maian ini hanya sebagai tameng menutupi wajah lain yang tidak toleran dan tidak da¬mai. Sebelumnya, pernah kami dengar da¬ri seorang kiyai pimpinan ormas Islam yang menduga Al-Zaytun punya agenda tersembunyi (hidden agenda). Walaupun tidak dijelaskan hidden agenda seperti apa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebutir keraguan yang sempat bercokol dalam hati bahwa apa yang didesas-de¬suskan tentang Ponpes ini, mulai tersing¬kir. Apalagi, kami menganut prinsip mempercayai lebih dulu jauh lebih baik daripada mencurigai lebih dulu. Barangkali prinsip ini juga membuat kami tidak cocok menjadi polisi atau jaksa. Atau menjadi seorang jurnalis yang selalu mencurigai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hati pun makin tenteram setelah me¬masuki kompleks menuju wisma tamu Al-Ishlah yang cukup megah. Bangunan lima lantai ini berada di sebelah selatan Masjid Al-Hayat. Wisma seluas 7.600 m2 dengan 150 kamar tidur itu dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti coffee shop, meeting room, dan pendukung lainnya. Terasa suasana peradaban maju yang amat bersahabat dan damai, tidak ada kesan eksklusif (tertutup).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suasana wisma tamu yang dibangun i Juli 1999 dan selesai 27 Oktober 2001 ini jauh lebih baik dari suasana hotel-hotel berbintang di Jakarta. Sementara sarana¬nya sama dengan hotel berbintang, mulai dari lobi hotel, coffee shop, meeting room sampai restoran didisain sedemikian rupa sehingga sungguh menunjukkan kesan modern yang tertata apik. Petugas pene¬rima tamu dan pelayan restoran pun kom¬pak menggunakan seragam yang menyi¬ratkan kesungguhan dan profesionalisme dalam melakukan tugasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suasana hati yang teduh dan bersaha¬bat amat terasa, saat berpapasan dengan setiap orang dalam kompleks pendidikan terpadu ini. Tidak ada tampang sangar dan tatapan mata tajam beringas. Para santri prig (rizal) berpakaian rapih dilengkapi dasi bahkan jas, layaknya sekolah umum. Tidak ada yang pakai sa¬rung. Begitu pula santri putri (nisa) ber¬pakaian seragam rapih dan sopan dileng¬kapi kerudung penutup rambut yang cukup modis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertama kali, kami disambut Uztad Ab¬dul Halim, yang belakangan kami ketahui menyandang jabatan sebagai Sekretaris Yayasan Pesantren Indonesia. Rasanya, kami cepat akrab, seperti sudah lama ber¬kenalan. Padahal, itulah pertama kali kami bertemu muka, apalagi bereakap-cakap. Penampilannya seperti eksekutif lembaga modern global. Pakai dasi dengan jaket hitam yang maskulin. Dia ti¬dak pakai sorban dan berjanggut panjang. Bicaranya lugas, layaknya seorang eksekutif perusahaan multinasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seraya beristirahat sejenak di restoran Wisma Al-Islah, minum teh tarik ciri khas AI-Zaytun ditemani Uztad Abdul Halim, kami menjelaskan maksud kehadirankami untuk wawancara dengan Syaykh Panji Gumilang. Abdul Halim juga menje¬laskan secara singkat tentang keberadaan Al-Zaytun. Lalu, kami ditawarkan untuk meninjau lebih dahulu `setiap sudut' Ma'had Al-Zaytun, sebelum wawancara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tentu saja kami sangat senang bisa me¬ninjau secara langsung semua sudut lembaga pendidikan ini. Dalam hati terinspirasi, lembaga pendidikan ini sa¬ngat terbuka. Terbuka (transparan) dalam kedisiplinan tinggi. Tentu saja, setiap kali kita masuk ke rumah orang haruslah sepengetahuan dan dipersilahkan lebih dahulu oleh pemilik rumah. Registrasi tamu di pintu masuk tadi suatu bentuk kesopanan tamu yang layak dipatuhi seorang tamu yang beradab. Sesudah itu, kita diperlakukan sebagai sahabat yang seperti berada di rumah sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semua sudut kami tinjau. Mulai dari ruang kelas, basement Masjid Rahmatan Lil Alamin yang masih dalam tahap pem¬bangunan, laboratorium, peternakan sampai asrama putri pun kami masuki. Basement Masjid Rahmatan Lil Alamin itu pernah diberitakan orang sebagai bun¬ker, ruang persembunyian bawah tanah. "Mana bunkernya?" kami bertanya. Abdul Halim menjelaskan: "Iya ini, basement yang nanti sebagian akan digunakan sebagai ruang kantor."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah itu, pada malam harinya, sekitar pukul 20.00 sampai 23.30 WIB, kami wa¬wancara dengan Syaykh Panji Gumilang. Lengkaplah sudah penjelasan yang kami peroleh perihal keberadaan Al-Zaytun. Hampir 14 jam secara marathon dan in¬tensif, mulai pukul 10.00 pagi sampai 23.30, kami meninjau dan menerima penjelasan. Rasanya keingin-tahuan kami terlayani dengan terbuka dan sempurna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sungguh, di situ kami menyaksikan sebuah wujud nyata konsep pendidikan terpadu yang bermotto: Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi dan Perdamaian. Kampus ini disetting men¬jadi laboratorium toleransi dan perda¬maian. Tidak hanya dalam konsep teori dan penelitian, melainkan benar-benar mengimplementasikan dan memproduksi budaya toleransi dan perdamaian tersebut dalam gaya hidup keseharian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain itu, kampus ini juga benar-benar menerapkan konsep pendidikan terpadu secara mandiri yang menempatkan pen¬didikan sebagai gula dan ekonomi jadi se¬mutnya. Setelah menyaksikannya, tidak mudah bagi kami menyampaikan kata yang bisa menggambarkan keberadaan pondok pesantren ini. Sungguh luar biasa!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tak berlebihan bila kami menyebutnya sebagai Ponpes (Kampus) Peradaban Berskala Dunia. Mengenai tokoh pendirinya, beliau adalah Pelopor Pendidikan Terpadu dan Pembawa Damai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun, penyajian kami, pastilah masih sangat jauh dari sempurna, untuk menggambarkan apa, siapa dan bagai¬mana Ma'had Al-Zaytun dan tokoh pen¬diri dan pemimpinnya itu. Setelah kami memublikasikannya di website Tokoh Indonesia.Com (Ensiklopedi Tokoh Indo¬nesia), kami pun menerbitkan di Majalah Tokoh Indonesia Edisi 8.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan, Setelah lebih empat tahun, serta se¬sudah beberapa kali berkunjung ke Al¬-Zaytun, tatkala kami membaca ulang apa yang kami tulis di Majalah Tokoh Indone¬sia Edisi 8 tersebut, Sungguh cukup mem¬beri gambaran singkat secara menyeluruh tentang keberadaan Al-Zaytun. Inilah Al¬-Zaytun yang sesungguhnya (setidaknya da¬lam pandangan kami), tidak ada yang ter¬sembunyi. Kami menyadari kata kuncinya adalah karena di situ kami menemukan ins¬pirasi (ilham secara intuisi ataupun atas pe¬tunjuk Illahi) yang mencerahkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sudah lebih empat tahun kami mengenal dan berulangkali mengunjungi serta ber¬dialog dengan Syaykh dan para eksponen¬nya, juga membaca bulletin harian inter¬nalnya, Al-Zaytun yang kami kenal pada awal, itu pulalah yang kami kenal hari ini. Al-Zaytun yang mengajarkan disiplin kuat, mengajarkan kebebasan berpikir, toleransi (interdependensi), demokrasi dan perda¬maian serta cinta Republik Indonesia. Me¬masuki area Al-Zaytun, kita benar-benar masuk dalam zona perdamaian dan demokrasi (z&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;one of peace and democracy) dan go home!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 102);" class="fullpost"&gt;Sumber : Majalah Berita Indonesia Edisi 57-2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-4037799392776287525?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/4037799392776287525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=4037799392776287525&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/4037799392776287525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/4037799392776287525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2008/06/al-zaytun-sumber-inspirasi.html' title='Al-Zaytun Sumber Inspirasi'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SE01hFAfvBI/AAAAAAAAAFk/Ex97Gd6xGFY/s72-c/Syaykh+Pani+Gumilang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-8417205840732612069</id><published>2008-06-09T06:26:00.000-07:00</published><updated>2008-06-09T06:41:44.006-07:00</updated><title type='text'>ASSA Wujudkan Nazar Presiden</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SE0ylACAMZI/AAAAAAAAAFc/m9PKFIZraTY/s1600-h/Assa+-+Try+Out+Kedua.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SE0ylACAMZI/AAAAAAAAAFc/m9PKFIZraTY/s400/Assa+-+Try+Out+Kedua.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209875955182481810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Tour Sepeda Jawa-Madura, 26 Mei - 11 Juni 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Assosiasi Sepeda Sport AI-Zaytun [ASSA] mewujudkan nazar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan menyelenggarakan perjalanan sepeda sehat keliling Jawa-Madura menempuh jarak sekira 2000 kilo meter, selama 17 hari mulai tanggal 16 Mei sampai 1 1 Juni 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tour sepeda keliling Jawa-Ma¬dura ini sesuai nazar Presiden SBY diselenggarakan dalam rangka seabad Hari Kebangkitan Nasional. Juga memeringati hari lahirnya Pancasila (Nilai-nilai Dasar Negara Kesatuan RI), Hari Lingkungan Hidup Internasional dan Hari Anti Narkoba Internasional, Serta hari lahirnya Yayasan Pesantren Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyo¬no berjanji (bernadzar) akan menjadi patron gerakan sepeda nasional tahun 2008. Sehubungan rencana gerakan bersepeda keliling Indonesia, Presiden SBY berjanji: "&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Saya siap menjadi patron gerakan ini. Kita lakukan nanti, bertepatan dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;perayaan satu abad kebangkitan nasional Indonesia&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Janji itu dikemukakan Presiden sebagai wujud nyata partisipasi Indonesia untuk mengurangi emisi. Hal itu dikemukakan Presiden saat bertatap muka dengan ke¬lompok &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Bicycle for Earth Goes to Bali,&lt;/span&gt; terdiri dari para pemuda pencinta ling¬kungan di halaman Kantor Gubernur Bali, Selasa, 4 Desember 2007.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kala itu, Presiden SBY menegaskan, menangani isu &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;global warming&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;/span&gt;bukan sekadar wacana, bukan sekadar menelur¬kan kebijakan politik, bukan hanya seka¬dar komitmen kosong di belakang layar, melainkan aksi nyata. (Media Indonesia, 5 Desember 2007).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat Presiden SBY mengucapkan hal itu, Assosiasi Sepeda Sport Al-Zaytun (ASSA) telah merencanakan bersepeda keliling Jawa- Madura. "Desember itu kita sudah latihan, pada waktu presiden bicara, dan sudah mempersiapkan untuk Jawa-Madura. Kita senang mendengar ungkapan presiden itu. Kita pikir juga dilaksanakan," ungkap Syaykh Panji Gumilang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat itu, ASSA telah melakukan latihan secara intensif. Selain intensif latihan dengan melakukan try-out di sekitar Indramayu, Jakarta dan Banten, ASSA pun terus memantapkan segala hal yang berhubungan dengan rencana perjalanan bersepeda keliling Jawa-Madura sepanjang 1889 km tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Termasuk mengurus segala perizinan yang diperlukan. Di antaranya, Surat Izin dari Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia. Mabes Polri menge¬luarkan izin &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;No.Po: SI/YANMIN/236/IV/ 2008/BANTELKAM&lt;/span&gt; tertanggal 3o April 2008. Surat Izin itu diberikan kepada Yayasan Pesantren Indonesia Ma'had Al-Zaytun, dengan penanggung jawab Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang, un¬tuk 'Perjalanan Sepeda Sehat Keliling Pulau Jawa dan Madura, dari tanggal 26 Mei s/d 11 Juni 2008. Kegiatan itu dila¬kukan dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Surat izin dari Mabes Polri itu ditem¬buskan kepada Menpora, Kabaintelkam, Dir C dan D Baintelkam, Dir Lantas Babinkam Polri, Kapolda Jabar, Kapolda Jateng, Kapolda DI Yogyakarta, Kapolda Jatim dan Ketua ISSI Pusat. Selain itu, Mabes Polri (Kabinkam Polri) juga menindaklanjuti Surat izin tersebut de¬ngan mengirimkan Surat Telegram &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;(No.Pol: ST/90/IV/2008)&lt;/span&gt; kepada Kapolda Jabar, Kapolda Jateng, Kapolda DI Yogyakarta, Kapolda Jatim Up. Dirlantas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain memperoleh izin dari Mabes Polri, ASSA juga memperoleh rekomen¬dasi dari ISSI (&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ikatan Sepeda Sport Indo¬nesia&lt;/span&gt;). Juga dilakukan kordinasi dengan beberapa Pemda dan Polda setempat. Sementara, Panitia Kebangkitan Nasional Pusat pun diundang. Namun sampai be¬rita ini dikonfirmasi kepada ASSA belum ada jawaban dari Panitia Pusat Perayaan Hari Kebangkitan Nasional. Termasuk ju¬ga belum diperoleh kabar tentang pewujudan nazar Presiden tentang ren¬cana gerakan bersepeda keliling Indone¬sia dalam rangka memperingati 100 tahun Harkitnas tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berhubung sampai sekarang tidak ada ceritanya, maka Al-Zaytun yang jalankan (wujudkan) nazar tersebut. "Kalau Presiden tidak melaksanakan, kita yang melaksanakan, berarti selesai, tidak dapat dosa," kata Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang. Menurutnya, ini menghindar¬kan dosa dari pemimpin-pemimpin yang banyak bicara tapi tidak dilaksanakan. Nanti kalau nggak begitu, dituntut oleh malaikat. "Eh itu, presiden itu yang ngomong, rakyatnya pun diam saja."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Syaykh Al-Zaytun menjelaskan, hal ini dalam bahasa Fiqih Islam namanya &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;fardhu kifayah,&lt;/span&gt; artinya kewajiban yang diucapkan oleh seorang presiden (pemimpin), tapi presidennya lupa, rakyatnya ingat, berarti jalan sudah bebas. "Sebab, nanti kalau pemimpin negara kena karena nazarnya itu, berarti rakyat juga kena. Nah, kita mewakili yang lupa itu," jelas Syaykh Panji Gumilang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jadi Al-Zaytun menjalankan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;fardhu kifayah,&lt;/span&gt; ucapan, nazar dan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;fardhu kifayah&lt;/span&gt;-nya Presiden. Sebab, menurut Syaykh Panji Gumilang, ucapan seorang pemimpin, bila tidak dilaksanakan bisa mengkhawatirkan. "Ucapan Presiden di Bali itu sesungguhnya nazar. Fardhu kifayah hukumnya. Namun kalau tidak dilaksanakan akibatnya kepada semua. Maka Al-Zaytun mengambil nazar pre¬siden," kata Syaykh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Kita yang memenuhi nazar presiden itu. Paling tidak pemenuhan kualitasnya, cita-citanya, pemikirannya walaupun nasibnya tidak," katanya. Syaykh mene¬gaskan, nazar pemimpin-pemimpinlah yang kita laksanakan. Sebab kalau nazar tidak dilaksanakan, kena denda. "Denda itu dilaksanakan oleh malaikat, kan bahaya," kata Syaykh Al-Zaytun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);" class="fullpost"&gt;Semua Persiapan Rampung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Segala persiapan dalam rangka perja¬lanan bersepeda keliling Jawa-Madura tersebut sudah rampung. Mulai dari agenda perjalanan, rute dan tempat istirahat, keamanan, logistik (konsumsi) dan akomodasi, pelayanan kesehatan, laundry, bahkan dapur juga telah disiap¬kan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pesertanya 280-an orang ditambah pendukung teknis (teknisi Sepeda, teknisi kendaraan besar dan dokter dan lain-lain sekitar 6o orang sehingga berjumlah 340 orang. Semua peserta dan pendukung dibekali tanda pengenal dan kostum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perjalanan akan menempuh hampir 2000 km, tentu memerlukan nyali besar. Menanggapi hal ini, Syaykh Al-Zaytun mengatakan 2000 km itu belum panjang, kita hanya jalan. Daendels, justru mem¬buat jalan. Lha kita tinggal jalan dan su¬dah banyak fasilitas. Tahun 1818 Daendels membuat jalan tidak pernah mengeluh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tapi banyak korban? "Jangan bicara korban, kalau bicara koran, tidak ada di dunia ini tanpa pengorbanan. Kan semua mengatakan, lewat mana? Lewat jalan Daendels. Lha, kok korban dihitung? Jesus mengorbankan dirinya untuk penebusan dosa. Kalau tidak ada pengor¬banan, tak ada itu jalan Daendels. Setelah itu, disambut dengan meledaknya Kra¬katau. Setelah Daendels selesai. Apa itu artinya? Bagus, kan begitu. Baru, lahir ula¬ma besar di Banten, namanya Nawawi Albantani. Nah, itu ada rentetannya se¬mua itu. Ini kita sedikit-sedikit, banyak korban, banyak korban. Sekarang orang tidak ingat lagi apa korbannya. Yang ingat, jalan Daendels rusak berat. Gitu toh? Makan korban juga kan?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jadi harus berani ambil risiko ya? "Bukan berani ambil risiko. Perjuangan itu berisiko. Jangan sekonyong-konyong berani ambil risiko. Risiko jangan ditan¬tang. Tapi setiap pergerakan, perjuangan, pembangunan, ada risiko. Jangan pernah ditantang risiko itu. Menantang risiko itu, sombong. Daendels juga tidak menantang risiko," jawab Syaykh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dia mengajak, ayo berjuang saja. "Jadi risiko itu jangan dihitung di depan. Nanti tidak risiko pun dibabat. Nah, ini nand bisa jadi risiko, dibabat. Padahal bukan risiko," katanya. Menurutnya, Daendels itu, tidak menghitung risiko. Jalan terns. "Kalau dihitung, bukan risiko, anggaran belanja namanya kan?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah menjelajah Jawa-Madura, ASSA juga berencana bersepeda keliling Nanggroe Aceh Darussalam. Dari Karang Baru terus ke Banda Aceh, atau masuk Banda Aceh dulu terus baru masuk ke Singkil. Dari Singkil naik bis ke Medan, dari Medan naik bis lagi ke Karang Baru. Karang Baru naik lagi ke Banda Aceh. Jadi izinnya cuma satu. Polda, kalau kita lewat Medan harus dua izinnya, kalau sudah dua tidak diizinkan lagi nanti dengan Polda Medan atau Polda Aceh. &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;(Sumber : Majalah Berita Indonesia Edisi 57 -2008)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-8417205840732612069?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/8417205840732612069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=8417205840732612069&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/8417205840732612069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/8417205840732612069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2008/06/assa-wujudkan-nazar-presiden.html' title='ASSA Wujudkan Nazar Presiden'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SE0ylACAMZI/AAAAAAAAAFc/m9PKFIZraTY/s72-c/Assa+-+Try+Out+Kedua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-8270722099547956401</id><published>2008-02-14T18:44:00.000-08:00</published><updated>2008-02-14T19:06:51.364-08:00</updated><title type='text'>Perjuangkan Keeratan Bangsa</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Perayaan 1 Muharam 1429H di Al-Zaytun&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Indonesia yang bhinneka dipastikan akan tetap tunggal ika karena dipersatukan oleh Pancasila. Pidato 1 Muharam 1 429 H, Syaykh AI-Zaytun AS Panji Gumilang secara tegas menyebutkan, kepatuhan kita menjunjung tinggi Pancasila akan mematahkan mitos atau ramalan para peramal, yang menyebutkan Bangsa Indonesia akan bubar tahun 2015 seturut mitos siklus 70 tahunan. Para bapak pendiri bangsa dengan kearifan yang dimiliki mewariskan Pancasila sebagai satu-satunya pemersatu semua anak bangsa, demi menjadikan Indonesia yang kuat. Siapapun warga bangsa, apapun agama, suku, ras, etnis, Bahasa, budaya, asal-usul, atau keyakinan dan kepercayaannya bebas memiliki tujuan yang sama yaitu menjadikan&lt;br /&gt;Indonesia yang jaya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;D i hadapan lima puluh ribu lebih anak-anak bangsa yang hadir merayakan Tahun Baru Hijriyah 1 Muharam 1429H di Al-Zaytun, bertepatan dengan Kamis 10 Januari 2008, Syaykh Al&amp;shy;-Zaytun Dr. Abdussalam Panji Gumilang menandaskan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Pancasila&lt;/span&gt; adalah sebuah kekuatan yang berperan sebagai alat pemersatu bangsa. Syaykh secara khusus mengangkat keluhuran nilai&amp;shy;nilai Pancasila untuk mematahkan mitos yang pernah dilontarkan oleh segelintir orang yang meramalkan Indonesia akan bubar sebagai bangsa dan negara pada tahun 2015, mengikuti siklus 70 tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Pidato penegasan bahwa &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pancasila adalah jembatan emas&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, disimak betul oleh tokoh-tokoh yang hadir sebab mereka ingin menjadikan dan melihat Indonesia terbentuk kuat, luar dan dalam. Mereka, antara lain Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud, tokoh koperasi dan cendekiawan muslim Adi Sasono yang juga mantan Menteri Koperasi era Presiden B.J. Habibie, serta Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Dr. Ace Suryadi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh tersebut bersama segenap eksponen Al-Zaytun menyatu bersama puluhan ribu santri beserta orangtua masing-masing, yang sengaja datang dari seluruh pelosok tanah air untuk merayakan tahun baru secara meriah. Demikian pula para kaum muslim dan muslimat yang tergabung dalam berbagai kelompok pengajian dan majelis taklim, datang dari seluruh Indonesia untuk melihat kemajuan pendidikan terpadu sistem satu pipa yang berbasiskan pesantren namun dikelola secara modern di AI-Zaytun. Kedatangan mereka sambil menikmati pula wisata rohani di sebuah pesantren yang terpencil di desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sedikit dari antara kaum muslim dan muslimat secara spontan merogoh kocek lalu memberikan sumbangan agar Indonesia yang kuat dapat dibangun melalui pendidikan yang bersemangatkan kepesantrenan. Kampus Al-Zaytun yang diciptakan sebagai pusat pendidikan dan pengembangan budaya toleransi serta pusat pengembangan budaya perdamaian, mereka nilai sangat cocok sebagai tumpuan meraih cita-cita bangsa bersama. Tak ketinggalan, hadir pula ribuan warga masyarakat dari desa sekitar yang sangat mendukung keberadaan kampus Al-Zaytun sebagai pusat pendidikan dan perekonomian rakyat. Paling tidak selama sembilan tahun terakhir mereka sudah turut merasakan perbaikan tingkat kehidupan dan pendidikan. Dengan penampilan apa adanya, mereka berkenan hadir karena rindu mendengarkan wejangan dari pemangku pusat pendidikan terpadu Al-Zaytun, Syaykh AS Panji Gumilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menampakkan muka dalam dua kesempatan, pada malam tahun baru dan puncak peringatan tahun baru hijriyah. Khusus pada kesempatan pertama, usai mendengar tausiyah dari Syaykh mereka dengan suka cita pulang sambil membawa oleh-oleh khusus berupa &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;boboko&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; berisikan makanan lengkap dengan sayuran, kerupuk, dan lauk-pauknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Wujud Kebersamaan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kemeriahan sudah mulai terasa sehari menjelang perayaan. Dan puncak perayaan Tahun Baru 1 Muharam 1429 Hijriyah berlangsung meriah sekaligus khidmat. Beragam jenis kendaraan pribadi dan bus angkutan umum berbagai ukuran terlihat lalu lalang membawa warga yang ingin merayakan peristiwa terpenting dalam tahun kalender hijriyah Mi. Kedatangan mereka disertai spanduk-spanduk bertuliskan nama rombongan dan asal&amp;shy;usulnya. Dari beragam spanduk itulah diketahui peserta perayaan berasal dari seluruh pelosok Tanah Air, bahkan ada dari mancanegara atau penjuru dunia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan tamu-tamu terhormat disambut antusias oleh para santri yang membentuk kepanitiaan di bawah koordinasi Presiden Santri Al-Zaytun. Masing-masing tamu didata dan diberikan identitas selama berada di Kampus Al-Zaytun. Dengan cekatan santri berseragamkan Pandu/Panduwati Al-Zaytun dihias slayer warna merah&amp;shy;putih melambangkan bendera merah&amp;shy;putih, melayani tamu dan memberikan petunjuk teknis seperlunya berikut jadwal lengkap perayaan demi kenyamanan para tamu. Maklum, banyak tamu yang barn pertama kali berkesempatan melihat kemegahan Kampus Al-Zaytun yang dikelola secara modern, tetapi tetap bersemangatkan pondok pesantren. Tamu-tamu lainnya ada yang sudah berkali-kali tanpa bosan-bosannya mengunjungi Al&amp;shy;-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba di Wisma Tamu Al-Islah para tamu kembali disambut hangat oleh para eksponen Al-Zaytun. Memasuki pukul 20.00 atau menjelang malam tahun baru, masyarakat sekitar Kampus sudah berduyun-duyun berkumpul di Masjid Al-Hayat tempat acara temu ramah dengan masyarakat dilangsungkan. Ada yang datang sendiri-sendiri sebab rumahnya dekat&amp;shy;dekat sekitar Kampus. Ada pula yang dijemput oleh sejumlah truk pengangkut karena mereka berasal dari desa-desa lain di Kecamatan Gantar, Indramayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turunnya hujan tak menyurutkan niat masyarakat bergembira bersama Syaykh menyambut tahun baru. Pembukaan acara perayaan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-qur'an oleh Ustadz Ziat Muhammad, dilanjutkan lantunan kalimat sahadat. Barulah kemudian Syaykh Al-Zaytun menyampaikan tausyiahnya, yang lantas membuat masyarakat merasa terhibur sebab bahasa tutur yang digunakan Syaykh beraneka macam bercampur&amp;shy;baur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh pandai menyampaikan gagasan sampai-sampai tak satu pun warga yang terserang rasa kantuk. Berbagai persoalan aktual yang sedang dihadapi bangsa turut diselipkan Syaykh dalam pidato. Antara Syaykh yang tertawa terbahak-bahak, karena soal yang dikemukakan memang terasa lucu, dengan ajakan menyanyikan lagu-lagu patriotisme kebangsaan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, mengalir begitu saja silih berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya, Syaykh berpesan supaya masyarakat yang umumnya petani tidak boros menggunakan hasil panen padi mengingat pulau Jawa yang selama ini dikenal lumbung padi nasional sedang terendam banjir dan terkena tanah longsor. Kepada masyarakat dipesankan pula supaya waspada menghadapi musibah banjir yang sewaktu-waktu bisa datang melanda. Tausyiah Syaykh diakhiri dengan pembagian boboko kepada setiap warga yang hadir. Malam harinya diselenggarakan sejumlah kegiatan kesenian dan olahraga demi menyemarakkan malam tahun baru. Diselenggarakan pula bazaar tanaman hias dan aneka cinderamata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya, pada pagi hari semua eksponen Al-Zaytun, guru, santri, dan tamu-tamu berkumpul di Masjid Rahmatan Lilalamin sebuah masjid terbesar Asia Tenggara yang berdiri kokoh dan didesain berusia hingga lima ratusan tahun. Masjid Rahmatan Lilalamin dibangun tujuh lantai hingga mampu menampung 15o ribu jemaah.&lt;br /&gt;Di Masjid Rahmatan Lilalamin inilah Syaykh kembali menyampaikan tausiyah tahun barunya. Bedanya, para tamu terhormat yang hadir kali ini diperkenankan pula untuk menyampaikan pesan dan kesannya tentang Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak perayaan Tahun Baru Hijriyah diakhiri dengan ketulusan para kaum muslimin dan muslimat dari berbagai penjuru Indonesia yang spontan naik ke mimbar upacara untuk memberikan sodakoh demi kelanjutan pembangunan pendidikan sistem satu pipa di Kampus Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pulang ke rumah masing&amp;shy;masing, para muslimin dan musimah yang rajin bersodakoh akan berbagai cerita dengan sesamanya betapa indah dan megahnya bertahun baru hijriyah di Kampus Al-Zaytun yang penuh kekaguman.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Nilai-nilai Kebangsaan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tausyiahnya, Syaykh menggaris-bawahi kondisi bangsa yang beraneka ragam dan dinamis namun &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Tunggal Ika",&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; membuktikan bahwa kelanjutan masa depan Indonesia sebagai bangsa akan terus bergulir. Hanya dengan sikap memandang keberagaman dalam harmonilah, Syaykh mengatakan, bangsa Indonesia akan dapat melampaui segala ramalan keretakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu Syaykh mengajak agar seluruh rakyat Indonesia jangan pernah memiliki rasa takut. Karena kita bangsa yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, jangan pernah mau diajak berperang sekalipun itu perang melawan kemiskinan. Tetapi, kembalikanlah semuanya kepada Tuhan. "Kita kembalikan semuanya pada ajaran Ilahi," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh mengatakan, setiap 1 Muharram para pemimpin terdahulu selalu mengadakan musyawarah untuk mendata berapa orang miskin, berapa yang kaya, berapa yang pintar atau kurang pintar. Kemudian dicarikan solusinya, maka itu dinamakan bulan suro. Mereka mengawali musyawarah berirama problem solving untuk keluar dari setiap permasalahan, bukan dengan kejutan-kejutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, jika kita masih terus&amp;shy;menerus meributkan ini dan itu pasti tidak akan ada habis-habisnya. Sebab ada saja yang bisa dijadikan tema atau pemicu keributan. Tetapi, sebaiknya marilah menata Indonesia dengan pikiran sehat, otak cerdas, dan ilmu yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pikiran sehat, otak cerdas, dan ilmu yang cukup itulah kata Syaykh kita menentang segala ramalan yang banyak muncul di zaman serba edan sekarang Mi. Salah satu ramalan itu menyebutkan konon, Indonesia tahun 2015 akan hancur lebur. Peramal beralasan siklus 7o tahunan dimana Sriwijaya hancur setelah umur 70 tahun, lalu siklus Majapahit umurnya cuma 70 tahun setelah itu tamat riwayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh menandaskan Indonesia bukan Sriwijaya, juga bukan Majapahit. Indonesia lahir dari sejarah yang sangat panjang dari Sabang sampai Merauke, sebagaimana bunyi lagu nasional kita "Dari Sabang Sampai Merauke". Tanah Air kita Indonesia, bukan Majapahit. Menjunjung Tanah Air, bukan Sriwijaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia yang kita junjung bukanlah Indonesia yang rambutnya putih semua, bukan yang perempuan semua, bukan yang Islam semua, bukan yang Jawa semua. "Tentu saja bukan itu," tegas Syaykh. Supaya ramalan tidak terjadi, Syaykh mengatakan Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika harus kita pertahankan. "Dengan apa saudara-saudara? Kita bukan kelompok yang optimistic, bukan. Juga tidak pesimistis. Tapi kelompok tahu dirilah," kata Syaykh, sebelum memberikan penjelasan bagaimana mempertahankan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh, bapak pendiri bangsa telah membangun jembatanyang dapat dilalui bersama, dan dilalui oleh siapa saja, dalam mempertahankan bangsa yaitu &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pancasila atau lima dasar sebagai filosofi bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Yang &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;pertama&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Filosofi bangsa dan negara yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa kata Syaykh harus dipertahankan. Lalu yang &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;kedua &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, disambung Persatuan Indonesia. Terus jembatan yang &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;keempat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan. Dan di penghujung tapak adalah Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;"Itulah jembatan yang harus dilalui agar tidak menjadi apa yang diramalkan oleh orang, bahwa Indonesia akan hancur pada tahun 2015,"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; kata Syaykh. Kelima jembatan emas oleh Syaykh dimaknai pula sebagai moral. Setelah otak sehat, pikiran sehat, dibekali moral, maka kelima jembatan emas harus di- manage dengan moral yang benar pula.&lt;br /&gt;Dikatakan Syaykh, kita diberikan kebebasan untuk ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. Faktanya, semua bangsa Indonesia memiliki Tuhan. Kita sebagai bangsa juga diminta bersatu dari adil sampai musyawarah, yang isinya adalah tauhid, tidak sirik, serta tidak memitoskan orang per orang. Syaykh mengatakan kita harus terus menghormati pemimpin. Siapa yang menghina, itu songkro namanya. Tetapi, pengertian menghormati pemimpin bukan berarti memitoskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan untuk menjalankan keimanan masing-masing menurut Syaykh merupakan jembatan emas yang terbukti menjadi pengikat Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika. Kita pernah membaca &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Piagam Madinah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, dimana disebutkan seluruh bangsa yang berada di Madinah, dan dipimpin oleh Muhammad SAW, pada waktu itu dinyatakan bebas. Muhammad SAW mengajarkan satu hal saja, yaitu menjunjung tinggi Piagam Madinah. Dengan menjunjung Piagam Madinah, maka, bagi kaum Yahudi silahkan dengan Yahudimu, Nasrani silahkan dengan Nasranimu, yang utama kita pertahankan Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ideologi bangsa Indonesia itu juga begitu. Tidak ada masalah bila kamu mau pindah agama. Yang Nasrani, ya Nasranilah yang baik. Islam, ya Islamlah yang baik, Hindu, Hindulah yang baik. Satu, pertahankan Indonesia," kata Syaykh. Dengan mempertahankan Indonesia melalui jembatan emas lima dasar yang tertuang dalam Pancasila, Syaykh memastikan Indonesia tidak akan pernah bubar pada tahun 2015, walau pada saat itu Indonesia tepat berusia 70 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tahun 2015 umur bangsa Indonesia 70 tahun. Dengan geramnya Syaykh mengatakan, enak saja orang itu mengait-ngaitkan Indonesia dengan kerajaan Majapahit dan Sriwijaya. "Maaf tamu-tamu kami yang dari luar negeri, kami sedang berbicara tentang Indonesia. Karena falsafah bangsa Indonesia diterapkan di Indonesia, bukan di Malaysia, bukan di Singapura, Thailand dan Jepang. Lima sila Indone&amp;shy;sia tadi diterapkan di Indonesia. Mengapa Indonesia menerima, karena dari sila pertama sampai kelima tidak ada yang menentang agama. Baik Nasrani, Islam, Yahudi sama seperti kaum muslim menerima Piagam Madinah. Padahal yang lain-lain diberikan kebebasan, ya, bebas beragama," ucap Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, kalau bangsa Indonesia tidak menerima sila pertama hingga sila kelima, tidak sebagaimana kaum muslim menerima Piagam Madinah, maka ramalan orang itu tidak batal melainkan akan terjadi. Itu sebab seluruh bangsa Indonesia perlu camkan, dengan pikiran yang sehat, serta moralitas yang tinggi, jangan pernah mau berpisah dengan nilai-nilai agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila masih ada yang mau mengikuti ramalan, dan masih tidak yakin Indonesia tidak bubar pada tahun 2015, sekalipun sudah diajak Syaykh untuk mempertahankan jembatan emas, akhirnya Syaykh mempersilakan untuk ikuti saja Sriwijaya yang sudah tidak ada itu, bahkan yang peninggalannya pun sudah tidak ada. "Jangan-jangan sama Tuhannya pun sudah tidak ketemu dia," kata Syaykh, menuding orang yang masih percaya pada ramalan peramal palsu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Global Education&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syaykh menegaskan bangsa ini dari Sabang sampai Merauke isinya bermacam-macam, setelah digabung menjadi satu namanya Indonesia. Persoalannya, sudah majukah Indonesia itu atau belum. Jawabannya adalah, inilah proses berbangsa dan bernegara. Perjalanan bangsa Indonesia sama dengan Amerika yang menjadi negara demokrasi. Hari ini kita bisa begitu menikmati perjalanan calon-calon presidennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua, kata Syaykh, bukanlah hal yang mendadak dan serba instan. Perjalanan sejarah Amerika sudah panjang terlewati. Amerika pernah mencatat perang saudara, sebuah catatan hitam sejarah pendahulu mereka. "Makanya, kita jangan terus terjebak perang saudara. Perang saudara itu sudah ketinggalan zaman. Kita mendengar Amerika itu tidak bisa menyatukan kulit putih dengan kulit hitam,"kata Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh, yang perlu kita sambut dari calon presiden dari Partai Demokrat persis dengan pesan rahmatan lil alamin. Calon presiden itu mengatakan mari kita bangun Amerika, negara kita masa depan. Mari kita bangun dunia, bangun negara, bangun budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ada sedikit hubungan negara, ibaratnya (Barack) Obama pernah minum air Jakarta, sedikit-dikit Al&amp;shy;-Zaytun juga punya misi membangun negara, membangun dunia. "Melalui Barack Obama misi kita dibawa."&lt;br /&gt;Berdasarkan misi Al-Zaytun membangun negara dan dunia, Syaykh mengajak seluruh hadirin supaya sama-&amp;shy;sama menciptakan &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;global education&lt;/span&gt; (pendidikan berwawasan global). Global education menurut Syaykh syarat &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;pertama &lt;/span&gt;adalah menata &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;global thinking&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (cara berpikir harus global), lalu diterapkan di tingkat lokal yang paling kecil sekalipun.&lt;br /&gt;"Seperti kita di sini. Al-Zaytun mencoba &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;global thinking&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; meskipun diterapkan di lokal yang kecil, itu temyata terasa indah dan cerdas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Syarat kedua&lt;/span&gt; adalah &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;global solidarity&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, membangun rasa solidaritas antar bangsa. Memecahkan masalah tidak boleh dengan emosional tapi berlandaskan pemikiran sehat, moral yang tinggi, dimana tidak terlepas dari moral-moral agama. Barulah kemudian menata tatanan antarbangsa dengan lingkungan yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Global education&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang mensyaratkan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;global thinking, global solidarity&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, dan tatanan antarbangsa, Syaykh lalu berpesan agar semua hadirin sepulang dari Al-Zaytun berkenan menanam "payung Indonesia" minimal sepuluh batang kayu. Tujuannya supaya sebelum panas tiba kita sudah sedia payung, atau biar hujan turunpun sudah ada pohon yang memanyungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebelum hujan sediakan waduk, sebelum panas sediakan payung. Payungnya jangan ditenteng, nanti cepat rusak," kata Syaykh, yang menggagas pendirian "Hutan Kota" di setiap kota di Indonesia untuk mengurangi dampak pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan pendirian "Hutan Kota" bukan tanpa bukti atau model. Sejak tahun 1999 atau selama delapan tahun pertama berdiri, Al-Zaytun membangun Kampus dengan segenap hati sehingga pada saat sekarang apapun yang dibangun tetap dapat berdiri tegap. Tidak ada pohon atau bangunan yang roboh seperti di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di Jakarta itu ada yang bilang kapok menanam pohon angsana. Lho, pohon angsana itu begitu indah, apalagi kalau pohonnya bergoyang seperti bergoyang tari topeng. Kok kapok? Mungkin, lantaran pohon angsananya tidak pernah diajak bergaul. Istilahnya, roboh baru ditumpahin. Maka sekarang dipotong dulu sisakan sepuluh meter nanti dia mengayomi alam semesta ini. Insya Allah," kata Syaykh, membagi pengalaman mendirikan kerindangan pohon di sekeliling Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperkuat ide pendirian "Hutan Kota" di seluruh kota di Indone&amp;shy;sia, Syaykh memberikan contoh bagaimana orang-orang tua kita terdahulu bahkan sejak zaman Nabi Adam pun sudah menanam pohon. Kayu yang ditanam besar-besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pendahulu kita yang telah menanam pohon-pohon, lalu kita datang dan menggergaji semuanya. Setelah digergaji dijadikan kue, dijadikan nasi, dijadikan uang dan segala macam&amp;shy;-macam. "Kita sekarang menanam sebanyak-banyaknya untuk generasi Indonesia yang akan datang. Dan itulah yang namanya "bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia raya, lagu kita seperti lagu wajib saja," kata Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun "Hutan Kota" tidaklah sulit. Sama seperti mengatur negara itu enteng-enteng saja, tapi harus tetap serius. Dengan kerendahan hati, Syaykh mengajak kita menghadapi Indonesia dengan tahu diri, dan mendidik generasi dengan global education. Kita kerahkan mulai dari lokal yang paling kecil, seperti sebuah desa yang sempit, atau ditempat yang paling tidak dikenal oleh orang besar, atau seperti Al-Zaytun. Namun nantinya dari tempat terpencil Kampus Al-Zaytun pengaruhnya akan mengglobal karena takdirnya takdir lil alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang, apakah masih takut kalau Indonesia diramal akan bubar pada tahun 2015 nanti?" tanya Syaykh, sekali lagi untuk meyakinkan hadirin masa depan bangsa yang akan kuat. Syaykh mengatakan di Indonesia terdapat banyak agama. Pertahankanlah Indone&amp;shy;sia dengan etos Indonesia, sebuah etos yang tercermin dalam filosofi negara dan ideologi sekarang yaitu Pancasila. "Mari kita lewati jembatan itu, mari masuk dan berkiprah bersama-sama. Insya Allah, zaman edan ini akan segera selesai," tuturnya.&lt;br /&gt;Mengayuh Hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh memaknai Tahun Baru Hijriah 1429 sebagai tahun baru komariah. Inilah tahun baru milik semua. Di pembuka tahun baru hijriyah Syaykh menyebutkan ada satu olahraga baru yang mulai dibuka di Al-Zaytun, setelah sebelumnya bermacam-macam jenis olahraga berhasil dipopulerkan seperti sepakbola, atletik, softbol, bolavoli dan lain-lain.&lt;br /&gt;"Sekarang giliran olahraga sepeda sehat. Dinamakan ASSA, karena "asa" itu artinya nyali. Jadi putus "asa" berarti putus nyali. Maka kita namakan kegiatan sehat ini sebagai "Asosiasi Sepeda Sport Al-Zaytun" disingkat &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;ASSA&lt;/span&gt;. &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;Hari ini kita resmikan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;," kata Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap olahraga yang diberlakukan secara resmi di Al-Zaytun memiliki bendera masing-masing, terlebih olahraga yang sudah lama berdiri. Lalu, bendera ASSA? "Ini benderanya kuning. Karena kuning itu emas, roda berjalan di emas. Kalau kita berjalan di jalan berwarna kuning itu menandakan rakyat sejahtera. Kalau emas kita kantongin itu kaya raya. Kalau emas kita taruh di telinga akan menambah cantik rupa," kata Syaykh. Warna emas menjadi warna resmi bendera ASSA karena Al&amp;shy;-Zaytun sangat ingin memiliki lambang yang memaknakan kekuatan raksasa. Kemudian di dalamnya masih ada warna merah, putih, hijau. Tentu saja, dengan tidak menyinggung bendera-bendara yang tidak kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini simbol huruf ASSA, kemudian roda di dalam roda menggelinding naik ke atas menandakan punya nyali yang tinggi dan punya kecepatan yang tinggi. Siapa pun yang mau ikut menjadi anggota pasti diterima tanpa syarat. Kecuali mendaftar, harus bayar uang iuran tiap bulan. Kita ambil sepeda Giant saja yang dipakai di banyak negara di dunia," kata Syaykh, merencanakan akan melakukan gerakan pertama berkeliling sepeda sepanjang pulau Jawa pada tanggal 1 Juni 2008. Hebatnya lagi, keliling sepeda pulau Jawa dilakukan sambil menanam pohon di setiap kota pemberhentian demi mewujudkan gagasan pendirian "Hutan Kota". Menanam pohon sebagai wujud pengorbanan menyelamatkan bumi dari ancaman kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita akan tanam lagi. Kita akan tanam pohon mahoni dan jenis pohon lainnya. Syaratnya tanaman itu sudah satu meter supaya jangan takut kena global warning. Sanggupkah kita memelihara? Sanggup, tinggal buktikan saja," kata Syaykh mengakhiri pidatonya dengan tangkas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pemimpin Masa Depan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah undangan kehormatan datang mewarnai kemeriahan perayaan 1 Muharram 1429 H Al-Zaytun. H. Rosidi yang mewakili Kepala Kantor Depag Wilayah Provinsi Jabar menyatakan rasa bangsa dan bahagia sejak berdirinya Al-Zaytun. "Sekalipun ini adanya di Indramayu, tapi alhamdulillah membawa nama baik, nama harum bangsa Indonesia," katanya. Dia juga melaporkan bahwa MTs yang ada di Al-Zaytun dapat dibanggakan, karena berada di tingkat pertama di Provinsi Jabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Depdiknas Dr Ace Suryadi dalam sambutannya mengatakan bahwa apa yang terjadi di Ma'had Al-Zaytun ini adalah seperti yang dipikirkan oleh para pemikir pendidikan sejak jaman dulu. "Saya melihat dan setiap saat saya ingin belajar apa yang terpikirkan oleh filsafat pendidikan modern itu terjadi di sini. Itu terjadi karena ada kesungguhan dari seluruh jajaran di bawah pimpinan Syaykh Panji Gumilang, bahwa sistem pendidikan ini berlaku sistem pendidikan sepanjang hayat," kata Ace Suryadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, banyak yang sudah dilaksanakan di Al-Zaytun, sebagian besar cocok sekali dengan komponen pendidikan yang sedang dia lakukan di Depdiknas sekarang yaitu pendidikan non formal dan pendidikan informal. Maka, Ace menyatakan keinginannya untuk lebih jauh lagi bekerja sama denga Al-Zaytun. "Kalau kita jadikan Ma'had Al-Zaytun ini sebagai tempat menimba ilmu-ilmu, tempat melakukan riset, tempat melakukan perkembangan berbagai model pendidikan nonformal, dan kami siap untuk melakukan bekerjasama," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ace, kalau kita sudah punya model pendidikan nonformal yang sudah betul-betul berjalan, kami bermaksud akan menyebarkan kepada seluruh pesantren di Indonesia. "Saya kira ini adalah salah satu terobosan. Kalau kita bergerak di dunia pesantren, kita bergerak di seluruh wilayah Indonesia, khususnya dunia Islam," ujar Ace.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun menyebut beberapa hal yang baik untuk kita contoh, untuk kita belajar dari Ma'had Al-Zaytun. Misalnya di dunia pendidikan pertanian pangan, pendidikan peternakan, pendidikan kepribadian, pendidikan keaksaraan, pendidikan kesetaraan itu sudah terjadi di Ma'had Al-Zaytun. "Kami ingin mengambil pengalaman ini untuk dijadikan sebagai pilot dan disebarkan secara merata ke semakin banyak pesantren di Indonesia ini," kata Ace Suryadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Dewan Koperasi Indonesia Adi Sasono dalam sambutannya menyatakan alangkah indahnya hari ini di Ma'had Al-Zaytun dalam menyambut tahun baru hijriyah. "Di sini kita merasakan optimisme, kita merasakan harapan masa depan bagi umat dan bangsa Indonesia," kata Adi Sasono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Sasono mengemukakan negara&amp;shy;-negara yang berada di dunia ini dibagi dalam empat golongan. Kesatu, ada negara kaya raya sumber daya alamnya tapi rakyatnya kaya raya juga, contoh Amerika Serikat, Australia. Kedua, ada negara miskin sumber daya alam rakyatnya kaya raya, contoh Jepang Korea, Taiwan. Ketiga, ada negara miskin sumber alam, rakyatnya juga miskin, contoh itu seperti Bangladesh, negara Afrika miskin sumber daya alam dan rakyatnya juga ikut miskin. Keempat, ada negara kaya akan sumber daya alam tapi banyak orang miskin, itu adalah republik mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia mengungkapkan, janji para pemimpin RI sewaktu merdeka adalah untuk menyusun ekonomi Indonesia berdasarkan atas asas kekeluargaan. Dia pun bangga karena koperasi di Ma'had Al-Zaytun juga berkembang. Adi Sasono mengungkapkan anggota koperasi sekarang sudah mencapai 35 juta orang, hampir sepuluh kali lipat penduduk Singapura. Koperasi juga dibantu oleh pemerintah walaupun hanya sedikit saja. Sebagian besar koperasi hidup sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyebut kunci keberhasilan koperasi adalah kejujuran. "Kita hijrah dari sifat amanah, kalau koperasi dipegang orang jujur, orang akan menaroh uang. Di Singapura, itu kalau melihat pedagang eceran 6o persen dikuasai oleh koperasi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua MPR RI Aksa Mahmud dalam sambutannya mengemukakan bahwa dia merasa bangga di Ma'had Al&amp;shy;-Zaytun karena rasanya sudah tercapai cita-cita pendidikan nasional bila kita berada di kompleks ini. Dia berharap ke depan bangsa ini mempunyai pendidikan agama yang akan melahirkan budi pekerti, etika moral dan akan melahirkan ketakwaan yang baik. "Apabila pemimpin kita ke depan sudah lahir pada anak bangsa yang memiliki pendidikan yang baik, maka saya yakin pemberantasan korupsi akan berkurang," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oleh karena itu, kepada para bapak/ ibu yang telah mendidik anaknya di pesantren Ma'had Al-Zaytun ini, saya merasa dan bapak/ibu merasa bangga, bahwa &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;ke depan &lt;span style="color:#cc6600;"&gt;Ma'had Al-Zaytun&lt;/span&gt; ini akan mendapat kesempatan, mengatur dan memimpin bangsa ini.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Bangsa ini sangat merindukan pemimpinnya yang mempunyai akhlak, mempunyai budi pekerti," kata Aksa Mahmud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, Aksa Mahmud berharap Ma'had Al-Zaytun ini jangan hanya di Indramayu. "Mungkin Syaykh sudah berpikir ke depan agar tiap pulau yang besar seperti Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya akan ada cabang-cabang Ma'had Al-Zaytun," harap putra Sulsel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksa mengemukakan perlu ada perubahan terhadap pendidikan santri, terutama yang masih menganut pendidikan santri konvensional. Dalam kaitan ini, Aksa mengungkapkan banyak tantangan yang dihadapi Ma'had Al-Zaytun. "Tidak sedikit orang menganut pikiran negatif terhadap Ma'had Al-Zaytun, dan saya selalu berbicara inilah yang tidak benar. Bahwa justru cita-cita kita sebagai umat Islam perlu meneladani, perlu mencontoh, perlu menyeragamkan seluruh santri Indonesia sama dengan standar yang ada di Ma'had Al-Zaytun ini," kata Aksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dikemukakannya, karena Ma'had Al-Zaytun tidak hanya mencetak ustadz, tapi berdasarkan penglihatannya dan yang diterangkan oleh Syaykh bahwa seluruh ilmu akan ada di sini. Anak-anak kita mempunyai IQ, jarang santri bisa berkomunikasi dengan dunia luar, tetapi di Ma'had Al-Zaytun ini anak-anak sudah memiliki seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kata Aksa Mahmud, dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki Ma'had Al-Zaytun, barangkali anak-anak kita di kompleks Ma'had Al&amp;shy;Zaytun ini sudah bisa bermain di pasar modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, orang yang cepat kaya sekarang ini adalah orang yang cepat memiliki kekuatan ekonomi yang bermain di pasar modal. "Kenapa? Seperti yang saya katakan tadi, bahwa pasar modal tempat perputaran uang yang begitu cepat, tiap hari berputar. Berarti berapa hari kerja itu hari perputaran uang. Dan secara teori ekonomi bahwa semakin cepat uang berputar makin cepat eksis pertumbuhannya. Oleh karena itu, orang yang bermain di pasar modal, tentu adalah orang-orang yang mempunyai pertumbuhan kehidupan dan ekonomi serta usaha akan lebih cepat. Harapan saya kepada anak-anak yang menekuni IT di Ma'had Al-Zaytun ini akan menjadi usahawan-usahawan yang unggul dan mempunyai peringkat&amp;shy;peringkat nasional ini," ujar Aksa Mahmud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sewaktu saya dibawa meninjau IT, saya yakin bahwa di sinilah akan lahir para pemuka-pemuka bangsa ini, karena hanya dengan menguasai IT akan lahirlah pengusaha yang handal, seperti yang dikatakan bapak Adi Sasoni tadi, bahwa kekayaan alam kita ini, kita terlalu sedikit menikmati, justru orang luarlah yang menikmati kekayaan alam kita," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Aksa, kita adalah salah satunya negara yang mempunyai kekayaan yang terlalu besar, isi dari perut bumi yang terlalu banyak, tetapi kita masih tergolong orang dan negara yang miskin. Masih dalam kategori masyarakat bawah, padahal sekarang pada fase ini semua negara yang memiliki kekayaan alam perut buminya itu akan menjadi negara kaya. "Harapan saya, bahwa dengan belajar yang baik dengan landasan agama yang baik maka kita akan mempunyai keunggulan dan kita akan menghantar bangsa kita menjadi bangsa yang besar, bangsa yang bermoral, berakhlak dan mempunyai kemajuan ekonomi yang unggul dan handal," harap Aksa Mahmud, pendiri perusahaan Bosowa Grup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sumber : Majalah Berita Indonesia – Edisi 54, Januari 2008&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-8270722099547956401?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/8270722099547956401/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=8270722099547956401&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/8270722099547956401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/8270722099547956401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2008/02/perjuangkan-keeratan-bangsa.html' title='Perjuangkan Keeratan Bangsa'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-7517125323722859290</id><published>2008-02-14T18:37:00.000-08:00</published><updated>2008-02-14T18:43:04.471-08:00</updated><title type='text'>Bangun Jiwa Raga Selaras Lingkungan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Amanat 1 Muharam 1429 H,&lt;br /&gt;Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka menyematkan semangat peduli lingkungan, Al-Zaytun mencanangkan program sehat keliling Jawa sambil menebar bibit pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pertama Tuhan menciptakan bumi dan seisinya, manusia diciptakan sebagai mahluk yang terbaik secara rohaniah dan jasmaniah. Sudah menjadi fitrah manusia, memiliki perasaan tunduk kepada Yang Maha Tinggi. Prinsip monoteisme, selari dengan filosofi bangsa ini, yang pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Semua bangsa meyakini kebenaran sejati. Semua agama-agama menunjukan adanya kebenaran sejati. Berbagai agama lahir untuk mengatur kehidupan bersama. Tuhan Yang maha Tinggi pasti memuliakan seluruh keturunan Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya adalah Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab. Maka penghapusan semua bentuk diskriminasi menjadi cermin sikap yang tegas. Semua hak azasi manusia dilindungi dengan azas demokratisasi sehingga tercipta pembangunan yang adil berimbang, mementingkan segi manusiawi, dan berkelajutan. Perlu dikembangkannya rasa cinta untuk kemanusiaan dan lingkungan, sehingga tercipta kesadaran tentang pentingnya hidup dalam harmoni dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pembelajaran demokratisasi masih terus berproses, kita patut mendukung tujuan mulia, meraih Persatuan Indonesia. Kemajemukan bangsa bukan berarti diferensiasi. Membela negara adalah kewajiban kita bersama. Wahai bangsa Indone&amp;shy;sia, marilah kita bersatu dengan adil dalam musyawarah. Bangsa kita, bangsa Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke yang isinya bermacam-macam, sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia. Kebebasan untuk menjalankan keimanan masing&amp;shy;masing, itulah pengikat Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Itulah Jembatan Emas yang harus dilalui agar tidak terjadi apa yang diramalkan oleh orang, bahwa Indonesia akan hancur pada tahun 2015&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertikaian dan perselisihan bisa saja terjadi, namun dengan saling menghormati dan memahami bisa menjadi jembatan menuju Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan. Jadi pemimpin harus dihormati. Dihormati, bukan dijadikan mitos. Nilai-nilai luhur yang diungkapkan tadi merupakan langkah menapaki jenjang Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Jika semuanya terwujud, proses pada semua aspek akan mengarah pada keadilan yang selaras dengan perdamaian. Setiap warga negara secara rasional menghormati martabat manusia dan bisa saling berbagi komitmen pada persamaan dan berusaha ke arah tujuan bersama, jalan bersama Jembatan Emas mempersatukan cita-cita bangsa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang disebut dengan moral. Jembatan yang mempunyai kekuatan yang berperan sebagai alat pemersatu bangsa. Prinsip-prinsip teguh yang menjadi manifestasi pembangunan jiwa raga bangsa in di masa sekarang dan mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perubahan global yang menderas, perubahan-perubahan dan tantangan di masa mendatang memerlukan Jembatan Emas pemersatu bangsa yang majemuk ini. Dengan berusaha sedaya-upaya untuk menuju pembangunan berkeadilan diperlukan filosofi misi yang mencakup seluruh golongan, seluruh ras, seluruh bangsa bisa hidup berdampingan dengan damai dan sejahtera. Di tengah arus globalisasi, Indonesia dengan ciri-ciri kebudayaan an sosio-ekonomik yang unik, haruslah tangguh menghadapi tantangan&amp;shy;tantangan yang terus meningkat. Dengan menerima perbedaan&amp;shy;perbedaan yang ada dalam bangsa ini, maka kita akan segera menyelesaikan isu-isu perdamaian, demokrasi, hak azasi, dan pembangunan berkelanjutan dengan sesegera mungkin. Memegang teguh supremasi aturan dan ajaran Ilahi, toleransi menghormati hak asasi tiap manusia akan menuju keadilan dan kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Menata Lingkungan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun barn Hijrah 1429 ini adalah tahun baru milik semua. Di pembuka tahun baru Hijriyah ini ditandai dengan kegairahan dan semangat untuk menata alam lingkungan lebih bijaksana. Memasuki tahun barn kita sematkan semangat peduli lingkungan, menebar bibit, menanam pohon. Menata lingkungan adalah manifestasi membangun jiwa raga bangsa, untuk hari ini dan masa mendatang. Bibit yang ditanam, tidak semata-mata ditanam. Harus disiram, dipupuk dan dipelihara supaya tumbuh kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka itu, Al-Zaytun mencanangkan program sehat sambil menata lingkungan. Bersepeda sehat keliling Jawa sambil menebar bibit pohon. Bersepeda menguatkan jantung, sekaligus melawan pengrusakan alam yang sedang diancam pemanasan global. Tanggal 1 Juni mendatang, Al-Zaytun akan mengayuh sepeda menjemput asa, menjemput semangat hidup untuk membuat lingkungan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;ijo-royo-royo&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Di bawah bendera &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;strong&gt;ASSA&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;(Asosiasi Sepeda Sport Al-Zaytun)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; yang diresmikan tepat 1 Muharram, Al-Zaytun mengajak semua pihak tanpa kecuali untuk bersepeda keliling Jawa menanami bibit pohon sambil menebar makna pembangunan berkelanjutan. ASSA sebagai wahana untuk menyosialisasikan sikap hidup yang cinta kemanusiaan dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari atau tidak, bangsa Indonesia dari masa ke masa sudah masuk ke dalam ruang pembangunan. Karena membangun bangsa pada prinsipnya sinergis terhadap kondisi manusia dan lingkungannya. Membangun dalam keadaan krisis lingkungan seperti ini perlu dicermati penataan kembali program-program keseimbangan alam dan kehidupan lingkungan secara holistik dan dinamis yang meliputi: manusia, alam, segi sosial, dan dunia secara keseluruhan. Menciptakan kesadaran lingkungan akan memperluas pembangunan dan kontinuitas antar-ras manusia. Sehingga tercapai interaksi dinamis antara perubahan-perubahan menuju perbaikan umat secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersepeda menjemput asa (hidup), seperti deru roda pembangunan yang serasi, selaras dengan lingkungan. Bersepeda bersama, beriringan, memupuk rasa kebersamaan dan persaudaraan sambil menata hidup bersama. Menghijaukan lingkungan secara kebersamaan, tak kecuali siapapun, akan menghidupkan semangat hidup bersama sehingga kita semua tak pandang bulu bekerja sama untuk memperoleh instrumentasi pengertian belajar hidup bersama harmoni dengan alam. Mengayuh kesempatan-kesempatan untuk terus memperluas proses nilai-nilai universalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keragaman tradisi dan budaya bangsa ini menyimpan banyak kearifan terhadap lingkungan. Orang Aceh bilang tanah air itu kendi. Karena kendi itu adalah tempat di mana kita berdiri, artinya menjunjung nilai kearifan terhadap lingkungan tempat kita tinggal . Kita harus mempertahankan persatuan masyarakat desa, kesatuan seperti bulatnya pembuluh air. Saling sapa dalam damai. Itulah semangat dan pesan 1 Muharram yang harus hidup dalam jiwa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun baru 1 Muharram ditandai banyak perubahan-perubahan. Semangat perubahan itulah yang dimaksud 'hijriyah' itu bagaimana hakekat adanya pertumbuhan dengan adanya perubahan sesuatu yang lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahad Al-Zaytun terus mengajak untuk bersikap terbuka pada proses pembelajaran. Belajar memahami demokrasi, belajar menghormati pemimpin, belajar hidup bersama yang harmonis, belajar mencintai alam dengan menata lingkungan. Kita menanam bibit pohon untuk puluhan tahun ke depan. Kita mendidik umat untuk membangun jiwa raga manusia yang bijak bestari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Sumber : Majalah Berita Indonesia Edisi 54, Tahun 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-7517125323722859290?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/7517125323722859290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=7517125323722859290&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/7517125323722859290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/7517125323722859290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2008/02/bangun-jiwa-raga-selaras-lingkungan.html' title='Bangun Jiwa Raga Selaras Lingkungan'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-4031556405451976006</id><published>2007-06-03T04:26:00.000-07:00</published><updated>2007-06-03T04:33:17.536-07:00</updated><title type='text'>Al-Zaytun dan Masyarakat Cibanoang Bangun P4BI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Membangun Bangsa Berpendidikan yang mampu bersifat Toleran dan Damai&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun, pusat pendidikan terpadu yang tak pernah tidur! Saban hari, siang dan malam, terus berkarya untuk membangun putra-putri bangsa Indonesia gang berpendidikan, bangsa gang kelak mampu bertoleransi dan bersikap damai dalam hidup dan kehidupannya. Memasuki usianya genap delapan tahun, dan bertepatan momentum Hari Kebangkitan Nasional 2007, AI-Zaytun melangkah melanjutkan karyanya membangkitkan semangat masyarakat Cibanoang, Mekarjaya, Gantar, Indramayu, Jawa Barest, untuk secara bersama membangun Pusat Pendidikan Putra-Putri Bangsa Indonesia [P4BI) di desa terpencil itu. Ditandai peletakan batu asas pembangunan P4BI tersebut, Sabtu, 19 Mei 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peletakkan batu asas pembangunan Pusat Pendidikan Putra-Putri Bangsa Indonesia (P4BI) itu dilakukan civitas akademika AI-Zaytun, dari santri, mahasiswa, guru, eksponen dan karyawan bersama-sama dengan masyarakat Cibanoang. Peletakan batu pertama bertambah istimewa, karena acara yang dilakukan di pelosok desa tersebut dihadiri oleh 11 wartawan dari Amerika, Malaysia, Vietnam dan Indonesia yang tergabung dalam East West Center (EWC). Rombongan yang dipimpin oleh Richard Baker ikut serta meletakan batu pertama P4BI yang rencana pembangunannya selesai dalam 31 hari.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan P4BI ini merupakan realisasi janji Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang kepada Dirjen PLS (Pendidikan Luar Sekolah) Dr Ace Suryadi beberapa waktu yang lalu. Bangunan Pusat Pendidikan Putra-Putri Bangsa Indonesia yang akan dibangun ini berukuran 6 x 16 meter dilengkapi sarana olahraga, seperti lapangan basket dan sepakbola di atas lahan satu hektar. Rencananya gedung pertama ini akan diselesaikan dalam waktu satu bulan, dan akan diresmikan tanggal 23 Juni. Untuk itu karyawan Al-Zaytun bersama masyarakat Cibanoang bekerja siang dan malam untuk mewujudkannya. Pembangunan ini merupakan langkah awal dan nanti akan dibangun lagi dengan ukurannya lebih besar, untuk, menampung kegiatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya, Syaykh Al&amp;shy;-Zaytun AS Panji Gumilang mengatakan bahwa Pusat Pendidikan Putra-Putri Bangsa Indonesia yang akan dibangun merupakan pusat pendidikan untuk menciptakan pembangunan bangsa. "Pembangunan bangsa yang berpendidikan dan mampu bertoleransi, bangsa yang mampu bersikap damai dalam hidup dan kehidupannya," ujar Syaykh AS Panji Gumilang dengan suara lantang.&lt;br /&gt;"Kita mulai dari kampung yang sangat jauh dari kota, kampung yang tidak dipedulikan oleh banyak orang, tidak memiliki tempat pendidikan yang layak," ujar Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asbab Al-nuzul dibangunnya P4BI di Cibanoang ini bermula dari keprihatinan Syaykh AS Panji Gumilang yang tiap pagi dan petang melewati daerah itu saat meninjau Proyek Ketahanan Terpadu Pertanian Tanaman Pangan dan Hutan Tanaman Industri Al-Zaytun di Windu Kencana. Prihatin menyaksikan tempat belajar calon pemimpin bangsa Indonesia yang menyerupai kandang kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekolahmu tidak boleh dibangun di atas tanah seratus meter persegi, tidak boleh. Indonesia lugs, sama dengan luasnya Amerika Serikat. Sekolahmu tidak boleh loo meter persegi, sekolahmu minimal satu hektare," kata Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cibanoang merupakan kampung yang sangat jauh dari kota, kampung yang tidak pernah dipedulikan banyak orang dan tidak memiliki tempat pendidikan yang layak. "Tempat mendidik calon pemimpin bangsa Indonesia yang tidak layak ini tidak bijak. Kita bukan bangsa yang besar kalau kita tidak&lt;br /&gt;memperhatikan pendidikan. Untuk itu masyarakat bersama-sama Al-Zaytun bertekad membangun pusat pendidikan ini untuk memajukan bangsa melalui anak-anak muda," ujar Syaykh Al&amp;shy;Zaytun. Untuk itu masyarakat Cibanoang bersama Al-Zaytun bertekad membangun pusat pendidikan ini untuk memajukan bangsa Indonesia. Rakyat Cibanoang bangkit bersama masyarakat Al-Zaytun untuk membangun pendidikan. "Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya," Syaykh Al-Zaytun mengutip lagu Indonesia Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Masyarakat Bangga dan Bahagia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Cibanoang menyambut antusias dan merasa bahagia dibangunnya P4BI ini. "Saga sangat bahagia sekah dengan dibangunnya sekolah di desa saya. Selama ini saya bersekolah jauh, jalannya rusak dan kalau hujan enggak bisa sekolah," kata Andi Arianto, Kelas IV Madrasah Diniyah Awaliyah.&lt;br /&gt;James O'Toole, Poliyics Editor Pittsburgh Post Gazette, juga memberikan apresiasi dengan dibangunnya P4BI. "Ini merupakan contoh yang baik dan positif dan sungguh sangat menarik, dan saya bangga ikut meletakkan batu pertama," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P4BI telah memberi angin perubahan ke arah perbaikan kualitas pendidikan di Desa Cibanoang yang selama ini tak pernah tersentuh pembangunan pendidikan oleh pemimpin negaranya. Selama ini, anak-anak harus mengecap pendidikan dengan kondisi kelas yang tak ubahnya seperti kandang kambing. Berlantai tanah, Binding anyaman bambu yang sudah banyak yang hancur, atap berlobang yang jika musim hujan bocor. "Sekarang masyarakat bangkit, 20 Mei adalah Hari Kebangkitan Nasional, diawali oleh masyarakat Cibanoang membangun pusat pendidikan," kata Syaykh. Dan, Cibanoang yang menurut Syaykh AI-Zaytun merupakan sungai yang bisa menghasilkan emas bisa tercipta. Tentu saja dengan pendidikan yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh juga menyebut keistimewaan Cibanoang lantaran peletakan asas itu dihadiri oleh wartawan dari Amerika Serikat. Syaykh memperkenalkan pimpinan rombongan Mr Richard, dari Amerika Serikat tapi bahasa Indonesianya lebih bagus dari pada masyarakat Indonesia di Cibanoang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada rombongan wartawan yang tergabung dalam East West Center (EWC) Hawaii – Amerika Serikat, itu, Syaykh AI-Zaytun menjelaskan: "Ini namanya Cibanoang, sungai yang bisa menghasilkan emas. Banoang itu sebuah buah yang bisa menjadi emas. Tapi belum tersentuh oleh pembangunan pendidikan oleh pimpinan negaranya. Sekarang masyarakat bangkit, besok tanggal 20 adalah hari kebangkitan nasional, diawali dari masyarakat Cibanoang membangun sebuah pusat pendidikan. Tidak terlalu besar, hanya seluas 6 x 16 meter di lahan 10 ribu meter. Dan ini tahap pertama, mudah&amp;shy;mudahan nanti Pak Richard datang lagi, dan akan kita bangun lagi, bangun lagi yang lebih besar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh berpesan, tolong sampaikan kepada bangsa Amerika, di Cibanoang ada sekolah yang barn dibangun karena tidak tersentuh oleh kebijakan pemerintahnya. Dibangun oleh rakyat sendiri, buat rakyat Indonesia yang ada di sini.&lt;br /&gt;"Kita buktikan bahwa masyarakat Cibanoang mampu membangun. Kita bangun 31 hari, alias satu bulan. Hari ini kita mulai, dan tanggal 23 Juni kita akan resmikan. Kita undang pemimpin-pemimpin supaya paham, di sini masyarakatnya sudah tidak sabar menunggu apa kebijakan yang akan diberikan oleh pemimpinnya, sehingga membangun sendiri," urai Syaykh Al&amp;shy;Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh menyampaikan rasa iba, haru dan bangga karena masyarakat Cibanoang mampu membangun. "Kami hanya mendatangkan tukang, kami hanya mendatangkan batu, tidak pakai uang membangun, sama sekali tidak menggunakan uang, tidak penting uang itu. Yang penting ada batu, batu ada pabriknya, batu bata ada pabriknya, semen ada pabriknya, kayu ada hutannya, genteng ada pabriknya, tidak laku uang itu. Apalagi masyarakat tidak dipungut uang sesen pun, hanya mengumpulkan padi 20 Kg untuk memberi makan tukang selama satu bulan," jelas Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh memaparkan bangsa berpendidikan itu maknanya bangsa yang akan punya masa depan, akan mampu menginjak masa depannya dengan baik. Bangsa yang pendidikannya kurang akan suram masa depannya. "Maka anak-anakku rebut pendidikan, rebut toleransi. Akan kita dirikan sekolah tingkat dasar, kemudian nanti tingkat menengah, kemudian tingkat menengah atas, kemudian perguruan tingginya ke Universitas Al-&amp;shy;Zaytun," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Syaykh bertanya: "Siapa yang membiayai sekolah ini nanti?" Dan kemudian dijawabnya sendiri: "Kita bangsa yang kuat, masyarakat yang kuat, yayasan pesantren Indonesia yang kuat, karena didukung oleh masyarakat. Jangan kahwatir biaya pendidikan, paling-paling kita cuma urunan. Tidak usah membayar, tapi urunan." Bagaimana caranya? "Karena di sini punya padi, urun pakai padi, yang punya jagung urun pakai jagung, tidak punya jagung tidak punya padi, hanya punya tenaga urun tenaga, tidak punya tenaga urun doa," jelas Syaykh, lalu mengajak segenap hadirin berdoa dan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;berbasmalah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ini Syaykh memimpin membaca Asmau Al-Husna sebanyak 100 nama-nama Allah, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Alhamdulilah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, tepat pukul 14.00 kurang dua menit peletakan batu asas dilakukan. Syaykh mempersilakan wakil ketua YPI, H Imam Suprianto maju ke depan, sekertaris Yayasan Ustadz Abdul Halim memegang tabir dan menunggu komando, sesuai sirine yang berbunyi.&lt;br /&gt;Kemudian mempersilakan para pelajar putra-putri, masyarakat pemuda putra-putri, kemudian orang tua putra&amp;shy;putri, dan masyarakat lainnya, disusul oleh pelajar Al-Zaytun, mahasiswa AI-Zaytun, dan masyarakat AI-Zaytun serta rombongan dari masyarakat jurnalis Amerika Serikat memasang batu pertama sebagai kenang-kenangan tempat pendidikan yang akan go public. go international, dan go global. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;(Sumber Majalah Berita Indonesia – Edisi 39/2007).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-4031556405451976006?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/4031556405451976006/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=4031556405451976006&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/4031556405451976006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/4031556405451976006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2007/06/al-zaytun-dan-masyarakat-cibanoang.html' title='Al-Zaytun dan Masyarakat Cibanoang Bangun P4BI'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-7888120694522095172</id><published>2007-05-16T04:07:00.000-07:00</published><updated>2007-05-18T05:36:07.331-07:00</updated><title type='text'>Belajar Manajemen Air dari Al-Zaytun</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/RkrpHxe6qYI/AAAAAAAAAC8/7AgMXhLJ3hw/s1600-h/air.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5065117050682911106" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/RkrpHxe6qYI/AAAAAAAAAC8/7AgMXhLJ3hw/s400/air.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Indonesia dari tahun ke tahun mengalami siklus krisis air. Baik krisis air akibat kekeringan maupun krisis (bencana) air akibat kebanjiran. Pengalaman terdekat, sejak pertengahan hingga akhir tahun 2006 bahkan sampai Januari 2007, berbagai wilayah Indonesia mengalami kekeringan [musim kemarau]. Akibatnya banyak petani yang tidak bisa bercocok tanam [berakibat terjadinya krisis pangan]. Kernudian sejak akhir Januari sampai April 2007, hujan turun dan terjadi bencana banjir di mana-mana. Anehnya, bangsa ini seperti tidak mau belajar dari pengalaman, dan secara berulang selalu terperosok ke lubang (krisis air yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari siklus krisis air itu, sangat berguna bila para pemimpin negeri ini berkenan menyempatkan waktu untuk memperhatikan manajemen pengelolaan air di Al&amp;shy;-Zaytun. Sebuah pondok pesantren modern, yang lebih layak disebut kampus, seluas 1.200 hektar yang berada di Desa Sandrem, Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun, tentu juga mengalami siklus musim kemarau dan musim hujan yang sama dengan kawasan sekitarnya. Kawasan kampus ini sebelumnya gersang, kekeringan pada musim kemarau. Maka sejak awal, Syaykh AS Panji Gumilang sebagai &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;grand design&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; pembangunan kampus terpadu (pendidikan dan ekonomi) ini, telah memadukan manajemen pem&amp;shy;bangunan infrastruktur pendidikan dengan manajemen pengelolaan dan pemanfaatan air secara efektif.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Air adalah unsur penting untuk kehidupan," tegas Syaykh Al-Zaytun Dr Abdussalam Panji Gumilang. Tanpa air dalam beberapa hari saja, kita tidak akan mampu bertahan hidup. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, air bisa menimbulkan malapetaka (bencana) bagi kelangsungan hidup manusia, menjadi air bah yang menghancurkan senior yang dilintasinya. Maka sebagai manusia yang diberi hak clan kewajiban hidup di bumf, haruslah mampu memanfaatkan dan mengelola air dengan bijak dan cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pondok pesantren modern komprehensif (kampus) ini, kita bisa menyaksikan bagaimana air benar-&amp;shy;benar dikelola sebagai unsur utama bagi kehidupan: dipanen, disimpan dalam `lumbung air' dan dimanfaatkan secara berulang. Di kompleks AI-Zaytun ini kita disadarkan agar memperlakukan air sebagai sesuatu yang sangat bernilai serta memanfaatkannya secara bijak dan terjaga dari pencemaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, pada musim kemarau 2006 hingga Januari 2007, Al&amp;shy;Zaytun juga masih hampir terkena krisis air, walau tidak separah kawasan sekitarnya. Hal mana Al-Zaytun juga masih mengalami gangguan dalam memulai bercocok tanam hingga awal Januari 2007. Padahal, tahun-tahun sebelumnya, krisis air seperti itu tidak lagi pernah dialami Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh menjelaskan siklus kekeringan seperti tahun 2006 itu pernah terjadi pada tahun 1970-an. "Menjelang Pemilihan Umum 1971, terjadi musim kemarau sampai tujuh bulan dan sekarang terjadi kembali di tahun 2006&amp;shy; 2007. Kita bisa hitung sesuai putaran musim tahun 1971 sampai 2006 dinamakan selapan tahun. Perhitungan hari, orang Jawa sering menyebutnya dalam selapan hari, itu sama dengan 35 hari. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Sloso wage&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; ketemu &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Sloso wage&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; lagi, itulah 35 hari. Hitungan tahun seperti ini perhitungannya 35 tahun namanya," jelas Syaykh berdasarkan pengalaman dan catatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman itu, menurut Syaykh, mestinya bangsa Indonesia paham dan bangkit dari kejadian kekeringan itu. "Namun bangsa Indonesia belum pernah dapat belajar dari tunjuk ajar yang diberikan alam atau dalam bahasa teologinya yang diberikan oleh Tuhan. Mudah-mudahan krisis air dan pangan yang berkepanjangan seperti ini tidak terjadi lagi tahun 2008," harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh berharap para petani, minimal petani yang menggarap tanah 600 hektar sawah, sudah tidak berbicara lagi mengenai alam yang tidak ramah. "Yang sesungguhnya alam ini sangat ramah hanya manusia yang tidak menyadari," kata Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka belajar dari pengalaman itu, Syaykh Panji Gumilang, menegaskan pada tahun 2007 ini Al-Zaytun memfokuskan pembangunan pada pembangunan yang sifatnya infrastruktur. "Pembangunan gedung asrama, pembelajaran dan lainnya belum diprioritaskan, tapi terfokuskan pada pembangunan yang berbentuk infrastruktur pertanian di antaranya infrastuktur air dan pengairan. Maka tahun ini fokus pembangunan di AI-Zaytun membangun yang vertikal berdiri kalau perlu membangun ke bawah, menggali," jelas Syaykh pada Dzikir Jum'at (07/01) sebagaimana dikutip dalam Jurnal Harian Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan biasanya ditandai dengan pemancangan tiang pancang tapi sekarang membangun infrastuktur ditandai dengan berapa dalamnya simpanan air. "Itu yang sekarang kita bangun. Mudah-mudahan di tahun 2007 tertata sentra-sentra pangan khususnya sentra produksi lahan-lahan yang bisa ditanami. Kita akan konsolidasikan dan kita bangun cekungan-cekungan untuk menampung air ketika musim hujan, sehingga tahun 2008 kita bisa merasakan manfaatnya sehingga lahan yang kita siapkan pertanian tidak lagi menunggu curah hujan yang tidak terkendali," kata Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program ini pun sudah segera direalisasikan dengan membangun Waduk Windu Kencana dan normalisasi kali Cibenoang. Normalisasi Cibenoang dilakukan dengan membangun kanal sepanjang 13 kilometer dengan kedalaman lima meter dan lebar 20 meter ditambah bantaran kiri-kanan sungai masing-masing selebar 20 meter. Kanal itu membentang ke arah hulu dari Waduk Windu Kencana sampai Kampus Al-Zaytun sepanjang 6,5 kilometer dan ke arah hilir hingga menjangkau desa Ranca Ganggang juga sepanjang 6,5 kilometer. Kelak, normalisasi kali ini masih bisa diteruskan hingga sejauh 30 kilometer ke arah muara sungai di pantai utara laut Jawa. Direncanakan, proyek infrastruktur pertanian dan pengairan Windu Kencana, sudah rampung pembangunannya 7 Agustus 2007, untuk kemudian diresmikan tepat pada tanggal 27 Agustus 2007, bertepatan ulang tahun sewindu AI-Zaytun. Itulah pula menjadi latarbelakang proyek ini diberi nama Windu Kencana, merupakan persembahan emas Al-Zaytun kepada bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di banyak tempat, termasuk di kawasan yang berdekatan dengan Al&amp;shy;Zaytun, musim hujan bisa menjadi bencana. Tetapi di Al-Zaytun, musim hujan selalu disambut sebagai musim panen air, yang didukung dengan teknologi (terapan) dan manajemen pemanfaatan air. Di lembaga pendidikan inilah pertama kali muncul istilah musim panen air dan teknologi panen air (hujan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Terintegrasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan waduk Windu Kencana dan normalisasi sungai Cibenoang itu, merupakan satu kesatuan dengan teknologi dan manajemen air yang sudah ditata dengan baik di kawasan Kampus Al-Zaytun yang luasnya lebih 1.200 hentar yang dinamai proyek Tirtaraksa Candrakirana Bangsa. Dalam rangka manajemen pemanfaatan air di AI-Zaytun, lirik lagu &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Bengawan Solo&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; gubahan Gesang Martohartono yang terkenal justru dianggap kontraproduktif. Lirik lagu itu berbunyi di musim hujan air meluap sampai jauh ... air mengalir sampai jauh akhirnya ke laut ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Al-Zaytun, air tidak dibiarkan mengalir begitu saja sampai jauh hingga akhirnya ke laut, tanpa dimanfaatkan terlebih dahulu secara efektif dan efisien. Air dimanfaatkan secara berulang melalui suatu manajemen dan teknologi (proses) terencana yang matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga pada saat musim hujan, yang, di banyak tempat air hujan melimpah menjadi ancaman banjir, justru dikelola sebagai berkah yang melimpah di Al&amp;shy;-Zaytun. Musim hujan bahkan dimaknai sebagai musim panen air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka setiap menjelang musim hujan, semua tempat dan makhluk di Al&amp;shy;Zaytun sudah dipersiapkan menyambut datangnya panen air itu. Selain telah disiapkan banyak resapan air (lumbung air) di setiap tempat dan gedung, juga tanaman terutama pepohonan dipersiapkan dengan menyiangi dahan dan ranting yang dianggap mengganggu pertumbuhannya. Sehingga manakala musim hujan tiba, pepohonan itu ikut panen air untuk pertumbuhannya secara baik dan terencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pada musim kemarau, air yang diserap dan disimpan dapat dikelola secara berulang. Bahkan, jika di tempat lain sudah terjadi kekeringan yang membuat tanaman coati, di Al-Zaytun justru bisa dibuat `banjir buatan' yang membasahi seluruh area kampus dalam waktu tertentu. Hal ini dapat dilakukan dengan melepas (mengalirkan) air dari tempat-tempat penampungan dan resapan (lumbung air) yang telah ditata sedemikian rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kebutuhan Air Bersih&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun, yang merupakan lembaga pendidikan berasrama (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;boarding school&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) di mana seluruh santri, ustadz, eksponen dan karyawannya tinggal secara penuh di dalam kampus, dengan total penghuni mencapai 12.500 jiwa dan akan terns bertambah sekitar 1.500 sampai 2.500 jiwa setiap tahun, tentu membutuhkan air bersih yang cukup banyak. Padahal kampus ini dibangun di atas lahan yang sebelumnya gersang, tadah hujan. Sehubungan dengan itu, sejak mula dikembangkan manajemen dan teknologi pemanfaatan air untuk mengantisipasi kebutuhan air tersebut. Bukan saja untuk keperluan langsung para penghuninya berupa air minum dan air bersih, juga untuk keperluan pertanian dan peternakan serta keperluan pembangunan yang terus berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diprediksikan keperluan air bersih rata-rata setiap penghuni Kampus Al&amp;shy;Zaytun minimal 150 liter per hari ditambah dengan keperluan pembangunan, pertanian dan peternakan, maka keperluan air bersih seluruh penghuni Al-Zaytun beserta a seluruh aktivitasnya mencapai 4 juta liter per hari atau lebih dari 1,2 juta m3 per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan itu, di Al-Zaytun dilakukan penataan air berdasarkan sistem pembangunan berkelanjutan (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;sustainable development&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;). Suatu sistem pembangunan yang mampu untuk memenuhi keperluan masa sekarang tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampus Al-Zaytun berada di kawasan yang sebelumnya gersang dan tidak memiliki sungai atau mata air alam. Maka pengadaan air bersihnya hingga saat ini masih bergantung pada pengambilan air tanah dengan kedalaman 20 m hingga 100 m. Disadari, bila pemanfaatan air tanah itu berlebihan tentu akan menimbulkan ketidak-seimbangan yang pada akhirnya sampai pada titik &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;irreversible&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; atau kondisi kekurangan permanen yang tak lagi dapat diperbaharui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka untuk mengantisipasinya, ditetapkan solusi yang tepat sejak dalam perencanaan pembangunan kampus ini ini. Syaykh menguraikan beberapa langkah yang dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan air tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Langkah pertama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; yang telah dilakukan adalah dengan mengimbangi penggunaan air tanah dengan cara membantu proses alamiah. Ketersediaan air tanah selalu diperbaharui dengan cara melakukan peresapan kembali air permukaan seperti air hujan dari atap bangunan (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;run off water&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;), air kamar mandi dan air buangan melalui sistem instalasi pengolahan limbah ke dalam tanah dengan membuat beberapa kolam, empang dan waduk penampungan air. Kolam dan empang itu, selain berfungsi sebagai resapan air, juga digunakan sebagai budidaya ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Al-Zaytun telah dibangun empat buah kolam resapan yang masing&amp;shy;masing mampu menampung air sebanyak 38.400 meter kubik. Selain itu, dibuat 6o titik suntikan resapan air hujan dengan kedalaman pips resapan hingga mencapai &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;aquafer&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; pertama di lapangan-lapangan dan halaman&amp;shy;-halaman bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga waduk dibangun untuk memanfaatkan kembali buangan air di asrama santri, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;run off water&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;over flow&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; kolam-kolam penampungan sehingga bisa dimanfaatkan kembali sebagai sumber air bagi pertanian. Tentu saja dengan menggunakan sistem penjernihan air alami dengan media saringan dan pemanfaatan tanaman&amp;shy;tanaman air yang mampu mengurai polutan organik di dalam air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduk Istisqo (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Shui Shi Cai&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; = Air Sumber Kehidupan) di bagian utara Masjid Rahmatan lil Alamin, seluas 10.441 m3 dan kedalaman 9 meter, mampu menampung air sebanyak 50.000 meter kubik. Jumlah itu cukup untuk mengairi areal pertanian dan perikanan seluas 30 ha. Selanjutnya, direncanakan pembangunan waduk pemanfaatan kembali air buangan untuk keperluan penghuninya bahkan hingga kualitas layak minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Langkah kedua&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; adalah meningkatkan efisiensi pemakaian air tanah sebagai sumber air bersih. Di antaranya melalui penggunaan peralatan mandi, seperti &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;shower&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dengan kepala &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;shower&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang dirancang hemat air dan bisa meminimalisasi pemborosan, kebocoran atau air terbuang. Sebab penggunaan air bersih terbesar di Al-Zaytun adalah untuk keperluan sehari-hari penghuninya, diperkirakan mencapai 2.711.500 liter air per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada para santri diingatkan untuk tidak lalai menutup kembali kran air atau &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;shower&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang menjadi penyebab utama pemborosan air. Hal ini ditangani oleh Manajemen Asrama dengan memanggil penghuni asrama yang krannya kedapatan terbuka. Mereka diberi teguran, nasihat, dan sanksi agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Langkah ketiga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; dengan meminimalkan penggunaan air tanah dengan pemanfaatan kembali air yang sudah terpakai untuk keperluan pertanian dan peternakan, bahkan untuk digunakan kembali oleh penghuni MAZ. Untuk menyiram tanaman, sebagian besar menggunakan air dari kolam-kolam penampungan dengan menggunakan jasa mobil tangki. Begitu pula pembersihan sapi dan kandang, kecuali untuk pembersihan sapi perch, digunakan air dari kolam tampungan hujan atau air hasil olahan air limbah dengan sekecil mungkin menggunakan air tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pengolahan Air Limbah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air limbah yang berasal dari limbah asrama dan gedung pembelajaran merupakan salah satu sumber pencemaran air yang sangat potensial. Karena air limbah ini mengandung senyawa-senyawa organik yang cukup tinggi. Selain itu, kemungkinan besar mengandung senyawa-senyawa lain serta mikroorganisme patogen yang dapat menyebabkan penyakit. Maka dalam hal studi pengelolaan lingkungan di Al-Zaytun khususnya sistem pengolahan limbah dijalin kerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air limbah toilet dan sebagian air buangan kamar mandi diolah pada pengolahan air limbah yang dibangun di setiap asrama dan gedung pembelajaran dengan sistem biofilter aerob-anaerob yakni proses pengolahan limbah biologis dengan menggunakan mikroorganisme baik mikroorganisme &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;aerob &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;(dengan udara) rnaupun mikroorganisme &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;anaerob&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (tanpa udara). Proses biologis aerobik biasanya digunakan untuk pengolahan air limbah dengan beban BOD yang tidak terlalu besar, sedangkan proses biologis anaerobik digunakan untuk pengolahan air limbah dengan beban BOD (zat organik) yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh Al-Zaytun menjelaskan, keduanya dibiakkan pada suatu media yang disebut `sarang tawon' sehingga mikro organisme tersebut melekat pada permukaan media. Pengolahan limbah dengan metode ini mampu mengurai polutan organik hingga 90-95 persen. Juga mampu menurunkan konsentrasi BOD di dalam air limbah hingga 20-30 mg per liter dan konsentrasi Solid Solution (SS) hingga 20 mg per liter pada sisi keluarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih rinci dijelaskan proses pengolahan air limbah tersebut sebagai berikut, "Air limpasan dari tangki septik dan air limbah nontoilet dialirkan melalui satu saluran, selanjutnya dialirkan melalui saringan kasar (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;bar screen&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) untuk menyaring sampah yang berukuran besar seperti sampah dawn, kertas, plastik, dan lain-lain. Setelah melalui &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;screen&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, air limbah dialirkan ke bak pemisah pasir (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;grit chamber&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) yang berfungsi untuk mengendapkan kotoran pasir, tanah, atau senyawa padatan yang tak dapat terurai secara biologis misalnya abu gosok, padatan pembersih kamar mandi dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui grit bak pemisah pasir, air limbah dialirkan ke bak pengendap awal untuk mengendapkan partikel lumpur, pasir dan kotoran organik tersuspensi. Selain sebagai bak pengendapan, juga berfungsi bak pengontrol aliran, serta bak pengurai senyawa organik yang berbentuk padatan, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;sludge digestion&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (pengurai lumpur) dan penampung lumpur. Air limpasan dari bak pengendap awal selanjutnya dialirkan ke bak kontaktor anaerob dengan arah aliran dari atas ke bawah, dan dari bawah ke atas. Di dalam bak kontaktor &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;anaerob&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; tersebut diisi dengan media dari bahan plastik tipe sarang tawon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah bak kontaktor anaerob terdiri dari dua buah ruangan. Penguraian zat‑zat organik yang ada dalam air limbah dilakukan oleh bakteri &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;anaerobik&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;facultatif aerobik&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.Setelah beberapa hari operasi, pada permukaan media filter akan tumbuh lapisan film mikroorganisme. Mikroorganisme inilah yang akan menguraikan zat organik yang belum sempat terurai pada bak pengendap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air limpasan dari bak kontaktor anaerob dialirkan ke bak kontaktor &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;aerob&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Di dalam bak kontaktor &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;aerob&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; ini diisi dengan media dari bahan kerikil, plastik tipe sarang tawon, sambil diaerasi atau dihembus dengan udara sehingga mikroorganisme yang ada akan menguraikan zat organik yang ada dalam air limbah serta tumbuh dan menempel pada permukaan media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian air limbah akan kontak dengan mikroorganisme, yang tersuspensi dalam air maupun yang menempel pada permukaan media yang mana hal tersebut dapat meningkatkan efisiensi penguraian zat organik, deterjen serta mempercepat proses &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;nitrifikasi,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; sehingga efisiensi penghilangan amonia menjadi lebih besar. Proses ini Bering dinamakan aerasi kontak (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;contact aeration&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bak &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;aerasi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, air dialirkan ke bak pengendap akhir. Di dalam bak ini lumpur aktif yang mengandung massa mikroorganisme diendapkan dan dipompa kembali ke bagian &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;inlet&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; bak &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;aerasi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dengan pompa sirkulasi lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedangkan air limpasan (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;overflow&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) dialirkan ke bak &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;khlorinasi.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Di dalam bak kontaktor khlor ini air limbah dikontakkan dengan senyawa khlor untuk membunuh mikroorganisme &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;patogen&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Air olahan, yakni air yang keluar setelah proses khlorinasi dapat langsung dibuang ke sungai atau saluran umum. Dengan kombinasi proses&lt;em&gt; &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;anaerob&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;aerob&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; tersebut selain dapat menurunkan zat organik (BOD, COD), ammonia, deterjen, padatan tersuspensi (SS), &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;phospat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun karena sebagian air limbah tidak melalui instalasi pengolahan limbah sehingga masih mengandung deterjen dari sabun maka dari saluran drainase limbah itu diarahkan ke kolam penampungan. Proses penjernihan air limbah tersebut selain mengandalkan panjangnya saluran drainase sehingga memungkinkan terjadinya singgungan dengan udara dan lumut-lumut saluran, pada kolam penampungan juga mengalami proses penjernihan dengan menggunakan bak-bak penjernih &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;(clarifer).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;clarifer &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;tersebut selanjutnya dibuat saluran mengelilingi kolam untuk kemudian dialirkan kembali ke dalam kolam melalui saluran berteras. Saluran berteras ini bermanfaat untuk menambah kadar oksigen. Di samping itu untuk memperkaya kadar oksigennya, kolam penampungan juga diberi fasilitas air mancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu untuk pengolahan limbah kotoran ternak, dilakukan pemisahan antara limbah padat dan limbah cair pada bak penampungan kotoran. Selanjutnya limbah padat diolah menjadi pupuk kandang, sedangkan limbah cair dialirkan melalui drainase menuju kolam-kolam ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang telah dilakukan Al-Zaytun tadi, semuanya merupakan wujud dari prinsip kehati-hatian dalam tata atur air bersih. Juga sebagai suatu bentuk usaha pencegahan (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;precautionary principle)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; terhadap kemungkinan terjadinya kondisi irreversible. Tak berhenti sampai di sana, Al-Zaytun akan terus mengembangkan berbagai upaya untuk memperbaiki tata atur air bersih itu," kata Trista Nugraha menimpali Syaykh Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Air Minum Sihat&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengasuh Al-Zaytun juga sangat memperhatikan ketersediaan air minum sihat bagi para santri dan segenap penghuni dan pengunjungnya. Untuk keperluan air minum sihat yang memenuhi persyaratan fisis, kimia dan biologi, dilakukan dengan menggunakan sistem pengolahan air minum dengan teknologi Ozon dan Sterilisasi Ultra Violet (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;UV sterilization&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) serta teknologi &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Reverse Osmosis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Teknologi Ozon dan Sterilisasi Ultraviolet tersebut masing-masing berkapasitas 25 m3 per hari untuk keperluan rumah makan santri dan rumah makan karyawan. Sementara teknologi Reverse Osmosis dengan kapasitas masing-masing 5o galon/hari (190 liter per hari), dipasang di satu unit di setiap kamar santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga teknologi tersebut dapat memenuhi hajat air minum puluhan ribu penghuni kampus yang memenuhi persyaratan &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; secara fisik harus jernih (tidak berwarna, tidak berbau, tidak keruh dan tidak berasa); &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;(2)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; dari segi komposisi kimia, air tidak boleh mengandung zat-zatyang dapat merugikan kesihatan, seperti limbah pestisida, limbah detergen, nitrat, atau logam-logam berat; dan &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;(3)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; secara biologis, air tidak boleh mengandung bakteri-bakteri patogen yang berbahaya bagi kesihatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan ozon dalam proses pengolah air dipilih, menurut Trista Nugraha, karena beberapa keuntungan yang diperolehnya. selain mampu membunuh mikroorganisme yang terdapat di dalam air karena ozon bersifat bakterisida, algasida dan fungisida, teknik itu juga tidak menimbulkan bau dan rasa yang pada umumnya terjadi jika kita menggunakan bahan kimia pengolah air. Bahkan, teknik ini dapat menghilangkan bau dan rasa yang biasanya disebabkan oleh komponen organik dan anorganik yang terdapat di dalam air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca survei dan uji fisika, kimia dan biologi di Laboratorium Teknik Lingkungan, kualitas air minum di rumah makan santri dan rumah makan karyawan yang menggunakan teknologi ozon dan UV Sterilization dinyatakan memenuhi standar kualitas air minum yang merujuk kepada standar Departemen Kesehatan. (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;Sumber Berita Indonesia – Edisi 38/2007&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-7888120694522095172?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/7888120694522095172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=7888120694522095172&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/7888120694522095172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/7888120694522095172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2007/05/belajar-manajemen-air-dari-al-zaytun.html' title='Belajar Manajemen Air dari Al-Zaytun'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/RkrpHxe6qYI/AAAAAAAAAC8/7AgMXhLJ3hw/s72-c/air.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-5308253410838510599</id><published>2007-05-04T06:18:00.000-07:00</published><updated>2007-05-04T06:24:08.079-07:00</updated><title type='text'>Al-Zaytun – Ditjen PLS Lakukan Pelatihan Sertifikasi ICDL</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kerjasama yang sinergis antara Al-Zaytun dengan Direktorat Jendral Pendidikan Luar Sekolah (Ditjen PLS), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), semakin erat untuk mencerdaskan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh Abdussalam Panji Gumilang pimpinan Kampus Al-Zaytun, sebagai pelopor pendidikan sistem satu pipa, ingin sekali mendarma-baktikan seluruh aset dan sumber daya manusia yang dimiliki dipersembahkan kepada bangsa dan negara, serta masyarakat luas secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, Depdiknas Ace Suryadi, yang dikenal berhasil dalam mengangkat citra pendidikan non formal di jagad pendidikan nasional, ingin pula melibatkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Keduannya sepakat untuk membangun kerjasama yang sinergis dalam berbagai hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya, Al-Zaytun sebagai pusat pendidikan terpadu, terletak di Kampung Sandrem, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada 12-18 Maret 2007 lalu dipercaya melaksanakan pelatihan sertifikasi ICDL (International Computer Driving Licence), kepada 39 pegawai negeri sipil (PNS) yang berdinas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Daerah, Pendidikan Luar Sekolah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Peserta berasal dari 17 daerah di Seluruh Indonesia. Acaranya disebut “Pelatihan Sertifikasi ICDL Bagi Para Pegawai Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Luar Sekolah Se-Indonesia“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengikuti pelatihan, peserta diharapkan memiliki sertifikat untuk melatih orang lain supaya dapat menguasai (literasi) penggunaan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi pelatihan ICDL terdiri tujuh modul, yaitu : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Module 1 Concepts of Information Technology (IT); Module 2 Using the Computer and Managing Files; Module 3 Word Processing; Module 4 Spreadsheets; Module 5 Datebase; Module 6 Presentation; dan Module 7 Information and Communication.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta terdiri dari 28 laki-laki dan 11 perempuan. Mereka memilki latar belakang pendidikan yang beragam. Enam orang lulusan setingkat SLTA, 27 orang lulusan setingkat sarjana atau S-1, dan enam orang lulusan setingkat master atau S-2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mewakili sejumlah UPT Daerah, seperti Sanggar Kegiatan Bersama (SKB), Balai Pengembangan Kegiatan Belajar Masyarakat (BPKBM), Balai Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda (BPPLSP), Balai Pengembangan dan Pelatihan Pendidikan Luar Sekolah (BPPPLS), serta Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan dan Pengembangan Kegiatan Belajar (BTKPPKB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk setiap modul, materi pelatihan diberikan oleh dua orang instruktur, dibantu empat orang asisten, sehingga total terdapat 14 orang instruktur dan 28 orang asisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir pelatihan, pada tanggal 17-18 Maret diadakan ujian dan 38 orang dinyatakan lulus menyelesaikan pelatihan dengan hasil baik. Sedangkan seorang peserta, berasal dari BPKB Daerah Istimewa Yogyakarta yakni Nugroho Tyas, dinyatakan belum menyelesaikan seluruh modul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekapitulasi hasil ujian menunjukkan, nilai rata-rata Modul 1 adalah 90,32; Module 2 = 91,66; Modul 3 = 92,58; Module 4 = 93,92; Module 5 = 92,66; Module 6 = 89,87; dan Module 7 = 93,13.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Tentang ICDL&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Para instruktur dan asisten pelatihan, sehari-hari bekerja sebagai pengajar di ICDL &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;AL-Zaytun Global Information and Communication Technology&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (ICDL-AGICT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ICDL-AGICT didirikan tahun 2002. Pada 3 Januari 2003 ICDL-AGICT berhasil mendapatkan akreditasi dari kantor pusat ICDL, di London, Inggris sebgai test centre yang pertama untuk seluruh kawasan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Desember 2006 &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;&lt;strong&gt;ICDL Licensee in Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, atau ICDL-AGICT, sebagai perpanjangan tangan kantor pusat ICDL di Indonesia, berhasil membangun kesepakatan kerjasama dengan Direktorat Jendral Pendidikan Luar Sekolah, Depdiknas, untuk memberikan pelatihan-pelatihan penguasaan komputer, kepada unit-unit pelaksana teknis daerah pendidikan non formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan akreditasi yang dimiliki itulah, ICDL-AGICT berhak merekrut peserta, melakukan pelatihan menggunakan silabus dan kurikulum dari ICDL, serta melaksanakan serangkaian tes kepada peserta pelatihan untuk mendapatkan sertifikasi ICDL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk, pada bulan Maret 2007 tadi, Al-Zaytun melakukan pelatihan sertifikasi ICDL, bagi para pegawai unit pelaksana teknis pendidikan luar sekolah se-Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirjen Pendidikan Luar Sekolah Ace Suryadi mengatakan, pilihan atas ICDL sebagai lembaga akreditasi / sertifikasi literasi kompter di lingkungan Ditjen PLS, Depdiknas, didasarkan pada pertimbangan ICDL, merupakan lembaga independen yang telah diakui secara luas oleh banyak negara dan berbagai organisasi internasional seperti UNESCO, UNDP, dan Uni Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ICDL, diakui sebagai &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;benchmark&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; internasional untuk keterampilan komputer, sama persis halnya dengan TOEFL untuk pelatihan bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Ace, literasi komputer merupakan salah satu strategi dalam menghadapi tantangan globalisasi, dengan menyiapkan program Pendidikan Kecakapan Hidup (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;life Skills&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan literasi komputer dimaksudkan untuk mendorong masyarakat mengenal, memahami, dan mampu menggunakan komputer atau TIK baik itu untuk keperluan yang berkaitan dengan pekerjaan, maupun pembelajaran dan aktivitas lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya, mengembangkan semua lembaga UPT/Daerah Pendidikan Nonformal menjadi lembaga ICDL, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Test Center&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, selanjutnya meningkat menjadi ICDL &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Training Center.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran ICDL di Indonesia diwakili oleh MYR Agung Sidayu, dari Yayasan Pesantren Indonesia (YPI), duduk sebagai &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Chariman of the ICDL Licensee in Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Sedangkan Chris Evdemon duduk sebagai &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Chief Executive Officer&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (CEO) ICDL Asia Pasific.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Chris, ICDL adalah standar global yang memberikan sertifikasi untuk mengukur kompetensi pengguna komputer, dan dapat juga meningkatkan produktivitas kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ICDL adalah salah satu implementasi kebijakan literasi komputer. ICDL, adalah kualifikasi/sertifikasi yang berstandar internasional untuk kompetensi kemampuan komputer,“ ujar Chris, ketika datang ke Indonesia, menyaksikan Mendiknas Bambang Sudibyo menyerahkan sertifkat Approved Test Center (ATC) ICDL, kepada 71 UPT / Daerah Pendidikan Nonformal di Jakarta, pada 11 Desember 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, secara simbolis, Mendiknas menerima sertifikat dari Joh Chapman, pimpinan tertinggi ICDL seluruh dunia. Mendiknas mengatakan, sistem ICDL mendorong minat masyarakat untuk memahami dan memanfaatkan TIK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pemerintah bertekad untuk mewujudkan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;computer / digital literacy&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; pada masyarakat,“ kata Bambang Sudibyo. Bambang yang sudah beberapa kali mengunjungi kampus Al-Zaytun, pertama kali saat meresmikan pengoperasian Universitas Al-Zaytun (UAZ) Indonesian pada Agustus 2005, juga mengatakan, program literasi komputer akan disinergikan dengan pendidikan keaksaraan dan kesetaraan, atau pendidikan formal sepertipendidikan kejuruan dan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, menurut Bambang, perlu dilakukan kampanye, advokasi, dan promosi literasi komputer pada sasaran yang lebih luas. “Kalangan pendidikan pesantren, pendidikan formal maupun lembaga pendidikan pelatihan pada umumnya, baik negeri maupun swasta harus menjadi bagian dari program literasi komputer,“ kata Bambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirjen PLS Ace Suryadi menambahkan, ke depan, lembaga-lembaga penerima sertifikat ATC ICDL akan dikembangkan menjadi &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;training center&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. “Kami akan menerapkan sistem, mekanisme, dan sarana yang memenuhi standar ICDL untuk penjaminan dan pengendalian mutu,“ ucapnya.&lt;br /&gt;(&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;&lt;em&gt;Sumber :Lentera - Majalah Berita Indonesia – Edisi 37/2007&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-5308253410838510599?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/5308253410838510599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=5308253410838510599&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/5308253410838510599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/5308253410838510599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2007/05/al-zaytun-ditjen-pls-lakukan-pelatihan.html' title='Al-Zaytun – Ditjen PLS Lakukan Pelatihan Sertifikasi ICDL'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-9053049681817272522</id><published>2007-05-04T06:07:00.000-07:00</published><updated>2007-05-04T06:18:22.468-07:00</updated><title type='text'>Al-Zaytun Kampus Global</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kampus Al-Zaytun sejak didirikan didesain sebaagi pusat pengembangan teknologi informasi. Sejak awal kampus Al-Zaytun telah memberikan perhatian khusus pada pendidikan berorientasi teknologi informasi. Apalagi setelah berdirinya Fakultas Teknologi Informasi Universitas Al-Zaytun Indonesia pada bulan Agustus 2005, kampus Al-Zaytun berubah wajah menjadi kampus global yang mengedepankan pengembangan teknologi informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampus dalam era globalisasi dimaknai dengan kehadiran teknologi informasi dan komunikasi (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Information and Communication Technology&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; – ICT). Teknologi inilah yang telah membuat kehidupan kampus berada dalam sebuah tatanan lintas batas, baik batas ruang, jarak maupun waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut pandang teknologi informasi, nyaris tiada lagi batas negara, bahkan tiada lagi batas agama. Semua tertata menjadi sebuah masyarakat pendidikan yang terikat pada informasi dan komunikasi tanpa batas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, era ini adalah era informasi yang terjadi sebagai akibat perkembangan teknologi komputer yang menjadi inti dari teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Komputer bukan lagi sekadar alat bantu dalam pengolahan data menjadi informasi saja. Melainkan, telah dan akan terus berintegrasi dengan teknologi komunikasi modern, menjadi sebuah alat komunikasi canggih yang memungkinkan interaksi dan integrasi seluruh civitas akademika di berbagai belahan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ICT mencakup seluruh aspek kehidupan, bahkan yang terutama aspek pendidikan (ilmu pengetahuan dan teknologi). Maka, sebagai pusat pendidikan ber-&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;setting&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; internasional, sejak awal didirikan Kampus Al-Zaytun telah menerapkan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;computer-based education system&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (CBES) dalam menjalankan dan menunjang fungsi dan kegiatan pendidikannya. Mulai dari administrasi pendidikan, materi pembelajaran, metode penyampaian hingga evaluasi pencapaian hasil-hasil pendidikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode pembelajaran yang berbasis kompetensi menggunakan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;e-learning&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dirintis sejak dini untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi sumber daya yang ada. Disadari, materi pembelajaran menggunakan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;e-book&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; menjadi pilihan utama pada pendidik dalam menuangkan poin-poin kurikulum yang mampu menghemat penggunaan kertas (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;paperless&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) serta biaya cetak yang sangat tinggi, dan ini berarti efisiensi yang sangat signifikan untuk institusi sebesar Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi pencapaian hasil pendidikan pun cukup disajikan dalam bentuk sistem informasi pendidikan berbasis komputer &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;on-line&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, yang mampu memantau, mencatat, menyimpulkan dan memberikan rekomendasi serta dukungan (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;decision support&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) kepada para pengambil keputusan (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;decision maker&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;). Mereka cukup menghubungkan diri dengan akses ke komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, yang sudah dikembangkan oleh Universitas Al-Zaytun (UAZ) Indonesia bukan sekadar information technology (IT) saja. Melainkan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;global information and communication technology&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (GICT). Diperkirakan pada era GICT ini, volume dan aliran data akan mengalir begitu besar, sehingga harus ditangani dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, mulai dari administrasi nilai, administrasi mata kuliah, hingga administrasi jadwal kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Langkah Awal AGICT&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka pengembangan ICT di Kampus Al-Zaytun, sekaligus untuk memberikan bekal kemampuan teknologi informasi standar bagi santri dan calon mahasiswa, pada tahun 2002 didirikanlah lembaga kursus yang diakui keberadaannya oleh dunia internasional, yang diberi nama &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;AGICT&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Al-Zaytun Global Information and Communication Technology&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;). Lembaga kursus AGICT ini bekerja sama dengan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;ICDL&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;International Computer Driving Licensee&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) yang berkedudukan di Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, pada 3 Januari 2003, AGICT berhasil mendapatkan akreditasi ICDL sebagai &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;test center&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang pertama di seluruh kawasan Indonesia. Akreditasi test center ini diperoleh setelah melalui proses audit ketat berstandar internasional dari ICDL. Dengan akreditasi yang telah dimiliki, AGICT sebagai pelaksana program pendidikan komputer di Al-Zaytun berhak merekrut peserta, melakukan pelatihan menggunakan silabus dan kurikulum dari ICDL, serta melaksanakan serangkaian tes kepada peserta didiknya untuk mendapatkan sertifikat ICDL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat pertama kali dimulai program AGICT didukung dengan 154 komputer PC, 5 server, dan 32 UPS. Peserta kursus terbuka bagi semua santri kelas IV dan kelas V yang mendaftarkan diri. Khusus untuk angkatan pertama, jumlah pesertanya langsung membludak mencapai 1.158 orang terdiri dari 454 nisa dan 404 rijal, dibagi dalam beberapa kelompok. Seluruh pembiayaan kursus ditanggung masing-masing santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara instrukturnya berjumlah 16 orang dibantu 52 orang asisten, semuanya berpengalaman di bidang teknologi informasi dan komputer dan bersertifikat ICDL. Setiap sesi dibimbing oleh dua instruktur dan 13 asisten. Setiap kelompok mengikuti pelajaran komputer tiga kali dalam sepekan selama sembilan bulan untuk 3 level yakni &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Basic, Intermediate, dan Advance.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Setiap pertemuan berlangsung selama 90 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta kursus memperoleh berbagai fasilitas seperti laboratorium komputer yang terhubung dengan LAN dan spesifikasi komputer terbaik dengan aplikasi terkini untuk setiap orang, ruangan kelas ekslusif ber-AC dilengkapi dengan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;sound system&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; serta projector, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;skills card&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; untuk melaksanakan tes ICDL dan mendapat sertifikat ICDL yang bertaraf internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi yang diberikan adalah sesuai dengan kurikulum internasional ICDL, yang meliputi : a) Konsep Dasar Teknologi Informasi, b) Penggunaan Komputer dan Manajemen File, C0 Word Processing, d) Spreadsheet (pengolahan tabel), e) Database, f) Presentasi, dan g) Informasi dan Komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Program AGICT awalnya merupakan program pendidikan di Kampus Al-Zaytun, maka penanggung jawabnya dijabat oleh Ketua Dewan Guru Al-Zaytun. Sedangkan Penanggung Jawab Pelaksana diamanatkan kepada Ust. Ir. Aan Kurniawan. Dalam struktur AGICT, terdapat pula beberapa departemen yang emmbantu tugas Penanggung Jawab Pelaksana, antara lain : Departemen Administrasi, Departemen Kurikulum, Departemen Operasional, Departemen HRD, Departemen Marketing dan PR, serta Departemen Technical Support.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Pendidikan komputer AGICT dilaksanakan di Laboratorium Komputer AGICT yang bertempat di ruang basement selatan gedung Utsman Ibnu Affan. Ruang berukuran 36 x 12 m ini menampung 150 unit komputer untuk siswa dan 2 unit komputer untuk instruktur. Untuk menunjang proses pembelajaran, laboratorium dilengkapi dengan perangkat sound system, tiga proyektor dan empat AC berkekuatan 6 pk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ust. Ir. Aan Kurniawan, setiap komputer dirancang dengan spesifikasi terbaik untuk ukuran saat ini dengan menggunakan prosesor terbaru keluaran intel, lengakap dengan fasilitas multimedianya seperti sound card, CD ROM drive dan headset plus micro-phone. Seluruhnya terhubung dengan jaringan LAN (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Local Area Network&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) Ethernet berkecepatan 100 Mpbs (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Fast Ethernet&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) dan menggunakan sembilan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;switch&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; produk CISCO (1 unit Catalyst 3550-SMI dan 8 unit Catalyst 2950) yang dipesan langsung dari Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua data dan kontrol dipusatkan pada &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;server farm&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang terdiri dari lima server dengan spesifikasi Intel Xeon Dual Processor 2 GHz dengan kapasitas total lebih dari 800 GB. Koneksi server ke jaringan menggunakan teknologi Gigabit Ethernet (1 Gbps). Sistem operasi yang digunakan untuk komputer client adalah &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Windows 2000 Advanced Server&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Kemampuan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;server &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;dan jaringan yang ada dipersiapkan untuk memberikan layanan multimedia dalam proses pembelajaran komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseluruhan proses instalasi, baik jaringan (instalasi kabel, setting konfigurasi domain), dilakukan sendiri oleh tenaga-tenaga intern Al-Zaytun tanpa bantuan konsultan luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meja komputer yang digunakan pun didesain dan diproduksi khusus oleh unit Meubeleur Al-Zaytun dengan memperhatikan kriteria ergonomik. Berbeda dengan kebanyakan tempat-tempat kursus lainnya, meja hasil desain Al-Zaytun ini menempatkan posisi monitor komputer di bawah permukaan meja dengan beberapa keuntungan. Pertama, sudut pandang ke monitaor yang dibuat sama dengan sudut pandang saat membaca buku. Desain seperti ini membuat pemakai merasa nyaman menggunakan komputer dalam jangka waktu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, jarak pandang mata ke layar monitor selalu terjaga karena posisinya yang berada di bawah dan dihalangi oleh kaca pada permukaan meja. Biasanya, kata Ust. Ir. Aan Kurniawan, tatkala kita menggunakan komputer dalam jangka waktu cukup lama, tanpa terasa posisi mata semain lama semakin mendekati monitor, apalagi jika pekerjaan itu menuntut hal-hal detail, seperti membuat rancang bangun, programming, atau desain grafis. Jika tidak dicegah, hal itu bisa merusak mata. Radiasi monitor diserap oleh kaca sehingga tidak akan mengganggu mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, melalui Program AGICT akan tercakup empat aspek pengembangan teknologi informasi yakni &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Infrastructure, E-Learning, Web Development dan Information System&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Sehingga di masa mendatang, seluruh civitas akademika Kampus Al-Zaytun akan mampu memahami dan menggunakan komputer secara lebih berkompeten. Kompetensi ICT itu tentunya sepandan dengan visi Al-Zaytun yang hendak membangun sebuah komunitas kampus &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;global science and technology society&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Dengan demikian, akan tercipta sinergi, efektivitas, efisiensi manajemen serta efisiensi sumber daya dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program pendidikan komputer AGICT merupakan langkah awal untuk mencapai komunitas kampus &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;global science and technology society&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; itu. Para santri peserta program AGICT akan menjadi pelaku perubahan (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;reformer&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) yang akan menata Kampus Al-Zaytun menuju masyarakat sains dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Menjadi Fakultas Teknologi Informasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Program pendidikan komputer AGICT, yang telah meluluskan 2.713 orang siswa, sebagai cikal bakal menuju kampus global berspiritkan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;science and technology society,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; akhirnya memperoleh momentum pada bulan Agustus 2005 dengan berdirinya Faktultas Teknologi Informasi Universitas Al-Zaytun Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika didirikan, Fakultas Teknologi Informasi UAZ Indonesia memiliki 294 unit komputer, tersebar di seluruh lingkungan Kampus Al-Zaytun, semua terakses online kepada internet. Untuk akses pada internet ini digunakan antene parabola VSAT (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Very Small Aperture Terminal&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;), dengan kapasitas bandwith 512 KPBS (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Kilo Bit Per Second&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;). Sedangkan infrastruktur jaringan antar komputer digunakan teknologi fiber optic. Kemudian komputer juga dilengkapi dengan 11 pusat penyimpanan data (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;server).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mengherankan apabila, walau baru saja berdiri, Fakultas TI UAZ Indonesia sudah merintis berbagai kerjasama dengan beberapa lembaga sertifikasi dan institusi pendidikan luar negeri, sperti dengan ECS (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Educational Counseling Service&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;). Kerja sama tersebut, antara lain, melanjutkan program sertifikasi ICDL (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;International Computer Driving License&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;), dan program akademik Teknologi Informasi dari NCC (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;National Computing Centre&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) &lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Ecucation&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, yang berkantor pusat di London. Program ini dilaksanakan secara online kepada kantor pusat masing-masing.&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;Sumber :Lentera - Majalah Berita Indonesia – Edisi 37/2007&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-9053049681817272522?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/9053049681817272522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=9053049681817272522&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/9053049681817272522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/9053049681817272522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2007/05/al-zaytun-kampus-global.html' title='Al-Zaytun Kampus Global'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-3511524751313624874</id><published>2007-04-18T05:16:00.000-07:00</published><updated>2007-04-18T05:44:54.298-07:00</updated><title type='text'>Waduk Windu Kencana</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/RiYQLoul2KI/AAAAAAAAABg/0NfFFemFQ34/s1600-h/waduk2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5054745423867402402" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/RiYQLoul2KI/AAAAAAAAABg/0NfFFemFQ34/s400/waduk2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Persembahan Emas Sewindu Al-Zaytun&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun saat ini sedang bekerja keras siang-malam 24 jam sehari menyelesaikan proyek pembangunan Waduk Windu Kencana, supaya siap dipersembahkan sebagai persembahan emas kepada bangsa Indunesia menandai sewindu Al-Zaytun berkiprah memajukan dunia pendidikan terpadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang secara khusus berkunjung ke Kampus Al-Zaytun untuk merayakan Tahun Baru Hijriyah 1 Muharam 1428H pada 20 Januari 2007 lalu, Syaykh Abdussalam Panji Gumilang secara singkat menyampaikan kilas balik sejarah Al-Zaytun, sejak masih dalam tataran wacana, kemudian memulai operasional pendidikan pada 1 juli 1999, hingga sudah melangkah sangat jauh di awal tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar laporan bernada spektakuler itu, dalam pidato balasannya, Wapres Jusuf Kalla lantas menyebutkan kalau Al-Zaytun telah berhasil memelopori perubahan atas citra pondok pesantren. Kalla menyebutkan kepeloporan Al-Zaytun terletak pada perubahan citra baru tentang pondok pesantren, dari yang sebelumnya kumuh, kotor, dan sempit, berubah menjadi teratur, lebih baik, lebih maju bahkan terlihat mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, hanya berselang beberapa bulan kemudian, sebuah mimpi yang belum sempat masuk dalam laporan Syaykh, dan tentu saja menjadi luput pula dari pidato balasan Kalla, muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni proyek Waduk Windu Kencana, yang akan menjadi persembahan emas, sekaligus pertanda telah delapan tahun kiprah Al-Zaytun membangun pusat pendidikan terpadu yang modern dan komprehensif, kiprah untuk menjadi Indonesia yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Waduk Windu Kencana akan melengkapi teknologi panen air, dan manajemen pemanfaatan air secara efektif, yang selama beberapa tahun terakhir sudah dijalankan oleh Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Filosofi teknologi panen air, dan manajemen pemanfaatan air secara efektif, adalah dengan memperlakukan air sebagai sesuatu yang sangat bernilai, serta memanfaatkannya secara bijak dan terjaga dari pencemaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen pemanfaatan air secara efektif membuat air di sekitar kampus Al-Zaytun benar-benar di kelola sebagai unsur utama bagi kehidupan: dipanen, disimpan dalam “lumbung air“ dan dimanfaatkan secara berulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduk Windu Kencana, karena dipersembahkan kepada bangsa, pemanfaatannya akan bersama-sama dengan masyarakat sekitar. Lokasinya terletak 6,5 kilometer dari kampus Al-Zaytun, menyusuri aliran sungai Cibanoang, yang terletak di belakang kampus hingga ke arah gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduk didirikan di tengah-tengah areal perbukitan seluas 125 hektar milik Al-Zaytun, yang akan segera disulap menjadi sebuah kawasan pertanian terpadu dan hutan tanaman industri. Sedangkan desain sungai Cibanoang, itu akan diperlebar hingga mencapai 20 meter dan kedalaman lima meter, sehingga antara dua titik di kampus dengan di waduk kelak akan bisa ditempuh dengan menggunakan sarana transportasi perahu atau &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;speedboat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian samping kiri-kanan sungai, akan diperlebar masing-masing 20 meter, juga sepanjang 6,5 kilometer. Di area pelebaran ini akan dimanfaatkan sebagai lokasi tanaman rumput hijau untuk menghasilkan rumput makanan sapi. Atau, menanam kacang tanah, atau jagung muda makanan sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduk Windu Kencana memiliki dimensi lebar 100 meter, panjang 1.300 meter, dan kedalaman rata-rata 5 meter. Jika aliran sungai sudah dibendung siapapun akan bisa leluasa berenang dari ujung ke ujung sejauh 6,5 kilometer, atau berpesiar dengan naik perahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Bangun Pertanian Terpadu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian teknologi panen air Al-Zaytun akan menhasilkan pengendalian air dalam jumlah besar. Pertama, air di Waduk Windu Kencana. Sesuai dimensinya, Waduk Windu Kencana akan mampu menampung air sebanyak 100 m x 1.300 m x 5 m, atau sama dengan 650.000 meter kubik air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, yang kedua, air di sepanjang sungai Cibanoang, sebanyak 6.500 m x 20 m x 5 m, atau sama dengan 650.000 meter kubik. Sehingga total air yang dapat dikendalikan Al-Zaytun akan mencapai 1.300.000 meter kubik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat wartawan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Berita Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; meninjau langsung pelaksanaan proyek pembangunan Waduk Windu Kencana, Minggu, (25/03/2007) bersama-sama dengan rombongan Pengurus Pusat (PP) Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI), para pekerja terlihat sibuk bekerja keras membangun tanggul-tanggul dan outlet waduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pekerja bekerja siang malam dalam tiga shift, dibantu empat unit alat berat excavator dan satu unit doser, kelimanya baru saja dibeli dengan harga tunai masing-masing seharga 100.000 dollar AS. Selain itu, ditambah lagi empat unit alat berat usia 10 tahun tetapi sudah direkondisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh terjun langsung memimpin proyek pengerjaan Waduk Windu Kencana, termasuk meluangkan waktu paling tidak dua jam sehari usai sholat Ashar, atau pada pagi-pagi hari sekali pada jam lima sudah berada di lokasi proyek untuk menyemangati pekerja, sekaligus memastikan semua pengerjaan berjalan dengan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerja mengerjakan proyek 24 jam sehari. “Ada tiga shift. Kalau pakai istirahat malamnya, sudah pasti (bekerja) besoknya. Jadi tidak pilih kasih. Terus ditempa saja. Mumpung panas, harus ditempa terus, jadi 24 jam,“ kata Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan, proyek Waduk Windu Kencana sudah akan selesai pada bulan Mei, untuk dapat segera difungsikan menampung air. Sehingga, pada tanggal 1 Juli saat peringatan Al-Zaytun memulakan operasional pendidikan, atau paling lama pada 29 Agustus peringatan peresmian pengoperasian AL-Zaytun oleh Presiden Prof. BJ Habibie, Al-Zaytun sudah dapat mendeklarasikan persembahan Waduk Windu Kencana kepada bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduk akan memenuhi kebutuhan air lahan-lahan pertanian Al-Zaytun yang luasnya mencapai 1.200 hektar, dan lahan pertanian milik masyarakat sekitar. Lokasi sekitar Waduk Windu Kencana akan dijadikan pula sebagai pusat agrobisnis, atau lahan pertanian terpadu &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;(integrated farming)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang memadukan pertanian, perternakan, perikanan, kehutanan, hingga wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanian, misalnya, selain mengerjakan pertanian dengan bibit padi konvensional, Al-Zaytun akan mulai menanami bibit varietas terbaru basmati. Bibit ini sudah memasuki pengembangan fase ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibit padi basmati memiliki produktifitas 2,5 hingga 3 ton saja perhektarnya. Basmati memiliki kualitas dan harga pasar yang jauh lebih tinggi di atas beras lain, rojolele, misalnya. Usianya pun tak terlalu lama hanya 100 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basmati sangat cocok bila ditanam di musim agak panas mengingat batangnya yang tidak terlalu kokoh, karena kekurang-kokohan ini pula, hingga bisa membuat padi rebah bila ditiup angin, bibit basmati tak perlu mengandalkan pupuk kimia buatan pabrik dari Gresik atau Sriwijaya. Tetapi lebih mengandalkan pupuk alami, seperti berasal dari kotoran dan air kencing sapi. Namanya pupuk Unfren, atau singkatan dari urine permentasi yagn mampu menegakkan batang padi basmati dan membuat rasa berasnya gurih pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan konsep integrated farming, di lokasi ketahanan pangan terpadu di sekeliling Waduk Windu Kencana, Al-Zaytun akan menerapkan konsep mekanisasi pertanian. Untuk itu, lahan-lahan pertanian dibuat datar atau flet dan dalam petak-petak yang jauh lebih luas dari biasanya. Di lokasi ini, sejak menanam padi hingga memanen dikerjakan oleh mesin-mesin industri pertanian. Sentuhan tangan manusia diminimalkan. Produktifitas, efektivitas, dan efisiensi kerja adalah sasaran dari konsep mekanisasi pertanian Al-Zaytun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi sekitar Waduk Windu Kencana juga akan didesain menjadi pusat pengembangan ternak sapi perah dan sapi potong. Ribuan sapi yang saat ini masih bermukim di sekitar kampus Al-Zaytun, semuanya akan pindah direlokasi sejauh 6,5 km ke pinggiran waduk. Di situ akan disiapkan kandang yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun kelak akan menyisakan satu tempat saja untuk kandang sapi, terletak di lokasi yang ada saat ini di sekitar kampus, untuk keperluan praktikum mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lokasi perternakan baru, Al-Zaytun, akan mengalokasikan pula lahan khusus untuk menanam ruput makanan sapi. Setiap satu hektar lahan dibangun menjadi 35 bedeng, tiap satu bedeng dibagi menjadi tiga baris, satu barisan terdiri 0,5 meter, dan panjang tiap bedeng masing-masing 99 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu berarti, sekali panen rumput tiap hektar lahan dari luasan 3 x 99 x 0,5 x 35 meter akan menghasilkan rumput. Jika tiap satu rumpun rumput beratnya 5 kg, dan harga pembelian rumput Rp 175/kg, per hektar lahan rumput akan dapat menghasilkan uang Rp 8 juta sekali panen, dalam waktu sekitar 65 hari. Selain rumput, tanaman lain yang bisa dikonsumsi sapi adalah kacang tanah dan jagung muda yang usia penennya sama 65 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Susu Sapi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu sapi yang akan dihasilkan lahan pertanian terpadu Al-Zaytun tergolong mahal, sekitar Rp 3.500 per liter. Bandingkan dengan harga susu Selandia Baru, atau Australia yang hanya 20 sen dollar AS per liter. Tetapi susu sapi Amerika sudah sangat tinggi 34-35 sen dollar AS per liter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran organisasi baru Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) per Februari 2007, disebutkan Syaykh pasti akan lebih mendongkrak lagi harga susu sapi milik anggota APSPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab APSPI, bersama bupati di seluruh Indonesia, kelak bisa bersama-sama membuat program menyehatkan masyarakat khususnya siswa didik setiap sekolah untuk meminum susu setiap hari supaya kecerdasannya bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua ini calon presiden. Anak-anak yang baru lahir pun calon Presiden, calon meteri. Karena itu harus kasih susu agar kebijakannya cepat menyatu dengan kita, “kata Syaykh, berpersan agar daerah diajak menjalankan program menyehatkan rakyat dengan meminum susu sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi waduk sekaligus pula dapat berfungsi sebagai hutan tanaman industri, karena di sekitar lahan terdapat lokasi hutan tanaman industri milik PT. Perhutani. Fungsi wisata jelas akan menjadi primadona baru yang “wajib“ dikunjungi oleh setiap tamu yang berkunjung ke kampus Al-Zaytun, entah dengan menaiki perahu,&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; speedboat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, berenang atau berkendaraan motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Diapresiasi dengan kekaguman&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum APSPI Masngut Imam Santoso memberikan apresiasinya yang mendalam perihal proyek Waduk Windu Kencana ini. Masngoet menyatakan kagum, sekaligus memiliki harapan besar sekali, kalau lokasi Waduk Windu Kencana akan pas dijadikan sebagai lokasi pertanian terpadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pemikiran dan harapan saya nani, di sini akan menajdi pusat integrated farming yang kita inginkan bersama. Sarjana-sarjana yang dikeluarkan di sini (Universitas Al-Zaytun, maksudnya) akan menjadi sarjana yang siap pakai. Kalau orang Jawa namanya &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;jalwilinpat separatamat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Artinya, kelebihannya itu seperempat dari orang lain (yang) sudah selesai,“ kata Masngoet, tokoh peternakan sapi perah asal Blitar, Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi, pemikiran dan harapan saya untuk masa depan ini, sebagai Ketua Asosiasi, di sini akan menajdi sentral produk pertanian khususnya yang kita geluti. Karena saya Ketua Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia, susu akan bisa diproduksi lebih dan tidak hanya di dalam keperluan pondok pesantren saja, tetapi juga akan mencukupi kebutuhan luar. Itu harapan saya,“ kata Masngoet, yang didaulat berbicara di hadapan para operator alat berat, usai diresmikan penggunaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masngoet dengan terus terang mengatakan tidak menyangka lahan pertanian terpadu yang akan dikembangkan Al-Zaytun kecanggihannya akan sedemikian rupa. “Nyatanya di dalam pondok pesantren cukup luar biasa.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don P Utoyo, mantan pejabat pemerintah di bidang pembibitan, kini aktif sebagai konsultan peternakan yang juga turut didaulat berbicara, mengatakan kebanggaannya bisa menyaksikan secara bersama-sama AL-Zaytun menyatukan tekad untuk mengubah sesuatu yang tadinya kurang bermanfaat menjadi sesuatu yang besar manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan lokasi pertanian, terpadu di lahan Waduk Windu Kencana tetap sekali untuk dijadikan sebagai pusat kegiatan agrobisnis. “Agrobisnis adalah kegiatan usaha yang dasarnya tanah dan iklim. Dalam batas-batas tertentu manusia berupaya untuk mengubah apa-apa yang semua tadinya sangat terbatas, ditingkatkan kemampuannya seizin ilahi. Dan Alhamdulillah, kita dibantu orang-orang, dibantu alat-alat, kita telha dibantu oleh sedikit atau banyak dana yang insya Allah akan memberikan manfaat, memberikan keuntungan bagi orang banyak,“ kata Don, yang hadir di Al-Zaytun didampingi istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru besar ilmu peternakan asal IPB Bogor, Prof. Dr. Ir. Palawaruka, karena kekagumannya yang luar biasa hanya dapat berkata singkat. Itupun dalam nada yang lirih nyaris disertai tetasan airmata haru. “Saya, biasanya, karena berada di perguruan tinggi, ada sesuatu yang saya lihat di sini. Mudah-mudahan ini bisa menhasilkan teori baru. Ya, kalau saya, hanya itu saja.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Mimpikan Tirta Sangga Jaya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air adalah karunia Ilahi. Karena itu jangan dibiarkan jauh-jauh mengalir ke laut sebelum sempat dimanfaatkan secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan dalam lirik lagu &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Bengawan Solo&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; yang dikisahkan oleh penciptanya &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Gesang Martohartono,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;Musim kemarau, tak seberapa airmu, Dimusim hujan turun, Air meluap sampai jauh..,&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; itu bisa membuat air mubazir sebab tak sempat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Air harusnya lebih dahulu dibendung, jangan dilepas lagi ke laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya, ya itu, membendungnya dalam waduk, lalu menyimpan atau mengalirkannya di sungai yang sudah diperdalam. Berbagai kajian teoritis soal pengendalian dan pemanfaat air sudah sering dibahas dan dibicarakan di forum-forum ilmiah, tetapi lebih sering ditumpuk saja sebagai dokumen keilmuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Al-Zaytun dengan kemampuan yang dimilikinya berhasil mewujud-nyatakan dokumen keilmuan itu menjadi barang jadi. Praktiknya adalah realisasi Waduk Windu Kencana, yang akan dipersembahkan kepada bangsa menandai sewindu usia Al-Zaytun menyediakan pendidikan terpadu sistem satu pipa kepada bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malahan Waduk Windu Kencana telah menginspirasi Syaykh AS Panji Gumilang, untuk memimpikan sebuah ide besar bagaimana mengendalikan air di sekitar wilayah ibukota negara dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari sekedar pengendalian air, ide besar yang diberi nama Tirta Sangga Jaya, yang artinya kira-kira “air yang menyangga ibukota negara Jakarta Raya,“ bila terealisasikan akan merevolusi berbagai hal di negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pengendalian banjirnya yang revolusioner, Tirta Sangga Jaya diperkirakan akan menciptakan solidaritas nasional dalam hal mendanai proyek besar bernilai hampir ratusan miliar dollar AS dengan urunan membeli obligasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai revolusi pun terjadi. Revolusi penyediaan lapangan kerja jutaan orang pekerja sekaligus dalam satu proyek raksasa. Revolusi penyediaan sarana transportasi darat dan air terpanjang (240 kilometer) dan terlebar (200 meter) di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi dalam menciptakan medan bisnis baru dalam koridor sabuk ekonomi sepanjang 240 kilometer. Revolusi sosial kemasyarakat baru, yang terbukti mampu menerima perubahan-perubahan sudut pandang jika perubahan itu disampaikan dengan baik dan terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, ini yang terpenting, revolusi peningkatan pendapatan masyarakat karena terjadi pergerakan sektor riil yang luar biasa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indramayu sendiri, Waduk Windu Kencana diperkirakan akan segera merevolusi peta ekonomi warga seluruh wilayah Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;&lt;em&gt;(Sumber :Lentera - Majalah Berita Indonesia – Edisi 36/2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Berita Terkait :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;- &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/04/tirta-sangga-jaya-nama-yang-bagus.html"&gt;Tirta Sangga Jaya, Nama Yang Bagus&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/04/tirta-sangga-jaya-nama-yang-bagus.html"&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-3511524751313624874?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/3511524751313624874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=3511524751313624874&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/3511524751313624874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/3511524751313624874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2007/04/waduk-windu-kencana.html' title='Waduk Windu Kencana'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/RiYQLoul2KI/AAAAAAAAABg/0NfFFemFQ34/s72-c/waduk2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-8590493171493529386</id><published>2007-04-10T06:48:00.000-07:00</published><updated>2007-04-10T06:54:37.621-07:00</updated><title type='text'>Bangun Kerjasama Pendidikan Nonformal</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kampus Al-Zaytun dan Ditjen Depdiknas&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Konsistensi dan tekad Al-Zaytun memajukan dunia pendidikan rupanya tiba pula hingga ke ruang kerja Ace Suryadi, Direktur Jenderal Pendidikan Nasional (Depdiknas). Ace Kagum melihat Kampus Al-Zaytun yang memilki segala kelengkapan sarana dan prasaran pendidikan, sarana ekonomi pendukung, berikut konsep sistem pendidikan satu pipa yang sudah diterapkan sejak SD, SMP, SMA, S-1, kelak S-2 hingga lulusan S-3 dalam usia relatif masih muda 26 tahun. Ace Suryadi menilai Al-Zaytun sebagai sebuah pusat pendidikan yang sangat luar biasa, bahkan sudah bisa disebut sesuai dengan standar internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengapresiasi AL-Zaytun sebagai sebuah aset berharga yang berkelas internasional, atas nama Ditjen PLS Depdiknas, Ace Suryadi sepakat dengan pimpinan sekaligus penanggung-jawab Al-Zaytun Syaykh AS Panji Gumilang untuk membangun sejumlah kerjasama di bidang pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ace Suryadi seorang doktor bidang ekonomi pendidikan, lulus dari sebuah perguruan tinggi ternama di Amerika Serikat, sudah dua kali mengunjungi Al-Zaytun dalam waktu yang berdekatan. Pertama, pada bulan Desember 2006, kedua 20 Januari 2007 demi untuk menyamakan persepsi tentang cara terbaik membangun kemajuan dunai pendidikan, khususnya pendidikan non formal di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ibarat pucuk dicinta ulam tiba mulai tahun 2007 Al-Zaytun mulai aktif memberdayakan masyarakat sekitar. AL-Zaytun memberi masyarakat sekitar kesempatan untuk ikut kegiatan belajar-mengajar di sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), yang secara khusus didirikan Al-Zaytun di berbagai tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui PKBM, Al-Zaytun menawarkan seluruh masyarakat sekitar, khususnya generasi muda yang belum menyandang ijazah Sekolah Dasar (SD), SMP, dan SMA untuk mengikuti program pendidikan kesetaraan Kelompok Belajar (Kejar) Paket A (setara SD), paket B (SMP), dan Paket C (SMA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kepada generasi yang lebih tua diberikan kesempatan mengikuti program pendidikan keaksaraan, misalnya pemberantasan buta huruf, mengikuti pelatihan keterampilan bertani, dan melatih sistem komunikasi ICT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan, siapa saja orang tua yang belum bisa baca tulis, tetapi memilki anak yang bekerja di luar negeri sebagai TKI, semisal di Taiwan, Ara Saudi, Korea, Kuwait, atau Qatar, selulus dari PKBM tatkala menerima surat atau kiriman uang tentu ia sudah bisa membaca isi surat dari si buah hati sekaligus mengambil sendiri uang kirimannya dari bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun bekerja-sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah (Ditjen PLN), Departemen Pendidikan Nasional untuk mendidik masyarakat. Al-Zaytun yang memiliki kantor-kantor perwakilan dan kantor koordinator wali santri di seluruh provinsi, itu serta merta bisa dikerahkan untuk membangun gedung-gedung PKBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap warga yang membutuhkan penyetaraan pendidikan, atau mengikuti pendidikan keaksaraan Kejar Peket A, B, dan C, dan sebagainya, pendidikan dipusatkan di PKBM. Al-Zaytun akan menyediakan tenga pengajar, materi ajar, kurikulum dan sebagainya bekerja-sama dengan Ditjen Pendidikan Luar Sekolah, Depdiknas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Membangun Manusia Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari pola kerjasama ini Al-Zaytun dan Ditjen PLS akan sama-sama sangat menguntungkan. Berbagai program kerja Ditjen PLS turut dibantu dilaksanakan oleh pihak swasta dalam hal ini Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama Al-Zaytun dan Ditjen PLS ditujukan untuk membangun manusia Indonesia, dengan cara meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Human Development Index&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (HDI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan Sasaran Pembangunan Milenium (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Millenium Development Goals&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;), dan kesepakatan negara-negara anggota badan dunia Unesco yang ditanda-tangani di Dakar, Senegal tahun 2002 lalu, Human Development Index diukur dari tiga komponen indeks pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, Indeks Kesehatan, yang diukur dari rata-rata usia harapan hidup; &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Indeks Pendidikan, diukur dari dua aspek yaitu angka/ tingkat melek aksara orang dewasa, dan rata-rata lama pendidikan, dan ; &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, Indeks Perekonomian, yang diukur dari pengeluaran per kapita (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;purchasing power parity&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indeks Pendidikan merupakan salah satu komponen dalam penetapan HDI, dan tingkat keaksaraan orang dewasa merupakan komponen dalam penetapan HDI, dan tingkat keaksaraan orang dewasa merupakan komponen terpenting dari aspek pendidikan untuk dapat segera menaikkan HDI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberantasan Buta Aksara yang kini dikerja-samakan Ditjen PLS-Al-Zaytun terhdap penduduk usia dewasa (15 tahun ke atas), menurut Ace merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan pendidikan. Pertimbangannya, salah-satunya cara meningkatkan HDI yang paling murah dan cepat adalah dengan menurunkan jumlah buta aksara secara signifikan. Tingkat keaksaraan penduduk suatu negara sangat mempengaruhi tingkat kesehatan, gizi, kematian ibu dan anak, kesejahteraan dan angkat harapan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, menurut Ace, pendidikan merupakan hak azasi setiap warga. Oleh sebab itu penduduk yang masih buta aksara wajib dan diprioritaskan memperoleh layanan pendidikan. Buta aksara terkait dengan kebodohan, keterbelakangan, pengangguran dan ketidak-berdayaan, yang bermuara pada kondisi ekonomi penduduk penyandangnya manjadi kurang beruntung/miskin, dan rendahnya produktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, buta aksara dan kemiskinan merupakan dua dimensi yang tidak terpisahkan sehingga sangat perlu dilakukan program pemberantasan buta aksara secara terintegrasi dengan berbagai program lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Konsisten Mendidik&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampus Al-Zaytun sejak berdiri sudah melaksanakan pendidikan tingkat Dasar, Menengah, dan Universitas, serta pelaksanaan Kelas Dewasa dalam Kejar Paket A, B, C, juga Universitas Terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, jumlah siswa, mahasiswa, guru, karyawan yang tinggal dalam kampus tercatat sebanyak 10.579 orang. Sedangkan jumlah Mahasiswa UT yang tinggal di luar kampus sebanyak 5.203 orang. Mereka datang ke Kampus pada saat pelaksanaan tutorial khusus dan ujian semester.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun yang sudah meluluskan siswa sejak tahun 2002 hingga 2006 output-nya mulai jenjang pendidikan tingkat Dasar, Menengah Pertama, dan Atas sudah mencapai 9.681 pelajar. Mereka terdiri dari pelajar lulusan SD 267 orang , lulusan SLTP 6.910 orang, lulusan SLTA 2.504 orang, dan lulusan Kelas Dewasa 415 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana terbaru membangun PKBM di berbagai lokasi di seluruh Indonesia, diharapkan AL-Zaytun berkontribusi besar menaikkan HDI Indonesia. Kehadiran Al-Zaytun di Indramayu yang memulakan operasional pendidikan sejak 1999, itu saja sudah mampu mengangkat kualitas pendidikan kabupaten ini dari paling bawah sebelumnya, naik ke perningkat ketujuh terbaik, sewilayah Provinsi Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun mengemban motto sebagai pusat pendidikan dan penegmbangan budaya toleransi dan pusat pengembangan budaya perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun konsisten memberikan pendidikan yang terbaik kepada seluruh civitas akademika. Bahkan, Al-Zaytun terpanggil pula untuk meningkatkan pendidikan para karyawan, guru-guru, hingga memberikan kesempatan kepada warga sekitar untuk mengecap pendidikan persamaan ijazah dengan menawarkan kegiatan Kelompok Belajar (Kejar) Paket A, Paket B dan Paket C. Kampus Al-Zaytun juga menjadi tempat melaksanakan kegiatan tutorial kuliah jarak-jauh bagi para mahasiswa Universitas Terbuka (UT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Ace Suryadi, memahami betul konsistensi dan tekad Al-Zaytun untuk memajukan dunia pendidikan. Karena kekaguman itulah Ace menyatakan berminat untuk bekerja-sama lebih dalam dengan AL-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai langkah Awal, Ace menghibahkan bantuan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Blockgrant&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; senilai Rp 300 juta untuk membangun beberapa gedung Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), terletak di wilayah Indramayu dan Sumedang dibawah binaan Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Al-Zaytun rupanya akan melangkah jauh melampaui &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;blockgrand&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang diberikan Ace. Gedung-gedung PKBM direncanakan Syaykh akan dibangun di seluruh Indonesia, dengan biaya ditanggung sendiri, tinggal pelaksanaan pengajaran saja yang dikerjasamakan dengan PLS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ace melihat apa yang sudah dilakukan oleh Al-Zaytun terbukti adalah pengejawantahan dari program dan visi-misi Ditjen PLS yaitu pendidikan untuk semua. Karena kesesuaian visi itulah Ace berjanji masih akan bersedia menawarkan kerjasama yang lebih luas lagi, dan dengan jumlah blockgrand yang lebih besar demi mengejar ketertinggalan Indonesia dalam membangun manusia. Syaykh pun bersedia saja demi kemajuan pembangunan pendidikan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ace yang diangkat menjadi Dirjen PLS sejak Mei 2005 tergolong sangat sukses memberantas buta aksara. Bila pada tahun 2004 jumlah buta aksara masih 15,4 juta jiwa, tahun 2005 turun menjadi 14,6 jiwam dan tahun 2006 turun lagi menjadi 13 juta jiwa. Mereka yang mengidap buta aksara tersebar di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, NTB, NTT, dan Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberantasan buta aksara adalah kerja keras yang sedang digenjot Ace Suryadi. Dari jumlah pengidap buta akara yang 13 juta jiwa tadi Ace berencana memangkasnya hingga separuhnya pada tahun 2009, atau tersisa 7 juta jiwa saja. Dan jika program pemberantasan berjalan mulus, pata tahun 2015 ditargetkan jumlahnya sudah NOL persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepakatan-kesepakatan yang dituangkan UNESCO tahun 2005 dan dalam millenium Development Goals itulah yang diadaptasi Ditjen PLS dengan melaksanakan enam program utama pendidikan nonformal. Yaitu melaksanakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun, Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skills), Pendidikan Keaksaraan dan Pendidikan Berkelanjutan, Pendidikan Berkeadilan Gender, dan Peningkatan Mutu Pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau dalam nama dan tema yang berbeda-beda, keenam program sesungguhnya sudah secara konsisten dilaksanakan oleh AL-Zaytun. Bahkan ketika datang berkunjung untuk kedua kali ke Al-Zaytun, bersamaan dengan kedatangan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla untuk merayakan Tahun Baru 1 Muharram 1428H di Masjid Rahmatan Lil’ Alamin pada 20 Januari 2007, Ace Suryadi tiba pada kesimpulan akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai hal, Al-Zaytun sudah memenuhi syarat untuk disebut standar internasional. Demikian pula dengan semua yang diujikan di ujian akhir sekolah sudah menggunakan standar internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan Al-Zaytun yang terletak di pelosok desa sesuai pula dengan nafar Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang mengamanatkan setiap kabupaten diharuskan memiliki minimal satu sekolah berstandar internasional baik itu SD, SMP, SMK, atau SMA.&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;Sumber :Lentera - Majalah Berita Indonesia – Edisi 34/2007&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-8590493171493529386?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/8590493171493529386/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=8590493171493529386&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/8590493171493529386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/8590493171493529386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2007/04/bangun-kerjasama-pendidikan-nonformal_10.html' title='Bangun Kerjasama Pendidikan Nonformal'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-4210437692847383116</id><published>2007-04-05T06:18:00.000-07:00</published><updated>2007-04-05T06:48:54.157-07:00</updated><title type='text'>Skema Investasi “Indonesia Kolam Susu“</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ketua Umum Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI), Haji Masngut Imam Santoso menyatakan para peternak sapi perah di seluruh Indonesia sangat ingin perpartisipasi dalam pembangunan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suatu saat nanti kita harus bisa menjadi tuan di negeri sendiri,“ kata Masngut, seorang peternak sapi yang belajar secara otodidak, asal Blitar, Jawa Barat. Masngut sangat ingin sekali bisa mengangkat harkat susu sapi segara Indonesia bersaing di tingkat internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masngut Imam Santoso memilki kehendak luhur untuk merealisasikan perbaikan tingkat konsumsi susu segar per kapita per tahun. Ia menyebut hal itu bukan pekerjaan mudah. Sebab, hingga hari ini Indonesia masih merupakan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;net importer&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; susu. Impor bahan baku susu masih lebih besar dari ekspor produk susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, bagaimanapun, upaya untuk mencapainya harus dimulai dari sekarang dengan cara paling mendasar, yaitu meningkatkan populasi sapi perah, melakukan pembibitan sendiri, serta meningkatkan produktivitas ternak melalui perbaikan manajemen pengelolaan dan seleksi bibit yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peternakan sapi perah nasional harus dibangun secara sistematis dan berkelanjutan demi mencukupi kebutuhan susu dalam negeri yang terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kata Masngut, wacana yang pernah dilontarkan oleh Menteri Pertanian untuk mewujudkan Indonesia sebagai kolam susu, menjadi detak jantung semangat optimisme APSPI untuk membangkitkan peternakan sapi perah nasional. Melalui Dirjen Peternakan, pencanangan swasembada daging, yang lalu diubah menjadi program kecukupan daging tahun 2010, kata Masngut perlu pula direspon positif oleh semua pemangku kepentingan peternakan sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi mewujudkan Indonesia sebagai kolam susu dan kecukupan daging, Masngut meminta supaya disepakati bersama jangan dilakukan dengan mengandalkan impor bakalan ataupun impor daging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, hal itu tak memberikan nilai tambah pada peternakan sapi dalam negeri. Malahan bisa membunuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Strategi Pengembangan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Yang pasti kita harus memulai dari perbibitan dulu, baru produksi kemudian,“ ujar pendiri Santoso Farm, yang terletak di Blitar, Jawa Timur, ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masngut mengatakan peternakan mempunyai andil yang cukup besar dalam pembangunan bangsa sebagai Penggerak Perekonomian Pedesaan ; Penyerap tenaga kerja; Penghasil Devisa Negara ; Menyehatkan dan mencerdaskan anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami dari &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;APSPI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;) tentu ingin berpartisipasi dalam pembangunan bangsa Indonesia. Di suatu saat nanti kita harus bisa menjadi tuan rumah di dalam negeri sendiri,“ kata Msngut, ayng berbicara usai menyaksikan pelantikan pengurus lengkap APSPI Provinsi Jawa Barat. Kepengurusan yang beru terbentuk ini dipimpin oleh Syaykh AS Panji Gumilang sebagai Ketua Umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masngut mengatakan hampir 90 persen peternakan sapi perah dimiliki oleh peternakan rakyat. Sisanya, hanya 10 persen yang diusahakan oleh peternakan berbadan usaha perusahaan terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peternakan sapi rakyat dikelola secara tradisional. Rata-rata kepemilikian mereka hanya 3-5 ekor per peternak, dengan rata-rata tingkat produksi susu segara 5-10 liter per ekor/hari. Tak heran apabila produksi susu segar dalam negeri hanya mampu memasok 30 persen dari kebutuhan industri pengeolah susu (IPS). Sisa terbesarnya 70 persen diimpor dari berbagai negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan peta itu Masngut menyebutkan masih tersedia kesempatan yagn luar biasa besar bagi peternak sapi perah dalam negeri untuk menambah pasokan ke IPS. Belum lagi bila ingin mewujudkan peningkatan tingkat konsumsi susu menjdi 7,2 kologram per tahun per kapita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Para peternak sapi perah berharap di suatu hari nanti produksi susu dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan bahan baku susu segar IPS sebesar 50 persen, atau bahkan 100 persen,“ kata Masngut optimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masngut menyebut, sejumlah hal penting yang harus dilakukan peternak bila ingin maju. Yaitu, perbaikan manajemen untuk mendukung optimalnya produksi ternak; Meningkatkan populasi sapi perah dalam negeri dengan memulai dari usaha pembibitan sendiri; Memiliki standarisasi harga susu yang layak diterima peternak; Dan ada pengawasan kualitas konsentrat sapi perah yang beredar di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini peningkatan populasi dengan melakukan pembibitan menghadapi kendalam biaya produksinya yang mahal, serta nilai investasinya tinggi tetapi keuntungan yang dihasilkan sangat sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masngut menawarkan solusi, pemerintah harus segera mengeluarkan paket tersendiri untuk merangsang pihak swasta terjun ke bisnis pembibitan sapi perah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peternak tradisional, secara tidak langsung sesungguhnya sudah melakukan pembibitan namun belum terarah dan terprogram secara baik. “Kami dari Asosiasi Peternak Sapi seyakin-yakinnya, peternak sekaligus menjadi pembibit bila didukung dengan pemodalan maka program peningkatan populasi akan tercapai,“ kata Masngut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masngut mempunyai skema menjadikan &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;“Indonesia Kolam Susu“.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Yaitu, setiap pemerintah daerah yang wilayahnya potensial untuk pengembangan sapi perah (hingga pemerintah pusat), itu berkenan menyisihkan 1-2 persen dari APBD (APBN) nyauntuk diinvestasikan di pembibitan sapi perah. Apabila sebuah daerah mempunyai APBD Rp 8000 miliar, disisihkan 1,5 persen tau Rp 12 miliar saja untuk investasi pembibitan sapi perah, maka daerah itu akan bisa membeli sebanyak 1.000 ekor sapi induk senilai Rp 10 miliar (harga rata-rata sapi induk Rp 10 juta/ekor), dan Rp 2 juta untuk program riring. Apabila rata-rata harga pedet (anak sapi) Rp 1,5 juta maka akan dapat digunakan untuk membeli pedet sebanyak 1,333 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah daerah bisa memilah investasinya separuh atau Rp 5 miliar untuk pengusaha pembibitan sapi perah, sisanya separuh lagi Rp 5 miliar untuk peternakan sapi perah rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keuntungan bisnis pembibitan sapi perah tergolong sangat rendah. Masngut menyarankan peternak haya dikenakan bunga rendah, semisalnya 2-4 persen atau ambil maksimalnya 4 persen pertahun. Jangka waktu pengembalian ditetapkan lima tahun dengan grace periode dua tahun. Jadi peternak dapat memulai mengangsur pada tahun ketiga, keempat dan pata tahun kelima sudah terlunasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peternak dapat menjual anak sapi pada tahun pertama untuk digunakan sebagai angsuran pada tahun ketiga, menjual anak tahun kedua untuk angsuran tahun ke empat, dan menjual anak tahun ke tiga untuk angsuran pada tahun kelima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masngut mengajukan sejumlah kriteria bagi pengusaha pembibitan yang berhak memperoleh kredit dimaksud. Yaitu, peternak harus sudah berpengalaman di bidang pembibitan sapi perah; Mempunyai kandang; memiliki lahan rumput; Memiliki ijin; dan Memilki jaminan. “Paket yang kami usulkan adalah 50-100 ekor sapi setiap pengusaha,“ kata Masngut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat berbeda diusulkannya bagi peternak sapi rakyat. Yaitu, memilki kemauan dan kemampuan; Memilki kandang; dan Memilki jaminan tetapi apabila tidak ada, bisa diwakili oleh kelompoknya masing-masing di mana satu kelompok peternak satu jaminan yang sesuai. Di sini paket yang diusulkan ke setiap peternak adalah 2-4 ekor sapi, atau bisa lebih sesuai kemampuan masing-masing peternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merangsang petani supaya bergairah beternak sapi perah, harga susu segar di tingkat peternak perlu dijaga pada tingkat harga ideal, berkisar antara Rp 1.900 – 2.150 per liter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan rangsangan harga, ini secara otomatis akan menyemangati peternak menambah kepemilikan sapinya. Demikian pula pihak-pihak lain bisa tergiur untuk turut beternak sapi perah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Harapan kami program ini dapat berjalan setiap tahun. Jadi setiap tahun pemerintah daerah mengeluarkan 1.000 ekor sapi. Bila program ini bisa berjalan dengan baik maka selama lima tahun yang akan datang pertambahan populasi cukup menggembirakan, dapat membantu pemerintah swasembada daging serta mewujudkan Indonesia sebagai kolam susu,“ kata Masngut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Populasi Cepat Bertambah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masngut Imam Santoso mengestimasi, dengan perbaikan manajemen secara keseluruhan ditargetkan pedet yang dilahirkan dengan selamat sampai dewasa dapat mencapai sebanyak 60 persen dari jumlah induk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menunjang percepatan populasi sapi perah dianjurkan perkawinan dilakukan secara inseminasi buatan (IB), dengan keharusan menggunakan straw berjenis kelamin tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian pedet yang lahir berkelamin betina akan sebanyak 60 persen dari total angka kelahiran selamat (60 persen dari induk), dan yang berkelamin jantan 40 persen juga dari total angka kelahiran (60 persen dari induk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masngut mengestimasi laju pertambahan populasi sapi perah di setiap daerah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pada tahun pertama&lt;/span&gt; jumlah induk 1.000 ekor, jumlah kelahiran pedet 600 ekor, jumlah pedet jantan 240 ekor, dan jumlah pedet betina 360 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pada tahun kedua&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, jumlah induk 1.000 ekor, jumlah pejantan 240 ekor, jumlah dara 360 ekor, kelahiran pedet 600 ekor, pedet jantan 240, dan pedet betina 360 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pada tahun ketiga&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, jumlah induk 1.360 ekor, pejantan 480 ekor, dara 360 ekor, kelahiran pedet 816 ekor, pedet jantan 326 ekor, dan pedet betina 490 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pada tahun keempat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, jumlah induk 1.720 ekor, jumlah pejantan 806 ekor, dara 490 ekor, kelahiran pedet 1.032 ekor, pedet jantan 530 ekor, dan pedet betina 619 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pada tahun kelima&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, total jumlah induk sapi sudah mencapai 2.210 ekor, jumlah pejantan 1.219 ekor, jumlah dara 619 ekor, jumlah kelahiran pedet 1.326 ekor, jumlah pedet jantan 530 ekor, dan jumlah pedet betina 796 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jumlah induk sapi tersebut, Masngut mengatakan bisa diperoleh produksi susu pada tahun pertama 3 juta liter, tahun kedua 3 juta liter, tahun ketiga 4.080 juta liter, tahun keempat 5.160 juta liter, dan tahun kelima 5.160 juta liter, dan tahun kelima 6.630 juta liter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Masngut, usulan asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) ini dapat menjadi bahan masukan bagi Departemen Pertanian untuk menentukan program pengembangan sapi perah di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dukungan dari semua pihak baik pemerintah, IPS, koperasi persusuan dan semua peternak sapi perah sangat dibutuhkan untuk mewujudkan keinginan luhur mewujudkan peternakan sapi perah yang tangguh dan berdaya saing,“ kata Masngut Imam Santoso.&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;Sumber :Lentera - Majalah Berita Indonesia – Edisi 35/2007&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-4210437692847383116?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/4210437692847383116/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=4210437692847383116&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/4210437692847383116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/4210437692847383116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2007/04/skema-investasi-indonesia-kolam-susu.html' title='Skema Investasi “Indonesia Kolam Susu“'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-4991479171675049721</id><published>2007-04-05T06:11:00.000-07:00</published><updated>2007-04-05T06:16:59.560-07:00</updated><title type='text'>Dari Jawa Timur Mengangkat Harkat Peternak Sapi Perah</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Cikal Bakal Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Indonesia mencanangkan dua program brilian sekaligus; Program Indonesia Swasembada Daging dan Program Indonesia Kolam Susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama terkait isu penyediaan sapi potong, ditargetkan Indonesia dapat memenuhi sendiri kebutuhan daging. Program itu berangkat dari kondisi kekinian, di mana setiap tahun Indonesia masih melakukan impor sapi potong 400 ribu ekor per tahun dari luar khususnya Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program kedua “Indonesia Kolam Susu“ terkait dengan isu pembibitan sapi perah untuk menyediakan bahan baku susu yang mencukupi dan berkualitas untuk Industri Pengolah Susu (IPS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potret kekinian industri sapi perah rakyat rupanya masihlah sebuah ironi besar. Para peternak yang memilki sapi perah dalam jumlah relatif kecil, itu harus berhadap-hadapan dengan IPS yang memiliki posisi tawar tinggi. Rata-rata peternak sapi perah hidup masih dalam kondisi memperihatinkan, hingga tak berdaya berhadapan dengan IPS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta di tahun 2005 lalu menunjukkan, hanya 550 ribu ton susu sapi segar atau 30 persen saja kebutuhan bahan baku IPS yang bisa dipasok oleh industri sapi perah rakyat, dari total kebutuhan dalam negeri yang mencapai 1,850 juta ton (tahun 2007 diperkirakan sudah melebihi dua juta ton). Berarti sebanyak 1,300 juta ton kebutuhan bahan baku susu segar masih harus diimpor.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kendati pasokan susu segar dalam negeri itu sedikit saja, harganya ditingkat peternak ternyata merupakan yang termurah di dunia, hanya Rp 2.200/liter. Bila dibandingkan dengan harga pasaran di luar negeri, susu segar sejenis di Amerika Serikat sudah mencapai 34 sen dollar AS atau setara Rp 3.400/liter, dan yang termurah di Selandia Baru 28 sen dollar AS per liter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, giliran susu segar sudah berupa produk jadi, rakyat sebagai konsumen harus bersedia membelinya dengan harga yang tertinggi di dunia. Terbuktilah, Indonesia merupakan sebuah negara dengan tingkat konsumsi gizi terendah kedua di Asia, yang hanya mengonsumsi gizi 5,2 gram per kapita/ hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, kata Don P Utoyo seorang konsultan peternakan, sesuai standar Gizi Nasional 2002, tingkat konsumsi gizi nasional dalam tempo lima tahun ke depannya (dimulai sejak 2002) ditetapkan harus sudah mencapai minimal 6,5 gram/kapita/hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pada tahun 2006 Don mengatakan realisasi tingkat konsumsi gizi, termasuk di dalamnya gizi asal protein hewani seperti daging, telur dan susu masih 5,2 gram per kapita/hari, atau nomur dua terbawah di Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don yang mantan direktur pembibitan pada Ditjen Peternakan Departemen Pertanian mengatakan, apabila peranan susu dalam memasok konsumsi gizi mencapai 0,75 gram per kapita/hari, kontribusi susu sapi asal dalam negeri di situ hanyalah 0,225 gram per kapita/hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mengherankan pulalah apabila tingkat kekebalan tubuh warga semakin hari semakin menurun saja, yang lalu berdampak pada semakin mudahnya berbagai jenis penyakit disebarkan oleh virus menjangkiti warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan yang lebih fatal lagi, kekurangan makanan bergizi berupa protein hewani asal ternak seperti daging dan susu, telah membatasi pula kemampuan otak manusia untuk berpikir dan bekerja lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don, yang berbicara dalam “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Sarasehan Sapi Perah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;“ di Kampus Al-Zaytun, Indramayu, dengan makalahnya yang diberi judul “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tantangan Bermimpi Revolusi Putih di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;“ membuat pendekatan produk untuk menggambarkan harapan di tahun 2010 saat sudah dicapai “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Indonesia Kolam Susu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disimulasikannya, pada tahun 2010 populasi penduduk Indonesia diperkirakan sudah mencapai 240 juta orang, dengan asumsi laju pertumbuhan penduduk 1,5% per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan laju pertumbuhan sapi perah 10% per tahun akan diperoleh produksi susu 750.000 – 800.000 ton per tahun. Tingkat produksi susu dalam negeri sebesar itu masih kalah jauh dengan total konsumsi susu, yang tahun 2010 akan mencapai 2.400.000 ton per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, untuk mencapai “Indonesia Kolam Susu“ harus diproduksi bibit sapi perah sebanyak 100 ribu ekor, sehingga diperoleh angka ideal populasi susu sapi perah sebanyak 500.000 – 600.000. Saat itu tingkat konsumsi susu akan mencapai 12,5 kg/tahun, atau setara konsumsi gizi 1,0 gram per kapita/tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sumbangan susu sebesar 1,0 gram per kapita/ tahun terhadap konsumsi gizi per kapita/ tahun tersebut, kata Don berbicara usai pelantikan Pengurus Daerah Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) tingkat Jawa Barat, yang diketuai oleh Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang, total protein hewani jadinya akan lebih dari 6,5 gram per kapita/ hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Berdayakan Peternak Sapi Perah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Posisi tawar peternak sapi perah rakyat di Tanah Air begitu lemah saat berhadap-hadapan dan bernegoisasi dengan Industri pengolah susu (IPS). Bahkan, kesejahteraan para peternak sapi perah sesungguhnya sangat memprihatinkan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keprihatinan hidup itu berakibat pula pada populasi sapi perah yang semakin menurun. Standar kualitas susu segara yang dihasilkan turut pula menurun sehingga kalah bersaing dengan bahan baku susu impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi soal produktivitas dari sebelumnya bisa diperoleh 10-15 liter susu/hari/ekor, turun menjadi hanya delapan liter per hari. Banyak pula sapi perah yang terpaksa dialihkan menjadi sapi potong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don P Utoyo saat masih menjabat sebagai birokrat pernah mengkampanyekan peningkatan populasi sapi perah. Dimulai dari angka populasi 300 ribu ekor sapi, setahun kemudian bergerak naik menjadi 320 ribu ekor lalu 330 ribu ekor, hingga tahun 2005 diperoleh angka sudah mencapai 350 ribu ekor sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi setelah Don pensiun tiga tahun lalu, dalam usia 60 tahun, ia melihat di tahun 2007 populasi sapi perah itu sudah menurun kembali ke angka 330 ribu ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah seorang peternak sapi perah asal Blitar, Haji Masngut Imam Santoso yang pada bulan April tahun 2004 lalu mengambil prakarsa mengumpulkan para peternak sapi perah se-Jawa Timur ke dalam sebuah organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu Jawa Timur merupakan salah satu sentra produsen susu sapi segar terbesar di Tanah Air, yang memiliki populasi sapi perah sebanyak 137 ribu ekor terdiri dari anak sapi (pedet) dan sapi remaja (dara) ayng belum produktif, serte 60 ribu sapi indukan yang sudah produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perputaran roda ekonomi susu sapi perah Jawa Timur saat itu sudah mampu menghidupi 29.800 peternak, belum termasuk para anggota keluarga dan para pelaku bisnis penunjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Masngut mendirikan perkumpulan, rata-rata peternak sapi perah Jawa Timur mulai menyandarkan masa depannya pada asosiasi. Kecuali mereka yang masih terikat kontrak dengan koperasi susu, yang masih harus menyelesaikan perjanjian kotraknya hingga berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peternak di sana sempat menghadapi kemelut besar tatkala sebuah pabrik susu terbesar di Surabaya memutuskan untuk tak lagi membeli susu sapi segar langsung dari peternak, kecuali lewat koperasi sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu peternak tak lagi bisa bersikap independen berhadapan dengan pembeli yang monopolistik, sebab koperasi pengumpul nyatanya lebih berperan sebagai penguasa pasar, yang membentuk pasar susu sapi segar secara monopolistik dan monopsoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu IPS bersama koperasi menerapkan sistem kuota dalam pembelian susu dari peternak. Padahal sebelumnya, selam 29 tahun bermitra, antara peternak dengan IPS selalu bergandengan mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak kenikmatan yang lalu dapat dirasakan oleh para peternak yang bergabung dalam organisasi bentukan Masngut Imam Santoso. Seperti kenaikan harga susu sapi segar, hingga perluasan pangsa pasar yang mamapu menjangkau sampai ke Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenikmatan itu pula yang memotivasi Masngut, seorang peternak otodidak yang belajar sendiri dengan prinsip trial-error untuk memperluas cakupan organisasinya. Ia kemudian mendeklarasikan berdirinya sebuah organisasi yang bertaraf nasional, diberi nama &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) atau Indonesia Dairy Farmer Association (ADFA)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APSPI resmi dibentuk di Solo Jawa Tengah pda tanggal 26 Februari 2007, dipimpin oleh H. Masngut Imam Santoso sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) APSPI, dan Suharto sebagai Sekertaris Jenderal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turut pula dipilih Ketua Pengurus Daerah di sejumlah provinsi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang sendiri terpilih sebagai Ketua Pengurus Daerah APSPI Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Masngut, asosiasi APSPI diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup dan memperjuangkan aspirasi para peternak sapi perah di Tanah Air, yang hingga kini masih belum mendapat perhatian pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kehadiran APSPI ini juga diharapkan bisa menjembatani hubungan antara peternak dan semua pihak, baik koperasi, industri pengolah susu (IPS) mapun pemerintah,“ urai Masngut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syamsul Bahri, Direktur Pembibitan pad Ditjen Peternakan, Departemen Pertanian, turut hadir mewakili pemerintah pada saat deklarasi. Ia pun menyambut positif kehadiran APSPI. Syamsul menilai kehadiran asosiasi APSPI sangat penting karena selama ini belum pernah ada organisasi peternak sapi perah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syamsul Bahri juga berharap APSPI mampu menjembatani hubungan peternak dengan kalangan industri, serta mendorong peningkatan produksi susu nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Produksi susu nasional masih sangat rendah. Kebutuhan susu nasional yang bisa dipenuhi peternak sapi perah dalam negeri hanya sekitar 30 persen, sedangkan 70 persennya dari impor,“ ujar Syamsul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STRUKTUR PENGURUS APSPI DAERAH JAWA BARAT&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;JABATAN N A M A DAERAH ASAL&lt;br /&gt;Ketua Umum Syaykh AS Panji Gumilang Indramayu&lt;br /&gt;Ketua H. Imam Supriyanto Indramayu&lt;br /&gt;Ketua Dede Rahmad Parompong, Bandung&lt;br /&gt;Ketua Efi Luthfillah Bogor&lt;br /&gt;Ketua Ahmad Mufakir Indramayu&lt;br /&gt;Ketua drh. Indah Fadhillah Indramayu&lt;br /&gt;Sekertaris Umum Nawawi Indramayu&lt;br /&gt;Wa. Sek. Umum Nur Kholish Indramayu&lt;br /&gt;Bendahara Iskandar Saefulloh Indramayu&lt;br /&gt;Wakil Bendahara Hilman Suaidy Indramayu&lt;br /&gt;Litbang dr. Dani Kadarisman Indramayu&lt;br /&gt;Litbang Dr. Bagus P. Purwanto Bogor&lt;br /&gt;Litbang dr. Andi Murfi Bogor&lt;br /&gt;Litbang dr. Afton Atabany Bogor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIDANG KESEJAHTERAAN PETERNAK&lt;br /&gt;Ketua Bidang H, Imam Supriyanto Indramayu&lt;br /&gt;Wakil Ketua Ir. Asrs Rifa, MT Indramayu&lt;br /&gt;Sekretaris Jajang Pengalengan, Bandung&lt;br /&gt;Anggota Wayhudin Bandung&lt;br /&gt;Anggota H. Teddy Sukabumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIDANG DISTRIBUSI PRODUKSI&lt;br /&gt;Ketua Bidang Dede Rahmat Parompong, Bandung&lt;br /&gt;Wakil Ketua Nurdin Abu Tsabit Indramayu&lt;br /&gt;Sekretaris Ir. Susilo Budi Sukabumi&lt;br /&gt;Anggota Juju Junaedi Ujung Berung, Bandung&lt;br /&gt;Anggota Ratna Sukabumi&lt;br /&gt;Anggota Mahfudin Bogor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIDANG PAKAN DAN SARANA&lt;br /&gt;Ketua Bidang M. Natsir Suaidy Indramayu&lt;br /&gt;Wakil Ketua Ir. Tatan Setiasamsi Bogor&lt;br /&gt;Sekretaris Riki Honang Bandung&lt;br /&gt;Anggota Priatmana Muhendi Sukabumi&lt;br /&gt;Anggota Cucu Wahyudin Bandung Barat&lt;br /&gt;Anggota Uus Cideng, Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIDANG PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI&lt;br /&gt;Ketua Bidang Efi Luthfillah Bogor&lt;br /&gt;Wakil Ketua Irwanto Ciawi&lt;br /&gt;Sekretaris Daian Hardiyanto Pengalengan, Bandung&lt;br /&gt;Anggota Enceng Rohana Ujung Berung, Bandung&lt;br /&gt;Anggota H. Endang Cianjur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIDANG PEMULIAAN DAN PEMELIHARAAN TERNAK&lt;br /&gt;Ketua Bidang Ahmad Mufakir Indramayu&lt;br /&gt;Wakil Ketua drh. Nur Uningsih Indramayu&lt;br /&gt;Sekretaris Kutut L. Pujadi Indramayu&lt;br /&gt;Anggota Hendra Cibiru, Bandung&lt;br /&gt;Anggota Ishak Garut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIDANG KESEHATAN DAN REPRODUKSI&lt;br /&gt;Ketua Bidang drh. Indah Fadillah Indramayu&lt;br /&gt;Wakil Ketua Dadang Pengalenagan&lt;br /&gt;Sekretaris Evia Kirana Indramayu&lt;br /&gt;Anggota Supriyatna Bandung Barat&lt;br /&gt;Anggota Slamet Sutrisno Lembang&lt;br /&gt;Anggota Okky Cimahi, Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber :Lentera - Majalah Berita Indonesia – Edisi 35/2007)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-4991479171675049721?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/4991479171675049721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=4991479171675049721&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/4991479171675049721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/4991479171675049721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2007/04/dari-jawa-timur-mengangkat-harkat.html' title='Dari Jawa Timur Mengangkat Harkat Peternak Sapi Perah'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-6860602901693277315</id><published>2007-04-05T05:32:00.000-07:00</published><updated>2007-04-05T06:01:53.898-07:00</updated><title type='text'>Al-Zaytun Gerakkan Peternakan Sapi Perah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/RhTzD0gKSOI/AAAAAAAAABQ/oEUoyz3YqhQ/s1600-h/sapi+perah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5049928329147861218" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/RhTzD0gKSOI/AAAAAAAAABQ/oEUoyz3YqhQ/s400/sapi+perah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  Kampus Al-Zaytun sebagai pusat pendidikan terpadu yang menjadikan pendidikan sebagai gula dan ekonomi sebagai semut, semakin concern menggerakkan peternakan sapi perah. Hal ini dibuktikan dengan kesediaan Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang menjadi Ketua Umum Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) Daerah Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian pendidikan terpadu mengilhami para eksponen Yayasan Pesantren Indonesia (YPI), selaku pengelola Kampus Al-Zaytun untuk mempersiapkan segala sarana dan prasarana di bidang pendidikan sekaligus pula di bidang ekonominya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampus Al-Zaytun memang didesain sebagai pusat pendidikan sekaigus pusat ekonomi pertanian rakyat. Sebagai pusat ekonomi pertanian dalam arti luas, Kampus Al-Zaytun mempersiapkan lahan seluas 1.200 hektar untuk menjalankan konsep integrated farming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Proyek Waduk Windu Kencana&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, yang mampu menampung air di musim hujan sehingga tidak perlu terjadi banjir, tetapi sekaligus mampu pula menyediakan air persawahan di saat musim kemarau, merupakan salah satu wujud dari tekad besar Al-Zaytun menuju &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;integrated farming&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kampus Al-Zaytun memulakan operasional pendidikan pada tanggal 1 Juli 1999, dan tak lama berselang tepat pada tanggal 27 Agustus 1999 diresmikan oleh Presiden Prof. Baharuddin Jusuf Habibie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diresmikan jumlah peserta didik baru sebanyak 1.456 pelajar ditambah tenaga didik 135 orang. Memasuki sewindu usianya, Al-Zaytun sudah dihuni oleh siswa, mahasiswa, guru, dan karyawan sebanyak 13.579 orang yang tinggal menetap dalam Kampus. Jumlah ini masih di luar mahasiswa Universitas Terbuka (UT) sebanyak 5.203 orang, yang tinggal di luar tetapi datang ke kampus pada saat pelaksanaan tutorial khusus dan ujian semester.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sejumlah kebesaran yang dimiliki tak mengherankan apabila Al-Zaytun sebagai pusat pendidikan terpadu, dinilai dan diapresiasikan oleh Dirjen Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Depdiknas Ace Suryadi sudah berkelas internasional.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Melantik APSPI Jawa Barat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan sebuah kawasan peternakan sapi adalah salah satu bagian integral dari konsep integrated farming yang turut dikembangkan Kampus Al-Zaytun sedari awalnya. Hal ini dimaksudkan pula untuk memenuhi konsumsi daging, di mana Kampus Al-Zaytun rata-rata membutuhkan seekor sapi setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan peternakan sapi Al-Zaytun memanfaatkan teknologi termutakhir. Al-Zaytun tak henti-hentinya melakukan penelitian dan pengembangan di bidang peternakan sapi untuk mendapatkan mutu sapi yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan inseminasi buatan (IB) misalnya, merupakan sistem perkawinan yang sudah sangat mudah dan murah diterapkan di Al-Zaytun, untuk menghemat biaya pemeliharaan sapi pejantan (Pemacek) dan dapat menghindari penurunan mutu genetik serta penularan penyakit kelamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi peternakan sapi yang paling banyak dikembangkan oleh Al-Zaytun adalah transfer embrio (TE). Sebab, teknologi ini sangat efektif untuk mempercepat populasi sapi perah berkualitas tinggi, dan perbaikan&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; performa&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; ternak (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;deploid&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;). Dengan tranfer embrio dari seekor induk yang mempunyai mutu genetik tinggi, akan dapat diperoleh 15-20 ekor pedet atau anak sapi dalam setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan transfer embrio, dalam waktu lima tahun jumlah anak keturunan dan jumlah produksi susu akan meningkat empat kali lebih tinggi dibandingkan inseminasi buatan. Saat ini Al-Zaytun baru memiliki seribu ekor lebih sapi, diternakkan sebagai sapi potong dan sapi perah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepedulian Al-Zaytun mengembangkan peternakan sapi dengan memanfaatkan teknologi paling mutakhir, memperoleh apresiasi yang tinggi pula dari berbagai kalangan. Terbuktilah saat berlangsungnya &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;deklarasi pendirian Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (ASPI), di Kota Solo, Surakarta, Jawa Tengah, Senen 26 Pebruari 2007&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di situ, Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang didaulat (diminta kesediaannya) untuk memimpin sebagai Ketua Pengurus Daerah (Pengda) APSPI Provinsi Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya di tingkat pusat sudah terpilih sebagai Ketua Umum PP APSPI Haji Masngut Imam Santoso, seorang peternak sapi perah asal Blitar, Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjalankan roda organisasi, pada hari Minggu 25 Maret 2007 Ketua Umum APSPI Masngut Imam Santoso melantik pengurus lengkap APSPI Jawa Barat. Di sinilah Syaykh menghimpun seluruh kekuatan peternak dari berbagai daerah Jawa Barat, Khususnya Indramayu. (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;lihat Struktur Pengurus APSPI Daerah Jawa Barat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelantikan pengurus selain dimaksudkan sebagai konsolidasi organisasi, juga untuk menajamkan visi untuk maju ke arah peningkatan populasi ternak di seluruh wilayah Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APSPI, menurut Syaykh Panji Gumilang akan menghimpun seluruh peternak, demikian pula gabungan-gabungan peternak yang sudah lebih dahulu ada di Jawa Barat untuk dapat bekerja sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk itu mari kita tingkatkan populasi ternak dan jumlah peternak ASPI Jawa Barat ini. Kalau itu menjadi program, saya rasa itu program yang &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;mahmud&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (terpuji),“ Syaykh mengajak segenap jajaran pengurus yang baru dilantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh, program APSPI Jawa Barat selanjutnya adalah peningkatan kualitas ternak dan produksi. “Kita, bila beternak dengan kualitas ternak yang tidak memadai hanya akan menghabis-habiskan dana untuk sesuatu yang tidak perlu. Maka kualitas sangat diperlukan. Di sinilah letak organisasi kita untuk bergerak dan masuk ke dalam peningkatan kualitas ternak dan produksi. Kita punya ternak, kita punya produksi, kita masuk lagi menciptakan pasar. Setelah tercipta pasar kita menciptakan lagi kecenderungannya, yaitu kecenderungan pasar terhadap produk peternak APSPI itu,“ ucap Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekali kita masuk ke Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI), maka kita harus mengajurkan apa yang dinamakan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;commercial oriented&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Sehingga, apa yang dilakukan oleh peternak-peternak di bawah naungan APSPI, mempunyai &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;margin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (keuntungan) yang &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;more&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (lebih), yang banyak menguntungkan. Maka &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;3 M&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; harus dilakukan, yaitu &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;more market, more market share, serta more margin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;,“ katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh, kesejahteraan peternak sapi perah yang tergabung dalam APSPI hanya dapat diraih apabila ternaknya bagus, produksinya bagus, kualitasnya bagus, dan marginnya sudah banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan kesejahteraan peternak tidak tergantung kepada kebijakan pemerintah saja. “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kalau kita masih menggantungkan diri kepada pemerintah saja, maka asosiasi ini tidak punya makna apa-apa. Maka kita harus membangkitkan peternak itu sendiri, supaya mengerti bahwa beternak adalah menguntungkan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;,“ kata Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau memberi kredit, kita terima. Tidak memberi, kita minta,“ tambahnya. “Kita jangan mengharap. Kalau mengharap, bias kecewa. Kalau sudah kecewa, banyak perbuatan irasional yang akan tumbuh karena kekecewaan itu. Maka jangan pernah kecewa terhadap siapapun termasuk kepada pemerintah. Jangan kecewa sebab kalau kecewa bendera kita akan robek,“ pesan Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh menyebutkan kesejahteraan anggota adalah ujung perjuangan asosiasi dan yang memperjuangkannya adalah anggotannya sendiri, bukan oleh orang lain. Sebab, tatkala kesejahteraan itu diperjuangkan oleh orang lain, maka segenap anggota menjadi orang yang ditentukan, bukan lagi yang menentukan. Di sinilah kemandirian organisasi memiliki makna yang sangat terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mandiri bukan berarti independen an sich, karena di dunia ini tidak ada yang mampu independen. Kita, yang dituntut adalah interdependen, yang saling bergantung kepada kehidupan yang ada ini. Kepada pemerintah jangan terlalu menggantungkan diri sehingga dependen, tapi juga jangan tidak perlu sebab itu juga tidak bagus. Tapi interdependen, kita memerlukan dan diperlukan,“ kata Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga syarat kesanggupan yang dimintakan Syaykh kepada seluruh seluruh anggota pengurus yang dilantik Ketua Umum PP APSPI Haji Masngut Imam Santoso dan disaksikan para pakar peternakan antara lain Ir Don P Utoyo, Prof Dr Pallawaruka, Guru Besar IPB, dan Dr Chalid Talib, Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Puslitbang Peternakan, Deptan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;pertama&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, sanggup untuk duduk sebagai pengurus APSPI Jawa Barat; &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, sanggup untuk mendahulukan kepentingan peternak yakni kesejahteraan peternak dari yang lain-lainnya; dan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;ketiga&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, dalam mengemban tugas nantinya, tatkala keadaan pasang surut sanggup untuk tidak bertindak korupsi. Dengan suara serentak seluruh pengurus lantas menjawab “sanggup“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, untuk menjalankan roda organisasi yang mandiri Syaykh memintakan pula kesanggupan para anggota untuk memodali organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah nama yang ditanyakan kesanggupannya berkenan menyumbangkan, mulai setara 100 liter susu hingga seribu liter. Bahkan Ketua Umum APSPI, Haji Masngut Imam Santoso turut berkenan memberikan sumbangan modal sebesar Rp 10 juta.&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;Sumber :Lentera - Majalah Berita Indonesia – Edisi 35/2007&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-6860602901693277315?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/6860602901693277315/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=6860602901693277315&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/6860602901693277315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/6860602901693277315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2007/04/al-zaytun-gerakkan-peternakan-sapi.html' title='Al-Zaytun Gerakkan Peternakan Sapi Perah'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/RhTzD0gKSOI/AAAAAAAAABQ/oEUoyz3YqhQ/s72-c/sapi+perah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-1343393659025048176</id><published>2007-04-02T05:28:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T06:05:46.261-07:00</updated><title type='text'>Al-Zaytun Berdayakan Masyarakat Sekitar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/RhD_bD__7CI/AAAAAAAAAA4/vy1TIUI-OcI/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5048816022677613602" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/RhD_bD__7CI/AAAAAAAAAA4/vy1TIUI-OcI/s320/images.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  Kampus Al-Zaytun memasuki tahun 1428 Hijriah menetapkan dua program utama sebagai garis besar pelaksanaan kegiatan tahunan. Pembangunan ekonomi pertanian dan pendidikan yang berhasil disenyawakan di Al-Zaytun makin diorientasikan ke luar yang dilaksanakan bersama-sama dengan masyarakat sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;pertama&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; adalah mengembalikan dan memelihara kesuburan lahan-lahan pertanian. Al-Zaytun dan masyarakat secara bersama-sama akan melakukan konsolidasi lahan, dengan cara menata lahan-lahan supaya lebih produktif dan terjaga ketersediaan sumber-sumber airnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsepnya adalah, setiap lahan yang digarap harus disisihkan 10 persennya untuk dibuat waduk penampungan air demi memastikan lahan dapat ditanami padi minimal dua kali dalam setahun, ditambah sekali menanam palawija seperti jagung, kacang dan sebagainya. Program ini di eksploitasi terus tetapi lupa menjaga keseimbangan nutrisi tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;kedua&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; adalah melaksanakan kegiatan belajar-mengajar dengan masyarakat sekitar, salah satunya mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Melalui PKBM, Al-Zaytun memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat sekitar, khususnya generasi muda yang belum menyandang ijazah Sekolah Dasar (SD), SMP, dan SMA untuk mengikuti program pendidikan kesetaraan Kelompok Belajar (Kejar) Paket A (setara SD), Paket B (SMP), dan Paket C (SMA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kepada generasi yang lebih tua diberikan kesempatan mengikuti program pendidikan keaksaraan, misalnya dengan pemberantasan buta huruf, mengikuti pelatihan keterampilan bertani, dan melatih sistem komunikasi ICT. Siapa saja orang tua yang belum bisa baca tulis, tetapi memilki anak sebagai TKI di Taiwan, misalnya, tatkala menerima surat atau kiriman uang ia sudah bisa membaca isi surat dan mengambil sendiri uang kiriman dari bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun mendidik masyarakat bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah (Ditjen PLS), Departemen Pendidikan Nasional. Memasuki tahun 1428H, Al-Zaytun mensinergikan modal dan kekuatan internal yang sudah terbukti tanggu, dengan modal dan kekuatan eksternal dari masyarakat yang tak terselami kedasyatannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun memperkokoh diri sendiri sebagai pusat pendidikan dan pengembangan budaya toleransi dan puat pengembangan budaya perdamaian. Bersama itu Al-Zaytun mulai pula menoleh ke masyarakat di samping kiri-kanannya untuk diajak bersama-sama maju lewat pembangunan ekonomi pertanian dan pendidikan. Maju dari sisi pangan dan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Dibahasakan Sederhana&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dua eksponen Al-Zaytun, yaitu Wakil Ketua Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) Imam Supriyanto, dan Sekertaris YPI Abdul Halim, mengutarakan kedua fokus utama program AL-Zaytun tersebut dalam bahasa sederhana yang mudah dicerna, tatkala berpidato dalam acara zikir dan tahlilan bersama di mesjid Al-Hayat, Al-Zaytun, Jumat (19/01) menjelang perayaan Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1428H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan warga sekitar datang diundang oleh Syaykh AS Panji Gumilang sebagai tamu, untuk tahlilan dan zikir bersama. Selanjutnya, tatkala pulang mereka dibekali dengan pemberian boboko berupa makanan lengkap terdiri nasi 1,5 kilogram, lauk pauk daging, telur, bihun, tahu, tempe, serta sayur mayur, kerupuk dan buah-buahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada mereka, Imam membahasakan kedua fokur utama Al-Zaytun selama 2007 sebagai pesan dari Syaykh AS Panji Gumilang. Lewat Imam pula Syaykh memohon maaf kepada warga tak bisa hadir untuk langsung memberikan tausyiah, karena sibuk mempersiapkan segala sesuatunya menyambut kedatangan tamu Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla dan rombongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalla tahun ini turut bersama-sama dengan seluruh Civitas Akademika Al-Zaytun dan warga masyarakat untuk merayakan Tahun Baru 1 Muharram 1428 Hijriah, di Masjid Rahmatan Lil’Alamin. Imam mengatakan, untuk mengatasi kekeringan di tahun-tahun mendatang, Al-Zaytun yang memiliki lahan pertanian seluas puluhan hektar akan bekerja-sama dengan masyarakat bersama-sama membuat waduk penampungan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat yang memiliki lahan pertanian jauh lebih luas dari milik Al-Zaytun, itu diajak Imam untuk mencontoh bagaimana Al-Zaytun menerapkan pola penyediaan air secara berkesinambungan. Caranya adalah dengan menyisihkan sepuluh persen dari setiap hektar lahan pertanian untuk dijadikan waduk penampungan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Al-Zaytun punya waduk-waduk. Untuk setiap 10 hektar dibuat satu hektar waduk, dan untuk setiap 20 hektar dibuat dua hektar waduk. Jadi Al-Zaytun sepanjang tahun bisa menanam tiga kali. Terdiri dua kali menanam padi dan sekali menanam palawija,“ kata Imam, sambil meminta persetujuan warga agar bersedia mengikuti pola pertanian Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajakan itu tentu saja disambut hangat warga dengan suara koor raksasa berbunyikan “setuju...“. Dengan mendirikan waduk, kata Imam, lahan sawah akan terpelihara subur, tak pernah kekurangan air, dan masa tanam tak perlu terganggu. Ia menjelaskan, Al-Zaytun akan menyiapkan alat-alat berat untuk membangun waduk dibantu warga yang memegang cangkul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap RT akan mendata mana lahan yang bisa dijadikan wadukan. Warga yang tak punya lahan untuk dijadikan wadukan bisa memintanya ke pemerintah, atau Perhutani untuk dijadikan waduk. Atau tanah-tanah warga yang terletak di pinggir kali, di sepanjang Sungai Cibanoang, bisa diserahkan dulu ke Al-Zaytun untuk diperlebar dijadikan waduk. Baru kemudian nanti dimintakan penggantiannya dengan tanah di lokasi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang 1 Muharram 1428H itu bumi Indramayu memang masih kekeringan. Tanah-tanah sawah masih garing dan terlihat pecah-pecah. Hujan masih enggan turun membasahi sawah. Maka itu Abdul Halim sangat bersuka-cita sekali tatkala mulai menyampaikan pidatonya hujan sudah turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdullillah pada mala hari ini kita berdoa bersama untuk kesejahteraan kita. Dengan doa bersama alhamdullillah hujan turun. Jadi, kalau yang belum sempat tanam padi, karena menunggu hujan, pulang nanti bawa boboko lalu besok kita bawa bekal ke sawah untuk tanam padi,“ kata Halim mengawali pidatonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Halim membeberkan argumentasinya secara cerdas namun sederhana sehingga masyarakat tertarik mengembalikan dan memelihara kesuburan tanah. Ia memaparkan soal pertanian dalam bahasa keseharian sehingga mudah dimengerti oleh masyarakat awam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Halim, dengan menanam padi bisa dihasilkan empat ton dalam satu hektar. Padi yang empat ton itu sebelumnya memperoleh makanan dari sari pati tanah. Karena itu, tanah, kalau tidak dikasih makan pasti tidak akan bisa menghasilkan hingga empat ton padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Coba bayangkan kalau setiap tahun tanah kita tanami padi, jagung, atau kacang tetapi kita tidak mau kasih tanah makan. Lama-lama rusak tanah kita. Ayo, lama-lama hasilnya makin tinggi atau makin rendah,“ tanya Halim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Coba kalau kita mengambil hasil terus dari tanah, tanahnya tanpa pernah kita kasih makan sakit tidak itu tanah. Pasti akan sakit. Ingat itu, kita ambil empat ton dan tidak pernah kasih makan tanah. Harusnya tanah juga kita kasih makan empat ton, supaya nanti kita bisa ambil lima ton. Supaya tanahnya subur perlu tidak kita bersodaqoh ke tanah?“, Abdul Halim bertanya ke Audiens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halim menandaskan, supaya buminya memberikan hasil yang banyak, kita perlu yang namanya sodaqoh bumi. Sebagaimana Syaykh mengajak cara bersodaqoh, bagi petani sehabis panen jeraminya jangan dibakar tetapi dipendam ke dalam tanah. Maka jerami itu akan menjadi kompos dan menyuburkan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang lebih hebat sebab lebih subur hasilnya, adalah menanam kacang hijau dan menyebarnya ke seluruh tanah. Kira-kira saat mau berbuah atau panen, hancurkan pohon kacang hijau, jangan dipanen, tetapi biarkan dimakan bumi. “Maka, bumi kita akan makan daun, kacang hijau, jerami, dan semuanya bersatu dengan bumi lalu besok tanam padi dan akan menghasilkan yang berlipat. Dan itulah yang disebut bersodakoh bumi,“ kata Halim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tanggapan Warga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang warga bernama Abdul Aziz kepada majalah Berita Indonesia menanggapi positif rencana Al-Zaytun fokus kepada dua program tahun ini. Ia menyebutkan, semula, di lingkungan Al-Zaytun banyak sekali warga yang masih awam di bidang pendidikan khususnya keagamaan. Mereka sama sekali tak mengerti hukum agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aziz yang sudah bermukim di Desa Rancagangga sejak tahun 1993, itu melihat kehadiran Al-Zaytun telah memberikan banyak warna. Aziz yang sejak tahun 1983 berprofesi sebagai guru SD bidang agama, berharap agar masyarakat lingkungan Rancagangga bisa lebih mengerti soal hukum agama termasuk bacaan-bacaan Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan adanya Al-Zaytun memang respon masyarakat itu bagus. Tapi belum bisa diresapi masyarakat yang awam, itu saja,“ harap Aziz. Aziz mengatakan kebanyakan warga Rancgangga hidup bertani. Cara bertaninyapun hanya mengharapkan hujan dari langit. Saat musim kemarau selalu kekurangan air, banyak tanah nganggur. Padahal mereka rata-rata ekonomi lemah. Karena itu, Aziz sangat bersyukur bila Al-Zaytun membangun waduk-waduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau memang ada harapan begitu, kami dari Rancagangga lebih dari bersyukur dan sangat menerima. Bahkan, berdoa mudah-mudahan rencana ini bisa berjalan lancar,“ kata Aziz, yang sudah dua periode mengkhatamkan Al-Qu’an bagi anak-anak di Mushola Al-Barokah yang didirikannya di Rancagangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Desa Mekar Jaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu Asmin JB melihat dari sisi keberhasilan Al-Zaytun mengangkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bidang pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asmin mengatakan keberadaan Al-Zaytun telah berhasil menaikkan rangking IPM Indramayu, dari yang terbawah menjadi urutan keenam untuk tingkat Jawa Barat. “Menurut saya semuanya ini disudutkan ke masalah pendidikan,“ kata Asmin, menyebut sektor pendidikan telah mengangkat pamor Indramayu naik di tingkat provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asmin juga sangat setuju rencana Al-Zaytun untuk fokus ke dua hal, pembangunan ekonomi pertanian dan pendidikan luar sekolah. “Mudah-mudahan dengan rencana tadi terangkat semuanya. Biar bagaimanapun harus dimulai dari pendidikan. Kalau tidak ditempuh dengan pendidikan rada susah ini,“ cetus Asmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asmin mengatakan pada tahun 2000 sekitar 40 persen warganya masih buta aksara. Tetapi sekarang sudah tinggal sekitar 10 persen, atau paling banter 15 persen saja, itupun umurnya sudah 50-60 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Kepala PMD Desa Mekar Jaya Asmin bertugas merancang sekaligus melaksanakan pembangunan desa. Termasuk mengangkat potensi ekonomi daerah, misalnya tentang pola pertanian yang baik atau mencari bahan galian – C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugasnya diistilahkan “mencetak“ uang desa. Itulah sebabnya Asmin sangat setuju sekali Al-Zaytun mengajak masyarakat bergerak membenahi lahan ekonomi pertanian dan memajukan pendidikan masyarakat sekitar.&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;Sumber :Lentera - Majalah Berita Indonesia – Edisi 33/2007&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-1343393659025048176?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/1343393659025048176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=1343393659025048176&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/1343393659025048176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/1343393659025048176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2007/04/al-zaytun-berdayakan-masyarakat-sekitar.html' title='Al-Zaytun Berdayakan Masyarakat Sekitar'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/RhD_bD__7CI/AAAAAAAAAA4/vy1TIUI-OcI/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-117075984590705829</id><published>2007-02-06T02:55:00.000-08:00</published><updated>2007-02-06T18:58:30.243-08:00</updated><title type='text'>Wapres Jusuf Kalla di Al-Zaytun</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2789/3106/1600/672634/Yusuf%20Kalla.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2789/3106/320/Yusuf%20Kalla.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Bukti Kuatnya Komitmen Pemerintah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wakil Presiden HM Jusuf Kalla, di tengah kesibukannya yang amat padat, tampaknya memperioritaskan kehadirannya ke Kampus Al-Zaytun. Sebagai bukti kuatnya komitmen pemerintah kepada dunia pendidikan. Momentum perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1428. (20 Januari 2007) yang selalu dirayakan di Kampus Al-Zaytun dimanfaatkannya untuk menyampaikan dukungan kepada eksponen dan segenap civitas akademika Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan Wapres Jusuf Kalla dan robongan di kampus pengembangan budaya toleransi dan perdamaian itu, disambut Syaykh Dr Abdussalam Panji Gumilang dan segenap eksponen, dosen, guru, santri, orang tua santri dan undangan lainnya dengan sukacita. Wapres didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla dan Menteri Agama M Maftuh Masyuni, Wakil Ketua MPR HM Aksa Mahmud dan sejumlah tokoh dan pejabat lainnya. Kehadiran Wapres Jusuf Kalla itu dimaknai sebagai bukti kuatnya komitmen dan dukungan pemerintah atas segala inisiatif masyarakat dalam memajukan dunia pendidikan dan kemandirian ekonomi rakyat. Bagi seluruh civitas akademika Al-Zaytun, kedatangan orang kedua terkuat di negara itu menunjukkan mereka melangkah pada jalur yang benar dan diridhoi Tuhan untuk menjadikan Indonesia yang kuat di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak memulakan pendidikan pada 1 Juli 1999, Al-Zaytun merayakan Tahun Baru Hijriyah yang jatuh setiap 1 Muharam menjadi kegiatan yang selalu istimewa. Sebab berbagai tokoh besar di republik ini selalu menggunakan kesempatan itu datang berkumpul di kampus Mahad Al-Zaytun. Bahkan tahun lalu, puluhan duta besar menghadiri perayaan tahun baru hijriah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun Syaykh Abdussalam Panji Gumilang selaku pendiri, pemimpin dan penanggung-jawab Kampus Al-Zaytun selalu mengundang dan menyambut sejumlah tokoh datang ke kampus seluas 1.200 hektar yang terletak di Desa Sandrem, Kecamatan Gantar, Indramayu, Jawa Barat ini. Mereka bersama-sama dengan puluhan ribu tamu yang silih berganti rutin datang secara sukarela merayakan tahun baru itu sekaligus menyamakan visi dan persepsi tentang masa depan Indonesia yang harus kuat dan membangun pendidikan dan kemandirian ekonomi secara simultan. Kedua unsur, pendidikan dan kemandirian ekonomi adalah sebuah senyawa yang mutual simbiosis dalam satu sistem dan manajemen di Kampus Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kampus Al-Zaytun yang mengusung motto “Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi dan Perdamaian,“ dibangun berdasarkan konsep “Pesantren Spirit but Modern System“. Segala sesuatu yang ditempuh dan ditampilkan selalu mengandung nilai nilai modern. Namun, nilai-nilai modern itu harus bersemangatkan kepesantrenan yaitu kemandirian, kebersamaan, dan cinta ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula di antara para sahabat yang tergabung dalam Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) – mereka disebut sebagai eksponen – selalu bekerja dengan dilandasi “Tradisi Kekitaan“, dan disemangati “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Sepi ing pamrih rame ing game&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;“. Atau, kerja keras tanpa pamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penuturan Sekertaris Yayasan Pesantren Indnesia Ustadz Abdul Halim, pada perayaan Tahun Baru Islam tahun ini, dilakukan pengaturan yang lebih baik demi terjaminnya keamanan dan kenyamanan tamu negara yang datang ke Al-Zaytun. Apalagi jumlah pengunjung membludak hingga mencapai 35.042 orang. Setiap orang sebelum memasuki Masjid Rahmatan Lil’Alamin, tempat perayaan peringatan 1 Muharam dipusatkan, harus melewati pintu pemindai atau metal detector. Tujuannya untuk memastikan tidak terdapat benda-benda berbahaya, bahan peledak, senjata api dan sejenisnya serta benda-benda logam berbahaya lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu-tamu yang berasal dari berbagai daerah maupun dari negeri jiran berbaur menjadi satu menyambut kedatangan Wakil Presiden Haji Muhammad Jusuf Kalla dan istri Mufidah Jusuf Kalla, disertai rombongan sebanyak tiga helikopter. Di antarannya, Wakil Ketua MPR RI Aksa Mahmud, Menteri Agama M Maftuh Masyuni, Kepala BP Migas Kardaya Warnika, dua anggota DPR Priyo Budi Santoso dan Agus G Kartasasmita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan kehadiran tokoh-tokoh lain yang sudah lebih dahulu tiab beberapa hari sebelumnya, termasuk rombongan sejumlah wartawan dan aparat keamanan. Sejumlah tokoh yang turut hadir menyambut kedatangan Kalla ke bumi Indramayu adalah Wakil Gubernur Jawa Barat Nu’man Abdul Hakim, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI George Toisutta, Bupati Indramayu Irianto Syarifuddin, Dirjen Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Depdiknas Ace Suryadi, Ketua Umum Forum Intelektual Indoensia (FII) H. Achmad Zaini MA, Guru Besar IAIN Sunan Ampel Surabaya Roem Rowi, Direktur Bank Century Sriyono, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan kunjungan pertama Jusuf Kalla ke Al-Zaytun. Saat menjabat Menko Kesra Kabinet Gotong Royong, Jusuf Kalla sudah berkunjung ke Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ingatan Kembali ke 27 Agustus 1999&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan Wapres Jusuf Kalla kali ini mengingatkan kembali kenangan masyarakat, wali santri, terutama eksponen Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) dan selruh civitas akademika Kampus Al-Zaytun, akan kunjungan Prof. Baharuddin Jusuf Habibie ke Al-Zaytun pada tanggal 27 Agustus 1999. Presiden Habibie ketika itu hadir untuk meresmikan pembangunan pendidikan dan pembangunan ekonomi di kampus Al-Zaytun, yang sudah dilengkapi sejumlah bangunan sarana dan prasarana pendidikan seperti asrama, gedung pembelajaran, dan sarana pendukung ekonomi lainnya. Saat itu Presiden ketiga Republik Indonesia itu disambut hangat oleh peserta didik yang masih berjumlah 1.459 peserta didik, ditambah 135 guru tenaga pendidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, memasuki tahun pembelajaran kedelapan tepatnya pada 20 Januari 2007 jumlah siswa, guru dan karyawan sudah mencapai 10.579 orang. Itu berarti semenjak kedatangan Habibie Agustus 1999, hingga kedatangan Wapres Jusuf Kalla terdapat penambahan penghuni Kampus sebanyak 8.985 porang. Atau, rata-rata penghuni bertambah sekitar 1.123 orang setiap tahunnya. Jumlah ini masih belum termasuk mahasiswa Universitas Terbuka (UT) sebanyak 5.203 orang, yang tinggal di luar Kampus namun secara berkala datang ke Al-Zaytun untuk melaksanakan tutorial khusus dan ujian semester.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat yang hendak bersentuhan dengan Kampus Al-Zaytun di masa-masa mendatang akan semakin meningkat pesat seiring pelaksanaan berbagai program pembangunan pendidikan dan ekonomi. Memasuki tahun 2007, misalnya, Al-Zaytun akan melebarkan jangkauan pelaksanaan Pendidikan Luar Sekolah (PLS), dengan mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Letak PKBM memang di luar Kampus, sebab sasarannya adalah kampung-kampung yang penduduknya masih tertinggal dalam hal pendidikan. Al-Zaytun melaksanakan program ini bekerja sama denga Direktorat Jendral Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai tahun ini pula Al-Zaytun akan makin menata pemantapan ketahanan pangan, dengan melaksanakan konsolidasi lahan-lahan pertanian dan lahan-lahan yang kurang produktif. Caranya, dengan mempersiapkan waduk-waduk dan empang-empang air di berbagai lokasi pertanian Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan Kampus Al-Zaytun secara tegas disyukuri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Nu’man Abdul Hakim, yang beru kali ini berkesempatan mengunjungi Al-Zaytun. Politisi asa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengatakan dirinya begitu terkesan, dan mudah-mudahan Al-Zaytun terus maju dan menjadi contoh pembelajaran bagi kampus lainnya. Setelah Al-Zaytun delapan tahun berinteraksi dengan masyarakat Indramayu, citra kabupaten ini dalam hal kemajuan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di bidang pendidikan berhasil terangkat dari posisi buncit menjadi terbaik keenam di seluruh provinsi Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau Al-Zaytun membangun sistem pendidikan yang tertib, dengan sistem yang bagus, mudah-mudahan menjadi contoh. Banyak orang cerita bahwa sistem pesantren itu selalu diidentikkan dengan terbelakang, kumuh, tidak maju. Sekarang, daerah ini kelihatan lebih tertib, lebih maju, lebih bagus, saya kira ini jadi contoh,“ kata Nu’man, yang pada tahun 2003 dipilih sebagai Wakil Gubernur bersama-sama dengan Gubernur Danny Setiawan oleh DPRD Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Mempertegas Komitmen&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla, orang terkuat kedua di Bumi Nusantara saat ini, tak pelak menjadi pertanda betapa kuatnya komitmen pemerintah mendukung segala inisiatif masyarakat untuk memajukan pendidikan dan ekonomi demi menuju Indonesia yang kuat, seperti yang sedang giat-giatnya berlangsung di Kampus Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Syaykh AS Panji Gumilang bersama segenap Civitas Akademika Al-Zaytun, kedatangan Jusuf Kalla mempertegas keyakinan bahwa mereka sudah bergerak di jalur yang benar da diridhoi Allah untuk membentuk Indonesia yang kuat di masa depan, manusia yang toleran dan cita damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah sepulangnya Wapres dari Al-Zaytun dengan menaiki helikopter milik TNI Angkatan Udara, Syaykh berkenan menjawab pertanyaan rombongan wartawan yang mengerubungi di sisi lapangan helipad Al-Zaytun. Pertanyaan wartawan itu, sayangnya, belum bisa melihat kenyataan, masih saja melanjutkan tudingan dari sekelompok kecil orang lain tentang eksistensi Al-Zaytun dalam memajukan pendidikan dan perekonomian rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Syaykh justru memanfaatkannya untuk mempertegas posisi dan tanggung-jawabnya bahwa Kampus Al-Zaytun adalah pusat pendidikan dan pengembangan budaya toleransi dan pusat pengembangan budaya perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu tudingan salah alamat. Di sini adalah pusat pendidikan pengembangan budaya toleransi dan perdamaian. Tengoklah motto Al-Zaytun yang begitu tegas. Jadi, orang menuding, memang jaman demokrasi saling tuding menuding. Tetapi Al-Zaytun tidak pernah menuding,“ kata Syaykh, yang meminta wartawan untuk jangan lagi bicara tentang tudingan itu. “Di sini pusat pendidikan dan pengembangan budaya toleransi dan perdamaian. Ini &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;statement&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; orang yang bertanggung-jawab di sini.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh memang, bagaimana pers yang sudah terbuka masih saja belum mampu melihat kenyataan di hadapannya malah masih penuh kecurigaan. Misalnya dengan mengajukan pertanyaan, kemungkinan Al-Zaytun mendapatkan sokongan dana dari Jusuf Kalla yang juga selaku Ketua Umum Partai Golkar, dan bagaimana posisi politik Al-Zaytun di tahun 2009. Padahal, bentuk fisik nyata Al-Zaytun terang-benderang nampak di depan mata, demikian pula dengan konsep dan sistem pendidikan yang diusung terbuka untuk diketahui, bahkan sudah diapresiasi mulai dari pemimpin tertinggi di negara ini seperti Presiden dan Wakil Presiden, hingga masyarakat biasa yang bersedia menitipkan anak-anaknya merangkai masa depan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran Syaykh, memberi penjelasan membuat liputan kunjungan Wapress Jusuf Kalla ke Kampus Al-Zaytun ramai diberitakan di media massa secara positif. Syaykh memperkenalkan pemikiran, sikap dan gagasannya secara kontekstual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya tanpa dijelaskan oleh Syaykh pun, beberapa menit sebelumnya Wapres Jusuf Kalla yang memberikan sambutan di Masjid Rahmatan Lil’Alamin, sudah mempertegas posisi Kampus Al-Zaytun sebagai aset bangsa berskala internasional yang mesti dibanggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Jusuf Kalla, Kalau ada pemikiran, kebiasaan, bahwa suatu pesantren harus selalu sederhana, kadang-kadang sempit, kadang-kadang kotor, itu sudah biasa. Tentu kita semua harus merubahnya bahwa pesantren yang baik juga adalah suatu kenikmatan buat kita semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena itulah, saya memberikan penghargaan yang luar biasa, bersama Bapak Menteri Agama, kepada pesantren Al-Zaytun ini, yang telah memberikan perubahan-perubahan luar biasa kepada suatu pandangan bahwa pendidikan keagamaan haruslah seteratur dan sebaik Al-Zaytun ini,“ kata Jusuf Kalla, yang semasa menjabat Menko Kesra era pemerintahan Kabinet Gotong Royaong sudah beberapa kali mengunjungi Kampus Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kadang-kadang kita sendiri banyak yang mempunyai pemahaman yang kita sulit pahami sendiri, kalau pesantren itu kotor, kurang teratur, bertanya pula kenapa kotor, kenapa tidak teratur. Tetapi kalu besar dan baik seperti ini, ditanya pula kenapa mewah, kenapa besar. Inilah yang perlu, kita merubah pikiran itu, bahwa perubahan itu harus merubah lebih baik seperti ini. Karena itulah, nikmat ini bukan hanya dinikmati kebesaran dan kebaikannya. Nikmat itu harus bermanfaat untuk kita semua, untuk bangsa ini, untuk kita semua,“ jelas Jusuf Kalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalla menegaskan, misi utama pesantren adalah pendidikan. Pendidikan adalah peningkatan harkat kita semuanya. Tidak ada bangsa yang maju tanpa pendidikan yang baik. Tidak ada umat yang maju tanpa pendidikan yang baik. Apalagi di alam dimana orang bersaing antar negara, antara daerah, antar kota, maka tentu hanya pendidikanlah yang dapat memperbaiki persaingan-persaingan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apalagi yang telah dijelaskan oleh Syaykh Panji Gumilang, santri di sini berasal dari seluruh Nusantara. Ini tentu sesuai dengan maknanya, pesantren Indonesia, ini adalah warna Indonesia. Orang berpikir kebangsaan dengan berpidato, tapi pesantren ini sama juga dengan pesantren-pesantren yang besar, sama juga dengan universitas yang besar, justru melambangkan kita bangsa yang besar dan bersatu,“ kata Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang berkenan mengucapkan terima kasih kepada wali santri, siswa, mahasiswa, guru-guru, karyawan, dan tamu-tamu undangan lainnya yang memberikan sedekah secara terbuka di hadapannya. Jumlah sedekah sebagai wujud kerelaan berkorban untuk mandiri bervariasi, hingga berhasil terkumpul sebesar Rp 3.040.147.000 atau Rp 3,040 milyar, ditambah 5.000 dollar AS, 3.000 dollar Singapura, 100 real Arab Saudi, dan 5 ringgit Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kesibukannya yang luar biasa, setelah selama satu jam berada di Kampus Al-Zaytun, di pusatkan di Masjid Rahmatan Lil’Alamin, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan rombongan pada pukul 09.15 WIB meninggalkan Al-Zaytun menuju Brebes, Jawa Tengah, dan sorenya sudah harus berada lagi di Cirebon, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;(Sumber :Lentera - Majalah Berita Indonesia – Edisi 31/2007)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-117075984590705829?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/117075984590705829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=117075984590705829&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/117075984590705829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/117075984590705829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2007/02/wapres-jusuf-kalla-di-al-zaytun.html' title='Wapres Jusuf Kalla di Al-Zaytun'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-116867900536917930</id><published>2007-01-13T00:50:00.000-08:00</published><updated>2007-01-13T01:08:40.720-08:00</updated><title type='text'>Khutbah Ied Al Adha 1427 H</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2789/3106/1600/499022/hewan%20kurban.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2789/3106/320/30709/hewan%20kurban.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Semangat Berkurban Sebagai Konsekuensi&lt;br /&gt;Iman dan Takwa kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang mengajak umat Islam untuk memaknai berkurban sebagai kesanggupan menunda kenikmatan kecil dan sesaat, demi mencapai kebahagiaan yang lebih besar dan kekal. “Kita bersedia bersusah payah karena hanya dengan susah payah suatu tujuan tercapai, dan cita-cita terlaksana,“ kata Syaykh dalam &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;khutbah Ied Al-Adha 1427H (31/12) di Masjid Al-Hayat, kampus Al-Zaytun, Desa Mekarjaya Indramayu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh, semangat berkurban adalah konsekuensi iman dan takwa kepada Allah. Sebab, takwa itu jika dijalankan dengan ketulusan dan kesungguhan akan membuat manusia berkemampuan melihat jauh ke depan, mampu menginsafi akibat-akibat perbuatan saat ini di kemudian hari, kemudian menyongsong masa mendatang dengan penuh harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara maupun berbangsa di Indonesia Syaykh mengedepankan nalurinya sebagai pemuka agama dan pendidikan, mengatakan tampaknya Allah menarik kemakmuran lahiriyahnya dan umat-Nya yang bernama bangsa Indonesia. “Mudah-mudahan yang ditarik tidak termasuk kemakmuran bathiniyah“ dan menggantikannya dengan berbagai bentuk krisis (kesulitan-kesulitan). Namun menyarankan hal ini harus disikapi dengan positif, agar dengan segala yang terjadi ini, bangsa Indonesia mengusahakan dengan gigih mencari perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan harapan itu bukanlah seperti layang-layang yang tergantung kapda angin yang selalu berubah-ubah, melainkan seperti sauh (jangkar) jiwa yang tetap mantap dan tidak berubah, menembus jauh ke dalam dunia abadi yang tidak nampak. Oleh keimanan, orang beriman yakin bahwa hal-hal yang ia harapkan akan menjadi kenyataan, dan harapannya tidak akan mengecewakan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Berikut ini kutipan khutbah Ied Al Adha Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; : Kita bangsa Indonesia dalam situasi sekarang ini (dilanda krisis multidimensi) harus terus mencipta dan berbuat apapun yang menarik manusia mau berbut baik untuk kebaikan manusia dan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan Iedul Qurban tahun ini bertepatan dengan tibanya penghujung tahun Masehi 2006 dan datangnya tahun baru 2007. Kita maknai dua hari raya dalam Islam (Iedul Fitri dan Iedul Adha) dengan sikap dan tindakan yang kontekstual dengan makna dua hari raya itu sendiri yakni : Iedul Fitri adalah suatu hari dimana para manusia (muslim) aktif dan sadar menunaikan zakat fitra; dan Iedul Adha dimana manusia (muslim) dengan penuh kesadaran menyembelih binatang kurban sebagai pertanda kesanggupan berkurban untuk yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita diajari untuk berkurban dengan menyembelih domba (kambing) atau sapi di Iedul Adha, sebagai tindakan mendekatkan diri kepada Tuhan. Namun, kurban bukanlah sesajen, sebab dalam Islam tidak mengenal sesajen. Dalam pelaksanaan ritual kurban ini kita semestinya ingat dan sadar, bahwa hal itu adalah tindakan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;commemorative&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (memperingati) peristiwa masa lalu berkenaan dengan Nabi Ibrahim a.s. ketika akan melaksanakan perintah Tuhan menyembelih putranya (Ismail) yang diganti dengan binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Mengapa Berkurban?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita telaah lebih mendalam tentang kurban itu. Mengapa kita dituntut untuk memiliki semangat berkurban yang setinggi-tingginya. Mengapa kita diperintahkan untuk mencontoh Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail, dan mempelajari semangat pengorbanan mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurban adalah perkataan Arab, yang artinya adalah “Pendekatan“, yaitu pendekatan kepada Tuhan. Maka, melakukan kurban adalah melakukan sesuatu yang mendekatkan diri kepada Tuhan yakni mendekatkan diri kita kepada tujuan hidup. Sebab, kita berasal dari Tuhan dan kembali kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dalam praktek, dalam bentuknya yang kongkrit, tindakan berkurban adalah tindakan yang disertai pandangan jauh ke depan yang menunjukkan bahwa kita tidak muda tertipu oleh kesenangan sesaat, kesenangan sementara, kemudian melupakan kebahagiaan abadi, kebahagiaan selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, makna berkurban ialah bahwa dalam hidup kita melihat jauh ke masa depan dan tidak boleh terkecoh oleh masa kini yang sedang kita alami, bahwa kita tabah dan sabar menanggung segala beban yang berat dalam hidup kita saat sekarang. Sebab, kita tahu dan yakin bahwa di belakang hari kita akan memperoleh hasil dari usaha, perjuangan dan jerih payah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kita maknai, berkurban ialah, bahwa kita sanggup menunda kenikmatan kecil dan sesaat demi mencapai kebahagiaan yang lebih besar dan kekal. Kita bersedia bersusah payah karena hanya dengan susah payah suatu tujuan tercapai, dan cita-cita terlaksana. Semangat berkurban adalah konsekuensi iman dan takwa kepada Allah. Sebab, takwa itu jika dijalankan dnegan ketulusan dan kesungguhan akan membuat kita berkemampuan melihat jauh ke depan, mampu menginsafi akibat-akibat perbuatan saat ini di kemudian hari, kemudian menyongsong masa mendatang dengan penuh harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap bentuk perintah dan ajaran Illahi harapan-Nya setiap individu manusia menjadi bertakwa kepada-Nya. Dan manusia bertakwa selalu diingatkan agar membiasakan diri mempersiapkan masa depan. Maka kurang bertakwalah seseorang jika ia kurang mampu melihat masa depan hidupnya yang jauh, jika ia bangga dengan hidup untuk kini dan sekarang ini, atau dalam ukuran yang lebih besar di dunia ini dan di dalam hidup ini saja. Kelemahan manusia yang paling pokok adalah pandangannya yang pendek, tidak jauh ke depan. Karenanya, manusia tidak tahan menderita dan menerima cobaan, tidak tahan memikul beban. Dan selanjutnya, tidak tahan melakukan jerih payah sementara karena mengira jerih payah itu suatu kesengsaraan dan menyangka bahwa kerja keras itu sesusahan. Padahal, justru di balik jerih payahnya itu akan didapat manis dan nikmatnya keberhasilan dan sukses. Justru di dalam pengorbanan itulah akan terasa nikmatnya hidup karunia Allah yang amat berharga ini. Dan dalam ajaran Ilahi tentang kurban ini, merupakan pelajaran agar manusia tidak lagi mengorbankan sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pengangguran Merupakan Bencana&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Ilahi manusia tidak boleh mengorbankan sesama manusia karena keberadaan manusia dijunjung tinggi dan dihormati-Nya. Oleh sebab itu, mestinya seipa individu manusia, tentunya kita semua ini, sanggup mawas diri dan bertanya pada diri masing-masing, keberadaaan yang seperti apa sehingga menjadi terhormat dan tetap dihormati dan dimuliakan oleh-Nya? Dalam filsafat modern ada ungkapan : “Aku berpikir maka aku ada“. Sepanjang ajaran Ilahi, kerja adalah hakekat keberadaan manusia. Maka semangatnya mengajarkan : “Aku bekerja maka aku ada“. Karena itu, manusia diperintahkan-Nya : Bekerjalah kamu semua maka Allah, rasul-Nya, dan masyarakat beriman akan menyaksikan pekerjaanmu itu. Dan manusia tidak memperoleh sesuatu apapun kecuali apa yang ia usahakan (kerjakan). Dalam bekerja hendaknya kita tidak segan menghadapi kesulitan sebab setiap kesulitan tentu akan ditemukan kemudahan ditemukan kemudahan. Juga setiap kesempatan atau waktu luang digunakan untuk bekerja keras dan tetap berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan, antara lain melalui kewaspadaan akhlak dan moral. Waktu luang tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa guna sebab pengangguran adalah bencana dan kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian menjadi jelas bahwa makna ritual dan simbolis kurban meluas ke dunia praktek dalam cara-cara yang penting. Baik konteks sosial maupun imajinasi individu, memainkan peran penting dalam menentukan rantang makna tema ini. Karenanya, dalam perkembangannya lebih lanjut tidak ada yang mampu membendung maupun membatasi pemaknaan nilai dan pelaksanaan ibadah kurban ini, siapapun manusianya dan apapun forum serta majelisnya. Keselamatan manusia hanya terletak pada kemenangan dari persaingan antara komponen spiritual dan material yang membentuk kepribadian dirinya disaksikan oleh keimanannya dan ketakwaannya, berbentuk penyerahan diri dan bersyukur kepada Tuhan-Nya, yang diungkapkan secara simbolis dan praktek dalam berbagai tahap daur kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam (muslim) menelusuri asal muasalnya ke panggilan Tuhan kepada Ibrahim : “Ikutilah agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu semua orang-orang muslim sejah dahulu, dan dalam zaman sekarang ini.“ (Q.S. 22:78).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim (ungkapan bahasa Arab), Abram atau Abraham (bahasa Ibrani) merupakan leluhur bangas (bangsa-bangsa) di dunia sekarang ini. Imannya sangat teguh, dikenal sebagai khalilullah. Keturunannya menyebar melalui putra-putranya, Ismail dan Ishak. Hidupnya dijadikan teladan iman terhadap Tuhan oleh para pengikut Yahudi, Kristen dan Islam. Ibrahim (Abraham) berarti bapak sejumlah besar bangsa. Iman Ibrahim merupakan tema yang mantap untuk nasihat dan diskusi. Iman Ibrahim adalah model iman yang benar, berupa ketaatan mendalam dan universal kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, Yang Kekal, Yang Maha Tinggi, Yang Empunya langit dan bumi, Hakim Yang Adil atas segala bangsa dan segenap umat manusia. Baginya, Tuhan adalah adil dan bijaksana, benar dan adil, murah hati dan pengampun. Iman Ibrahim dicatat sebagai teladan iman dalam perbuatan. Dari berbagai cobaan yang dihadapkan kepadanya sebagai ujian Tuhan, dapat ia selesaikan dengan seksama sehingga kehormatan besar diberikan Allah kepada-Nya, anugerah Illahi untuk Ibrahim adalah Imamah (jabatan Iman) untuk segala manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai nabi besar yang menerima perjanjian Tuhan, Ibarhim memainkan peran yang uni dalam tradisi agama-agama samawi, baik Yahudi, Nasrani maupun Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keimanan para nabi dan orang-orang yang benar, patut terus menerus dijadikan teladan dalam kehidupan ini. Pada hakikatnya, hidup kita ini adalah sebagai persembahan (ibadat) kepada Tuhan, dalam bentuk membawa diri mencapai keridlaan-Nya, dan membawa diri dalam kaitan interaksi dengan sesama makhluk ciptaan-Nya. Untuk itu, ada cara yang benar bagi seseorang untuk membawa diri, dan cara yang benar untuk memperlakukan orang lain. Dalam perkara ini kita mengimani bahwa hak Allah mengungkapkannya (cara yang benar) itu dalam ungkapan peraturan yang diberikan-Nya untuk umat manusia. Karena ukuran tertinggi dalam hidup manusia diturunkan dari Tuhan. Adil dan benar segala jalan Tuhan. Tuhan walaupun kaya akan kebenaran, Ia tidak penindas, karena tindakan Tuhan yang senantiasa bertindak sesuai dengan ukuran-Nya, yang senantiasa bertindak sesuai dengan ukuran-Nya, yang senantiasa sempurna, benar dan adil. Keadilan Tuhan dapat menggambarkan pemeliharaan-Nya akan hidup manusia dan makhluk lainnya dan Allah selalu benar dan memberikan apa yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Susila Ukuran Prilaku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah yang Maha Benar dan Adil, menjabarkan susila yang dipakai-Nya untuk mengukur tindak-tanduk manusia, agar supaya hidup manusia sungguh-sungguh sesuai dengan susila yang dikehendaki-Nya. Keadilan Tuhan dimanifestasikan dalam tindakan-tindakan pembelaan-Nya bagi orang-orang yang dianggap layak menerimanya. Tuhan Maha Adil karena memberikan keselamatan bagi hamba-Nya yang menginginkannya, dan Tuhan Maha Adil karena pemberi ampun dosa-dosa umat manusia. Kemudian Tuhan Maha Benar. Kebenarannya sangat mutlak. Sedangkan kebenaran yang dimilki manusia sekalipun berserikat dalam suatu forum maupun majelis, sama sekali tidak lengkap. Karenanya keadil-benaran manusia mustahil cukup untuk memenuhi ukuran Allah. Karenanya keadilan dan kebenaran mesti bersumber pada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kebenaran dan keadilan bersumber kepada/dari Tuhan, maka sesungguhnya akbiatnya adalah baik dan kebagikan, yang dapat memberi kepuasan dan kebahagiaan yang berdampak kepada kepuasan estetika maupun moral etika. Baik dan kebaikan selalu bertalian dengan sesuatu yang berguna, bermutu tinggi dan produktif. Tapi dalam kaitan pengertian secara moral dan spiritual, maka benar-benar teologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Baik, karena secara moral Dia adalah Maha Sempurna, Maha Agung dalam kemurahan hati. Pengakuan bahwa Allah Maha Baik adalah harus menjadi alas dasar dari semua pemikiran kita tentang kebaikan moral. Baik, pertama-tama dan terutama bermakna Allah adalah Baik, kemudian apa yang Ia buat, ciptakan, perintahkan, dan berikan, semuanya adalah baik. Dan juga apa yang Ia terima sebagai baik dalam kehidupan makhluk-makhluk-Nya. Untuk hal ini, Allah adalah Penilai dan Hakim, sebab Ia adalah Ukuran dan Standar dari kebaikan segala makhluk. Manusia adalah baik, dan benda-benda adalah baik, hanya jika dan selama mereka sesuai dengan kehendak Allah. Karena itu, celakalah mereka yang menyebut kejahatan adalah baik dan kebaikan adalah jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan-perbuatan Allah adalah baik karena perbuatan-perbuatan-Nya itu menyatakan sifat-sifat kebijaksanaan dan kekuasaan-Nya. Allah melihat dan menyatakan segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Seluruh alam semesta yang adalah hasil karya Allah, adalah baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pemberian-pemberian Allah (karunia Allah) adalah baik&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;; karena pemberian-pemberian itu mengungkapkan kemurahan hati-Nya, dan diperuntukkan bagi kesejahteraan dan keselamatan sipenerima. Dalam keduniaan, baik diartikan; bermanfaat, berguna, menguntungkan, maka keyakinan orang beriman menggabungkan; bukan saja segala pemberian Allah adalah baik dalam tujuan mapun dampak-dampaknya, tapi juga bahwa segala yang baik pada hakikatnya dalah pemberian Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berbuat baik bagi semua orang yang berada dalam pemeliharaan-Nya. Janji Allah untuk berbuat baik kepada umat-Nya adalah janji berupa barkat yang berlipat ganda. Umat-Nya yang setia tetap percaya bahwa pada waktu yang ditentukan Allah, segala sesuatu yang benar-benar baik bagi mereka menjadi milik mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara maupun berbangsa seperti kita sebagai bagnsa Indonesia nampaknya Allah menarik kemakmuran lahiriyah dan ummat-Nya yang bernama bangsa Indonesia (mudah-mudahan tidak termasuk kemakmuran batiniyah yang ditarik) dan menggantikannya dengan berbagai bentuk krisis (kesulitan-kesulitan). Dalam hal ini, harus disikapi dengan positif, agar dengan segala yang terjadi ini, bangsa Indonesia mengusahakan dengan gigih mencari perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bangsa Indonesia dalam situasi sekarang ini (dilanda krisis multidimensi) harus terus mencipta dan berbuat apapun yang menarik manusia mau berbaut baik untuk kebaikan manusia dan bangsa Indonesia. Apabila sebagai bangsa Indonesia kita dapat melakukannya, maka itu artinya kita dapat datang dan tampil lebih dekat kepada Allah, dan kedekatan kita kepada Allah dengan berbagai kebaikan yang kita tampilkan justru akan kembali untuk kebaikan kita bersama. Bangsa Indonesia (sekali lagi) harus dapat melihat dan menyikapi segala keadaan yang dialaminya, betapapun tidak diinginkannya; sebab jika kesemua yang sedang menimpa bangsa ini kita indahkan dengan benar, pasti akan mendatangkan kekuatan dan keuntungan bagi bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Perintah-perintah Allah adalah baik&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; karena perintah-perintah itu mengungkapkan kesempurnaan moral dari sifat-Nya dan, dengan menunjukkan kepada kita bagaimana melakukan hal-hal yang berkenaan kepada-Nya, perintah-perintah itu menuntun kita kepada jalan untuk mendapatkan anugerah maupun karunia-Nya. Cita-cita moral dan tuntutan moral yang terkandung dalam hukum-Nya, adalah untuk melakukan dan melaksanakan kehendak Allah. Dalam dunia yang tanpa hukum dan ridla Allah, akan terus terjadi kejahatan yang tak terkendali. Namun dalam menghadapi kejahatan, umat maunusia diperintah oleh-Nya untuk mencari dengan sikap dan tindakannya tetap berpegang teguh pada kebaikan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ketaatan kepada perintah-perintah Allah adalah baik&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, karena Allah berkenan dan menerima hal itu, dan mereka yang melakukan ketaatan itu akan memperoleh keuntungan daripadanya. Karenanya melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik mestinya menjadi tugas wajib bagi orang beriman sepanjang hidupnya; karena untuk itulah Allah telah menciptakan dan menyelamatkannya. Orang beriman dipanggil untuk siap sedia mengerjakan setiap pekerjaan yang baik yang dapat ia lakukan, sehingga celakalah orang yang mengaku beriman tapi ia tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik. Sesungguhnya perbuatan dan pekerjaan-pekerjaan yang baik adalah perhiasan atau dandanan orang-orang yang beriman. Allah selalu berkenan atas perbuatan-perbuatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan-pekerjaan yang baik adalah baik dilihat dari tiga sudut perbuatan-perbuatan itu dilakukan : (i) menurut patokan yang benar (hukum yang benar); (ii) berdasarkan alasan (motif) yang benar, dan (iii) dengan tujuan ayng benar (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;ibtigha ‚mardlatillah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;). Pekerjaan-pekerjaan itu berupa mencari mardlatillah dan sesama umat manusia. Karenanya orang-orang yang sungguh-sungguh baik adalah orang yang benar; sebab sebagaimana orang yang benar itu selalu melaksanakan makna yang tersirat dari apa yang tersurat dalam perintah-perintah Ilahi, demikian juga orang yang baik itu melakukan yang tersurat bukan hanya sebaliknya (yang tersirat). Dengan kata lain, kebenaran dan kebaikan itu sama artinya dengan kebaikan dan kebenaran. Jadi, pekerjaan-pekerjaan yang baik adalah pekerjaan-pekerjaan yang menumbuhkan cinta dan kasih sayang kepada siapapun yang dikasihi. Cinta dan kasih sayang sesama manusia, dinyatakan dengan berbuat baik kepada mereka, dengan memberikan sebagian pendapatan kita untuk meringankan beban mereka, dan mengusahakan kesejahteraan mereka dengan cara yang paling memungkinkan. Sedangkan cinta dan kasih sayang kita kepada Allah adalah dinyatakan dalam bentuk penyerahan dan pemberian pribadi secara sukarela, betapa mahalpun harganya. Dalam kehidupan keseharian manusia, untuk menggambarkan seseorang itu “baik“ adalah dengan ungkapan; orang itu baik hati atau murah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, orang-orang beriman percaya, orang yang berupaya memenuhi dan menegakkan ajaran atau norma-norma Ilahi adalah orang yang “mempunyai hati nurani yang murni“; bukan karena ia menganggap dirinya sempurna tanpa dosa, tapi karena ia tahu bahwa hubungan pribadinya dengan Tuhannya adalah benar, didasarkan pada iman yang benar. Orang beriman sedemikian itu akan dilihat oleh sesama manusia (sesamanya) sebagai orang yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ciptaan Allah yang Mahal&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah diurai serta sedikit tentang Nilai-nilai Dasar Keadilan, Kebenaran dan Kebaikan, ada baiknya dalam kesempatan ini dijelaskan tentang; perkara yang berlawanan dari itu semua, yaitu : jahat dan kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan kata “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;rasya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;“ dalam bahasa Ibrani mempunyai arti “merusak“ atau “meremukan“ sesuatu shingga ia menjadi tak berharga lagi, tidak menyenangkan, tidak enak dan menjijikan. Kata itu mencakup dalam perbuatan dan segala akibatnya. Dalam bahasa lain, diartikan sebagai tidak mengenal hukum, dan durhaka, juga diterjamahkan sebagai kebusukan dan keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah terpisah dari segala yang jahat, dan bagaimanapun tak dapat dianggap bertanggung jawab atas kejahatan. Kejahatan itu timbul dari keinginan hati seseorang yang berdosa. Kejahatan adalah buah dari hati yang jungkir balik, menyerahnya seseorang kepada bulan-bulan hatinya yang jahat, sedangkan pusat kejahatan adalah dalam hati manusia dan kejahatan hati terus bertambah, sedangkan sifatnya adalah menular. Dan hukuman pasti akan menimpa orang yang jahat, langsung maupun tidak langsung. Namun orang yang tumbuh dalam kehidupan iman dapat mengalahkan segala yang jahat; perisai iman dan orang beriman ialah pertahanan yang teguh melawan segala serangan kejahatan. Kejahatan selalu berdampingan dengan kehidupan umat manusia, karenanya manusia memerlukan bimbingan untuk mengikisnya. Menghadapi kejahatan mansuai selalu seperti kanak-kanak yang terus membutuhkan bimbingan, dan bagi seorang yang beriman yang merdeka, justru kemerdaan hidupnya itu dicerminkan dalam menjunjung tinggi hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejahatan dan hukum dapat diterangkan baik dalam yuridis maupun religius. Arti asasi dari kejahatan, ialah dengan sadar berbuat dengan cara yang bengkok dan salah, yakni pelanggaran terhadap umat manusia dan dosa terhadap Allah dalam bentuk penentangan terhadap hukum, yakni pelanggaran terhadap hukum yang berlaku dengan perbuatan-perbuatan pribadi. Sedangkan hukum (sipil dan kriminal) dibuat guna melindungi perseorangan dan masyarakat terhadap ketidak adilan dalam satu sistem hukum teoritis yang disusun oleh yang berkompeten untuknya.&lt;br /&gt;Hidup manusia dan keberadaannya sebagai ciptaan Allah, sebagai sesuatu yang mahal, karenanya kejahatan terhadap sesama manusia senantiasa dipandang sebagai kejahatan terhadap Tuhan, dan tiap pelanggaran dianggap sebagai pelanggaran terhadap Allah. Namun walau bagaimanapun hukum tidaklah meniadakan dosa maupun kejahatan itu sendiri. Namun hukum itu sendiri bermaksud untuk menahan maupun memperkecil pelanggaran dengan mengatur hukuman-hukumannya, agar hidup manusia yang mahal itu dapat diselamatkan. Tiap hidup yang tidak diselamatkan oleh hukum dan keadilan Tuhan akan selalu berdosa dalam tabiatnya dan tercela adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, menjadi jelas bahwa kejahatan dan hukuman bukan hanya diikat dengan ilmu hukum biasa, tapi juga dengan yang Ilahi. Kejahatan yang dilakukan terhadap manusia atau miliknya menjadi kejahatan terhadap Allah, dan harus dihukum baik oleh yang berkuasa (penegak hukum dalam suatu negara) atau oleh Allah. Pelanggaran terhadap keagamaan harus juga dihukum oleh Allah. Cara hidup yang jelek ditolak dan tidak disukai oleh Allah dan dihukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum yang terbesar dalam pandangan orang bijak bestari mempunyai arti sebuah ungkapan : Cintailah Tuhanmu dengan segenap hatimu, yaitu dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan segenap kekuatanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala kita berpikir dan membicarakan tentang manusia, adalah manusia dengan segala dan keseluruhan sifatnya, jasmani, intelek dan jiwa, sebagai satu kesatuan, yang hidupnya ditentukan oleh detak jantungnya, dan bergeraknya diperintah oleh akal hatinya, dan akal hati ini pula yang membentuk seseorang adalah manusia atau binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan “hati“ dalam kaitannya dengan manusia, pemakaiannya dikaitkan dengan : (a). Fisik-badaniyah atau yang bersifat perlambang; (b). Kepribadian, Kehidupan Batin, atau watak secara umum; (c). Keadaan emosional, dalam cakupan secaran luas, keadaan mabuk, suka cita maupun duka cita, gelisah, keberanian atau ketakutan dan cinta kasih; (d). Kegiatan-kegiatan intelek, perhatian, refleksi, ingatan, pengertian, keahlian teknik, dan lain-lain; (e). Kemauan atau maksud, hati dalam pengertian ini merupakan pemakaian paling khas. Hati adalah tempat berpikir dan tempat segala perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelembutan hati bagi setiap orang beriman sangatlah diperlukan, karena apabila hati membatu, maka hati demikian itu tidak akan mau tunduk kepada kehendak Tuhan. Istilah lain bagi hati yang membatu adalah hati yang berlemak atau tidak bersunat, yang gagal menanggapi kehendak Allah. Sedangkan hati yang lembut, jernih atau hati yang &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;saliim&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, mampu merespon hukum-hukum Ilahi, tidak lagi yang tertulis dalam lembaran mushaf, justru mampu merespon dan menulisnya di dalam hati. Dan demikianlah hati sebagai sumber dari segala keinginan haru dijaga. Setiap pemimpin harus bertujuan menghantarkan hati segenap rakyatnya, setiap guru menghantarkan murid-muridnya kesemuanya menuju jalan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam pedalaman jiwa manusia, adalah sesuatu yang disebut hati nurani, yang selalu tampil sebagai pengetahuan pendamping, pengetahuan yang selalu bersama engan diri seseorang. Kedalaman hati nurani lebih daripada hanya „kesadaran“ atau „penginderaan“ karena hati nurani juga mencakup penghakiman (penghakiman moral) atas sesuatu perbuatan yang dilakukan dengan sadar. Karenanya, penjahat akan selalu dihukum oleh suara hati (hati nurani) mereka sendiri, atau dihukum secara moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu yang bersamaan, mungkin juga hati nurani (yaitu alat yang dengannya orang memahami tuntutan-tuntutan moral Allah, dan yang menyebabkan derita baginya jika ia tidak dapat memenuhi tuntutan-tuntutan itu) tidak cukup ditertib atau diberi pengetahuan. Karena itu perlu sekali hati nurani dibina secara wajar dan sungguh-sungguh diberi penerangan dengan petunjuk Ilahi. Itulah sebabnya mengapa hati nurani dan iman tak dapat dipisahkan. Karenanya, hati nurani ialah alat bagi penghakiman moral karena penghakiman itu adalah penghakiman Ilahi atas perbuatan-perbuatan seseorang yang sudah berlangsung, atau yang sedang berlangsung, dan hati nurani yang bertindak sebagai saksi dan pawang yang baik dalam aspek negatif maupun positif dari kemuliaan perseorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Keputusan yang Tepat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan hidup mansuai yang dilengkapi dengan hati nurani, juga sangat diperlukan kebajikan dan kebijakan intelektual, yaitu hikmat, yang senantiasa praktis dan bukan toritis. Yang pada dasarnya hikmat adalah kepintaran mencapai hasil, menyusun rencana yang benar untuk mencapai hasil yang dikehendaki. Tempat kedudukannya adalah hati, pusat keputusan moral dan intelektual. Mereka yang memilki kecakapan teknis dinamakan bijaksana. Para pemimpin secara khusus membutuhkan hikmat. Pada mereka bergantung keputusan-keputusan yang tepat dalam berbagai masalah sosial dan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan bermasyarakat, orang bijak yang memilki hikmat, berdiri dalam jajaran kelas yang khusus. Mereka mempunyai peranan penting atas berbagai masalah agama dan sosisal. Tugas mereka ialah merumuskan rencana-rencana yang dapat dilaksanakan, menyusun nasihat untuk meraih hidup yang berhasil.Namun hikmat dalam arti utuh dan mutlak hanyalah milik Allah. Hikmat-Nya mencakup bukan saja sempurnanya dan lengkapnya pengetahuan-Nya mengenai setiap segi bidang kehidupan tapi juga mencakup kedaulatan-Nya menggenapi tuntas apa yang ada dalam pikiran-Nya, dan yang mustahil dapat digagalkan. Alam semesta dan manusia adalah buah karya hikmat-Nya yang kreatif. Proses-proses alamiah dan historis di bawah kendali hikmat-Nya, meliputi pembedaan sempurna antara baik dan jahat dan merupakan dasar untuk pahala dan hukuman yang diperoleh orang benar dan orang jahat. Hikmat yang demikian mustahil tergarapi oleh umat manusia. Bahkan kebijakan yang berdasarkan kecakapan alamiah atau yang disaring dari pengalaman, adalah karunia Ilahi sebab kegiatan kreatif Allah sendirilah yang memungkinkan perolehan kebijaksanaan yang sedemikian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmat memperoleh pengertian yang dikumpulkan dari pengetahuan tentang jalan-jalan Allah dan menerapkannya dalam hidup sehari-hari. Gabungan antara pengertian dan ketaatan ini menghubungkan hikmat dengan pengetahuan akan Allah. Kebijakan yang tidak berlabuh dalam tuntutan dan ajaran Ilahi selalunya gagal. Karenanya orang yang benar-benar berhikmat ialah mereka yang kepadanya Allah memberikan hikmat sebagai karunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Harapan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya disampaikan tentang harapan. Nampaknya adalah suatu kebutuhan biologis apabila seseorang memandang ke masa depannya. Walaupun tidak ada dasar-dasar rasional toh manusia tetap berharap. Seorang petani membajak sawah ladangnya dengan harapan. Pekerja terasa manis dalam bekerja karena mempunyai harapan memperoleh upah kerja. Mereka yang tidak memilki harapan adalah dikarenakan jauh dari kedekatan diri kepada Ilahi. Dimana ada keyakinan akan Allah yang hidup, yang berprakarsa, dan bertindak, dan yang campur tangan dalam hidup manusia, serta percaya bahwa bahwa Ia akan menepati janji-janji-Nya, di situ harapan setiap orang beriman menjadi mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan tidak dapat terlepas dari keimanan kepada Tuhan. Bagi orang beriman, kemurahan Tuhan tidak pernah akan kering. Tatkala yang terbaik masih juga belum kunjung tiba, harapan orang beriman semakin tumbuh. Dan harapan seorang yang beriman adalah pengharapan akan kemuliaan masa depan dan keselamatan di dalamnya. Dan harapan akan keselamatan ini adalah sebuah “topi baja“ , suatu bagian yang paling penting dari pakaian besi untuk berhadapan melawan kejahatan. Dan harapan itu bukanlah seperti layang-layang yang tergantung kepada angin yang selalu berubah-ubah, melainkan seperti sauh (jangkar) jiwa yang tetap mantap dan tidak berubah, menembus jauh ke dalam dunia abadi yang tidak nampak. Oleh keimanan orang beriman yakin bahwa hal-hal yang ia harapkan akan menjadi kenyataan, dan harapannya tidak akan mengecewakan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman diajarkan untuk tidak mencemaskan hari esok, karena hari esok adalah dalam tangan Ilahi yang penuh kasih sayang terhadap hamba-Nya. Allah akan selalu memberikan kemampuan kepada hamba-Nya yang beriman membuat hal-hal yang besar yang dapat membawa keselamatan dan kejayaan masa depan, dimana mereka akan turut mendapatkan kemuliaan-Nya. Dan sesungguhnya hanya Allahlah sumber pengharapan. Karenanya harapan tak mungkin ada tanpa iman. Dan oleh karenanya semestinya harapan kita semua mestilah terlepas dari pementingan diri sendiri. Mari kita tanamkan harapan kita untuk keselamatan bangsa dan negara kita, kesatuan dan persatuan negara dan bangsa kita, untuk kemakmuran dan kesejahteraan negara dan bangsa kita, untuk kecemerlangan generasi penerus bangsa dan negara kita. Sehingga bangsa kita ini mampu menegakkan kekuasaan yang telah ditegakkan oleh Allah sebagai cucuran rahmat-Nya kepada bangsa ini serta diberi kemampuan terhadap bangsa ini untuk mematuhi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kekuatan Iman&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ternyata seluruh wujud manusia ini dalam bentuk fisik maupun rohani, kekuatannya terletak pada kekuatan imannya kepada Ilahi. Keimanan yang berarti kepercayaan, kesetiaan, dan penyerahan diri dengan sempurna. Dalam hal ini Ibrahim A.S, kita sebut secara khusus. Seluruh hidupnya membuktikan, bahwa ia sungguh-sungguh percaya kepada Allah dengan iman yang mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman ialah sikap yang di dalamnya seseorang melepaskan andalan pada segala usahanya sendiri untuk mendapat keselamatan, entah berupa kebajikan, kebaikan susila atau paa saja, kemudian sepenuhnya mengandalkan dan mengharap hanya kepada Allah. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Apa yang harus kita lakukan supaya kita selamat?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Jawabnya: Percaya dan imanlah kepada Allah, dan kita pasti selamat. Iman adalah satu-satunya jalan, manusia beroleh keselamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang beriman dengan sungguh-sungguh kepada Allah, tentu akan bertindak selaras dengan iman itu. Dengan perkataan lain, kepercayaan yang sungguh bahwa apa yang dinyatakan Allah memang benar, akan nampak dalam iman yang benar pula. Iman jelas merupakan salah satu konsepsi penting dalam seluruh tuntunan Ilahi. Dimana-mana iman dituntut dan keutamaannya ditekankan. Iman membuang kepercayaan pada sumber-sumber kekuatan sendiri tanpa syarat kepada rahmat Allah. Iman berarti memegang teguh janji Allah, dengan memautkan seluruh kepercayaan kepada-Nya seutuhnya dan kepada kekuasaan-Nya demi kekuatan sehari-hari. Iman mencakup kepercayaan yang utuh dan ketaatan mutlak kepada Allah. (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;Sumber Majalah Berita Indonesia – 29/2007&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-116867900536917930?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/116867900536917930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=116867900536917930&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/116867900536917930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/116867900536917930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2007/01/khutbah-ied-al-adha-1427-h.html' title='Khutbah Ied Al Adha 1427 H'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-116763193738571076</id><published>2006-12-31T22:04:00.000-08:00</published><updated>2006-12-31T22:12:25.466-08:00</updated><title type='text'>Membangun Jiwa Enterpreneurship Sebagai Jiwa Interdependen</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Oleh : Syaykh AS Panji Gumilang *)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Syaykh Al-Zaytun Dr. Abdussalam Panji Gumilang, yang juga Rektor Universitas Al-Zaytun (UAZ) Indoensia, mengatakan, membangun jiwa &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Enterpreneurship&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; adalah sebuah perkara besar terutama bagi gnerasi muda untuk membangun jiwa raganya. Menurutnya, jiwa Enterpreneur adalah jiwa yang tak dependen tetapi sekligus juga tidak independen, melainkan jiwa interdependen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh menguraikan pengalamannya tatkala berdialog di awal tahun 1960-an dengan tokoh-tokoh yang dahulu dikagumi. Tokoh itu selalu berpersan kepada Syaykh, agar jangan mau menajdi pegawai melainkan jadilah orang yang memilki pegawai. Ternyata, pesan itu, dalam bahasa kekinian adalah penanaman jiwa &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Enterpreneur &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;sebuah jiwa yang tak dependen dan juga tidak independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebabnya, jiwa dependen adalah jiwa budak yang tidak mampu membangun walaupun dirinya sendiri. Tetapi jiwa independen pun adalah jiwa liar yang tidak sanggup mengontrol dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, para pembangun yang dikehendaki negeri ini harulah mempunyai satu jiwa, yakni jiwa &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;enterpreneur&lt;/span&gt;&lt;em&gt;,&lt;/em&gt; sebuah jiwa yang memilki seribu satu akal untuk maju dan interdependen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik jiwa &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Enterpreneurship&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; adalah manusia yang memilki pemikiran jauh ke depan. Ia akan selalu hidup berdampingan secara interdependen dengan sesamanya. Jiwa interdependen akan membawa kejayaan kepada orang per orang sesuai fitrah, harkat, dan martabat manusia yang diciptakan untuk saling memilki saling ketergantungan, dan mampu memanfaatkan setiap apapun yang ada di dunia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Syaykh demikian itu disampaikan sebagai pengantar menjelang kuliah umum atau &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;stadium general&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, yang disampaikan oleh Wakil Ketua MPR RI HM Aksa Mahmud di hadapan civitas akademika Universitas Al-Zaytun (UAZ) Indonesia, Sabtu 25 Nopember 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliah umum bertempat di Auditorium Mini Zeteso Al-Zaytun, itu sekaligus pula sebagai Silahturahim Idul Fitri 1427H, antara Keluarga Besar Universitas Al-Zaytun dengan Aksa Mahmud, yang juga pengusaha terkemuka pendiri dan pemilik Grup Bosowa, Aksa Mahmud yang juga Wali Amanah Universitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta, ini adalah salah seorang figur turut berperan di belakang layar hingga terbentuknya Universitas Al-Zaytun Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Aksa Mahmud ke Sandrem Kecamatan Gantar, Indramayu, Jawa Barat Kali ini adalah yang kedua setelah kunjungan pertama persis saat peresmian pendirian UAZ Indonesia Agustus 2005, bersama rombongan Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo. Kini, Aksa hadir di tengah-tengah ratusan mahasiswa angkatan pertama dan kedua UAZ Indonesia, untuk menularkan jurus-jurus menjadi pengusaha yang sukses. Kiatnya ternyata jitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kehilangan Modal Enterpreneurship&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutan pengantarnya Rektor Universitas Al-Zaytun Indonesia Syaykh AS Panji Gumilang mengatakan, hidup di dunia adalah hidup interdependen sebagai satu kultur. Modal kultur tidak bisa berdiri sendiri ia perlu modal kedua yaitu modal sosial. Modal sosial adalah keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Modal ketiga adalah kepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga modal tersebut sangat dibutuhkan untuk hidup di dunia. Ketiganya harus saling mengikat. Setiap &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Enterpreneur&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; harus mampu menterjemahkan antara kultur, sosial, dan kepribadian. Manusia selama hidup di dunia diabatasi oleh ketiga modal itu, membuatnya tak bisa dibandingkan dengan hidup di akhirat yang tidak memilki batasan-batasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh, bangsa Indonesia sudah memilki berbgai kapital untuk maju. Paling tidak kapital pertama berupa kultur, kedua sosial, dan yang ketiga modal ekonomi. Modal keempat yang juga sudah dimilki adalah kapital simbolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat modal itu diyakini Syaykh akan mampu mengantarkan Indonesia menjadi negara yang maju dan kuat.Namun rupanya masih ada sesuatu yang hilang dari antaranya. Yaitu modal &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Enterpreneurship&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; bangsa yang belum dipersiapkan secara matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, kata Syaykh, di awal kemerdekaan bangsa Indonesia sudah memilki &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Enterpreneurship&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang tinggi. Dan pelopor modal ini justru disponsori oleh orangn-orang yang hidup di lingkungan pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1945 hingga 1960-an para enterpreneur dari lingkungan pondok pesantren sangat menguasai betul usaha perbatikan, hingga melahirkan apa yang disebut GKBI (Gabungan Koperasi Batik Indonesia). Demikian pula penguasaan atas perusahaan rokok, perkapalan, armada darat, armada laut, hingga percetakan. Semuanya disponsori oleh kalangan pondok pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi mereka mulai hilang dari peredaran karena jiwa &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Enterpreneurship&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; mereka yang tinggi tidak didukung oleh profesionalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati berhasil mencapai kemajuan yang begitu tinggi para enterpreneuer tidak memilki dasar yang kokoh, sehingga selepas tahun 1965-an hilanglah pengaruhnya. Sebagai misal GKBI hilang lantas digantikan oleh Batik Keris. Rokok Cap Jangkar hilang digantikan oleh Gudang Garam dari Kediri. Demikian pula Sarung Pelikat keluaran santri tulen, atau sarung Cap Padi dari Garut, semua hilang digantikan oleh bermacam-macam cap saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kini, Bangunlah Kembali&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran untuk mengembalikan kejayaan para &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Enterpreneur &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;lama dari pondok pesantren untungnya sudah muncul kembali, belum begitu terlambat memang. Syaykh mengatakan barulah sejak tahun 1999 Al-Zaytun tampil memelopori kebangkitan kembali &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;Enterpreneur&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; dari kalangan pondok pesantren ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, rupanya membangun kejayaan baru tidak boleh berdiri di atas kejayaan lama. Sebab tidak bakal bangkit-bangkit nantinya. Manajemenlah yang harus mengubah untuk tak lagi kembali ke kejayaan lama. Semua lingkungan sudah berubah, mengembalikan kejayaan lama haruslah dengan membangun di atas dasar profesionalitas yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Manajemen Al-Zaytun&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, HM Aksa Mahmud, Wakil Ketua MPR RI yang sudah puluhan tahun malang melintang sebagai &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Enterpreneur&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; sukses, sangat mengerti betul bahwa Al-Zaytun adalah sebuah pusat pendidikan dan pengembangan budaya toleransi dan pusat pengembangan budaya perdamaian yang pengelolaannya murni seperti layaknya sebuah institusi wirausaha. Semua biaya pengelolaan pendidikan dihitung rinci untuk tak menyisakan sedikitpun material terbuang percuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dari sisi keseimbangan lain tak ada sejengkal tanah pun yang dibiarkan percuma tak berproduksi. Di Al-Zaytun setiap mahasiswa bukan dididik menjadi guru sandaran, melainkan, bersama santri, ustad, serta seluruh eksponen, bahu-membahu membangun kewirausahaan khas ala lembaga pendidikan terpadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Al-Zaytun inilah Aksa Mahmud menyaksikan sendiri bagaimana ilmu dan penerapan aplikatifnya berjalan seiring sejalan. Karena sasaran yang hendak dicapai di tahun 2020, yakni menciptakan Indonesia yang kuat harus sudah merupakan sebuah cita-cita yang wujudnya seolah sudah berada di hadapan mata. Aksa Mahmud mengagumi betul bagaimana pola pendidikan terpadu dengan sistem satu pipa, itu sangat mendukung realisasi cita-cita menciptakan Indonesia yang kuat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itula jurus-jurus bagaimana menjadi &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Enterpreneur&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang sejati, yang ditebarkan oleh HM Aksa Mahmud seorang “Saudagar Bugis Yang Cerdas”, seolah menjadi enerji baru yang menghinggapi seluruh civitas akademika Universitas Al-Zaytun (UAZ) Indonesia. Maklum, penyajinya sudah terbukti jitu menyiasati peta perjalanan pasang surut sebuah dunia usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enerji itu kini mulai membuat seluruh civitas akademika UAZ Indonesia semakin melek akan semangat membangun kewirausahaan secara mandiri, untuk mengembalikan kejayaan jiwa &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;Enterpreneur &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;di lingkungan pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya melihat, saya keliling, dan saya mendengar dari Syaykh tadi, guru enterpreneur itu ada di sini yaitu Syaykh. Saya membayangkan lahan yang ada di sini tanah yang kering, dari tidak ada air menjadi ada air, dari yang tidak bisa hujan bisa dibikin menjadi hijau, dan semuanya menjadi bisa berproduksi,” kata Aksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksa menyebutkan problem semua pondok pesantren di seluruh Indonesia sama saja. Yakni, kendati memilki aset yang besar tetapi manajemennya tidak dikelola secara profesional. Banyak sekali pondok pesantren di Indonesia tidak dikelola oleh &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Enterpreneur&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, tepai dikelola secara lillahi taala (semua terserah Tuhan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksa Mahmud berharap bangsa ini harus menciptakan banyak pengusaha. Mahasiswa UAZ Indonesia pun diharapkannya, kalau sudah tamat harus menjadi pengusaha untuk menggantikan pengusaha dari pondok pesantren yang sempat hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksa berkisah dahulu sewaktu era awal kemerdekaan di Indonesia banyak tersebar &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Enterpreneur.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Mereka ada di setiap desa dan di setiap pelosok. Tetapi mereka semua mati karena di era pemerintahan lalu, yang bertahan hingga 32 tahun terjadi kerusakan Enterpreneur. Para &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Enterpreneur&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; hilang dari permukaan dan tidak berkembang. Semua pengusaha yang lahir saat itu adalah produk penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksa memastikan era pemerintahan saat ini sudah berbeda. Pemerintah membuka kesempatan lebar kepada siapa saja yang mau maju dan berkembang untuk menjadi pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inilah harapan kita, mudah-mudahan menjadi konsistensi pemerintah, bahwa pra almuni yang masih mahasiswa sekarang ini, setiap tahunnya agar diberi kesempatan untuk berusaha. Untuk diberi berusaha ini harus ada persiapan. Tdaik ada negara yang maju tanpa keberpihakan kepada perusahaan dan pengusaha pribuminya. Harus diantar keberpihakan dulu, setelah siap bersaing baru dilepas,” kata Aksa Mahmud.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;(Sumber Majalah Berita Indonesia – 27/ 2006)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-116763193738571076?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/116763193738571076/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=116763193738571076&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/116763193738571076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/116763193738571076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2006/12/membangun-jiwa-enterpreneurship.html' title='Membangun Jiwa Enterpreneurship Sebagai Jiwa Interdependen'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-116514853214891904</id><published>2006-12-03T04:16:00.000-08:00</published><updated>2006-12-03T04:29:38.636-08:00</updated><title type='text'>INTERDEPENDENSI MERUPAKAN FITRAH KEHIDUPAN MANUSIA</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2789/3106/1600/277310/images.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2789/3106/320/248148/images.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;Khotbah Iedul Al-Fitri 1427H di Kampus Al-Zaytun.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Oleh : Syaykh AS Panji Gumilang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penciptaan manusia oleh Tuhan merupakan karya ciptaan-Nya yang terbaik secara rohaniah maupun jasmaniah. Manusia ditugasi mengisi bumi dan memakmurkannya, sebagai tempat mulia di alam semesta ini. Manusia adalah bagian dari alam ini. Manusia dan tanah adalah satu, sebab daripadanya manusia diciptakan. Manusia secara jasad adalah makhluk yang lemah, yang selalu bergantung pada belas kasih sang Pencipta. Bahkan, dalam memanfaatkan alam untuk melayani kebutuhannya, manusia harus melayani alam ini, harus menjaganya, dan mengolahnya untuk mencapai tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kehidupan manusia ditentukan oleh dan melalui tindakan manusia itu sendiri. Seseorang adalah apa yang dikerjakannya. Sebagai pelaku manusia mempunyai kapasitas untuk keluar dari masa kini, bergerak maju ke masa depan. Manusia adalah memiliki kebebasan, namun mereka harus bertanggung jawab atas apa saja yang mereka kerjakan. Nasib manusia ada di tangan manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semua aktivitas manusia dilakukan dalam kehidupan dunia, yang merupakan tempat bertemunya mutakallim dan mukhatab (pembicara dan pendengar) suatu tindakan komunikatif, dimana mereka saling mengajukan tuntutan bahwa ucapan mereka sesuai dengan apa yang mereka pikirkan, dan dimana mereka dapat mengecam dan memperkuat kebenaran yang mereka nyatakan, menyelesaikan perselisihan pendapat mereka, maupun mencapai kesepakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan dunia adalah latar belakang dari proses mencapai saling memahami, melalui tindakan komunikatif. Dimana kehidupan dunia itu sendiri tersusun dari kultur, masyarakat, dan kepribadian. Kultur sangat erat kaitannya dengan tindakan manusia, tindakan manusia mengakibatkan terbentuknya pola-pola hubungan sosial (masyarakat) yang sesuai (sebaliknya), daripadanya dapat terlihat seperti apa kepribadian dan perilaku mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan itu merupakan dunia mikro tempat individu berinteraksi dan berkomunikasi. Daripadanya tumbuh kebiasaan (habitus), yaitu bangunan mental atau kognitif yang diinternalkan, dengan melaluinya individu dapat memahami kehidupan sosial. Kebiasaan (habitus) menghasilkan dan dihasilkan oleh aktivitas bermasyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan hakikat kejadian manusia yang intinya adalah makhluk rasional, individu selalu membangun kehidupan dunia secara rasional (&lt;em&gt;rasionalisasi&lt;/em&gt;), membangun kebiasaan rasionalisasi kehidupan dunia yang termasuk di antaranya komunikasi rasional. Tatkala komunikasi rasional menjadi suatu kebiasaan (&lt;em&gt;habitus&lt;/em&gt;) yang semakin meningkat dalam kehidupan dunia, diyakini bahwa semakin rasional kehidupan sehari-hari, makin besar kemungkinan interaksi akan dikendalikan oleh motivasi rasional untuk saling memahami. Itulah bentuk metoda rasional untuk mencapai konsensus, yang selanjutnya mewujudkan kebiasaan penampilan argumen yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam uraian terdahulu telah dikatakan bahwa kehidupan dunia itu tersusun dari kultur, masyarakat, dan kepribadian. Dimaksud dengan kultur adalah peradaban, yakni kemajuan (kecerdasan, kebudayaan) lahir batin. Berupa hal yang menyangkut sopan santun, budi bahasa dan kebudayaan suatu bangsa (ummat manusia). Kemajuan dan peningkatan peradaban ummat manusia maupun bangsa mampu menghantarkan mereka ke arah perubahan, tentunya perubahan positif. Karenanya perubahan itu berlanjut seiring dengan kemajuan peradaban. Peradaban mendominasi perubahan dalam cara mengendalikan gerak hati manusia. Yang selanjutnya tercipta perubahan cara individu berpikir, bertindak, dan berinteraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci proses peradaban adalah pengendalian diri. Pengendalian diri dimulai dengan cara pengendalian melalui orang lain dari berbagai segi, kemudian diubah menjadi pengendalian diri. Kemudian aktivitas manusia yang bebas berdasar naluri didesak ke belakang panggung kehidupan komunal manusia yang selanjutnya ditanamkan menjadi perasaan malu, kemudian diciptakan cara, norma umum masyarakat yang terus menerus dipengaruhi oleh pengendalian diri yang makin lama makin stabil dan mumpuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan hubungan mendasar yang berasal dari keinginan dan tindakan berbagai individu ini dapat berubah menjadi aturan bersama dan terpola, yang tak dapat lagi dikatakan sebagai rencana atau ciptaan manusia individual. Dari saling ketergantungan individual inilah timbul peraturan sui generis, peraturan yang lebih memaksa dan lebih kuat daripada kemauan dan nalar individu yang membentuk jaringan hubungan itu. Peraturan itulah yang menjalin kemauan dan aktivitas manusia, peraturan sosial ini yang menentukan jalannya perubahan historis, ia melandasi proses peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aspek ajaran Islam, hal itu adalah tuntutan-tuntutan etis dalam pola kehidupan masyarakat manusia dengan ciri-ciri kemajuan dan peradaban yang tinggi. Dan itulah Thaibatul Madinah yang dibangun oleh Nabi Saw.. Orang menyimpulkan bahwa ajaran dan praktek Nabi Saw., pada esensinya bersifat tatanan kota (urban) secara radikal. Program-program Nabi di Madinah sangat radikal dibanding dengan pola hidup orang-orang Arab jahiliyah ialah tiadanya keteraturan, dengan ciri menonjol tiadanya pranata kepemimpinan masyarakat yang mapan, yang menjadi kebutuhan masyarakat maju, yang ada hanyalah pranata kepemimpinan atas dasar kesukuan dan keturunan saja. Maka yang diwujudkan oleh Nabi Saw. adalah pola hidup sosial dengan pranata kepemimpinan yang mapan dan rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi inti ajarannya adalah perubahan dari kehidupan “liar” menjadi pola kehidupan beradab, dengan dukungan-dukungan sistem tertib hukum dan kekuasaan. Setiap anggota masyarakat diwajibkan menghormati dan menjalankan hukum yang dianutnya dengan tulus dan setia hati, sebab hanya dengan cara itu suatu kehidupan yang lebih tinggi dapat diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dalam kehidupannya adalah pembuat sejarah, walaupun tidak dapat dibuat dengan sesuka hatinya, mereka ciptakan berdasar keadaan yang langsung mereka hadapi, mereka terima, sebagai lanjutan dari masa lalu. Yang dimaksud dengan itu semua adalah aktivitas dan pemikiran manusia itulah yang kelak akan menjadi suatu sejarah yang mereka ciptakan. Aktivitas yang kemudian menjadi sesuatu yang bersejarah bukanlah dihasilkan sekali jadi oleh pelakunya, tetapi secara terus menerus mereka ciptakan ulang melalui suatu cara, dengan cara itu juga mereka menyatakan dan dinyatakan sebagai pelaku sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini bimbingan ke arah tumbuh suburnya motivasi dan kreativitas mesti seimbang, sebagai potensi untuk bertindak. Motivasi menyediakan rencana menyeluruh untuk bertindak, sekalipun banyak tindakan manusia tidak termotivasi secara langsung. Meski tindakan tertentu tidak dimotivasi dan motivasi seseorang umumnya tidak disadari, namun motivasi memainkan peran penting dalam tindakan manusia. Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan tindakan dengan tujuan tertentu, atau suatu usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Membangun Peradaban&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kini, apa yang sedang kita lakukan dan terus kita lakukan, adalah membangun peradaban menuju perubahan sosial yang terhormat. Dalam kaitan ini (perubahan sosial) kita tidak melihat selalu berlangsung secara mulus, dalam prosesnya terkadang terhenti dan mulai lagi. Namun, karena memiliki motivasi yang jelas, maka membangun peradaban yang kita lakukan ini kita yakini akan terus bergerak dan tidak pernah terhenti. Dalam kaitan ini, kita telah memiliki kapital (modal) dengan berbagai jenisnya, baik kapital ekonomi, kapital kultural, kapital sosial, bahkan kapital simbolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kapital yang kita miliki harus kita arahkan untuk meraih masa depan yang bermakna. Masa depan yang bermakna tidak dapat ditunggu bahkan tidak dapat ditemukan kembali. Maksudnya, bahwa kita takkan menemukan masa depan itu di masa lalu, dan kita tidak boleh berdiam pasif menunggu nasib kita. Masa depan mesti ditemukan, diciptakan, ditulis dalam apa yang kita kerjakan kini. Untuk meraihnya, sebenarnya tidak ada jawaban tunggal, namun semua kita berhak menjawabnya dengan berbagai jawaban, yang kemudian kita rangkum sebagai jawaban bersama, dan itulah wujud dari kepribadian yang mesti kita pegang teguh. Dalam hal ini tak perlu lagi kita mempertanyakan siapa diri kita namun sebaliknya pikirkan dan lakukan perbuatan apa yang terbaik untuk meraih masa depan yang terhormat, dan terus berbuat dan bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beraktivitas untuk mencapai masa depan yang terhormat, memerlukan pengendalian diri, masing-masing pada propor¬sinya. Itulah wujud saling ketergantungan satu dengan lainnya (interdependensi) dalam beraktivitas. Semakin panjang rantai saling ketergantungan, individu makin banyak belajar mengendalikan dirinya sendiri, dan individu semakin terbebas dari nafsunya sendiri. Makin panjangnya rantai ketergantungan, tak hanya berkaitan dengan makin kuatnya pengendalian atas kemauan individual, tetapi juga berkaitan dengan makin meningkat kepekaan terhadap orang lain dan diri sendiri. Makin tingginya derajat kepekaan ini merupakan aspek kunci proses peradaban dan menjadi penyumbang utama perkembangan peradaban selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki masa depan yang bermakna adalah kemampuan dan kepiawaian kita men-solving problem masa kini. Kita katakan sebagai kepiawaian, sebab untuk menanggulangi berbagai macam masalah memang tidak ada jawaban rasional tunggal, karenanya diperlukan berbagai jawaban yang rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya jawaban-jawaban rasional yang harus ditampilkan untuk memasuki masa depan terhormat tentunya meniti pada kapital-kapital yang telah kita miliki, yang semua kapital-kapital itu harus diperkuat dengan ilmu pengetahuan, yang dapat memperhalus kepekaan kita terhadap pandangan yang berbeda dan memperkuat kemampuan kita untuk bertoleransi atas pendirian-pendirian yang tak mau dibandingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita yakin masyarakat kita (Indonesia) akan terus berkembang maju secara evolusioner menuju ke kepribadian dan moral yang ideal, setelah melewati berbagai fase yang mendahuluinya. Dari masyarakat militan menuju kepada masyarakat “pendidikan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat militan yang dimaksud adalah masyarakat yang tersusun sebagai militer, guna melakukan berbagai rangkaian pengawasan terhadap kehidupan bangsa. Struktur masyarakat dari tingkat atas sampai kepada lapisan paling bawah tersusun sebagai militan (militer) yang bertugas “perang” mempertahankan stabilitas. Pendekatan semacam ini membawa efek yang sangat mendalam, yang sisa-sisanya tidak dapat terselesaikan dalam tempo singkat. Tindakan-tindakan kekerasan sosal dalam berbagai macam bentuknya (sekalipun beralasan kebebasan dan demokrasi), itu semua merupakan cerminan akibat dari pada fase masyarakat militan yang telah kita lalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kita sadari bahwa perubahan sosial tidak dapat sekali jadi, memerlukan ketekunan dan ke-lumintu-an kemauan dan tindakan. Pendekatan kita terhadap masa lalu harus arif, sehingga dapat kita jadikan sesuatu yang tetap bermanfaat. Mari kita jadikan masa lalu itu sebagai kumulasi pundak raksasa yang daripadanya kita dapat berdiri di atasnya untuk memandang masa depan yang ideal itu.&lt;br /&gt;Jika kita katakan gerak perubahan dari masyarakat militan menuju masyarakat pendidikan, itu yang dimaksudkan adalah: masyarakat militan yang bercirikan kekerasan (yang memang kekerasan dan pemaksaan pendapat masih sering terdemonstrasikan di masyarakat Indonesia). Karenanya perlu dirancang dan disebarluaskan suatu bentuk pendidikan untuk belajar hidup bersama dalam damai dan harmoni. Suatu bentuk pendidikan pengembangan belajar hidup bersama dengan orang lain, dengan semangat menghormati nilai-nilai pluralisme dan kebutuhan untuk saling pengertian, toleransi, dan damai. Proses belajar hidup bersama yang akan memungkinkan terhindarnya pertikaian atau memungkinkan penyelesaian pertikaian secara damai. Hidup bersama semacam ini memerlukan suatu proses yang dinamis, holistik, sepanjang hayat melibatkan warga bangsa secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita tekuni kini (masyarakat pendidikan) merupakan citra mendasar tentang apa yang menjadi masalah pokok di masa kini bangsa kita, dan itu kita jadikan kerangka pikir kita (paradigma). Sebagai ummat beragama, kita memiliki sandaran kokoh yaitu ridla Allah. Untuk mendapatkannya merupakan suatu keniscayaan. Karenanya mari kita gantungkan segala daya dan upaya kita untuk mendapat ridla-Nya semata-mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengemban tugas suci dan mulia ini tidak boleh ada suatu keraguan dan canggung, dengan kepribadian yang utuh, dalam perjalanan, kita pasti dapat menilai segala yang bernilai baik maupun sebaliknya. Kita harus selalu arif dalam menghadapi tantangan dan rintangan. Jiwa besar mesti kita internalisasikan ke dalam diri kita. Menjalankan tugas mulia memang sepertinya menjadi sangat baik bila mendapatkan kesepakatan semua manusia, namun itu merupakan sesuatu yang mustahil. Ridla Tuhan jauh lebih “gampang didapat” daripada kerelaan manusia. Namun jangan pernah berhenti mengemban tugas mulia ini hanya karena tidak mendapatkan kesepakatan dari semua manusia (yang mustahil itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu adagium :&lt;br /&gt;رضى الناس غاية لا تدرك&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kerelaan semua manusia sesuatu yang tak mungkin dicapai. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Karenanya,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;ما لا يدرك كله لا يترك كله&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kerjakan sesuatu yang baik itu sekalipun tidak mendapatkan persetujuan dari segala lapisan manusia.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak boleh canggung, seperti canggungnya sang penunggang keledai (sudahpun binatang tunggangannya keledai canggung pula, apa jadinya?). Alkisah, seorang bapak dan anak sedang menempuh perjalanan pengembaraan, berkendaraan keledai. Tatkala di perjalanan yang jauh dari keramaian mereka (bapak, anak, dan keledai) berjalan dengan semangat dan riang gembira. Begitu memasuki keramaian kota, banyak manusia berkomentar, bermacam-macam komentarnya. Yang paling direspon oleh sang penunggang adalah kritik orang jalanan yang mengatakan: “Wah, itu orang tidak berperikemanusiaan, keledai begitu kecilnya kok ditunggangi oleh dua penumpang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, turunlah sang ayah dan menuntun keledai sambil membiarkan anaknya tetap di punggung keledai. Dalam perjalanan selanjutnya didengar pula kritik dari orang yang mengaku ahli dalam etika dan sopan santun, apa katanya: “Anak tak tahu diri, orang tua disuruh berjalan sambil menuntun keledai sedang dia duduk di punggung keledai”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direspon pula kritik itu oleh sang anak, kemudian mereka berjalan bersama, bapak, anak, dan keledai. Tak lama kemudian berpapasanlah mereka dengan seorang pedagang yang selalu berhitung untung rugi, dan berkata penuh kritik: “Ah, bodoh kali kalian ini, cuaca panas seperti ini kamu berjalan kaki tanpa terumpah lagi” (padahal mereka memakai sandal usang). Mendengar kritik berbau penghinaan ini, bapak dan anak mengambil keputusan fatal, mereka anggap akan lebih etis dan berperikemanusiaan tindakan yang akan dia ambil, yaitu: Mereka ikat kaki keledai itu selanjutnya mereka gotong dengan pikulan, dan mereka pikul sambil meneruskan perjalanan di keramaian manusia. Tentunya semua yang melihat menjadi bertanya-tanya, tertawa melihat kelakuan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah contoh tamsil orang yang kurang teguh pendirian. Mengapa tidak teguh pendiriannya? Karena kurang modal ilmu, keledai mampu mengangkat beban dua kali lipat berat badannya. Andainya sang bapak dan anak tadi mengetahui berat badan keledai mereka taklah mungkin terjadi peristiwa yang menggelikan tadi. Padahal dari jalan cerita tadi, sepanjang perjalanan sebelum masuk kota kekuatan keledai telah teruji. Namun karena sang bapak dan anak ternyata kurang percaya diri, bukan ridla Tuhan yang dicari, namun puja-puji manusia yang didengar, akhirnya fatal maupun celaka. Sudahpun berkendaraan keledai, celaka pula yang didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita terjauh dari tamsil sang penunggang keledai tersebut. Dan dalam kesempatan ‘Idul Fithri ini kami menyampaikan Selamat ber-‘Idul Fitri, semoga amal darma bakti kita diterima oleh Tuhan Allah Subhanahu Wata’ala, dan maaf lahir batin atas segala kekhilafan yang kami lakukan. (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;Sumber Berita Indonesia, 25/ 2006&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-116514853214891904?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/116514853214891904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=116514853214891904&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/116514853214891904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/116514853214891904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2006/12/interdependensi-merupakan-fitrah.html' title='INTERDEPENDENSI MERUPAKAN FITRAH KEHIDUPAN MANUSIA'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-116263546264738388</id><published>2006-11-04T02:08:00.000-08:00</published><updated>2006-11-04T02:51:48.950-08:00</updated><title type='text'>Petani Miskin Negara Lemah</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2789/3106/1600/petani1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2789/3106/320/petani1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Mutiara Pemikiran Syaykh Al-Zaytun (7)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Oleh : Ch. Robin Manulang*)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah sebuah negara agraris yang tanahnya subur dan sumber daya alamnya kaya. Sebagian besar rakyatnya adalah petani yang 70% tinggal di desa. Tapi, ironisnya, masih terus mengimpor beras dan hasil pertanian lainnya. Sebab petaninya super-gurem, miskin, bahkan masih ada yang busung lapar. Negara “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;kaya raya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;” ini ternyata sangat lemah, karena petaninya miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh Al-Zaytun Abdussalam Panji Gumilang menyikapi masalah ini sangat serius dan mendasar. Di lembaga pendidikan Al-Zaytun yang bersemangat pesantren dan bersistem modern, yang didirikan dan dipimpinnya, itu dia mencanangkan semboyan “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Petani Kaya Negara Kuat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;”. Semboyan itu untuk menumbuhkan semangat pemuda (para santri dan mahasiswa) dalam hal pertanian. Supaya pemuda mau dan bangga bertani dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemuda yang mencintai pertanian sehingga mampu menjadi petani yang hakiki, bukan buruh tani atau petani super-gurem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampus terpadu itu dicanangkan dan diekspektasikan bahwa petani pun bisa kaya. Sebab menurut Syaykh Al-Zaytun, saat ini image di kalangan pemuda, termasuk pemuda anak petani, bertani berarti akan menjadi orang miskin, hina, tidak terhormat. Petani dianalogikan sebagai buruh tani, petani gurem, orang-orang miskin dan hina. Sehingga orang tua mereka juga berpesan : “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Bersekolahlah, agar jangan menjadi petani seperti bapak&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Image petani miskin inilah yang harus diubah menjadi petani yang makmur dan kaya serta terhormat. Untuk itu, menurut Syaykh Al-Zaytun, perlu ada penataan kembali masalah pertanian yang difasilitasi oleh negara. Negara atau pemerintah harus menjadi fasilitator yang mempu memberikan rangsangan-rangsangan bahwa bertani itu mulia, bahwa petani itu kaya. Sebab jika petani kaya, negara akan kuat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan suatu negara akan sangat kokoh bila petaninya kaya. “Kalau pedagang kaya, negara belum tentu kuat. Apalagi kalau pejabat dan pegawai negeri kaya, negara pasti tidak kuat. Tapi kalau petani kaya negara pasti kuat. Karena petani tidak korupsi dan tidak akan membawa modal dasarnya ke mana-mana kecuali di negaranya sendiri,” ujar Syaykh Al-Zaytun dalam beberapa kesempatan berdialog dengan penulis. Sebaliknya, bila petani miskin, kekuatan sesuatu negara akan sangat lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Petani super-gurem&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Aburizal Bakrie di Padang (14/09/2006) mengatakan sekitar 70 persen petani miskin karena lahan yang terbatas serta rendahnya penerapan teknologi. “Selain itu, biaya produksi sangat besar, sedangkan mereka tidak menggunakan bibit unggul akibatnya hasil yang diraih sangat terbatas,”katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potret petani super-gurem Indonesia juga terlihat dari data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) tahun 2001, luas lahan Indonesia 11,6 juta hektare, sedangkan jumlah populasi aktif di sektor ini sekitar 50 juta jiwa dari total populasi 201,9 juta. Jadi, seorang petani di Indonesia hanya mengelola lahan 500 meter persegi perkapita. Jauh lebih buruk dibandingkan dengan potret petani Thailand yang memiliki 1.850 meter persegi perkapita. Bandingkan pula dengan petani Amerika Serikat 10.000 meter persegi per kapita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi maslah terjadinya konversi besar-besaran lahan sawah ke lahan non pertanian. Selama tiga tahun saja terjadi konversi lahan sawah 676.000 hektar atau 225.000 hektar per tahun. Sementara itu, percetakan sawah hanya 441.700 hektar atau 147.000 hektar per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah lagi masalah kurang efisiennya tenaga kerja pertanian di Indonesia. Menurut Clifford Geerz dalam Involusi Pertanian, pemakaian tenaga kerja di sektor pertanian di Indonesia tergolong sangat besar yakni 0,127 Kw/ha. Sedangkan di negara lain, seperti Amerika Serikat kurang lebih 0,002 Kw/ha dan jepang 0.014 Kw/ha. Tenaga kerja manusia di Jepang dan Amerika Serikat lebih intensif dibanding di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat dan Jepang produktivitas pekerja (petani) bukan hanya diperhitungkan per ha sawah, tetapi penggunaan tenaga kerja dimanfaatkan seefisien mungkin dengan menggunakan perhitung yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali, sangat baik jika digambarkan potret petani super-gurem Idonesia, dari pengalaman Suparno. Sekitar 25 tahun lalu Suparno datang dari Magelang, Jawa Tengah, ke Kabupaten Subang, Jawa Barat, dengan harapan akan lebih mencerahkan jalan hidup keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, nasibnya tidak jauh berbeda. Sebab di Subang, yang terkenal sebagai lumbung beras, dia hanya mengolah sawah dengan sistem &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;maro &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;(mengerjakan sawah milik orang lain dengan sistem bagi hasil 2:1, dua untuk dia, satu untuk pemilik lahan). Benih, pupuk dan tenaga dia tanggung sendiri. Dia bersama istri (putri asli Subang yang juga tidak punya sebidang tanah) dan anak-anaknya mengolah lahan sekitar 7.500 meter milik juragan yang tinggal di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suparno hanya petani penggarap. Dia memilih menggunakan benih padi jenis cihanjuang, karena harganya lebih murah. Setiap masa tanam tiba dia harus mengeluarkan uang untuk lima kilogram benih dan beberapa kilo pupuk yang totalnya kurang lebih Rp 700.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap empat bulan sekali dia memanen 3,5 ton gabah. Sesuai perjanjian maro, dia hanya berhak atas 2,33 gabah. Sisanya, 1,17 toh harus diberikan kepada pemilik tanah. Dia pun dengan cepat menjual bagiannya 2.33 ton gabah itu masih dalam keadaan basah karena memerlukan uang untuk membayar utang dan membeli benih baru serta pupuk untuk masa tanam selanjutnya. Dia hanya mendapat uang sebesar Rp 2.300.000 – Rp 2.500.000. Karena di desanya, gabah dalam keadaan basa bisa laku sekitar Rp 100.000 – Rp 120.000 per kuintal. Biasanya dia hanya bisa panen dua kali setahun. Berarti penghasilan Suparno mencapai Rp 5 juta kotor atau rata-rata Rp 415.000 per bulan untuk membiayai kehidupan enam anggota keluarga. Itulah salah satu potret petani Indonesia. Potret petani sebuah negara agraris !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Bertani Bukan Kehinaan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Maka tak heran bila petani Indonesia sering disebut kelompok kelas bawah, kaum marjinal atau kaum kecil yang terpinggirkan. Image agas potret petani miskin itulah yang harus diubah. Sebab menurut Syaykh Al-Zaytun, petani itu miskin tidak lagi sekedar image di kalangan pemuda anak petani yang menyebabkan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;concern &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;petani di bidang pertanian tidak konstan. Dan itu disebabkan banyak hal adan unsur yang menganggap petani itu tidak menjanjikan. Karena petani hanya dianalogikan dan disamakan sebagai buruh tani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Secara sadar dan sistematis harus ditumbuhkan keyakinan bahwa bertani bukan suatu simbol kehinaan. Tapi bertani adalah simbol kedigdayaan,”kata Syaykh. Untukitu harus ada penataan kembali sisi pertanian dengan sebaik-baiknya. Dengan sistem dan program pertanian yang ditata dan difasilitasi oleh negara. Sehingga pemuda ke depan mencintai pertanian dan mampu menjadi petani yang hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, pemerintah harus mampu menjadi fasilitator yang mampu memberikan rangsangan-rangsangan bahwa bertani itu mulia, bahwa petani kaya akan menghantarkan kepada negara kuat. Difasilitasi agar petani itu kaya. Sehingga dari kekayaan petani menimbulkan kekuatan negara. Baru nanti akan tumbuh rasa cinta pertanian. Jika kaum petani yang sekitar 70 persen tinggal di pedesaan diangkat kesejahteraannya menjadi kaum yang berdaya, niscaya Indonesia akan semakin kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Al-Zaytun sendiri, Syaykh Panji Gumilang mencanangkan semboyan : “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Petani Kaya Negara Kuat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; – &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Nong Fu Guo Qfang&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;” Mandarin). Tapi dia menyebut Al-Zaytun bukanlah fasilitator, pemerintahlah seharusnya menjadi fasilitator. Pihaknya (Al-Zaytun) hanya berupaya menumbuhkan semangat pemuda (dalam hal ini pelajar dan mahasiswa) dalam hal pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh melihat perlu adanya konsep pendidikan yang bisa menumbuhkan para pelajar atau anak didik cinta terhadap pertanian. Sehingga ke depan para pemuda itu akan mampu dan mau bertani dengan keterampilan yang mumpuni. “Bagi yang spesifikasi pendidikannya di pertanian tentunya kita arahkan agar menjadi sarjana-sarjana pertanian cinta pertanian, itu inti. Sehingga nanti tumbuh dalam diri mereka satu keyakinan bahwa bertani bukan suatu simbol kehinaan. Tapi bertani adalah simbol kedigdayaan,” jelas Syaykh, sang pelopor pendidikan terpadu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh Al-Zaytun dalam qobliah Jumat (02/12/2005), bahwa negara berbasis pertanian wajarnya adalah mengekspor hasil pertanian. Negara berbasis pertanian wajarnya adalah seluruh bangsanya &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;concern&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; terhadap pertanian. Bila zaman sudah modern bangsa ini harus mampu masuk pada dunia pertanian yang modern. Sehingga tidak ada lagi polemik ekspor-impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab menurut Syaykh Panji Gumilang, ekspor-impor pangan adalah Indonesia sebagaimanan dirilis Majalah Al-Zaytun Edisi 42-2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Sekaligus Mengangkat Desa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bertani itu, umumnya adanya di desa. Jadi mengelola pertanian dengan sebuah sistem juga berarti mengangkat desa. “Desa harus diangkat setinggi-tingginya dalam makna difasilitasi secukup-cukupnya. Berikan air, maknanya air jangan sampai menggenang di waktu hujan sehingga tidak menjadi banjir, dan lari sedemikian rupa diwaktu panas sehingga menjadi kekeringan. Maka fasilitas air sangat diperlukan, berikan desa itu fasilitas air. Sehingga identitas desa sebagai lahan pertanian itu bisa riil,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu berikan sarana-sarana infrasturktur dalam bentuk jalan, perbaikan jalan. Sehingga komunikasi antara desa dan kota menjadi selesai. Produk-produk pertanian menjadi gampang dipasarkan oleh petani sendiri melalui koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian berikan fasilitas penerangan listrik yang cukup. Sehingga produk pertanian itu tidak dijual hanya &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;row material&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;-nya saja, tapi pasca-panen petani masih bisa memproduk produksi pertanian yang lain karena ada tenaga listrik di kampung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selain ketiga unsur itu yang harus diberikan kepada masyarakat desa, yang tidak kalah pentingnya dan menjadi basis semua itu, kalau diberikan sarana pendidikan yang cukup dan pertanian,” kata Syaykh. Dalam hal ini, menurut Syaykh, pemerintah sebenarnya hanya fasilitator, yang mesti &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;action&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; nyata adalah petani itu sendiri. Masalahnya, petani di Indonesia rata-rata buruh tani bukan petani. Banya orang masih belum &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;concern&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; pada pertanian. Yang masih &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;concern&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; pada pertanian hanya buruh tani dan petani super-gurem, bukan petani yang terdidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kelompok bawah termarjinalkan, terpinggirkan, kelompok warga yang tak berdaya hanya menjadi objek. Tidak berdaya dalam mekanisme sarana produksi dan mekanisme pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh, hal ini yang harus diatasi dan ditingkatkan. Dalam masa 5-10 tahun ke depan, program negara harus pro petani, pro rakyat desa. Sehingga nanti terjembatanilah kemakmuran di desa dengan kebijakan yang strategis mengangkat petani, menjadi petani yang hakiki, sekaligus mengangkat masyarakat desa,” ujar Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian fasilitator (pemerintah) terhadap pertanian harus lebih ditingkatkan. Peningkatan perhatian itu antara lain dibuktikan dengan peningkatan anggaran untuk pertanian. Kurangnya anggaran pertanian adalah bukti kurangnnya perhatian pemerintah selaku fasilitator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu akibat dari kurangnya perhatian fasilitator juga terlihat dari kenyataan banyaknya sarjana lulusan pertanian beralih profesi ke bidang non-pertanian. Produk pendidikan pertanian itu tidak menjamin negara ini langsung menjadi baik bila fasilitatornya tidak meletakkan mereka pada posisi-posisi yang sebenarnya. “Mengapa seorang sarjana pertanian menjadi alih profesi, lari kepada tugas-tugas keuangan, tugas-tugas politik, tugas-tugas yang lain? Karena memang fasilitas pertanian menurut mereka dianggap tidak ada.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, menurut Syaykh, sistem pendidikannya sendiri tidak menciptakan satu keyakinan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;enterpreneurship&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; bagi masing-masing manusia terdidik. “Akhirnya dia bergantung kepada kekuatan yang mau menggunakan dirinya. Yang pada gilirannya tidak profesional semuanya dan terjadilah kondisi negara seperti yang hari ini kita rasakan bersama,” tegas Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh menambahkan bahwa keberhasilan pertanian itu bisa mengangkat kejayaan negara, dan itu bukan sekadar keyakinan, namun harus menjadi darah daging bangsa Indonesia. Karena tanpa itu Indonesia tidak bangkit. “Karena itu untuk membangkitkan Indonesia, pertanian mesi ditata secara wajar tidak seperti hari ini. Hari ini penataan pertanian tidak wajar,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Padi Sumber Kaya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Indonesia sebagai salah satu negara agraris yang berpenduduk mayoritas petani, tetapi kebanyakan masih menggunakan cara tradisional mengikuti tradisi leluhur. Sehingga produksinya dari tahun ke tahun tidak mengalami peningkatan yang signifikan, hanya berkutat di kisaran 4 ton per hektar. Sementara negara tetangga, Vietnam dan Malaysia telah mampu meningkatkan produktivitas padi 10 ton per hektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan dan ketertinggalan Indonesia tersebut, menurut Syaykh, diakibatkan oleh beberapa faktor. Di antaranya, banyaknya tenaga ahli pertanian yang bekerja tidak sesuai dengan bidangnya. Juga rendahnya biaya untuk penelitian di samping adanya anggapan bahwa petani tidak akan pernah menjadi kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini harus sesegera mungkin di atasi. Apalagi WTO telah mencanangkan tahun 2015 akan dibuka liberalisasi produk pertanian. Untuk menghadapi hal tersebut, kata Syaykh, persiapan harus maksimal. Karena kita siap atau tidak hal itu pasti berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kata Syaykh, jangan menunggu semua siap. “Kita yang di masyarakat kecil ini harus berjalan. Tak perlu harus menunggu seluruh bangsa siap. Kalaumau memanen pisang jangan menunggu yang matang di pohon. Jadi satu pisang ada yang matang itu suah siap namanya. Jadi kita harus siap karena pasti datang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berpesan kita tidak perlu takut dengan dibukanya liberalisasi produk pertanian, malah tambah bagus karena kita bisa punya partner yang banya dari mana-mana. “Kita bisa alih teknologi, kalau mau kita transfer pengalaman kita atau kita ambil dari pengalaman mereka, jadi nggak usah khawatir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun sendiri, sebagai bukti cinta terhadap pertanian Indonesia, telah membentuk Kelompok Tani Terpadu yang terdiri dari para tenaga ahli dan diketuai langsung oleh Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang. Kelompok Tani Terpadu itu selalu berusaha mencari terobosan baru dibidang pertanian khususnya padi. Mereka selalu mengadakan penelitian, terlebih berhubungan dengan bibit unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemburuan bibit unggul itu terus dilakukan, sejak awal Mei 2005 dengan menyilang dua varietas bibit unggul yang berbeda asal, menjadi varietas baru yang diharapkan dapat menyempurnakan sifat dari keunggulan tersebut. Hasil dari penelitian yang tak kenal lelah selama berbulan-bulan itu, pada awal Desember 2005, Al-Zaytun telah me-&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;launching&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; calon varietas baru yang diberi nama : Sumber Kaya, Sri Rejeki, KKO dan KKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padi Sumber Kaya adalah keturunan pertama (F1) dari hasil persilangan dua varietas yang ebrasal dari Indonesia dan Malaysia. PTB (Fatmawati) asal Indonesia di silang dengan MRQ 74 asal Malaysia menghasilkan Sumber Kaya. Dan kebalikannya MRQ 74 disilang dengan PTB (Fatmawati), menghasilkan Sri Rejeki. Kemudian varietas lokal Indramayu biasa disebut Kebo disilang dengan Kowani asal Sulawesi Tenggara menghasilkan KKI, dan kebalikannya Konawi disilang dengan Kebo menghasilkan KKO. Krena masing-masing baru F1 tentunya belum dapat dikatakan sebagai unggul, tidak-lanjutnya adalah peningkatan kepada F2, F3, dan selanjutnya sampai menjadi bibit galur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dari tanda-tanda awal sangat dimungkinkan tujuan keunggulan akan dapat dicapai dengan beberapa alasan. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, berbagai penyakit yang biasanya menyerang berbagai varietas tersebut, sperti kresek, tungro, wereng dan sudep tidak muncul selama dalam proses pertumbuhannya. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, anakan produktif, jumlahnya relatif banyak, lebih dari 20 malai (melebihi induknya). &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, keseragaman masa berbuah. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, malai relatif landung berbulir di atas 150. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, umur hampir bersamaan dengan induk asal antara 100-115 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pengembangan lebih lanjut terus diusahakan sampai menjadi bibit galur dan tentunya bila semua tercapai dengan sukses akan menambah khazanah perbibitan pangan Indonesia,” harap Syaykh optimis. Dengan penelitan yang tak pernah lelah dan tak henti-henti, Syaykh optimis, akan menghasilkan produk pertanian yang gemilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi dengan berdirinya Universitas Al-Zaytun Indonesia, menurut Syaykh, akan merupakan jawaban untuk memadukan sistem pertanian yang modern dan tradisional. “Nanti Universitas Al-Zaytun kita harapkan mencampurkan usaha tradisional dan kontemporer untuk mewujudkan sesuatu yang adil dan manusiawi bagi masa depan,” kata Rektor Universitas Al-Zaytun Indonesia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Qobliah saat melaunching (syukuran) lahirnya calon varietas bibit baru Padi Sumber Kaya (02/12/2005), Syaykh berkeyakinan produktifitas padi akan meningkat, akan berlimpah. “Kita harapkan dapat 12 ton padi, yang setiap tahun dan satu dekade harus terus meningkat. Panen dulu 8 ton, lalu ditambah seperempat lagi menjadi 10 dan terus 12 ton,” kata Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh mengungkapkan bahwa Amerika, Mesir, dan Australia sudah 10 ton per hektare, sedangkan Indonesia masih rata-rata 4-4,5 ton per hektare. “Mudah-mudahan 12 ton dasn kita sebar semua di seluruh Indonesia bahkan kalau perlu Malaysia ambil dari sini,” harap Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;Food and Agriculture&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh menjelaskan bahwa &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;green revolution&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; atau revolusi hijau yang telah berjasa banyak bagi kelangsungan hidup manusia. Pada saat &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;green revolution&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, manusia baru berjumlah kurang dari tiga milyar, lahir satu kejutan dengan intensifikasi pengairan, bibit dan pupuk serta sarana produksi yang berhasil meningkatkan produktivitas dari 2 ton gabah menjadi 4-5 ton per hektar. Sehingga manusia menjadi tidak &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;lost generation&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; karena masih cukup makanan yang dimakan. “Seandainya revolusi hijau tidak ditempuh, mungkin manusia hari ini tinggal 500 juta dan kurus-kurus lagi bodoh karena kurang makan,” jelas Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, selanjutnya saat ini, jelas Syaykh &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;green revolution&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; sudah stagnan. Dalam satu hektar lahan pertanian hanya mampu diproduksi 3-4 ton beras paling tinggi. Hal ini akan menjadi bahaya keterbatasan pangan bagi manusia. “Kalu tidak dicari &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;way out&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;-nya akan ada bahaya,” ucap Syaykh. Dan jalan keluar dari bahaya kekurangan pangan pasca &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;green revolution&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; adalah dengan menata sistem pertanian moderen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca-stagnan-nya &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;green revolution&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang juga dituduh orang menyebabkan rusaknya ekosistem bumi, orang mulai beralih kepada&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; doubly &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;green revolution&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Suatu upaya memperbaiki &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;green revolution&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; tersebut, dengan mengisi &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;contain&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; baru. Bagaiman supaya &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;green revolution&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; ini bisa &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;sustainable&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; , berjalan terus. Tapi kandungannya manusiawi dan lebih natural, lebih organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh, pada abad ini dunia masuk kepada &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;gen revolution&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; atau revolusi gen. Dengan didukung oleh &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;revolution gen&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, maka terjadilah green revolution yang &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;sustainable&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, sehingga &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;food and agriculture&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; itu sehat. Jadi &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;food and agriculture&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;harus sehat. &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;Zero chemical&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;, tidak punya kandungan kimia buatan sama sekali. Dan ini tidak serta merta terjadi, karena proses alam ini sudah terlalu lama terkontaminasi oleh kimia buatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kehidupan ini sangat bergantung pada tanah, sedangkan tanah sudah terkontaminasi pada &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;green revolution&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang lalu. Sekarang kita memperbaiki melalui &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;organic agriculture. Organic agriculture&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; itu memakan masa yang panjang. Satu contoh produk organik, pertanian organik itu baru dinyatakan 100% organik apabila satu lahan selama dua tahun tidak terkontaminasi oleh kimia buatan baik itu yang di tanah maupun di tanaman itu sendiri. Kemudian dua tahun di lingkungan itu tidak ada lingkungan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;chemical.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Baru masuk, pada organik atau &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;organic agriculture&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Kegiatan-kegiatan yang lain berkaitan dengan organik baru produknya dinamakan produk organik. Itu kalau konsisten semua,” Syaykh menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini diperlukan manusia terdidik di pertanian yang mengerti efek &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;chemical&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, mengerti lingkungan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;chemical,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; mengerti masa berlakunya chemical untuk tanah. Tanah, akibat &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;green revolution&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; ada terkena kanker teanah. Maka perlu perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Green Revolution&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; mulai tahun 60-an. Kemudian dinyatakan harus diubah tahun 90-an. Ini bermakna 30 tahun. Perbaikan juga 30 tahun. Tapi tatkala kita memperbaiki dalam asa 30 tahun tidak boleh stagnan. Bila stagnan maka manusia akan kelaparan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil memperbaiki &lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;em&gt;green revolution&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; penemuan-penemuan baru masuk pada organik kemdian didukung dengan penemuan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;gen revolution&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;., baru tumbuhlah satu kekuatan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;food and agriculture&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang kokoh, sehat, dan manusia semakin sehat, produktif. Itu revolusi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua strategi sasarannya adalah &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;food&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;. Karena maslah &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;food&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; tidak bisa lagi ditawar-tawar. Ke depan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;food&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; ini harus ehat. Sebenarnya yang lalu juga harus sehat, tapi dari pada mati pada umur 20 tahun lebih baik panjang umur,” kata Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, urai Syaykh, manusia sudah bisa hidup 60 tahun namun lebih baik bisa sehat dan mampu hidup 100 tahun. Nanti bisa sperti Nabi Nuh lagi. Mungkinkah? Hal ini sangat mungkin. Sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an (QS 2:96).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti ada cita-cita manusia untuk diberi umur 1000 tahun. Itu bukan hal yang mustahil kalu manusia mempertahankan kesehatan dengan menjaga &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;food and agriculture&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh, negara mana yang mampu menjaga &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;food and agriculture&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;-nya dengan baik maka akan mempu menjaga kesehatan bangsanya dengan baik dan itu negara kaya. Kita boleh tengok semua negara yang kaya dan kuat itu menjaga &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;food dan agriculture&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Kalau kita tidak percaya sudah tentu akan menjadi negara hina dina.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Sumber Majalah Berita Indonesia – 24/ 2006&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-116263546264738388?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/116263546264738388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=116263546264738388&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/116263546264738388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/116263546264738388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2006/11/petani-miskin-negara-lemah.html' title='Petani Miskin Negara Lemah'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-116154120026529567</id><published>2006-10-22T11:18:00.000-07:00</published><updated>2006-10-22T11:41:08.153-07:00</updated><title type='text'>Belajar Hidup Bersama Dalam Damai</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2789/3106/1600/damai2.3.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2789/3106/320/damai2.3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;Mutiara Pemikiran Syaykh Al-Zaytun (6)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Oleh : Ch. Robin Manulang*)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia kontermporer (kini) sudah sangat sering terjadi dunia kekerasan yang luar biasa. Karena itu, perlu dirancang suatu bentuk pendidikan untuk belajar hidup bersama dalam damai dan harmoni. Suatu bentuk pendidikan penegmbangan belajar hidup bersma dengan orang lain, dengan semangat menghormati niali-nilai pluralisme dan kebutuhan untuk saling pengertian, toleransi dan perdamaian. Proses belajar bersama yang akan memungkinkan terhindarnya pertikaian dan/atau memungkinkan penyelesaian pertikaian secara damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar hidup bersama yang memerlukan suatu proses yang dinamis, holistik, sepanjang hayat melibatkan penduduk warga bangsa dari semua segmen masyarakat. Bentuk pendidikan hidup bersama dalam damai dan harmoni inilah yang diejawantahkan di Al-Zaytun sebagai pusat pendidikan dan pengembangan Budaya Toleransi dan Perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu visi Syaykh Al-Zaytun Abdussalam Panji Gumilang dalam rangka kehidupan bersama untuk masa depan sebagai warga bangsa dan umat manusia adalah hendaklah sikap dan tindakan kita mencerminkan penghapusan semua bentuk diskriminasi, serta menegakkan perlindungan hak asasi manusia dan demokrasi. Juga mencerminkan sikap dan tindakan pembangunan yang adil berimbang, manusiawi dan berkelanjutan, perlindungan lingkungan serta perpaduan nilai-nilai kemanusiaan kontemporer dan tradisional.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh Panji Gumilang, tatkala kita berpegang pada visi tersebut, kita rasakan bahwa modernisasi dan urbanisasi yang sangat pesat dewasa ini merupakan problem-problem yang kita hadapi, karena keberhasilan ekonomi dan teknologi jauh lebih cepat dari pada pembangunan sosial dan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh pemangku pendidikan ini melihat, pendidikan yang sesungguhnya memaninkan peranan yang fundamental untuk pembangunan pribadi dan sosial, telah dimanfaatkan hanya untuk menciptakan angkatan kerja terampil yang berakibat mengorbankan dan mengabaikan atas pembangunan seluruh pribadi. “Tujuan-tujuan jangka panjang dari nilai-nilai manusia dan prinsip-prinsip moral cenderung menjadi kurang penting pada waktu mereka harus bersaing dengan pertimbangan-pertimbangan ekonomis yang bersifat lebih segera,” keluh pelopor pendidikan terpadu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh toleransi dan perdamaian ini menegaskan, kita sebagai warga bangsa yang masih dalam proses demokratisasi harus memiliki tekad yang sungguh-sungguh dalam menyebar-luaskan prinsip-prinsip nilai-nilai universal, seperti hak-hak asasi manusia untuk semua dan dalam promosi budaya toleransi dan perdamaian. Untuk tujuan ini, tegasnya, Al-Zaytun sebagai pusat pendidikan, selalu menjadikan perhatian dan perioritas yang lebih besar pada pendidikan untuk perdamaian, hak asasi manusia dan demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendiri dan pemimpin Al-Zaytun itu yakin, bahwa perubahan-perubahan dan tantangan-tantangan masa depan memerlukan pengertian yang lebih baik dari banyak orang bahkan dari seluruh dunia, dan bahwa hal itu juga menuntut damai dan harmonis. “Kita harus menekankan pada dimensi-dimensi kemanusia, budaya, dan internasional dalam melengkapi setiap pribadi untuk menjawab setiap kebutuhan-kebutuhan abad XXI ini”, kata alumni Pondok Pesantren Gontor itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pondasi Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pendiri Yayasan Pesantren Indonesia itu menegaskan, kita harus memberikan aksentuasi bahwa setiap orang haruslah diperlengkapi untuk merebut kesempatan-kesempatan belajar sepanjang hayat, baik untuk memperluas pengetahuan, keterampilan dan sikap maupun untuk menyesuaikan diri pada dunia yang sedang dan terus berubah, rumit dan independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut putera bangsa kelahiran Gresik, 30 Juli 1946 itu, sendi pendidikan yang mesti ditegakkan adalah : Belajar mengetahui, yakni memperoleh instrumen-instrumen pengertian; Belajar berbuat, sehingga seseorang mampu bertindak secara kreatif di lingkungannya; Belajar hidup bersama, hingga dapat berperan serta dan bekerja sama dengan orang-orang lain dalam semua kehidupan manusia; Belajar menjadi seseorang, sehingga mampu mengembangkan kepribadian yang lebih baik dan bertindak dengan mandiri dengan keputusan dan tanggung jawab pribadi yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh Al-Zaytun mengingatkan, pendidikan tidak boleh mengabaikan aspek manapun dari potensi seseorang : ingatan, penalaran, rasa estetik, kemampuan fisik dan keterampilan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari empat sendi pendidikan tersebut, Syaykh Panji Gumilang meletakkan tekanan yang lebih besar pada sendi belajar hidup bersama yang dia anggap sebagai pondasi pendidikan. Pencapaiannya, dengan mengembangkan suatu pengertian tentang orang-orang lain dan sejarah tradisi dan nilai-nilai trandisional mereka. “Berdasarkan hal ini, kita dapat menciptakan semangat baru yang dibimbing oleh pengakuan tentang iterdependensi kita yang progresif dan analitis bersama tentang risiko-risiko dan tantangan-tantangan masa depan,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut suami dari Ibu Khotimah Rahayu, itu belajar hidup bersama adalah satu dari isu-isu pendidikan sekarang ini, karena dunai kontemporer (kini) sudah sangat sering menjadi dunia kekerasan. Memang, ujarnya pertikaian terlah terjadi sepanjang sejarah umat manusia, namun faktor-faktor baru telah menambah risiko, khususnya kemampuan yang luar biasa untuk penghancuran kemanusiaan itu sendiri yang diciptakan selama abad yang lalu dan terus dilanjutkan di abad ini. “Oleh karena itu, kita percaya akan perlunya dirancang suatu bentuk pendidikan yang akan memungkinkan terhindarnya pertikaian-pertikaian atau penyelesaiannya secara damai melalui pengembangan belajar hidup bersama dengan orang-orang lain, dengna mengembangkan suatu semangat menghormati nilai-nilai pluralisme dan kebutuhan untuk saling pengertian, toleransi, dan perdamaian,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Belajar Hidup Bersama &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perubahan global yang cepat, Indonesia dengan ciri-cirinya yang unik dalam pengertian kebudayaan, penduduk dan kondisi sosio-ekonomik, menurut Syaykh Panji Gumilang tengah menghadapi tantangn yang meningkat yang menuntut perhatian segera dan mendasar. Tantangan-tantangan ini terkait dengan isu-isu perdamaian, hak asasi manusia, demokrasi, dan pembangunan berkelanjutan. Untuk dapat menyelesaikan isu-isu ini, kata Syaykh Al-Zaytun, kita sebagai penduduk Indonesia dan penduduk dunia hendaklah dapat menerima perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh bangsa ini dan segera mulai berusaha atas dasar persamaan-persamaan untuk kelangsungan hidup kemanusiaan, berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan-kekuatan yang sudah dibangun oleh negara kita selama bertahun-tahun hendaklah dapat menjadi kekayaan fundamental untuk berbagi (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;share o&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;ut), peduli (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;care about&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;), membantu dan bekerja bersama ke arah pemeliharaan perdamaian, perlindungan hak-hak asasi manusia, mengembangkan demokrasi dan mempercepat pembangunan di dalam mengerjar tujuan-tujuan bersama kemanusiaan, berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bangsa Indonesia, Syaykh menegaskan, kita harus selalu belajar hidup bersama berdasarkan saling menghormati dan memahami, saling membantu, berbagi dan peduli untuk kemanfaatan dan keuntungan semua. Belajar hidup bersama memerlukan suatu proses yang dinamis, holistik, sepanjang hayat melibatkan penduduk warga bangsa bagi semua segmen masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika semua kualitas yang melekat pada pengertian belajar hidup bersama itu sudah diperhatikan dan dipertimbangkan, kata Syaykh, maka pendidikan untuk meraih perdamaian, hak-hak asasi manusia, demokrasi, dan pembangunan berkelanjutan sudah pasti merupakan suatu proses holistik yang saling terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh, pembangunan berkelanjutan yang meliputi semua aspek kehidupan manusia tidak dapat dicapai tanpa perdamaian. Perdamaian tidak mungkin dicapai tanpa demokrasi. Akan sulit meraih demokrasi dimana pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia masih terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tujuan Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dia menegaskan bahwa pendidikan untuk perdamaian, hak-hak asasi manusia, demokrasi, dan pembangunan berkelanjutan berarti pembangunan suatu kesadaran atas nilai-nilai universal. Namun, katanya, nilai-nilai ini hendaklah dipahami dalam konteks berbagai kebudayaan yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tujuan ini, tegasnya, pendidikan harus mempersiapkan setiap orang dengan keterampilan-keterampilan yang memampukan yang bersifat hakiki untuk pengelolaan kehidupan dalam dunai yang terus berubah secara cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan konsisten atau taat asas atas hal itu, Syaykh Al-Zaytun menyebut beberapa tujuan pendidikan untuk perdamaian, hak asasi manusia, demokrasi dan pembangunan berkelanjutan. Yakni : mengembangkan cinta untuk kemanusiaan dan lingkungan : menciptakan kesadaran tentang pentingnya hidup dalam harmoni seorang dengan yang lain dan dengan lingkungan; mengembangkan dalam diri orang-perorang, keterampilan komunikasi antar pribadi dalam rangka promosi pengertian, kesadaran menerima dan toleransi; memampukan orang-perorang untuk untuk memberi dan menerima; dan menciptakan kesadaran tentang keunikan orang-perorang dalam konteks sosio-budaya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga mengembangkan kualitas hubungan-hubungan manusia melalui kesadaran atas martabat dan persamaan, saling mempercayai, dan penghargaan atas keyakinan dan kebudayaan orang-orang lain; promosi peran serta aktif dalam semua aspek kehidupan sosial, dan untuk menjamin kebebasan ekspresi (ungkapan), keyakinan, dan beribadat; dan mengembangkan pembuatan keputusan demokrasi yang efektif yang akan mengarah pada keadilan dan perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, juga menciptakan kesadaran tentang kebutuhan akan kebebasan dan kemandirian orang-perorang dengan penuh tanggung jawab; mengembangkan keterampilan penalaran, memampukan warga belajar untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan dan informasi; dan menciptakan kesadaran akan lingkungan yang akan mengembangkan pembangunan berkelanjutan dan kontinuitas ras manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh Al-Zaytun menegaskan, belajar hidup bersama dalam perdamaian, hak-hak asasi manusia, mempraktekan demorasi dan mencapai pembangunan berkelanjutan, memerlukan pendekatan yang masuk akal dan terpadu untuk menjamin keterlibatan warga belajar yang mempunyai dampak pada setiap aspek warga belajar sebagai perorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Nilai-nilai Inti&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh menyebut empat nilai init yakni, perdamaian, hak-hak asasi manusia, demokrasi, dan pembangunan berkelanjutan, merupakan fungsi sentral pada tema “ &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Belajar untuk hidup bersama dalam damai dan harmoni&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Perdamaian :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; adalah kebenaran yang tidak dapat disangkal, bahwa seseorang tidak dapat memberikan sesuatu yang ia tidak punyai. Sebaliknya, seseorang tidak dapat berdamai dengan orang-orang lain dan dunia jika ia tidak berdamai dengan dirinya sendiri. “Perdamaian mulai dengan kita masing-masing. Melalui pemikiran yang tenang dan sungguh-sungguh tentang maknanya, maka cara-cara baru dan kreatif dapat ditemukan untuk mengembangkan pengertian, persahabatan, dan kerjasama antar semua manusia,” kata Syaykh mengutip ungkapan Sekjen PBB, 9-1986.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia sekarang ini, perdamaian merupakan barang yang jarang. Ini terbukti dari kecemasan orang-perorang dan melalui kurangnya pengertian yang layak antar manusia berbagai negara dan komunitas maupun masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suatu kebudayaan perdamian diperlukan untuk kehidupan bersama yang bermakna. Di dalam dunia dimana kemajemukan besar dalam tata cara pribadi, sosial dan budaya tentang keberadaan dan kehidupan, maka pemilikan nilai-nilai manusia yang penting dapat mengatasi perbedaan-perbedaan ini dan menjamin perdamaian dan solidaritas,” jelas Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh, proses pembangunan budaya perdamaian maupun perdamaian itu sendiri dimulai dari dalam hati setiap orang. Jika hal ini dapat dibagikan dengan kelompok-kelompok dan kebudayaan lain maka hal itu dapat menimbulkan perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyebut ambang pintu perdamaian adalah toleransi. Belajar untuk hidup bersama dalam damai dan harmoni itu meliputi toleransi. Toleransi : adalah penghormatan, kesediaan menerima, dan penghargaan atas keaneka-ragaman kebudayaan dunia kita, bentuk-bentuk ungkapan kita dan tata cara menjadi manusia. Menurutnya, hal itu dikembangkan oleh pengetahuan, keterbukaan, komunikasi, kebebasan pemikiran, kata hati dan keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Toleransi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; adalah harmoni dalam perbadaan,” kata Syaykh Al-Zaytun. Hal itu, katanya, bukan hanya tugas moral, tapi juga persyaratan politik dan hukum. “Toleransi, kebajikan yang memungkinkan perdamaian, memberi kontribusi pada penggantian kebudayaan perang oleh kebudayaan damai,” jelas Syaykh mengutip Deklarasi tentang prinsip-prinsip toleransi, Konferensi Umum UNESCO, November 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toleransi adalah kunci koneksistensi damai. Penduduk yang damai adalah penduduk yang toleran. Mereka mengakui dalam lubuk hati yang dalam tentang keunikan dan keragaman yang dimiliki oleh setiap orang, dan perbedaan-perbedaan dapat melengkapi dan bukan membagi-bagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pertikaian dan salah pengertian dapat saja terjadi, namun manusia toleran mampu mengubah kondisi-kondisi ini menjadi positif dengan mengembangkan kemampuan untuk menghentikan perasaan yang panas,” kata Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menegaskan bahwa toleransi bukanlah pemberian, bukan sikap acuh tak acuh. Toleransi adalah pengetahuan tentang orang lain. Hal itu adalah saling menghormati melalui saling memahami. Menurutnya, manusia tidaklah keras karena alamnya. “ Ketidak-toleran tidaklah ada dalam gen-gen kita. Rasa takut dan kebodohan adalah akar penyebab ketidak-toleranan dan polanya dapat tertanam pada jiwa manusia mulai usia dini,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Hak-hak Asasi Manusia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; : Semua hak asasi manusia adalah universal, tidak terbagi, interdependen, dan saling terkait. Menurut Syaykh, pendidikan adalah alat yang paling efektif untuk pengembangan nilai-nilai yang berhubungan. Pendidikan hak-hak asasi manusia haruslah mengembangkan kemampuan untuk menilai kebebasan pemikiran, katahati, dan keyakinan; kemampuan untuk menilai kesamaan, keadilan dan ras cinta; dan suatu kemampuan untuk mengasuh dan melindungi hak-hak anak, kaum wanita, kaum pekerja, minoritas etnik, kelompok-kelompok yang tak beruntung dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Syaykh, pendidikan hak-hak asasi manusia ditujukan pada pengembangan di dalam diri setiap orang suatu kesadaran atas nilai-nilai universal dan jenis-jenis tingkah laku dimana suatu kebudayaan tentang hidup bersama dalam damai dapat dijelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Demokrasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; : Menurut Syaykh, dunia sekarang telah menyaksikan penyebaran demokrasi sebagai bentuk pemerintah yang logis. Kecenderungan ini sudah menjadi lebih nyata di tahun-tahun sekarang ini. Demokrasi menambah pembangunan berbagai aspek potensi manusiawi melalui persamaan akses pada pendidikan dan peran serta aktif dalam semua aspek kehidupan sosial, ekonomi dan politik sudah tidak diragukan lagi. “Itulah pondasi perdamaian abadi,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdamaian, hak-hak asasi manusia, demokrasi, dan pembangunan berkelanjutan pada kenyataannya sangat terkait satu dengan yang lain. Tanpa yang satu dengan yang lain tak mungkin ada. Demokrasi tak mungkin tanpa perdamaian, dan perdamaian yang sebenarnya tidak mungkin tanpa demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kata Ketua Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Ciputat, itu demokrasi bukanlah sesuatu yang dapat diproduk besar-besaran dan diekspor. Hal itu harus terus-mmenerus dicari dan diasuh. Menurutnya, tidak ada rumus konstitusional yang secara sempurna dirancang untuk menghasilkan demokrasi yang sudah dibuat siap. Apa yang dapat dilakukan adalah menetapkan kondisi-kondisi dimana demokrasi dapat berkembang jika bibit-bibitnya sudah ada dalam benak penduduk dan warga bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menegaskan bahwa para warga negara yang menjelaskan secara rasional yang menghormati martabat manusia dan yang berbagi suatu komitmen pada persamaan dan berusaha ke arah tujuan bersama adalah perlu jika demokrasi akan dipertahankan. Menurut mantan guru di Madrasah Darussalam Ciputat, itu di sinilah pndidikan memainkan peranan yang penting. Sebaliknya demokrasi memperkuat kesamaan akses pada pendidikan; peran serta aktif warga negara dalam semua aspek kehidupan sosial, ekonomi dan politik; dan menjamin kebebasan pemikiran dan ungkapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengemukakan bahwa maksud pendidikan untuk demokrasi pada hakekatnya adalah untuk mengembangkan eksistensi manusia dengan jalan mengilhaminya dengan pengertian martabat dan persamaan, saling mempercayainya, toleransi, penghargaan pada kepercayaan dan kebudayaan orang lain, penghormatan pada individualitas, promosi peran serta aktif dalam semua aspek kehidupan sosial, kebebasan ekspresi, dan kepercayaan beribadat. Jika hal-hal ini dapat diwujudkan, amak mungkinlah untuk mengembangkan pengambilan keputusan yang efektif, demokrasi pada semua tingkatan yang akan mengarah pada kewajaran, keadilan dan perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Pembangunan Berkelanjutan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; : Perubahan-perubahan pesat dalam kehidupan ekonomi, politik, sosial dan budaya penduduk adalah ciri-ciri kunci kawasan di belahan dunai sekarang pada titik sejarahnya. Pertumbuhan dan perkembangan, sampai batas yang luas termasuk meningkatkan kepedulian tentang lingkungan dan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kita akan memberikan makna pada pengertian hidup bersama dalam damai dan harmoni di negara kita, maka pertumbuhan ini mesti direncanakan dan dikelola dengan berhati-hati dalam konteks pembangunan berkelanjutan,” Syaykh mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian pembangunan berkelanjutan meliputi pertimbangan-pertimbangan lingkungan, ekonomi, sosial, dan budaya-politik yang perlu dialamatkan dengan cara yang holistik dan terpadu. Pembangunan berkelanjutan dibataskan sebagai mencapai pemenuhan yang abadi atas kebutuhan-kebutuhan manusia dan perbaikan kualitas hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut, katanya, mestilah menjangkau tingkat yang bijaksana, pembagian kesejahteraan ekonomi yang adil dan dapat dipelihara sehingga generasi-generasi masa depan dapat memenuhi kebutuhan mereka sama baiknya dengan generasi terdahulu. Dengan kata lain : Pembangunan berkelanjutan sebagai pembangunan yang memenuhi persyaratan-persyaratan mas kini tanpa merusak kemampuan generasi masa depan untuk memenuhi kebutuhan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai-nilai inti yang merupakan fungsi sentral pada tema : Belajar untuk Hidup Bersama dalam Damai dan Harmoni, itu, yang pencapaiannya mutlak dilakukan melalui pendidikan yang seksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menegaskan, tanpa disosialisasikan dalam pendidikan, cita-cita indah ini mustahil dapat terlaksana,. Berbagai strategi pencapaian melalui pendidikan harus dicanangkan dengan seksama. Visi dan prinsip inilah yang meneguhkannya selalu konsisten menyosialiasikannya melalui komunitas pendidikan. “Pendidikan, dan jalan pendidikan yang kita tempuh untuk menyosialisasikan ide adalah madzab kita,” ujar Syaykh Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengajak semua komponen bangsa untuk menjadikannya sikap yang mendarah daging, sampai semuanya itu tercapai. “Kita mesti yakin semuanya akan tercapai. Jangka pendek, menengah, dan jangka panjang mesti kita tempuh. Hidup bersama dalam damai dan harmoni harus dijadikan cita-cita abadi, terus dipikirkan dan diusahakan dalam pelaksanaan. Jika Anda berpikir satu tahun ke depan, taburkanlah bibit. Jika Anda berpikir sepuluh tahun ke depan, tanamlah pohon. Dan jika Anda berpikir ratusan tahun ke depan, didiklah umat manusia. Begitulah kata orang bijak bestari,” kata Syaykh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Sumber Majalah Berita Indonesia – 23/2006&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-116154120026529567?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/116154120026529567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=116154120026529567&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/116154120026529567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/116154120026529567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2006/10/belajar-hidup-bersama-dalam-damai.html' title='Belajar Hidup Bersama Dalam Damai'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-116108824543260247</id><published>2006-10-17T05:08:00.000-07:00</published><updated>2006-10-22T11:33:32.480-07:00</updated><title type='text'>Al-Zaytun Sauh Menjemput Masa Depan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2789/3106/1600/sauh.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2789/3106/320/sauh.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Mutiara Pemikiran &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Syaykh Al-Zaytun (5)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;2020 Indonesia Must Be Strong&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Oleh : Ch. Robin Manulang*)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun adalah wahana untuk menjemput masa depan Indonesia yang Indah, sejahtera, toleran dan damai. Pernyataan ni mengacu pada kenyataan derap langkah Al-Zaytun hari-hari ini, yang menggemakan paduan suara iman dan takwa, budaya bersih dan sihat, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;science technology society&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (masyarakat sains dan teknologi), serta &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;zone of peace and democracy&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, serta terencana dan terintegrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah miniatur Indonesia yang siap masuk ke zona toleran, damai dan demokrasi, melalui jalur pendidikan. Sekeras apa pun badai dan puting beliung menerpa, Al-Zaytun terus melangkah menapaki masa depan bangsa dan negara Indonesia yang lebih kuat lebih cerdas, demokratis, lebih sejahtera, lebih toleran dan lebih damai. Kampus peradaban yang visioner ini telah memelopori dan diyakini akan membawa kebangkitan bangsa Indonesia, yang mayoritas muslim, dalam &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;zone of peace and democracy&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak menoleh kebelakang, dalam kehidupan berbangsa, tidak selamanya apa yang kita langkahkan akan selalu tepat dan benar. Menyikapi hal ini, Syaykh AS Panji Gumilang mengatakan, sebagai bangsa kita dapat menghentikan langkah yang the &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;wrong direction&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, karena kita mestinya selalu berkemampuan untuk meyetopnya, yang kemudian mengadakan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;change direction&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan melanjutkan dengan langkah baru. Atas pertimbangan itu, kini Al-Zaytun melangkah maju dan terus maju ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks berbangsa, kita telah mencatat berbagai langkah dalam meniti visi perjalanan bangsa ini, dengan menampilkan berbagai simbol pemerintahan, dari sejak kemerdekaan hingga hari ini. Semua langkah yang telah diambil, telah dapat dirasakan oleh setiap warga negara, secara langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh, bentuk dari seluruh langkah yang diproduk oleh&lt;em&gt; &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;leadership&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; &lt;/span&gt;para&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; &lt;em&gt;leaders&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; bangsa Indonesia selama ini adalah ketergantungan terhadap kekuatan dan bantuan luar (dalam kata lain, untuk menjalankan program pembangunan, selalu bergantung kepada utang luar negeri); dan dalam pelaksanaan program&lt;em&gt; &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;human development&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (khususnya pendidikan) belum mengalokasikan anggaran yang bermakna. Apabila bentuk seperti ini dipertahankan, amak sesuatu yang paling dikhawatirkan terhadap eksistensi Indonesia dapat terjadi (&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;disintegrasi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dalam perspektif pandangan Syaykh Al-Zaytun, Indonesia pada tahun 2020 dapat menjadi bangsa yang demokratis, toleran dan damai, apabila ditata dengan baik, terutama melalui jalur pendidikan yang visioner, pendidikan bervisi toleransi dan perdamaian. Sebab, makin banyak kader terdidik dengan jiwa toleran dan damai, semakin jayalah Indonesia. Semakin tebal rasa cinta damai dan toleransi semakin kokoh Indonesia. Tidak ada lagi yang ingin memisahkan diri dari Indonesia. Sebab, adanya keinginan pisah dari Indonesia adalah karena tidak adanya toleransi dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kata Syaykh, apa yang diajarkan Islam, adalah toleransi dan damai. Agama lain juga mengajarkan toleransi dan damai. Kalau rasa toleran dan damai itu dipertebal dan kader seperti itu semakin banyak, dengan kehadiran Al-Zaytun dan lembaga pendidikan yang visioner lainnya, Indonesia akan semakin besar dan kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, menjelang 2020, jika Indonesia ditata dengan toleran dan damai, akan lebih makmur dari sekarang, karena mampu mendaya-gunakan lingkungannya dengan baik, mampu menata ekonominya dengan baik, terbebas dari sikap-sikap tercela dan mampu hidup setara dengan bangsa-bangsa maju lainnya. Tahun 2020, bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang cerdas, bajik-bijak menguasai sains dan teknologi, serta cinta negara. Indonesia yang tidak terpecah-belah, Indonesia Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, itulah proyeksi makro masa depan Al-Zaytun (bangsa Indonesia) yang telah dijemput nyata hari-hari ini melalui konsep pendidikan terpadu (pendidikan-ekonomi dan ekonomi-pendidikan yang bersifat global). Masa depan yang dijemput dengan sebuah visi dan iman yang telah menjadi dasar dari segala sesuatu yang diharapkan dan bukti dari segala sesuatu yang belum dilihat. Sekaligus membangkitkan tekad dan harapan, sebagai sauh yang amat kuat bagi jiwa bangsa ini, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, menembus tahun 2020, bahkan beribu-ribu tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;Proyeksi 2020, Indonesia Punya Nuklir&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Masa depan adalah sesuatu yang diciptakan. Setiap individu maupun kelompok berhak menjadi arsitek masa depan yang diinginkan, termasuk masa depan bangsa dan negaranya. Masa depan mesti dipersiapkan, ditata untuk dititi. Masa depan adalah suatu perjalanan panjang yang tentunya dimulai dengan langkah petama dan langkah-langkah berikutnya secara terencana dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula eksponen Al-Zaytun mendesain masa depan kampus peradaban ini. Diproyeksikan, tahun 2010-2020, Kampus Al-Zaytun Indramayu sudah menjadi pusat pendidikan tinggi. Pendidikan dasar dan menengah telah disebar ke berbagai daerah. Dalam periode ini, Al-Zaytun secara paripurna telah dana akn mempersiapkan kader bangsa, bersama lembaga pendidikan lainnya, sehingga bangsa Indonesia dapat masuk ke &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;zone of peace and democracy&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, menuju hidup yang setara dengan negara maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Al-Zaytun sudah berumur 15 tahun, sudah sampai pada strata tertinggi dalam pendidikan doktor dan sebagainya. Maka, kata Syaykh, karena sejak dini Al-Zaytun sudah membudayakan basisi kehidupan yang toleran dan damai, alumninya pun akan mampu menata kehidupan di Indonesia ini, menjadi dunia yang lain dibandingkan hari ini (Indonesia yang masih tidak toleran, tidak mampu hidup rukun, tidak mampu damai), menjadi Indonesia yang tertata baik penuh toleransi dan berbudaya cinta damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh melihat, sangat boleh jadi pada tahun 2020 bangsa Indonesia sudah mempunyai nuklir, kalau dipersiapkan sejak sekarang ini. “Sehingga diplomasi antar-bangsa dapat berimbang. Sekarang belum berimbang karena Indonesia belum punya kekuatan. Belum ada penguasaan teknologi. Tatkala Indonesia sudah terdidik dengan baik, demokrasi akan tumbuh dengan baik. Demokrasi tidak akan tumbuh tanpa pendidikan. Dengan pendidikan, ekonomi akan tumbuh dengan baik pul. Food and agriculture akan tumbuh dengan baik. Seluruh aspek kehidupan akan tumbuh dengan baik pada 2020. Indonesia must be strong,” kata Syaykh dalam wawancara dengan Majalah Tempo, Juni 2002. “Rakyat tidak lagi kurang makan, seperti sekarang ini,” kata Syaykh dalam percakapan dengan wartawan Berita Indonesia belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kita bicara nuklir, itu manusia terdidik. Pada 2020 peta dunia akan berubah. Jika peta dunia abad 20 ada Blok Barat dan Blok Timur. Uni Soviet dihancurkan, maka habislah komunis (Timur). Kemudian Timur yang komunis dilobi oleh Barat. Barat akan menyatu dan menjelma menjadi Blok Utara, yang mencari sasaran Selatan, itulah kita bangsa yang masih miskin tapi muslimnya banyak. Kalau Indonesia tidak cepat bangkit dalam bidang pendidikan akan jadi sasaran (objek). Kalau bangkitnya melalui pendidikan akan selamt, tapi kalau bukan melalui pendidikan, tidak akan selamat,” kata Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;Proyeksi Al-Zaytun&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam jalur pendidikan itulah Al-Zaytun berkiprah secara konsepsional, terpadu dan profesional serta ber-setting intenasional. Sebuah program pendidikan terpadu yang sejak mulai dirintis bertalian dengan dua kata “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;pendidikan-ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;” atau “&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;ekonomi-pendidikan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;”, yang kemudian menjadi strategi dasar perjuangan dan pembangunan terus dikumandangkan. Dua elemen itu selalu dirangkai menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap lima tahun pertama (1999-2003), platform pembangunan komunitas Al-Zaytun difokuskan pada pembangunan pendidikan, diikuti pembangunan ekonomi. Selama lima tahun pertama itu basis-basis ekonomi mandiri sudah mulai tampak. Kemudian, memasuki tahun 2004 sebagai pintu dari periode lima tahun kedua (2004-2008), pembangunan ekonomi mulai mendapat porsi yang lebih besar dari pada periode lia tahun pertama. Tentu saja sektor pendidikan tetap sebagai wahana dan motor penggeraknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lima tahun ke depan kita sudah harus berbicara basis yang punya keuntungan, meskipun tidak &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;direct&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Sudah waktunya bagi kita untuk mengembangkan suatu kegiatan ekonomi yang hakiki,” kata Syaykh AS Panji Gumilang dalam pembukaan rapat perumusan program lima tahun kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, meskipun tetap berbasis pada strategi pendidikan-ekonomi dan ekonomi-pendidikan, sudah waktunya untuk berorientasi pada perhitungan ekonomi. Kegiatan ekonomi hakiki, yang kemudian disesuaikan dengan ekonomi &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;post-modernisasi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang menyatakan, “mmodal sebesar mungkin untuk mencapai keuntungan sebesar-besarnya.” Pertanyaannya, modal dasar untuk pengembangan ekonomi pada fase lima tahun kedua ini dari mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar itu, maka program pengembangan pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi harus sudah memberikan keuntungan. Tidak seperti program pendidikan Al-Zaytun yang saat ini masih berupa subsidi kepada siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pada periode lim tahun pertama seluruh kekuatan dana yang dimiliki dikerahkan untuk memforsir pembangunan fisik – dengan hasil yang sudah bisa dilihat hari ini – maka dengan pencapaian fasilitas fisik yang ada dirasa sudah cukup untuk mendukung program pendidikan menengah Al-Zaytun. “Bermakna persiapan yang mendasar sudah dianggap selesai,” ujar Syaykh Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama lim tahun pertama, pembangunan fisik mendapat porsi pendanaan yang sangat besar. Ini wajar mengingat pada periode itu fasilitas fisik amat diperlukan untuk mendukung Al-Zaytun yang berus saja melakukan start. Maka pada periode lima tahun yang kedua porsi dana yang selama ini untuk pembangunan fisik didistribusikan untuk empat peruntukan, yakni (1) pembangunan kegiatan ekonomi tahap pertama, (2) pembangunan fisik dalam kampus, (3) pembangunan fisik luar kampus dan (4) pembangunan asrama bersama bagi eksponen, guru dan karyawan Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari empat peruntukan itu, dua peruntukan dicanangkan menghasilkan keuntungan yang akan menyubsidi silang dua peruntukan lainnya. Peruntukan ekonomi dan pembangunan luar bandar mensubsidi silan gpruntukan pembangunan dalam bandar dan asrama bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;,&lt;/strong&gt; Pembangunan Ekonomi. Pengembangan ekonomi lima tahun fase kedua tetap menjadikan agribisnis sebagai basis pengembangan, tanpa mengesampingkan basis-basis lain seperti perdagangan dan sebagainya. Ada dua program utama yang ditempuh, yakni program langsung menghasilkan keuntungan dan program persiapan pengembangan ekonomi lima tahun berikutnya (2009-2013). Program pertama berupa budidaya itik petelur, perikanan dan pertanian (termasuk didalamnya perkebunan). Target pencapaian yang dipasang per bulan 30 ribu itik yang dibudidayakan, meski mampu menghasilkan 708 ribu telur dan perikanan berkapasitas produksi 30 ton perbulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itik, ditargetkan pencapaian program ekonomi dengan modal sebesar-besarnya dan berharap meraih keuntungan yang sebesar-besarnya. Keuntungan itu di luar program kedua yang berorientasi pada &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;breeding&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; program atau peternakan sapi sehingga pada tahun terakhir mampu menghasilkan sapi-sapi unggul berkualitas unggul yang oleh Syaykh AS Panji Gumilang diistilahkan dengan F4. Nantinya sapi-sapi itulah yang akan dikelola oleh warga Al-Zaytun yang bersedia mengembangkan ekonominya di jalur peternakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, Pembangunan Dalam Bandar. Pembangunan dalam bandar maksudnya penyiapan fasilitas fisik di dalam kampus Al-Zaytun pusat di Indramayu, kecuali asrama bersama. Selain pembangunan gedung-gedung perkuliahan dan asrama yang telah memiliki nama dan plus kelengkapannya, fasilitas lain yang dibangun antara lain pelurusan dan pelebaran kali di kawasan selatan kampus. Rencananya, kali yang sudah ada aka diperlebar menjadi 50 meter dengan kedalaman 5-6 meter sepanjang 2 km. “Fasilitas itu selain berfungsi sebagai waduk penampung air juga dirancang untuk bisa digunakan sebagai fasilitas olahraga dayung,” papar Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, Pembangunan Luar Bandar. Program pembangunan luar bandar yaitu pembangunan sarana pendidikan di luar kampus pusat Al-Zaytun Indramayu. Pembangunan luar bandar dirancang telah menghasilkan keuntungan sebelum lima tahun kelima. Keuntungan itu dicanangkan diperoleh dari sekolah-sekolah dasar yang akan dibangun di beberapa tempat, terutama di kota besar. Sekolah-sekolah dasar yang akan dibangun itu adalah sekolah dasar yang diperuntukkan bagi kalangan menengah ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk fungsi sosial, guna menampung anak-anak karyawan dan guru, sekolah dasar bagi mereka dibuka di dalam kampus Al-Zaytun Indramayu. Sekolah dasar di Kota Besar itu bernama “Al-Zaytun Global Elementary School” dengan sistem barding school bagi siswa kelas IV, kelas V, dan kelas VI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jangka panjang, direncanakan Kampus Al-Zaytun Indramayu akan menjadi pusat pendidikan tinggi, Universitas Al-Zaytun Indonesia yang sudah berdiri sejak Juli 2005. Pendidikan dasar dan menengah disebar ke berbagai daerah. Pada tahap awal telah dibuka enam fakultas, yakni Fakultas Pertanian Terpadu, Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran dan Kesihatan Masyarakat dan Fakultas Bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, Asrama Bersama. Program asrama bersama ini sudah sejak lama dicanangkan. Namun pada periode lima tahun kedua, program ini mendapat perhatian serius. Konsep dasarnya, perumahan bersama yang ada menampung keluarga-keluarga karyawan, guru dan eksponen plus mahasiswa yang indekos kepada penghuni perumahan. Oleh karena keterbatasan lahan, asrama bersam ini dirancang berbentuk flat vertikal. Ada dua tipe yang direncanakan, yakni Tipe 120 dan Tipe 72. “Perumahan yang disebut asrama bersama itu juga untuk mempersiapkan pembentukan desa baru,” kata Syaykh. Biaya pembangunan untuk hunia ini pu disubsidi oleh keuntungan dari sektor pembangunan ekonomi dan pembangunan luar bandar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Evaluasi Secara Berkala&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat melihat keberhasilan pendidikan secara keseluruhan, diperlukan waktu yang panjang. Barometer untuk mengukur (mengevaluasi) suatu keberhasilan itu pun beraneka ragam. Salah satu adalah alat ukur kenyataan dari oautput yang dihasilkan dalam kiprahnya di masyarakat. Namun, yang jelas, demi mengantisipasi keberhasilan yang harus dicapai sesuai target, mutlak dilakukan evaluasi yang terprogram secara berkala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun melakukan langkah-langkah evaluasi, bukan hanya evaluasi akademik yang diharuskan kurikulum tapi lebih dari itu, setiap pekan. Pada setiap Jum’at pagi, seluruh civitas Al-Zaytun khususnya para pelaku didik berkumpul mengikuti program yang disebut “Qobliyah Jum’at”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qobliyah Jum’at bukanlah bentuk shalat ritual yang kebanyakan orang lakukan sebelum shalat Jum’at, melainkan aktivitas evaluasi pekanan tentang pendidikan yang dilaksanakan selama satu pekan. Dalam forum ini Syaykh memberikan petunjuk, solusi, evaluasi, informasi, motivasi, dan berbagai hal tentang apa saja yang bersinggungan dengan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Dewan Guru dan instansi-instansi terkait tidak ada soal-soal yang tidak terpecahkan. Dalam forum mingguan ini segala apa yang direncanakan dan dilaksanakan dievaluasi secara cermat. Sehingga semua program dapat berhasil secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain evaluasi mingguan, pada setiap tahun juga dilaksanakan sidang Litbang (penelitian dan pengembangan). Sidang Litbang ini mengikut-sertakan seluruh unsur terkait di Al-Zaytun. Tujuannya menyempurnakan kebijakan-kebijakan yang telah diambil pada masa setahun yang sudha lewat, sekaligus menentukan program-program yang akan dilaksanakan satu tahun mendatang. Dengan demikian keberhasilan dan kegagalan suatu program dalam tahap tertentu dapat segera dievaluasi sehingga para pelaku didik dapat segera mengambil langkah-langkah konkret untuk tetap pada frame yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ada juga evaluasi tiga tahunan. Siklus tiga tahunan ditempuh sesuai kebijakan dalam hal memperingati milad (ulang tahun) Al-Zaytun. Siklus tiga tahun itu, menurut Syaykh, ditempuh karena laku lampah Al-Zaytun selama tiga tahun dipandang sudah bisa dijadikan landasan untuk menggenjot langkah iga tahun ke depan. Hasil tiga tahun itu, menurut Syaykh, sudah &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;qurrata a’yun&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Itu artinya, milad bermakna juga sebagai ajang evaluasi. “Jika setahun sekali terlalu cepat, banyak program belum terlaksana sehingga khawatir banyak bicara, sedikit sekali kerja,” jelas Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Era Globalisasi : Iptek Tak Bisa Dihentikan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh AS Panji Gumilang dalam taushiyah pada sarasehan evaluasi tiga tahunan ketiga mengingatkan di era globalisasi ini, laju ilmu pengetahuan dan teknologi seolah tak mampu di rem. Siapa yang tertinggal akan ditinggal. Disamping dampak manfaatnya, ternyata laju itu memiliki dampak lain jika sains dan teknologi telanjang danberjalan sendiri. Menyikapi laju sains dan teknologi yang seperti ini, Syaykh menyimpulkan perlunya sebuah budaya atau pengembangan pemikiran cita-cita yang sihat dan bersih, dalam makna fisik dan nonfisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, manusia yang mampu menggunakan sains dan teknologi untuk memberi manfaat besar kepada umat manusia adalah manusia yang mempunyai nilai &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;tawwabin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;mutathahhirin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (dari konsep Allah : ‘&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;innallaha yuhibbu al-tawwabin wa yuhibbu al-mutathahhirin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Budaya sihat dan bersih dalam makna fisik dan non-fisik ini menjadi syarat mutlak bagi umat manusia jika ingin menggenggam sains dan teknologi yang pada dasarnya berasal dari Ilahi. Lihat keterkaitannya dengan konsep Allah yang lain, “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;anna al-ardhl yarisuha ‘ibadiya al-shalihuun&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;,” bahwa Allah mewariskan buminya kepada hamba yang saleh yang salah satu definisinya &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;al-thawwab-in dan al-mutathahhirin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Manusia seperti itulah yang akan mampu mewujudkan masyarakat sains dan teknologi,” kata Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, katanya, saat ini (abad 21) sains dan teknologi semakin bayak dimanfaatkan untuk dapat menciptakan satu kondisi dunia yang damai. Diharapkan, manusia-manusia yang ada di dunia akan makin enggan berperang setelah melewati abad 20 yang dipenuhi onak duri serta akibat peperangan yang mengerikan, sejak Perang Dunia (PD) I, PD II, dan PD III (Perang Dingin). Pada abad ke-21 ini pula negera-negara maju mulai membuat zona damai dan demokrasi (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Zone of Peace and Democracy&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) dengan satu perjanjian “tidak saling menyerang satu sama lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mirip seperti &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Piagam Madinah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; yang dicetuskan Rasullah SAW 14 abad silam. Dalam konstelasi global yang demikian itu, tercetuslah sebuah pertanyaan,” Indonesia mau dibawa ke mana?” Jawabannya tentu dibawa masuk ke dalam zone of peace and democracy sebab zona itulah yang akan membawa ketenteraman ekonomi dunia, ketentraman teknologi dunia, dan ketenteraman kebudayaan dunia.” Syaykh Panji Gumilang menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menuju kepada tiga konsep tersebut, baik budaya bersih dan sihat, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;science and technology society&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; maupun &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;zone of peace and democracy&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, Al-Zaytun bersikap, “ketiganya hanya bisa ditempuh melalui pembiasaan yang bersifat format, yaitu pendidikan.” Alasannya, pembiasaan yang non formal tak mudah diciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membentuk masyarakat yang berbudaya bersih dan sihat harus melalui pembiasaan yang terprogram (pendidikan); membentuk masyarakat sains dan teknologi juga melalui pembiasaan yang terprogram (pendidikan); dan untuk mempersiapkan Indonesia masuk ke dalam &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;zone of peace and democracy&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; juga melalui pendidikan. Itulah yang sedang ditempuh oleh segenap civitas Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh juga memberikan jawaban atas pertanyaan : “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Apakah demokrasi sesuai dengan Islam?”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; sebuah pertanyaaan yang mungkin dari adanya “cendikiawan” Islam yang berprinsip bahwa demokrasi berasal dari Barat sehingga tak tepat jika dijadikan landasan kehidupan muslim. “Kita tidak harus menjawab sesuai dan tidak sesuai, sebab sudah sejak lama Islam mengenal &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;jumhuriyyah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Jika demokrasi itu diterjemahkan dengan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;jumhuriyyah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, maka maknanya no problem. Lagi pula bukankah segala sesuatu itu datangnya dari ilahiah, sehingga dulu ada yang mengatakan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;vox ppuli vox dei&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, suara rakyat adalah suara Tuhan?” jelas Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Kebutuhan Pangan Aktual&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sayaykh juga menegaskan perihal kebutuhan pangan yang aktual. Menurut Syaykh, science and technology society dan zone of peace and democracy hanya akan dicapai setelah masyarakatnya berbudaya hidup yang sihat dan bersih. Sedangkan kehidupan yang sihat dan bersih akan tumbuh dari kebutuhan pangan yang cukup. Dan di Indonesia, beras menjadi sumber kebutuhan pangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, beras Indonesia masih belum bisa bersaing dengan bersa yang diproduksi oleh petani luar negeri sehingga masih ada masyarakat Indonesia yang memakan beras produk luar negeri. Impor beras terjadi karena harga beras yang diproduksi mahal, sementara jumlahnya juga tak mencukupi hajat beras nasional, selain mungkin karena rasanya lebih enak. Sementara itu, harga beras impor lebih murah sehingga konsumen beras di Indonesia akan selalu memilih beras yang murah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi hal itu, Al-Zaytun bersikap, alangkah indahnya jika mulai sekarang petani-petani Indonesia diajak untuk berbicara dan berbuat untuk memperbanyak produk, meningkatkan kualitas dan menurunkan harga beras. “Kita tidak setuju menaikan harga padi, karena akan menaikkan harga beras,” tegas Syaykh. Ia pun menyampaikan sikap Al-Zaytun untuk menyetop kekuatan pangan dari luar dan mempertahankan pangan dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, salah satu kelemahan sistem produksi perberasan nasional adalah penggunaan pupuk yang kurang tepat. Sebagian besar petani masih menggunakan pupuk tunggal seperti urea, SP, atau KCI. Padahal negara-negara yang maju pertaniannya sudah menggunakan pupuk majemuk. Misalnya Australia dengan hasil 11 ton per hektar, lalu Mesir (10,2 ton per ha), diikuti Spanyol, Amerika, Jepang, dan Korea Selatan. Bandingkan produksi petani Indonesia yang asih 4 ton per hektare. Maka Al-Zaytun bersikap agar industri pupuk nasional mengubah kebijakan pembuatan pupuknya dari pupuk tunggal menjadi pupuk majemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan itu Indonesia akan kembali menjadi gembong padi dunia, dan tidak menjadi ayam yang mati di atas lumbung padi. Tatkala itu tercapai, kata Syaykh, terwujudlah budaya bersih dan sihat (cukup makan) menuju terbentuknya &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;science technology society&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;zone of peace and democrac&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;y.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Al-Zaytun dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi berbagai program dan kinerjanya yang selalu berorientasi kepada kepentingan bangsa dan negara Republik Indonesia secara utuh, hari ini, dan masa depan. Sumbangsih yang tak ternilai harganya bagi bangsa dan negara yang sangat memerlukan manusia-manusia terdidik. Generasi penerus yang mampu membawa bangsa Indonesia berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah di tataran internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Pusat Kajian Tinggi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skenario dan penerapan Sistem Pendidikan Al-Zaytun masa datang, tergambar pada skema sistem dan jenjang pendidikan yang berjalan dalam tiga jalur dan ditempuh selama 20 tahun, mulai dari tingakat asas (dasar), menengah, dan tinggi. Dalam skenario ini, Kampus Al-Zaytun Indramayu saat ini, akan diperuntukkan bagi operasional pendidikan tingkat perguruan tinggi. Pendidikan dasar dan menengah akan disebar ke berbagai daerah. Hal ini erat kaitannya dengna cita-cita untuk menjadikan Al-Zaytun sebagai pusat kajian tinggi pada masa 10-15 tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jangka pendek diprogram membangun Al-Zaytun untuk tingkat menengah pertama di berbagai daerah. Maka, segala pengerjaan pembangunan di Al-Zaytun pusat, khususnya pembangunan gedung pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan kelas perkuliahan. (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Sumber Majalah Berita Indonesia – 22/ 2006&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-116108824543260247?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/116108824543260247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=116108824543260247&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/116108824543260247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/116108824543260247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2006/10/al-zaytun-sauh-menjemput-masa-depan.html' title='Al-Zaytun Sauh Menjemput Masa Depan'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-115892040637228670</id><published>2006-09-22T02:40:00.000-07:00</published><updated>2006-09-22T03:20:14.506-07:00</updated><title type='text'>Mutiara Pemikiran Syaykh Al-Zaytun (4)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2789/3106/1600/sekolah%20dasar3.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 164px; CURSOR: hand; HEIGHT: 184px" height="163" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2789/3106/200/sekolah%20dasar3.jpg" width="144" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Al-Zaytun Lembaga Pendidikan Terbuka&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh : Ch. Robin Manulang*)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bentuk dan sistem pendidikan Al-Zaytun diletakkan pada landasan pokok : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pesantren Spirit but modern system&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Lembaga pendidikan ini bersifat terbuka. Terbuka menerima dan mendidik santri dari semua penganut agama, untuk dididik memahami ajaran agamanya masing-masing dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun tampaknya dipersiapkan menjadi suatu monumen bersejuarah kehidupan beragama di Indonesia. Di sana vihara dan kuil, karena (saat) santrinya ada yang Muslim, Nasrani (Kristen, Protestan dan Katolik), Budha, Hindu dan Kong Hu Chu, kumpul bersama. Masing-masing santri dididik memahami agamanya masing-masing dengan baik. Sebab bagi AL-Zaytun mendidik dan membangun semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah sesuai agama yang diyakini santrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan hal ini terwujud (santri Nasrani, Budha, Hindu dan Khong Hu Chu belajar di Al-Zaytun)? Tentu sangat bergantung respon dari calon santri dan orang tua yang beragama Nasranai, Budha, Hindu dan Kong Hu Chu. Sebab Al-Zaytun sendiri sudah mempersiapkan diri sebagai lembaga pendidikan terbuka yang bersifat global dan universal.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh Al-Zaytun Dr Abdussalam Panji Gumilang beberapa kali menegaskan hal itu dalam berbagai kesempatan. Satu di antaranya ketika menjawab pertanyaan Noor Huda Ismail, seorang peneliti dari Nanyang Technology University Singapura (24 April 2005), Syaykh Panji Gumilang menegaskan bahwa Al-Zaytun adalah lembaga pendidikan terbuka. “Kami mempersiapkan mulim yang baik, kalau mereka muslim. Bila nanti ada nasrani masuk ke sini, akan dididik menjadi nasranai yang baik. Karena di sini, pendidikan yang terbuka untuk manusia,” jelas pelopor pendidikan terpadu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkannya, bagi AL-Zaytun tidak ada istilah non muslim. “Manusialah yang diterima di sini. Manusia itu, macam-macam agamnya,” kata Syaykh menjawab Huda. (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kedatangan Huda ke AL-Zaytun berkenaan rencana penulisan tesis Huda, mengenai gerakan Islam di Indonesia dan penulisan feature tentang Al-Zaytun di Washington Post&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Kock bisa ya&lt;/em&gt;? “ Tanya Huda. “&lt;em&gt;Lho Anda ini bagaimana&lt;/em&gt;? Pendidikan &lt;em&gt;kok &lt;/em&gt;dipertanyakan bisa atau tidak?” jawab Syaykh. Huda tampak makin penasaran dan bertanya : “ Berarti, Al-Zaytun menerima non muslim untuk masuk ke sini?” Tidak ada istilah non muslim. Manusialah, yang diterima di sini. Manusia itu, macam-macam agamanya”, jelas Syaykh Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijawab seperti itu, Sang peneliti itu masih bertanya : “Nanti, kalau misalnya ada yang non Islam masuk sini diterima?” Syaykh menjawab: Jangan dikalaukan. Hantarkan saja ke sini, akan kami terima. Nanti, jika kalaunya tidak, ya tidak ada. Anda hantarkan ke sini dari Singapura, yang Budha juga kami terima. Tapi, jika masih kalau, jangan. Proses penerimaan calon santri ditutup pada setiap tanggal 31 Mei.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta Rudolf Andreas Tendean, STh dari GPIB Koinonia, Jakarta juga mengungkapkan pengalaman yang tak terlupakan saat berkunjung ke Al-Zaytun, 31 Juli 2004. Dalam Percakapannya dengan Syaykh AS Panji Gumilang mengenai kemungkinan bisa tidaknya santri non-muslim sekolah di Al-Zaytun, bisakah persyaratan menghafal Juz-‘Amma “dikredit” dulu. Syaykh mengatakan, tidak usah menghafalkan Juz ‘Amma, karena itu milim umat muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya minta kepada Bapak Pendeta, Bibel apa yang harus dihafalkan, harus diketahui oleh pemuda-pemudi Protestan, seumur tertentu tatkala masuk ke Al-Zaytun. Maka nanti, bagi calon santri (siswa dan mahasiswa) Al-Zaytun yang beragama Protestan, Syaratnya harus mempunyai penguasaan Bibel surat apa sampai ayat berapa,” kata Syaykh tatkala mengungkapkan percakapannya dengan Pendeta Rudy di hadapan eksponen, dosen, guru, karyawan dan para santri Al-Zaytun dalam acara pelepasan rombongan jemaat GPIB Koinonia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pada kesempatan itu, Syaykh meminta tanggapan eksponen dan sivitas Al-Zaytun, baik guru maupun perwakilan pelajar, tentang jawabannya kepada pendeta itu, kalau salah, salahkan, kalau betul acungkan jempol, betu. “Diacungi jempol atau tidak,” tanya Syaykh. Semua mengacungkan jempol dan menjawab betul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini Pak Pendeta. Ngacung jempol semua. Jadi, kaum liberal semua ini. Leberal itu cirinya adalah open minded dan toleran, especially in religion and politic. Ternyata anak-anak kita, guru kita liberal semua. Cuma pertanyaannya, apa ada, kapan, kami menunggu,”kata Syaykh seraya menoleh ke arah Pendeta Rudy dan rombongan yang menyambut denga tepuk tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Syaykh melanjutkan, “Bila saatnya nanti bulan Mei, karena pembukaan pendaftaran siswa itu bulan Mei, maka, kita harus membuat satu monumen bersejarah kehidupan beragama di Indonesia ini. Ternyata ada pesantren yang santrinya, ada yang Nasranai, ada yang Muslim, atu saat ada yang Budha, satu saat ada yang Hindu, satu saat ada yang Kong Hu Chu, kumpul semua. Disana ada geraja kecil, di sana ada kuil kecil, di sana masjid kecil. Terjadi di dalamnya yang kemudian memahami pelajaran-pelajaran agamanya, dan diajarkan seperti Sisdiknas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisdiknas menghendaki bahwa bagi pelajaran beragama tertentu diajar oleh guru beragama tertentu pula. “Maka kami nani, meminta guru pada Pak Pendeta. Sudah tidak usah ke Departemen Agam, cukup Pak Pendeta, kami ini perlu guru Protestan, cobalah kirim,” kata Syaykh yang selalu disambut tepuk tangan semua hadirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alangkah indahnya kalau itu terjadi,” kata Syaykh seraya menatap kembali kearah Pendeta Rudy. Dan, katanya, kalau sudah kita kalaukan, biasanya akan terjadi. “Sebab, kalaunya pendeta itu adalah doa, dan kalaunya pemangku pendidikan itu pun doa. Doanya pendeta, doanya pemangku pendidikan, doanya guru, doanya pelajar, doanya umat manusia, selalu didengar oleh Sang Pencipta,” kata Syaykh penuh keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam percakapan dengan sejumlah duta besar, di antaranya Dubes Palestina, Mozambique, Kenya, Afrika Selata, Lebanon, Jordania, Syiria, Mesir, Iran, Irak, Oman, Libya, Yaman, Sudan, dan Zimbabwe, pada saat peringatan Hari Nasional Saudi Arabia di Hotel Meredian, Jakarta, Jumat 23 September 2005, dan Hari Kemerdekaan ke-36 Libya beberapa hari sebelumnya di tempat yang sama, yang juga (keduanya) dihadiri Syaykh Al-Zaytun, Universitas Al-Zaytun menjadi salah satu topik perbincangan. Mereka membincangkan keunggulan Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Dubes itu, antara lain ingin tahu apa persyaratan masuk Universitas Al-Zaytun. Syakh menjelaskan, antara lain bagi umat Islam harus dapat membaca dan menghafal Al-Qur’an terutama Al-Baqarah dan Juz ‘Amma. “Lalu, bagaimana mahasiswa yang bukan Islam apakah bisa masuk ke UAZ?” tanya para duta besar itu. Syaykh menegaskan, tentu boleh, dengan syarat, bagi pemeluk agama lain harus memahami ayat sucinya masing-masing. Bagi pemeluk Nasrani, misalnya, harus menguasai Injil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Al-Zaytun memang dipersiapkan sebagai pusat pembelajaran yang bersifaf universal. Pusat pendidikan dan pengembangan budaya toleransi dan perdamaian. Pusat pembelajaran hidup bersama walaupun berbeda bangsa, ras, budaya dan agama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sebuah lembaga pendidikan yang sejak dini mempersiapkan peserta didiknya menjadi agent of change and agency of change serta memahami interaksi sosial yang interdependensi (saling ketergantungan). Dalam hal menanamkan interaksi sosial interdependensi ini, Syaykh mengutip teori Ibnu Khaldun : “Kebebasan seseorang dibatasi oleh kebebasan orang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh, bangsa Indonesia melalui pendidikan Indonesia modern harus mampu mengantarkan generasi produk pendidikan yang bercirikan abad 21 ini, yakni : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Systems thinker&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;pemikir sistem-sistem&lt;/em&gt;) yang mampu menggabungkan antara isu, kejadian, dan data secara utuh dan terpadu; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Change Agent&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;agen perubahan&lt;/em&gt;) berkemampuan mengembangkan pemahaman dan memiliki kompetensi tinggi dalam menciptakan dan mengelola perubahan (change) bagi kehidupan bangsa agar dapat bertahan hidup. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Innovator and risk taker,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; yakni pembaharu dan berani mengambil risiko, terbuka terhadap perspektif yang luas dan kemungkinan-kemungkinan yang esensial dalam menentukan tren dan menggerakkkan pilihan. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Servant and steward&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, kemampuan dan usaha untuk meningkatkan pelayanan kepada yang lain, pendekatan holistik untuk bekerja, memiliki a sense of community dan berkemampuan membuat keputusan bersama. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Polychronic coordinator&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, yang mampu untuk dapat mengordinasikan banyak hal dalam waktu yang sama yang harus dapat bekerja bersama dengan orang lain. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Instructur, Coach and Mentor&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, yang mampu tampil sebagai pembantu orang lain untuk belajar, menciptakan banyak pendekatan sebagai instruktur, pelatih dan mentor (penasihat yang bijak). &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Visionary and vision builder&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, yang mampu membantu membangun visi bangsa dan negaranya dan memberi inspirasi bagi segenap lapisan masyarakat yang diposisikan sebagai pelanggan dan kolega. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ciri-ciri produk pendidikan seperti ini lah yang tengah diupayakan di Al-Zaytun. Upaya itu dilakukan dalam landasan pesantren spirit but modern system melalui manajemen pendidikan perspektif terpadu. Suatu manajemen yang bertitik tolak pada pengalaman masa lalu dan kondisi saat ini, serta berorientasi ke masa depan dalam berbagai dimensi kehidupan secara terpadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpadu dalam pengertian menempatkan pendidikan sebagai poros yang ditunjang oleh berbagai faktor, termasuk faktor ekonomi secara mandiri. Selain itu sistem pendidikan terpadu (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;integrated education system&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) yang diterapkan di Al-Zaytun juga mengacu pada keberagaman suku, agama dan budaya bangsa ini. Hal mana integrated education system itu diterapkan di dalama &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;multi faith&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;a multi cultural society&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Sistem ini merupakan pengejawantahan visi dan misi Al-Zaytun sebagai Pusat Pendidikan Budaya Toleransi dan Perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditilik dari rekomendasi UNESCO tentang 5 pilar utama pendidikan abad 21 yaitu &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;learning how to think&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (belajar bagaimana berpikir), &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;learning how to do&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (belajar bagaimana berbuat), &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;learning how to be&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (belajar bagaimana menjadi diri sendiri), &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;learning how to learn&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (belajar bagaimana belajar), dan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;learning how to life together&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (belajar bagaimana hidup bersama), AL-Zaytun telah mengupayakan penerapannya. Sehingga Output-nya diyakini akan &lt;em&gt;acceptable &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;marketable&lt;/em&gt; bagi kebutuhan lokal dan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima visi dan pilar pendidikan dunia abad ke-21 itu, bahkan telah dilaksanakan oleh Al-Zaytun ini jauh hari sebelum UNESCO merekomendasikannya ke seluruh dunia pada awal milenium ketiga ini. Sejak tahun 1993 para pimpinan Yayasan Pesantren Indonesia, pendiri AL-Zaytun, telah menggodok segala aspek yang ebrkaitan dengan kebutuhan pendidikan manusia abad ke-21 itu. Terlihat dari arah dan tujuan Al-Zaytun yang bervisi pada hidup bersama dengan penuh toleransi dan damai. Visi yang diletakkan pada asas berpikir, berbuat, menjadi diri sendiri dan memahami sejarah kemanusiaan sebagai pilar-pilar kehidupan yang diharapkan mampu membangun ata perdamaian dunia yang penduh dengan toleransi dan cinta kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Semangat dan Sistem&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengapa berbentuk dan bersemangat pesantren? Syaykh AS Panji Gumilang mengatakan bahwa kehidupan pesantren merupakan suatu lembaga (embrio) kehidupan masyarakat yang dapat mewujudkann kebersamaan, keterbukaan, kebebasan, tolong-menolong, saling hormat-menghormati, yang selalu haus akan ilmu pengetahuan dan berjiwa mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan, kehidupan pesantren selalu mencontoh dan contohi oleh kehidupan para pembimbing dan kiai dengan keteladanan yang baik dan tak henti-hentinya, sehingga akan menimbulkan suatu kebiasaan positif yang tak henti-hentinya dilaksanakan di perkampungan pesantren tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perkampungan pesantren yang dihuni para santri, dengan bimbingan para kiai yang diarahkan pada &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;manhaj al dirasah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (kurikulum pengajaran) yang pasti, dengan kesederhanaan dan kemandirian sudah tentu akan tercapai suatu&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; spirit&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang kokoh, itulah jiwa pesantren, “ katanya menjelaskan mengapa bentuk dan semangat pesantren dijadikan sebagai landasan pacu lembaga pendidikan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, semangat pesantren itu harus dipadukan dengan sistem modern. Sebab, menurutnya, untuk mencapai kurikulum yang komprehensif dan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;up to date&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; di pendidikan pesantren ini, harus berani menempuh sikap modern, yakni sikap yang sanggup mengantisipasi perkembangan zaman yang selalu berkembang dan yang pasti dihadapi oleh setiap generasi. “Oleh sebab itu landasan yang dianut Al-Zaytun adalah pesantren spirit but modern system,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Individu santri yang dijiwai dengan spirit berakhlak mulia, berpengetahuan luas, berpikiran bebas dan berbadan sihat. Insya Allah akan sanggup diarahkan kepada sistem modern dalam segala hal. Itulah kiranya yang melatar-belakangi Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peletakan spirit pesantren dalam melaksanakan pencapian pendidikan di Al-Zaytun, juga dilatar-belakangi dunia pesantren pada zaman keemasannya yang memiliki dinamika intelektual sebagai tanda sistem pendidikannya. Maka Al-Zaytun selalu menampilkan semboyan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;pesantern spirit but modern system&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, dengan harapan agar pendidikan terpadu antara faktor sosial ekonomim teknik dan budaya, yang diterapkan dapat menghasilkan perkembangan ekonomi, intelektual, dan sosial budaya bagi umat dan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal menganut sistem modern itu, Syakh AL-Zaytun menegaskan banyak mengambil contoh dair negara-negara yang telah terlebih dahulu menapai kemajuannya, apakah itu negara Isalam (negara berbasis syariah Islam) atau bukan. Ia menyebut Singapura dan Amerika Serikat menjadi contoh pendidikan termaju di dunia. Pencapaian kemajuannya dimulai dari penataan pendidikan, sehingga ciri dan praktik masyarakat modern sangat jelas dalam aktivitas kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Singapura selalu bergerak berdasarkan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;pengetahuan, berprogram jelas, berdisiplin tinggi, beretos kerja kuat, taat hukum dan menghormati kemampuan dan pencapaian individu dan lain-lain ciri modern lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Semua itu ditempuh melalui pendidikan yang jelas. Singapura berjalan dengan sistem yang jelas, sehingga siapa pun yang berada di dalam masyarakat kota itu, terbawa oleh sistem yang telah mapan itu. Dalam kenyataan harian, orang Indonesia yang kurang berdisiplin pun jika masuk Singapura dapat menjadi lebih disiplin dari pada bangsa Singapura itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, dalam mengambil contoh pendidikan guna &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;mempersiapkan dan menyongsong Indonesia 2020, kita tidak boleh apriori, hanya karena yang kita jadikan contoh bukan negara Islam (negara berbasis syariah Islam), juga bukan satu etnis kebangsaan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Masyarakat Singapura mayoritas penduduknya beretnis Tionghoa (bukan Islam), Amerika Serikat adalah negara mayoritas Protestan terbesar di dunia, yang belakangan ini presidennya getol “menyerang” dan mengkritik berbagai pendidikan yang sedang dijalankan oleh negara-negara “Islam” di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kata Syaykh, kenyataan dalam kehidupan umat manusia, semangat piagam Madinah dapat berjalan di negara-negara yang kita sebut tadi. Juga semangat ayat &lt;strong&gt;Al-quran surat 106&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;ayat 3 dan 4&lt;/strong&gt; : “Makan hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberikan makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” Bermakna, peribadatan terhadap sistem yang mampu mengangkat kesejahteraan hidup umat manusia terhidar dari kelaparan dan terlindungi dari rasa ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang, Ka’bah tidak berada di Singapura maupun di Amerika, namun semangat dan pesan pemilik Ka’bah dijalankan oleh Singapura dan Amerika. Sedangkan penjaga haramain, belum mampu mengamankan peribadatan tahunan yan dijalankan oleh umat manusia sedunia, karena sistem modern belum tampak dalam kehidupan di wilayah “penjaga” haramain. Tiap tahun terjadi kematian sia-sia yang dialami oleh umat Islam dengan dalih Ibadah dan mati syahid, karena kelemahan sistem pelaksanaannya,” jelas Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, Syaykh mengatakan melaksanakan pendidikan dengan tujuan yang telah digariskan, kita tidak perlu mengkuatirkan terhadap penolakan dan kecurigaan yang tumbuh di masyarakat maupun pemimpin keagamaan, yang bersifat tradisional, seperti yang telah diuraikan tadi. “Memang seperti itulah risiko mendidik untuk membangun sikap dan budaya yang bermakna,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh menegaskan, di Al-Zaytun, mendidik bukanlah mencetak kader melainkan membimbing manusia ke arah hidup yang lebih baik dan lebih bermakna. Oleh karena itu, Al-Zaytun sebagai pusat pendidikan hanya menempatkan &lt;strong&gt;0,01%&lt;/strong&gt; pengajaran, &lt;strong&gt;99,99%&lt;/strong&gt; lainnya adalah pendidikan. Bermakna, bahwa pamong didik di Al-Zaytun dipersiapkan membimbing dan membiasakan proses pengembangan psikologi, intelektual, fisik dan etika anak didik dengan penuh disiplin selama 24 jam sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditegaskan, Al-Zaytun sangat mendalami makna mendidik yang seluas-luasnya dan mampu memberi pendidikan secara netral. Bagi santri yang beragama Islam, Al-Zaytun memilki visi dan misi Islam (universial), dan tidak membawa kepentingan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;firqah-firqah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; ke arena pendidikan. Sehingga kelak lulusan Al-Zaytun diharapkan mampu merangkul semua mazhab, organisasi-organisasi Islam ke dalam satu wadah yakni Islam tanpa atribut sebagaimana yang dikenal bangsa Indonesia hingga hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita mempersatukan umat Islam bangsa Indonesia agar menjadi umat yang&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; ya’lu wa la yu’la ‘alaih&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; ditempuh oleh Al-Zaytun melalui pendidikan yang berwawasan dan ber-setting internasional. Maka, dalam kaitan ini, salah satu yang patut digaris-bawahi bahwa santri Al-Zaytun, tanpa terkecuali sejak kelas 8 diwajibkan berkomunikasi dengan bahasa arab dan Ingris, selain bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Al-Zaytun bercita-cita dan bersungguh-sungguh memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan umat khususnya dan bangsa Indonesia umumnya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Dalam kaitan itu, Al-Zaytun menganut (ingin merealisasikan) filosofi, sistem dan stratgi pemberdayaan pendidikan umat dan bangsa yang tepat zaman, yakni Pendidikan Ekonomi dan Ekonomi Pendidikan. Peserta didik dibimbing untuk menguasai sistem perekonomian Islam serta mampu memadukan kecerdasan dan keterampilan sumber daya manusia dengan pengolahan sumber daya alam yang berwawasan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, para santri dan segenap eksponen Al-Zaytun dibimbing dan dipersyaratkan harus memahami esensi &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Piagam Madinah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Declaration of Human Rights,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang merupakan landasan pengamalan motto Al-Zaytun sebagai Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi dan Perdamaian. Toleransi dan Perdamaian amat didambakan oleh umat manusia di muka bumi ini. Namun realisasinya nyaris masih tidak pernah didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pendidikan Indonesia Modern&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangun pendidikan Indonesia modern, menurut Syaykh, kita sebagai bangsa wajib mencari, menemukan dan menempuh jalan keluar yang rasional dan humanis. Syaykh melihat problem pelaksanaan pendidikan nasional Indonesia tersimpul dalam tujuh hal, yakni &lt;strong&gt;(1)&lt;/strong&gt; Keterpaduan Sistem, &lt;strong&gt;(2)&lt;/strong&gt; Geografis,&lt;strong&gt; (3)&lt;/strong&gt; Desa Kota,&lt;strong&gt; (4)&lt;/strong&gt; Transportasi, &lt;strong&gt;(5)&lt;/strong&gt; Sarana prasarana, &lt;strong&gt;(6)&lt;/strong&gt; Kualitas pelaku didik, dan &lt;strong&gt;(7)&lt;/strong&gt; Keseimbangan dana. Menurutnya, semua problem tersebut harus dicarikan jalan keluar yang humanis dan rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurutnya, banyak jalan keluar sebagai solusi problem tersebut. Berpikir dan berusaha untuk kemajuan pendidikan Indonesia modern tidak boleh berhenti. Perihal keterpaduan sistem, menurutnya, sebagai bangsa Indonesia, kita bersyukur kepada Tuhan YME, telah mewujudkan UU Sistem Pendidikan Nasional (&lt;strong&gt;UU No.20 Tahun 2003&lt;/strong&gt;), sebagai &lt;em&gt;follow up&lt;/em&gt; maupun rentetan dari undang-undang yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, semenjak bangsa Indonesia merdeka. Ia pun memaknai jiwa undang-undang itu, bahwa pendidikan adalah suatu suaha bertujuan mengarahkan kepada &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;full development of personality&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, yakni membangun, membentuk watak maupun kepribadian yang utuh dalam sistem pengasuhan peserta didik yang berkelanjutan (tiada henti), sehingga terwujud sound in mind and body yang tercermin dalam pribadi bangsa yang cerdas (intelektual (&lt;strong&gt;IQ&lt;/strong&gt;), emosional (&lt;strong&gt;EQ&lt;/strong&gt;), spiritual (&lt;strong&gt;SQ&lt;/strong&gt;), bangsa yang bijak dan bajik yang mau memosisikan diri dalam berbagai sikap, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;who love truth and justive, esteem individual values, respect labor, and have deep sense of responsibility&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi bangsa yang menguasai sains dan teknologi, bangsa yang sanggup mencintai negaranya dengan penuh tanggung jawab, mampu menciptakan perdamaian masyarakat dan negaranya. Bangsa yang sanggup bergaul dengan bangsa-bangsa lain dengan peradaban yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, pencapaian pendidikan nasional seperti itu memerlukan keterpaduan sistem. Sehingga akan menjadi milik kita semua, milik bangsa Indonesia, bahkan akan menjadi milik umat manusia secara keseluruhan. Pendidikan yang dimilikinya secara bersama, bangsa, peserta didik, pelaku didik, masyarakat, pemerintah, dan sistem itu sendiri, semuanya menyatu dalam usaha mencapai cita-cita pendidikan nasional, dan keterpaduan seperti itulah yang harus diwujudkan dalam aktivitas pendidikan secara nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal geografis, Syaykh menyebut problem luasnya geografis dalam bentuk kepulauan yang menyebar, yang mewujudkan berbagai bentuk budaya dan bahasa, yang telah dihadapi dengan sistem pendidikan sentralistis, ternyata membuahkan hasil yang kini dituai oleh pendidikan nasional yakni : Sumber Daya Insani Indoensia yang belum mampu bangkit secara berarti. Kini, katanya, sikap keberanian mengadakan evaluasi telah tumbuh dalam kalangan bangsa Indonesia, terhadap jalanya pendidikan nasional kita. Kita telah berani masuk dalam perubahan-perubahan baik sikap maupun pola pikir menuju perbaikan. Otonomi pemerintahan daerah dan pendidikan telah dicanangkan. Pemerintah Daerah dan Kota telah mendapat wewenang luas dalam mengatur kebijakan pendidikan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal masalah transportasi, menurutnya, jika tidak ditata dengan seksama, justru akan membawa efek yang sangat krusial dalam pelaksanaan pendidikan. Negara kepulauan memilki risiko yang sangat tinggi dalam hal transportasi. Transportasi yang dikelola dengan baik, akan sangat menjujang kesuksesan pendidikan. Sentra-sentra pendidikan dalam satu daerah mestinya mendapat perhatian khusus dari pemerintah berupa kemudahan transportasi bagi siapa saja yang mengadakan hubungan dengan setra pedidikan tersebut. Terkadang, perhatian pemerintah dalam hal tersebut masih belum berimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai contoh nyata, betapa lemahnya visi pemerintah daerah tatkala berdiskusi tentang penggunaan jalan raya yang menghubungkan dari dan ke suatu tempat pendidikan, karena adanya tindakan pembatasan penggunaan oleh pemda tersebut, dengan tiada beban pimpinan daerah itu mengatakan : “Kasih tahu mereka yang akan datang berkunjung, agar menggunakan bus kecil”. Kejadian ini menimpa pada Manajemen Pendidikan Al-Zaytun, untuk Al-Zaytun berakidah toleransi dan perdamaian, sehingga mampu mengukur isi kepala orang mengucapkan kata-kata itu di zaman globalisasi ini, kita yang berperadaban ini menjadi malu sendiri mendengar ucapan tersebut. Mudah-mudahan tidak terjadi di lain daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara problem desa-kota, dijelaskan, distribusi penduduk, &lt;strong&gt;57%&lt;/strong&gt; tersebar di &lt;strong&gt;70.000 desa&lt;/strong&gt;, di dalam &lt;strong&gt;6.850 kepulauan&lt;/strong&gt; besar dan kecil, menjadi problem tersendiri bagi pelaksanaan pendidikan nasional. Tipe, kondisi, dan lokasi desa-desa sepert itu, mesti terjamah oleh program pemerataan kualitas pelaksanaan pendidikan nasional. Tipe, kondisi, dan lokasi desa-desa seperti itu, mesi terjamah oleh program pemerataan kualitas pelaksanaan pendidikan nasional secara sistematis. Warga pedesaan Indonesia menjadi penentu perubahan tampilan Indonesia masa depan dalam segala bidang, baik yang bersifat positif maupun sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, kesatuan dan persatuan keutuhan dan integritas, nasional masa depan sangat ditentukan oleh keberhasilan bangsa ini dalam meningkatkan kualitas pendidikan di pedesaan. Jika kita berbicara kualitas pendidikan, sasarannya harus seutuhnya, yakni bagi seluruh masyarakat desa dan kota. Perbedaan yang selama ini sangat menonjol, harus dibuatkan jalan dan jembatan yang kokoh menuju persamaa. Program peningkatan kualitas pendidikan dan menciptakan pendidikan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;exellence&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; adalah untuk seluruh bangsa, perkotaan mapun pedesaan. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Execllence in education imperative to national survival&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. “itu yang kita simpulkan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula masalah sarana prasarana. Lebih dari enam puluh tahun abngsa Indonesia dengan bebas menjalankan pendidikan nasional, bebas menentukan sistem, kurikulum, pendanaan dan lain-lain. UU sistem pendidikan pun telah datang silih berganti, semua bertujuan mencari solusi untuk mewujudkan kualitas pendidikan nasional. Namun, tegasnya, dalam aplikasi selama ini, sesuatu yang dicari dan didambakan masih belum kunjung wujud. Banyak hal memang yang menjadi penghalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, banyak penanggung jawab dan pelaku pendidikan yang masih mengganggap sepele kepada sarana dan prasarana pendidikan. Masih banyak yang menyimpulkan hal itu tidak merupaka problem krusial, sehingga perwujudannya tampak dan terasa sangat apa adanya, tidak mengikuti perkembangan hajat dan zaman. Sarana pendidikan, yakni segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan pendidikan, yang selama ini pengadaannya di sekolah-sekolah Indonesia khususnya di pedesaan, sudah sangat kadaluarsa, justru dengan sarana yang ada itu, dapat melumpuhkan makna dan cita-cita pendidikan itu sendiri (dalam kata lain menciptakan kebodohan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana yang tersedia di sekolah-sekolah pedesaan (juga diperkotaan) tidak mencerminkan kesanggupan dan kesiapan bangsa Indonesia menyambut gegap gempitanya perubahan zaman. Zaman manual berubah kepada kecerdasan otak dan ilmu pengetahuan, namun sarana pengantar ke arah itu belum diekspos di dalam pembelajaran formal. Zaman yang serba bersih dan sihat, dan sekolah belum mempersiapkan sarana untuk membiasakan hidup bersih dan sihat. Zaman serba disiplin, sekolah juga belum menciptakan sarana yang dapat menunjang ke arah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga prasana pendidikan, sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses pendidikan. Kita dapat mencermati keberadaannya. Bangunan-bangunan fisik sekolah khususnya di pedesaan terkesan rapuh, tidak bervisi pendidikan yang luas, lokasinya tidak strategis dalam pandangan pendidikan, asal-asalan. Bahkan banyak orang Indonesia berpandangan bahwa bangunan fisik pendidikan tidak menentukan hasil dan kualitas pendidikan. Jika pandangan itu dianut oleh banyak orang sudah barang pasti apa yang terjadi dan kita rasakan selama ini tentang terhambatnya kualitas pendidikan nasional kita akan terus abadi bercokol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Syaykh yakin, bangunan fisik sekolah tetap punya peranan penting untuk mengantar pencapaian pelaksanaan pendidikan yang berkualitas. Fisik bangunan sekolah harus terprogram dengan baik, kokoh, dapat mewadahi visi pendidikan yang berjangkan panjang ke depan. Itulah sebabnya sarana dan prasarana dibangun selengkap mungkin di Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, perihal pelaku didik (guru) juga masih sarat masalah. Syaykh menguti &lt;strong&gt;Prof. Mahmud Yunus &lt;/strong&gt;dalam buku panduan pendidikan (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Al-Tarbiyah wa Al-Ta’lim&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) mengatakan : Sistem maupun metode lebih penting dari pada materi ajar, namun guru dan pendidik lebih penting dari keduanya. “Tidak siapapun yang mengerti pendidikan meletakkan guru sebagai unsur pendidikan yang tidak bermakna, dari zaman ke zaman guru menjadi pemegang peranan penting dalam proses pendidikan. Guru dapat mengantar suasana belajar menjadi favorable,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menekankan, guru mesti dihargai dan dihormati dalam arti seluas-luasnya. Namun, diingatkan, dalam menetapkan guru sebagai pelaku didik harus melalui proses seleksi yang jelas, berdasar cita-cita dan tujuan pendidikan. Sebab, kalau tidak, dari guru juga akan dapat menciptakan berbagai aktivitas yang kontra produktif terhadap makna dan tujuan pendidikan. Berbagai kejadian sering kita temukan dalam pengalaman mendidik keseharian dalam sekolah maupun kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru dalam kegiatannya sebagai pelaku didik, akan meningkat kualitasnya jiga selalu tampil seabgai &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;the facilitator&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dalam elemen dasar &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;action learning&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, pada pembimbingan team (group peserta didik) dalam menghadapi problem belajar, menciptakan tim mampu bertanya dan berproses merefleksi problem, memfasilitasi tim untuk memiliki kebulatan tekad (resolusi) mengambil tindakan, dan memfasilitasi tim agar selalu memiliki komitmen belajar yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini, di zaman kebebasaan dan reformasi, guru justru dapat menciptakan suasana kontra-produktif dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Guru dapat menciptakan libur total pada hari-hari yang mestinya untuk belajar, hanya karena dorongan kebebasan menyampaikan pendapat berbentuk demontrasi yang memakan waktu lama dan melibatkan seluruh guru dan murid dari segala lapisan yang ada dalam satu wilayah pemerintahan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, biasanya guru, dalam memecahkan problem, selalu tampil dengan metode pneididikan yang legan baik berupa tekanan maupun dukungan terhadap orang lain yang dihadapi, namun kenyataan yang berjalan di sebuah wilayah daerah di Indonesia yang sedang terjadi adalah pemogokan proses belajar mengajar, bahkan mendapat dukungan dari berbagai pihak yang mestinya ikut menyelesaikan persoalan yang sedang terjadi. “Semoga semua itu dapat dijadikan pelajaran bagi semua pihak, dan “peradaban” &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;the end justifies the means&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; tidak merasuk ke dalam tataran kehidupan unsur pokok pengemban pendidikan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah lainnya adalah, keseimbangan dana. Menuru Syaykh, dalam menghadapi Indonesia modern, tuntutan masyarakat terhadap pemerintah semakin meningkat, dalam bentuk peningkatan anggaran pendidikan. Memang idealnya anggaran pendidikan yang disediakan pemerintah harus setinggi mungkin. Namun jika itu dilaksanakan juga, akan menjadi satu dilema. Sebab untuk memenuhi anggaran belanja dan pendapatan, pemerintah belum siap memerintah tanpa utang luar negeri. Itu artinya semakin ditingkatkan berbagai macam anggaran perbelanjaan, semakin membengkak jumlah utang yang akan ditanggung oleh rakyat, dan semakin dalam jurang kemiskinan rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, kata Syaykh, rakyat Indonesia pun terbagi menjadi berbagi sikap. Ada yang bersikap segala sesuatu &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;mborongkerso&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; apa yang telah disikapi oleh pemerintah. Ada pula yang bersikap segala sesuatu yang dilakukan oleh pemerintah selalu tidak cocok bagi pemikirannya, namun tidak pernah menampilkan jalan keluar, atau jalan keluarnya hanya berbentuk kritiknya itu diserahkan kepadanya untuk melaksanakannya ini action juga tidak dapat dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kata Syaykh lebih lanjut, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;pasti ada sekelompok bangsa Indonesia yang sanggup dan dapat berbuat menggabungkan dua kelompok yang berbeda dalam dalam menghadapi problem pendanaan pendidikan Indonesia modern yang dicita-citakan bersama tersebut. Yakni membuat anggaran pendidikan yang seimbang dan belanja pendidikan yang seimbang : Yang tidak menyerahkan kepada utang luar negeri saja, tapi juga tidak hanya terus menerus menekan pemerintah untuk menaikan anggaran pendidikan dengan tanpa mau tahu apa yang diperbuat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Syaykh mengutip nasihat tetua bangsa Indonesia dalam soal pendidikan kepada bangsanya agar mampu tampil : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tutwuri handayani&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;Ki Hajar Dewantara&lt;/strong&gt;). Menurut Syaykh, nasihat ini sepertinya diartikan dalam ruang lingkup sempit oleh bangsa Indonesia. Biasanya hanya dipergunakan dalam urusan guru, bahkan lebih sempit lagi untuk guru yang sedang mengajar dalam kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal katanya, kalau kita semua mencerna secara mendalam nasihat itu, cakupannya amat-sangat luas. Termasuk juga dalam urusan mencipta, menggerakkan, dan menata segala sesuatu yang berkenaan dengan urusan pendidikan secara luas, etrmasuk di dalamnya adalah urusan pendanaan pendidikan. Menciptakan dana penuh kemandirian, menggerakkan dana pendidikan pada gerakan yang sihat dan tepat, dan menata serta mengelola dana pendidikan secara jujur dan tepat sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia ini, katanya, pasti masih banyak yang miskin, tapi tidak sedikit orang kaya, dan banyak juga warga bangsa yang memiliki jiwa mandiri dan bebas yang penuh semangat entrepreneurship.” Jika hal itu diseimbangkan dalam satu ikatan kebersamaan menghadapi problem pendidikan Indonesia modern, pasti akan dahsyat hasilnya.” Ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;“Kepada kelompok bebas, mandiri, dan berjiwa entrepreneur, mari kita mulai melangkah memberi keberpihakan berupa pertolongan yang real bagi sebagian besar rakyat Indonesia yang masih tergolong miskin agar mereka selamat dan terbebas dari kebodohan sebab jika itu tidak dapat dengan segera kita lakukan, sebagian kecil orang kaya Indonesia juga menjadi tidak selamat,”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; kata Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengutip Presiden AS John F. Kennedy yang pernah mengingatkan bangsanya. “Jika kelompok masyarakat bebas tidak dapat menolong masyarakat bebas tidak dapat menolong sebagian besar orang miskin, maka mereka pun tidak dapat menyelamatkan sebagaian kecil orang kaya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh berkeyakinan bangsa ini dapat menjalankan berbagai pesan tokokh kemanusiaan yang telah disampaikan tadi, sekalipun kita bergelimang hidup di tengah-tengah zaman Indonesia yang serba nyungsang, yakni zaman : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ing ngarso mangun karso, ing madyo numpuk bondo, tutwuri hanjegali.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Kalau dibahasakan dalam bahasa halusnya adalah zaman bid’ah dari pesan leluhurnya yang agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Image Sekolah Berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syaykh Al-Zaytun juga memberi gambaran tentang pendidikan (sekolah) Indonesia modern, sebagaimana dirintisnya di Al-Zaytun ini. Menurutnya, pendidikan dan sekolah akan sangat mempengaruhi pada pembentukan perilaku peserta didik dan jalannya proses pendidikan formal. Karenanya pendidikan (sekolah) Indonesia modern kini dan mendatang harus selalu &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;up to date&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan berkualitas, tidak boleh asal-asalan dalam segala segi. Sekolah Indonesia harus memiliki citra/image sebagaimana image yang dimilki oleh sekolah berkualitas antara bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh menyebut image sekolah yang berkualitas biasanya selalu menampilkan school-image seperti berikut : &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;School as a factory&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (sekolah laksana sekolahan). Metafor sekolah kasana perusahaan yang menekankan suatu image pada teori pendidikan dan praktik. Metafor perusahaan, karena sifatnya memproduksi massal, teknik jaringan pemasangan (assembly) dan quality control. Kepala Sekolah sebagai manajer, guru sebagai karyawan dan murid sebagai produk yang harus digerakkan dan dibentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;School as a hospital&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (sekolah laksana rumah sihat). Metafor a hospital untuk sekolah adalah dalam membedakan manajemen dan putusan-putusan profesional, laksana hospital dalam pengajaran diagnosis perspektif, pengajaran individu dan sederet tes serta pendekatan yagn bersifat klinik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;school as a log&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (sekolah laksana log), mengacu kepada bentuk sekolah klasik di mana dasar-dasar yang ditekankan, guru diberi penghormatan dan status yang tinggi, diseleksi secara cermat dan ditunjang dengan materi dan sumber-sumber lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;School as a family&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (sekolah laksana keluarga), menunjukkan bahwa murid harus dilayani/diperlakukan sebagai individu yang utuh, seluruh anak didik, harus dididik dan mereka tidak dipaksa sebelum mereka siap. Model ini mengasumsikan bahwa hubungan antara guru dan murid adalah paling penting dalam kegiatan pendidikan di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;School as a war zone&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (sekolah laksana zona perang), metafor ini menggambarkan antara konflik dan damai dan aksi agresif merupakan baigan yang diharapkan dalam kehidupan sekolah dan kelas. Kalah dan menang lebih penting dari pada &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;cooperation&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; and &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;accomodation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Keenam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;School as a knowledge work organization&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; (sekoalh sebagai organisasi kerja ilmu pengetahuan). Sekolah sebagai tempat kerja merupakan pandangan yang paling banyak dianut. Dikuatkan dengan adanya berbagai pekerjaan tugas dari sekolah, berupa pekerjaan rumah, pekerjaan kelas, dan pekerjaan lainnya. Karenanya, sekolah sebagai organisasi kerja ilmu pengetahuan. Peserta didik kedepan akan menjadi pekerja ilmu pengetahuan (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;knowledge workers&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencipta dan mewujudkan image atau citra pendidikan Indonesia modern seperti yang diuraikan tadi, merupakan usaha besar yang wajib ditempuh oleh seluruh kekuatan warga bangsa Indonesia tanpa terkecuali, pemerintah, swasta, pemimpin, dan rakyat, kaya dan miskin. Dengan image pendidikan seperti itu maka sekolah dan pendidikan Indonesia modern merupakan proses pendidikan terbuka yang mudah dimasuki dan menerima ide-ide dan konsep-konsep baru yang selalu muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh, sejarah pendidikan Indonesia selama ini belum mempersiapkan siswa untuk berpikir dan besikap mandiri yang kreatif, seperti image sekolah yang diuraikan tadi. Yang dikembangkan selalu mengarah kepada penguasaan sesuatu yang dipersiapkan untuk menajdi pegawai yang setia dan patuh, bukan pengembangan kecerdasan, kepekaan, dan kesadaran sebagai &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;entrepreneur.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh berharap, mari semua itu kita jadikan masa lalu dan kita tinggalkan. Sebab bangsa yang tidak sanggup dan siap meninggalkan masa lalunya, itu merupakan pertanda bahwa bangsa tersebut tidak berkeinginan untuk menampilkan generasi yang kuatm berketahanan fisik, berkecerdasan pikir dan berkecepatan reaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;“Mari kita tinggalkan paradigma pendidikan Indonesia masa lalu, dan kita persiapkan bangsa ini melalui pendidikan, agar mereka mampu menjadi leader (pemimpin) yang sesuai dengan ciri kepemimpinan abad ini. Minimal untuk memimpin dirinya sendiri,”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; serunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Arah dan kurikulum&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Arah dan tujuan Al-Zaytun adalah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; : Mempersiapkan peserta didik untuk berakidah yang kokok kuat terhadap Allah dan syari’at-Nya, menyatu di dalam tauhid, berakhlakul karimah, berilmu pengetahuan luas, berketerampilan tinggi yang tersimpul dalam “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;bashthotan fil ‘ilmi wal jismi’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; sehingga sanggup siap dan mampu untuk hidup secara dinamis dilingkungan negara bangsanya dan masyarakat antar bangsa dengan penuh kesejahteraan dan kebahagiaan duniawi maupun ukhrawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mencapai arah dan tujuan itu, bentuk kurikulum yang diberikan di Al-Zaytun ini adalah kurikulum pendidikan Islam (bagi santri muslim) umum secara komprehensif dan modern yang selalu sensitif dan tanggap terhadap perkembangan zaman. Spesifikasi dan ciri khasnya adalah penguasaan Al-qur’an secara mendalam, terampil berkomunikasi menggunakan bahasa-bahasa antar bangsa yang dominan, berpndekatan ilmu pengetahuan, berketerampilan teknologi dan fisik, berjiwa mandiri, penuh perhatian terhadap aspek dinamika kelompok dan bangsa, berdisiplin tinggi serta berkesenian yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dirasakan bahwa Indonesia secara realita masih tertinggal dari sisi ekonomi, teknologi dan ilmu pengetahuan. Maka Al-Zaytun ini menitik-beratkan kurikulumnya kepada pencapaian ilmu dan teknologi yang dijiwai dengan iman dan taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh, menitik-beratkan kurikulum pada masalah ilmu pengetahuan, ekonomi, dan teknologi bagi Al-Zaytun adalah suatu keharusan. “Bila tidak, akan berkepanjangan kita ini menjadi pewaris kebodohan dan kemiskinan, yang menurut bahasa Allah dalam Al-qur’an generasi &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Dzurriyah Dli’afan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, yang siapa pun akan merasa takut dan cemas bila itu terjadi,” kata Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari aksentuasi kurikulum yang memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, iman dan takwa kepada Allah, maka Al-Zaytun dirancang harus mampu berjalan di atas sistem yakni tidak boleh melangkah tanpa persiapan (moral-material) program yang jelas dan kontrol yang pasti. Tiga item ini harus berjalan menyatu menjadi satu kesatuan yang harus ditempuh. Tidak ada yang utama dan terutama dan jika salah satu dikesampingkan, gagallah pencapaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjalani sistem ini, Al-Zaytun tidak berdiri sendiri atau bekerja sendirian melainkan selalu bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan Islam dan lembaga pendidikan non-Islam yang telah ada dengan selalu mengacu pada bimbingan-bimbingan instansi terkait sehingga akan etrwujud kesamaan dan kebersamaan dalam menyikapi perbaikan mutu pendidikan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh, menghadapi tantangan besar wajib dengan persiapan, sebab kerja besar tanpa dipersiapkan lebih cenderung gagal. “Kita sudah pahami bahwa tantangan besar itu wajib dihadapi dan diatasi. Maka persiapan untuk menghadapi itu menjadi wajib pula adanya,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, di sisi persiapan moral-material, para perintis dan pendiri Al-Zaytun telah siap mora-spiritual, dengan selalu berpadu kepada petunjuk dan bimbingan Alllah serta bimbingan dan arahan dari para pimpinan serta cendekia-cendekia Indonesia maupun antar bangsa. Sebab mereka sadar sesadar-sadarnya keterbukaan moral-spiritual untuk menuju sesuatu yang besar itu merupakan landasan dari segala bangunan yang akan ditegakkan di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi persiapan material juga tidak kalah pentingnya harus ditempuh. Karena, kata Syaykh, bila kami hari ini mempersiapkan sarana pembelajaran, baik itu gedung-gedung untuk kepentingan kelas pembelajaran, asrama-asrama, perpustakaan dengan segala kelengkapannya, laboratorium, bengkel, sarana olahraga dan lahan-lahan praktikum, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;semuanya adalah hanya untuk menuju kepada &lt;strong&gt;perbaikan kualitas pendidikan umat Islam&lt;/strong&gt;, bukan mengarah kepada kemewahan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Juga bukan berarti Al-Zaytun akan menju kepada prinsip bisnis pendidikan atau komersialisasi pendidikan, yakni pendidikan biaya mahal yang pada akhirnya hanya dapat ditempuh oleh kelompok-kelompok elit, yakni kelompok yang berkemampuan saja. Sehingga cita-cita perbaikan kualitas pendidikan umat Islam akan menjadi lambat tercapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Insya Allah, sosialisasi Al-Zaytun ini tetap berorientasi kepada hakikat kemanusiaan, yang tidak membedakan, status sosial keadaan manusia itu sendiri, kaya, miskin, bodoh, pintar dan sebagainya. Semua input (santri) akan ditampung berdasarkan kebersamaan yang saling menjunjung tinggi dan memahami hakikat masing-masing, namun sudah sudah barang tentu akan ditempuh penyaringan-penyaringan secara wajar berdasarkan persiapan yang tersedia,” jelas Syaykh Al-Zayun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah digarikan, kata Syaykh, kita tidak boleh bersikap tradisional, yang selalu dengan serta merta menolak perkembangan (yang tidak terbendung). Sikap tradisional, yang selalu khawatir terhadap cepatnya perubahan dan kemajuan zaman, yang selalu membanding-bandingkan masa lalu yang serba lamban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh berprinsip untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah digariskan itu, harus terampil memperbaharui secara berkelanjutan terhadap praktik-praktik lama yang telah kadaluarsa, yang selanjutnya perubahan dan pembaruan yang dilaksanakan itu dapat menghasilkan perkembangan sikap atau budaya yang bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum Al-Zaytun menganut &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;flexible and integrated curr&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;iculum (kurikulum yang fleksibel dan terintegrasi). Merupakan kurikulum pendidikan yang komprehensif, modern dan selalu sensitif serta tanggap terhadap perkembangan zaman, sehingga selalu &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;up to date&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (‘&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;ashry&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) adanya. Kurikulum tersebut dititik-beratkan kepada pencapaian ilmu dan teknologi yang dijiwai dengan iman dan takwa kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Sejak mula Al-Zaytun telah menerapkan kurikulum yang terintegrasi dan fleksibel. Terintegrasi bermakna mengadopsi keseluruhan kurikulum pendidikan nasional (Diknas tahun 1994) dan kurikulum Departemen Agama dan ditambah lagi dengan kurikulum muatan lokal seperti tahfidh Al-qur’an, pendalaman bahasa, pembahasan Kitab Kuning, jurnalistik dan metodik didaktik&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Ketiga kurikulum yang terintegrasi itu diterapkan dengan menyesuaikan waktu yang tersedia serta pencapaian yang dikehendaki sesuai visi dan misi pendidikan Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan muncul, mampukahpeserta didik mengikuti 21 sampai 26 mata pelajaran setiap pekan? Ternyata dengan sistem berasrama, efektivitas waktu dapat dimaksimalkan dengan tidak mengesampingkan kesihatan dan jiwa berkesenian bagi peserta didik. Terbukti juga bahwa prestasi peserta didik juga cukup memuaskan. Belum lagi, hanya dalam beberapa tahun telah banya di antara peserta didik yang berhasil menghapal Al-qur’an 30 juz dari waktu enam tahun yang ditargetkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kurikulum fleksibel bermakna, bahwa kurikulum yang diterapkan menerima koreksi dan perubahan-perubahan sesuai dengan target yang akan dicapai. Dalam kaitan ini kurikulum dikombinasikan dengan kehidupan kepesantrenan yang selalu sensitif dan toleran dalam menyikapi berbagai perkembangan dan kemajuannya. Dalam hal ini para pelaku didik melakukan evaluasi setahun sekali melalui Sidang Litbang Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Sistem Pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sistem pembelajaran Al-Zaytun menganut sistem semester. Awal tahun pembelajaran adalah pada setiap 1 Juli, semester ganjil dihitung mulai 1 Juli sampai dengan akhir Desember dan mendapatkan libur belajar semester ganjil selama 1 bulan (30 hari). Lalu, semester genap dimulai pada Januari sampai dengan akhir Juni dan mendapatkan libur belajar semester genap selama 1 bulan penuh (30 hari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran waktu pengajaran dengan sistem semester ini telah diperhitungkan degnan matang. Sistem semester ini membuat peserta didik lebih terkonsentrasi karena tidak banyak terganggu dengan banyaknya hari libur dan banyaknya ujian yang diikuti. Kalender pembelajaran pun telah ditetapkan enam tahun ke depan. Hari dan tanggal berapa peserta didik akan menamatkan sekolahnya pada akhir kelas VI pun telah dapat dilihat pada tahun pertama. Al-Zaytun tidak meliburkan muridnya pada bulan Ramadhan. Al-Zaytun berprinsip menjadikan bulan Ramadhan sebagai sarana untuk menempa mentalitas peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirjen Dikdasmen, Dr. Indra Djati Sidi, ketika berkunjung ke Al-Zaytun pada tanggal 29 Juli 2000, mengatakan, performa kurikulum yang dikembangkan di Al-Zaytun sudah bagus, ditambah dukungan komunitas yang sudah siap. Komponen-komponen pendukungnya pun sudah ada di dalam kompleks Al-Zaytun sehingga menjadikan kinerja pelaksanaan program bertambah kuat. “Saya belajar banyak di sini. Saya kira apa yang sudah diterapkan di sini bisa ditiru di tempat lain. Saya sangat respek,” puji Dr.Indra Djati Sidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di sini langkah dan inisiatifnya luar biasa,” kata Dr. Indra Djati Sidi. Menurutnya, dengan kelebihan-kelebihan yang ada di Al-Zaytun bukan suatu hal yang tidak mungkin bahwa sistem, metode dan kurikulum yang saat ini sedang diterapkan akan diikuti oleh lembaga-lembaga lain. Atau bahkan, diadopsi negara. Al-Zaytun punya model dan sisetmatika yang khas. Model yang patut ditiru, dipelajari, disistematisasikan dan dikembangkan dengan mekanisasi yang berkelanjutan,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan atas keunggulan pendidikan di Al-Zaytun ini juga tercermin dari akreditasi yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Departemen Agama RI Provinsi Jawa Barat bagi jenjang Pendidikan Al-Tsanawi dengan status Akreditasi Diakui, tak sampai tiga tahun setelah Al-Zaytun beroperasi, tepatnya pada tanggal &lt;strong&gt;04 Februari 2002&lt;/strong&gt; dengan &lt;strong&gt;Nomor&lt;/strong&gt; : &lt;strong&gt;W1/1/PP.03.2/476/2002.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Jenjang Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, Al-Zaytun menetapkan pendidikan formal dengan jenjang yang tak terputus untuk mencapai arah dan tujuan one pipe system education, yang diwujudkan dalam pelaksanaan pendidikan dari kelas satu hingga kelas dua puluh. Jenjang pendidikan itu dimulai pada : &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, tingkat dasar (elementary) yakni tahun pertama hingga tahun keenam, umur 6-12 tahun; &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, tingkat menengah (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Secondary and Senior High School&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) yakni tahun ketujuh hingga tahun ke-12, umur 13-18 tahun; &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, tingkat S1 yakni tahun ke 13 hingga tahun ke-15, umur 19-21 tahun; &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, tingkat S2 yakni tahun ke-16 hingga tahun ke-17, umur 21-23 tahun; dan &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, tingkat S3 yakni tahun ke-18 hingga tahun ke-19, umur 24-26 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenjang pendidikan tersebut antara lain: &lt;strong&gt;1)&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Al-Ibtidai&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, &lt;strong&gt;2)&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Al-‘Idadi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, &lt;strong&gt;3) &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Al-Tsanawi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, &lt;strong&gt;4)&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Al-Wustho&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, &lt;strong&gt;5)&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Al-‘Ali&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan&lt;strong&gt; 6)&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Al-Jami’ah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Bagi tingkat Tsanawi yang tidak mampu (dikarenakan keterbatasan kemampuan dan lain sebagainya) mencapai tingkat &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Al-Wustho&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, diarahkan kepada &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;vocational&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, keterampilan, atau kejuruan. Sementara untuk jenjang &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Al-Jami’ah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; penyelenggaraannya berdasar prestasi selektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan dengan menempuh sistem jenjang pendidikan seperti in, akan didapatkan kader-kader bangsa yang terdidik secara formal yang terprogram dengan baik, tidak terputus masa pembelajaran dan pendidikannya. Sehingga dalam umur emasnya mereka telah mampu menyelesaikan pendidikan formal dengan memiliki kecerdasan yang terlatih, kebajikan dan kebijakan yang tinggi serta ilmu pengetahuan dan teknologi mumpuni. Karenanya, pada usia produktif, mereka dapat mengabadikannya kepada nusa dan bangsanya serta umat manusia pada umumnya dengan penuh tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, dalam penjabaran teknis sistem pendidikan nasional, siswa setingkat SLTA dijuruskan sesuai dengan minat dan kemampuannya yakni IPA dan IPS, begitu juga di Al-Zaytun. Namun untuk menentukan detail penjurusan itu di Al-Zaytun, dilakukan secara khusus oleh tim penyeleksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pertimbangan yang dijadikan landasan penjurusan siswa-siswa tersebut, di antaranya, nilai akademis, keinginan (minat) santri, hasil penelitian tim seleksi tentang nilai akademis dan minat satri serta hasil penelitian tim yang dikonsultasikan kepada orang tua santri. Termasuk di dalamnya hasil tes IQ yang diujikan kepada santri kelas tertinggi oleh tim psikolog Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu diberi juga peluang kepada santri untuk menentukan pilihan jurusannya. Namun, pada akhirnya sercara bijak santri harus mengetahui kemampuannya yang dimilikinya. Walaupun kata Syaykh dalam taushiyahnya tentang penjurusan, dalam penentuan penjurusan ini tidak terlalu terpaku hanya pada nilai akademik yang dicapai oleh santri, meskipun tidak bisa juga berpaling dari nilai akademik itu. Menurutnya, nilai merupakan indikator seseorang bisa masuk ke bidang studi yang disukainya, indikasinya terlihat dari pencapaian nilai akademik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Penjurusan dan Klasifikasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, penjurusan dimulai secara bertahap dari kelas 10 dan 11, setara dengan kelas I di tingkat SMU atau Madrasah Aliyah. Penjurusan pada kelas IV masih bersifat semi penjurusan. Pada kelas V bersifa penjurusan sepenuhnya. Penjurusan disesuaikan dengan perkembangan kurikulum nasional. Jadi, walaupun akreditasi diberikan oleh Departemen Agama, perihal penjurusan menyesuaikan kurikulum tingkat Aliyah dengan pengayaan khas Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sistem penjurusan, juga dikenal pengklasifikasian santri atas 5 (lima) grade berdasarkan nilai akademis yang diperolehnya yaitu kelas Khusus (Kelas B) dengan nilai rata-rata lebih besar atau sama dengan 9: Kelas Baik (kelas C) dengan nilai rata-rata 8 hingga 8.99; Kelas Sedang (kelas D) dengan rata-rata 7 hingga 7,99; Kelas Cukup (kelas E) dengan nilai rata-rata 6 hingga 6,99 dan Kelas Kurang (kelas F) dengan nilai lebih kecil atau sama dengan 6 (yang kini telah berubah, kelas F ditiadakan dan sekarang menganut sistim tinggal kelas /tidak naik kelas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengklasifikasian ini merupakan bagian upaya untuk meningkatkan kualitas akademik para santri secara optimal. Dalam rangka pengklasifikasian ini, penempatan kamar di asrama pun diperhatikan. Sistem klasifikasi penghuni kamar juga disesuaikan dengan klasifikasi kelas, namun faktor keberagaman asal daerah tetap menjadi pertimbangan. Cara ini memudahkan pembinaan akademis pada saat belajar di kamar yang dilakukan pada pukul 20.00 hingga 22.00. (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Sumber Majalah Berita Indonesia – 21/ 2006)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-115892040637228670?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/115892040637228670/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=115892040637228670&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/115892040637228670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/115892040637228670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2006/09/mutiara-pemikiran-syaykh-al-zaytun-4.html' title='Mutiara Pemikiran Syaykh Al-Zaytun (4)'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-115728121715044590</id><published>2006-09-03T03:46:00.000-07:00</published><updated>2006-09-03T04:38:05.693-07:00</updated><title type='text'>Mutiara Pemikiran Syaykh Al-Zaytun (3)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2789/3106/1600/1106207570.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2789/3106/200/1106207570.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Al-Zaytun Milik Bangsa&lt;br /&gt;Sebuah Pilar Pencerahan Bangsa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Oleh : Ch. Robin Manulang*)&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p align="justify"&gt;Syaykh Al-Zaytun yakin, lembaga pendidikan yang diimpikan, didirikan dan diasuhnya akan menjadi media, tempat atau lahan dan sebagai titik tolak, pilar untuk mengajak dan mencerdaskan bangsa ini menjadi manusuia yang intelektual, menguasai sains dan teknologi, mengimbangi kemajuan bangsa lain dan memiliki moral tinggi, berwawasan internasional dan kental dengan rasa kemanusiaan, toleransi dan perdamaian serta mengejawantahkan kebebasan dalam bingkai interaksi interdependensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide yang dilator-belakangi oleh perjalanan sejarah bangsa Indonesia dan sejarah umat di dunia. Abad lalu, abad 20 adalah abad yang perlu diiktibari karena terjadinya berbagai perang. Angannya menerawang, ke depan tidak boleh terjadi perang lagi di dunia ini seperti abad lalu. Begitu pula, setidaknya, Indonesia harus damai !&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diilhami hal itu, ide itu mengembang dan melahirkan solusi bahwa untuk menciptakan keseimbangan dunia yang damai itu, minimal terjadi di Indonesia, Indonesia yang damai, hanya dengan keseimbangan intelektual. Keseimbangan intelektual itu dapat diwujudkan dengan menciptakan pendidikan yang baik. Pendidikan yang bervisi pegembangan budaya toleransi dan budaya perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 27 Agustus 1999, mempunyai makna sejarah yang amat berarti bagi Al-Zaytun (Ma'had Al-Zaytun). Sebab pada hari itu, Presiden RI Prof Dr BJ Habibie meresmikan berdirinya lembaga pendidikan terpadu ini dalam suatu upacara khidmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesediaan kepala negara secara langsung dan resmi menendatangani prasasti peresmian Al-Zaytun ini bermakna sebagai manifestasi sambutan, dukungan, dan rasa memiliki (sense of belonging) bangsa Indonesia atas lahirnya lembaga pendidikan (pesantren) komprehensif ini. Sehingga tanggal dan bulan ini – 27 Agustus – ditetapkan sebagai hari lahir Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap 27 Agustus bagi segenap civitas Al-Zaytun merupakan sebuah halte untuk melanjutkan perjalanan menuju hari esok yang lebih baik. Sebagaimana sabda Nabi Muhamad saw, kita akan menjadi orang yang merugi jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin atau jika hari esok tak lebih baik dari hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks perayaan hari ulang tahun (milad) yang juga dimaknai sebagai ajang evaluasi, pengasuh Al-Zaytun memberi penekanan khusus pada setiap siklus tiga tahunan untuk memperingati miladnya. Siklus tiga tauhn itu, menurut Syaykh Al-Zaytun, ditempuh karena laku lampah Al-Zaytun selama tiga tahun dipandang sudah bisa dijadikan landasan untuk menggenjot langkah tiga taheun ke depan. Menurutnya, hasil tiga tahun itu sudah &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;qurrata a'yun&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Itu artinya, milad bermakna juga sebagai ajang evaluasi. "Jika setahun sekali terlalu cepat, banyak program belum terlaksana sehingga kuatir banyak bicara, sedikit sekali kerja," jelas Syaykh Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus tiga tahunan ini telah berjalan empat kali. Siklus pertama 1993-1996, siklus kedua 1996-1999, dan siklus ke tiga 1999-2002 dan siklus ke empat 2002-2005. Siklus tiga tahun pertama 1993-1996, adalah seabgai titik awal dan persiapan yang ditandai adanya kesepakatan untuk mendirikan sebuah badan hukum yang dinamakan Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) pada tanggal 1 Juni 1993, ketika itu bersamaan dengan hari raya Qurban 1413 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurun waktu tiga tahun pertama ini, YPI melakukan berbagai persiapan untuk mewujudkan impiannya yang termaktub di dalam program utamanya, yakni ikut berperan serta mencerdaskan bangsa dengan menempuh jalan pendidikan dan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, siklus tiga tahun kedua 1996-1999 adalah kurun waktu dimulainya proyek pembangunan fisik dan persiapan pengiriman agen-agen Al-Zaytun berupa para coordinator mulai dilaksanakan. Siklus tiga tahun ketiga 1999-2002 ditantai tahun pertama penerimaan santri dan pelaksanaan pembelajaran. Sedangkan siklus tiga tahun ke empat ditandai persiapan dan pendirian Universitas Al-Zaytun Indonesia. Saat ini, siklus tiga tahun kelima 2005-2007 dimasuki dengan tekad, visi dan misi membangun budaya sihat dan bersih menuju terwujudnya &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;science technology society&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan membentuk &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Zone of Peace and Democracy&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dirunut dari sejak proses terwujudnya kesepakatan pendirian Yayasan Pesantren Indonesia, yang merupakan induk Al-Zaytun, yakni tanggal 1 Juni 1993, maka pada tahun 2006 ini, lembaga ini sudah memasuki tahun ketigabelas. Dalam kurun waktu 13 tahun, selama enam tahun merupakan fase persiapan menuju kelahirannya secara resmi pada tanggal 27 Agustus 1999. Hal ini menandakan bahwa kelahiran Al-Zaytun sungguh diprogram secara matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi bila dirunut pada tahun-tahun sebulumnya yang merupakan saat proses perenungan dan pemantapan ide-ide cemerlang tentang lembaga pendidikan terpadu ini. Bahkan periode perenungan ini mungkin saja merupakan masa paling signifikan dalam proses sejarah lahirnya lembaga ini. Sebuah mimpi dan ide besar yang bagi banya orang dianggap mustahil, bahkan "gila". Maka sangat mungkin periode perenungan inilah yang paling sulit untuk dilampaui oleh pendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Perenungan Panjang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Proses berdirinya lembaga pendidikan Al-Zaytun, diawali perenungan, mimpi dan cita-cita yang amat panjang. Bak pepatah kuno, Roma tak dibangun dalam sehari. Begitupun kampus dengan sarana dan prasarana serba modern yang akan menjadi sebuah monument abad 21 itu, adalah buah hasil dari rentang proses perenungan dan perjuangan panjang dari seorang Syaykh Abdussalam Panji Gumilang bersama sahabat-sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perenungan dan perjuangan tentang betapa perlunya sebuah wadah pendidikan dalam membentuk kualitas manusia dengan menggali pengetahuan sekaligus ber-akhlakul karimah. Karena itu, sosok gemerlap dan kemegahan, hanyalah sebuah sampul. Masyarakat boleh terpesona dengan sampul indah dan kemasan menarik. Namun makna isi adalah lebih mulia untuk disimak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita mulia dari Syaykh AS Panji Gumilang, dengan segala kemampuan yang ada, untuk menyambung dan membangun peradaban umat di dunia agar tak terputus, merupakan bagian tujuan dari isi dalam lembaran sosok Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mewujudkan sebuah angan, tak semudah melangkah kaki. Waktu berjalan seperti memacu pula keinginan dirinya. Dua sisi yang mengusung pemikiran untuk perwujudan sebuah cita-cita besar. Layakkah bagi dirinya untuk mengususng sebuah angan besar dan lalu merealisasikannya? Kelayakan sosok manusia menjadi abash manakala semua angan itu ibarat tunas pepohonan yang terus disiram, dipelihara dan dijaga untuk kemudian terus berpikir, merenung, bekerja dan melangkah dengan berbagai upaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali kita boleh belajar dari Thomas Alfa Edison yang bermimpi tentang lahirnya konsep energi yang tumbuh dari system pemanasan, sehingga harus mengerami telur ayam di masa kecilnya. Ini adalah sebuah angan-angan lain yang tak kalah mulia bagi kemaslahatan manusia dalam pembentukan mental spiritual dan intelektual untuk membangun umat beradab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide yang sudah melambung dalam benaknya sejak masa muda. Sejak dia masih belajar di Pondok Pesantren Gontor di Ponorogo, angannya untuk menjadi seorang guru dan membangun sebuah lembaga pendidikan sudah melambung. Angan dan mimpi itu berkembang sampai ketika dia kuliah dan menjadi guru di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta di Ciputat (kini menjdi Universitas Islam Negeri – UIN). Dia terus menelurkan ispirasi dan membagikannya kepada sahabat, bangsa dan semua umat di dunia. Bentuk adalah pendidikan terpadu dan ini bukanlah sebuah angan yang melambung tanpa dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menata angan, pemikiran, perenungan dalam mengarah ke perwujudannya, selama di IAIN Syarif Hidayatullah, ia mulai sering berkumpul dengan kawan-kawannya, dan mulai merencanakan mendirikan suatu lembaga pendidikan yang bisa mewakili kebangkitan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian dan keinginan itu semakin kuat. Sayang, dalam kurun waktu tertentu belum kunjung terwujud. Tak mudah membentuk sebuah lembaga, apalagi lembaga pendidikan yang berorientasi panjang dan mengarah pada pemikiran mengglobal. Namun tidak pernah menyerah. Dia terus bermimpi, bergerak dan berkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upayanya itu, dia membuat beberapa rancangan. Rancangan dalam bentuk gambar dan lain sebagainya serta tentu saja konsep sebuah lembaga pendidikan yang diimpikannya. Berpikir, bagaimana dapat merealisasikan konsep tersebut yang kemudian diperlihatkan dan disosialisasikan pada kawan-kawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diperkirakan, pada awalnya kawan-kawannya tidak begitu mudah percaya, bahkan menganggap idenya itu suatu hal tidak masuk akal. "&lt;em&gt;Ah&lt;/em&gt;… kamu ini gila, bagaimana kita bisa membuat seperti ini," begitulah sambutan sebagian kawannya ketika itu. Namun dia bergeming. Dia tetap yakin dengan konsepnya. Dia pun mantap menjawab. "&lt;em&gt;Oh&lt;/em&gt;… semuanya bisa kalau kita buat. Kalau &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; kita buat, memang &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; bisa," katanya meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kesabaran dan upayanya meyakinkan kawan-kawannya itu berhasil juga. Tujuan pencerdasan bangsa secara terpadu dalam visi dan misi tolereansi dan perdamaian yang diusungnya, membuat rekan-rekannya akhirnya mau bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepakatan dan dukungan sahabat, merupakan modal yang amat besar bagi dirinya. Inilah sebuah penanaman motivasi yang mendorong gerak roda angannya mulai melaju. AS Panji Gumilang tak lagi lagi merasa sendiri. Konsep "kekitaan"nya pun mulai tersentuh dengan musyawarah yang kerap dilakukan untuk memulai langkah rencana besar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengawali perjalanan, sekali lagi harus melalui pemikiran dan perencanaan yang matang. Meski konsep secara tertulis atau tertuang dalam lembaran kertas &lt;em&gt;master plan&lt;/em&gt;, belumlah merupakan sebuah kesempurnaan manakala belum melihat sebuah perbandingan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalananan pun dilakukan. Dia melangkah masuk ke dalam berbagai lembaga pendidikan yang ada di Indonesia dan juga di luar negeri. Melakukan studi banding dan mengamati setiap lembaga yang dikunjunginya. Ia pun banyak berjalan dan belajar. Saat dia ke Eropa, Australia, New Zealand, Timur Tengah dan berbagai negeri, bukan untuk shopping, tapi selalu melangkah mengunjungi pendidikan yang baik. Belajar membaca apa yang ada di dunia ini, melihat mana kelebihan dan kekurangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan pemikiran sejak pertama, lokasi pendidikan haruslah dapat mengekspos segala kegiatan umat manusia, baik segi ekonomi, energi, &lt;em&gt;environment&lt;/em&gt; dan lainnya. Karena itu, tempat berdirinya lembaga pendidikan yang diharapkan itu harus memiliki luas tanah yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Yayasan Pesantren Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kesendirian berpikir dan berjuang telah menjadi kebersamaan dan kekitaan. Berpikir dengan banyak kepala pastilah lebih baik dari pada hanya satu kepala. Melihat dengan banyak pasang mata pastilah lebih jeli dari pad ahnya sepasang mata. Melangkah dengan banyak kaki pastilah akan menapak lebih jau dan lebih luas dari pada dengan hanya sepasang kaki. Bekerja dengan banyak pasang tangan pasti pula lebih ringan dari pada hanya dengan sepasang tangan. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Team work !&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan Hari Raya Iedul Adha 10 Dzul Al-Hijjah 1413 H, pada tanggal 1 juni 1993, sebagian kecil dari umat Islam Indonesia, AS Panji Gumilang denga para sahabatnya, bersepakat untuk mendirikan sebuah badan hukum yang dinamakan Yayasan Pesantren Indonesia (YPI). Kemudian, kesepakatan ini secara resmi dituangkan dalam Akta Pendirian Yayasan Pesantren Indonesia tertanggal 25 Januari 1994 No.61 oleh notaries Ny. Li Rokayah Sulaeman, SH, dan terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Subang pada tanggal 28-01-1944, dengan pertama kali berkantor secretariat di Kabupaten Subang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pada tanggal 17-05-1995 didirikan cabang YPI di Kabupaten Indramayu dengan nomor akte 34 oleh notaris yang sama, dan terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Indramayu pada tanggal 22-05-1995 beralamat di Desa Mekarjaya, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pendiri yayasan ini adalah umat Islam yang bersatu keyakinan membangun suatu lembaga dan wahan untuk membangun pendidikan umat dan bagsa yang kuat. Mereka bersepakat membangn sesuatu yang hasanah dalam arti kata dan kansa yang seluas-luasnya, yang mereka tuangkan dalam program utamanya : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Ikut berperan serta mencerdaskan bangsa dengan menempuh jalan pendidikan dan ekonomi. Konsep dasarnya adalah menjadikan pendidikan sebagai gula dan ekonomi sebagai semutnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jadi secara legal formal YPI adalah pemilik AL-Zaytun. Namun lebih dari pada legal formal itu, dalm buku Mengenal Ma'had Al-Zaytun disebutkan bahwa Al-Zaytun adalah milik umat dan bangsa. Timbul dari umat dan untuk umat bangsa Indonesia. Artinya, Al-Zaytun ada di mana-mana dalam kalangan umat dan bangsa seluruhnya. Pendirinya adalah umat Islam yang bergabung dalam Yayasan Pesantren Indonesia. Begitu pula perihal pendanaan pembangunannya diperoleh dari umat, bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa lain secara sukarela. Jadi, sebagaimana diungkapkan Syaykh Panji Gumilang, Al-Zaytun merupakan hadiah dari umat Islam Indonesia yang diperuntukkan bagi umat seluruh dunia, khususnya bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian untuk mencapai maksud dan tujuan (program utama) itu Yayasan melakukan berbagai usaha yang tidak bertentangan dengan hukum dan/atau yang diizinkan oleh yang berwajib / berwenang. Antara lain mendirikan pendidikan pesantren dalam arti seluas-luasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkeyakinan bahwa untuk menjalankan program pendidikan, harus ditopang oleh kekuatan ekonomi yang memadai, sehingga perjalanannya akan mapan dan terus berkembang maju, yang dapat terus berinovasi menyelaraskan diri dengan segala kemajuan yangterus bergerak dengan cepat. Maka diperlukan lahan yang cukup luas sebagai wadah perwujudan program pendidikan yang terpadu dengna kekuatan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Menemukan Tanah Gersang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perenungan panjang dan pencetusan ide telah menjadi kesepahaman dan kesepakatan, menjadi visi dan misi bersama, untuk membangun pendidikan terpadu berskala global demi kebangkitan bangsa Indonesia yang mayoritas umat Islam. Kini langkah sudah menjadi gerakan dan tanggung jawab bersama. Pencarian lahan, yang dipersyaratkan ribuan hektar, makin diintensifkan. Syaykh AS Panji Gumilang dan para sahabatnya melangkah bersama ke pelbagai penjuru negeri, Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Sayang, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;qadla &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Allah belum mengizinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika langkah tim menemukan lahan di bilangan Cikampek, Purwakarta. Luasnya belum ribuan hektar. Namun, tim survey yang langsung dipimpin Syaykh Al-Zaytun melakukan kesepakatan dengan "camat" (calo maton), istilah bagi perantara jual beli tanah, untuk melakukan pembebasan lahan. Tapi, rupanya lagi-lagi qadla Allah belum tiba waktunya. Pada detik-detik terakhir, "camat" itu menggelembungkan harganya. Kemudian memberikan lahan tersebut kepada peminat lain yang berani membayar lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal itu tidak menyurutkan semangat dan langkah. Itu hanya sebuah tantangan kecil dibandingkan dengan misi mulia yang mereka usung. Apalagi mereka tidak merasa sendirian: Ada Allah yang menuntun setiap gerak langkah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, pada suatu hari, 1994, Syaykh AS Panji Gumilang dan para sahabat melangkahkan kaki ke Haurgeulis (HG), Indramayu. Mereka bergerak kea rah Timur hingga sampai di persimpangan HG. Dituntun oleh kekuatan Ilahi, mobil jeep yang mereka kendarai memasuki pintu gerbang Desa Gantar. Nama yang mirip dengan Desa Gontor di Ponorogo, tempat berdirinya Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor. Kemiripan nama ini membuat Syaykh AS Panji Gumilang (sebagai alumni Gontor) lebih tertarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka singgah di sebuah warung di Desa Gantar, beberapa kilometer di pinggir kota kecamatan Haurgeulis itu. Disinilah, mereka bertemu dengan warga setempat yang akhirnya menunjukkan ratusa hektar lahan gersang yang kabarnya siap dijual oleh pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula, seseorang bertanya : "Apakah bapak-bapak mencari tanah?" "Tidak, tidak….!" Jawab Syaykh Al-Zaytun, masih trauma ulah "camat" di Cikampek. Tapi seseorang yang bertanya itu tampak tidak percaya. Ia malah melanjutkan pembicaraan: " Di ujung sana, ada tanah jelek,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata tanah jelek itu, Syaykh AS Panji Gumilang menanggapi dengan lebih tertarik. "Tanah jelek bagaimana?" tanggap Syaykh. "Iya jelek, gersang, tidak tumbuh apa-apa selain ilalang!" jelas orang itu. "Berapa luas," Tanya Syaykh, makin tertarik, tetapi masih dengan mimik menyembunyikan ketertarikannya. "Bapak perlu berapa luas?" Dua ratus hektar, ada! Kalau butuh ribuan hektar juga ada di situ," celetuk seseorang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ada ribuan hektar itu, Syaykh dan timnya sejenak saling memandang. Mereka makin tertarik. "Kalau begitu, ayo kita lihat," ajak Syaykh. Merekapun menyelusuri jalan setapak menuju lokasi tanah jelek itu. Benar saja ada "tanah jelek" dengan hamparan ilalang. Namun dalam benak, Syaykh berkata : Ini bukan tanah jelek, ini tahah emas ! Lahan yang sesuai dengan angan dan impiannya. Suara hatinya berkata : "Allah menuntun kami ke tanah impian ini,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengamati beberapa saat, Syaykh bertanya "Mau dijual berapa tanah jelek begini?" Kemudian proses tawar-menawar dan jual-beli tanah pun berlangsung dalam hari-hari berikutnya. Caranya, tim yang ditunjuk Syaykh AS Panji Gumilang untuk melakukan transaksi langsung bertatap muka dengan para pemilik lahan yang jumlahnya puluhan. Pembayaran dilakukan langsung kepada pemiliknya setelah menunjukkan sertifikat atau surat-surat tanah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap awal itu, 60 hektar lahan dibebaskan. Kemudian proses pembelian terus berlangsung secara perlahan hingga lahan yang dimiliki YPI menjadi seluas 1.200 hektar lebih. Sambil melakukan perluasan lahan melalui pembelian-pembelian itu, proses penataan lahanpun dimulai. Problem utama lakasi Al-Zaytun ini adalah kegersangan lingkungan. Merupakan lingkungan terbuka tanpa penyangga pepohonan yang berarti, dan tanpa dukungan irigasi. Maka orang desa menyebutnya tanah jelek. Menyadari akan hal tersebut, langkah pertama yang ditempuh adalah penataan lahan, ditetapkan site plan yang jelas, yang diharapkan dapat menjadi rujukan dan keteraturan (&lt;em&gt;orderliness&lt;/em&gt;) dalam melaksanakan pembangunan berterusan yang akrab lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sejak persiapan awal, penghijauan lingkungan sudah dilakukan sebagai suatu yang mutlak. Berbagai tanaman keras yang dapat diharapkan mampu menyangga kelestarian lingkungan, sekaligus mempunyai nilai ekonomis tinggi ditanam secara tertata dan terencana. Pusat-pusat cadangan air pun dipersiapkan, baik berupa waduk, penataan selokan-selokan air maupun parit-parit yang dapat memudahkan pelaksanaan manajemen air, serta menormalisir sungai-sungai kecil musiman, yang bila musim hujan datang merupakan aliran sumber air hujang yang sangat bermanfaat. Resapan-resapan air hujan pun dibuat, tatkala air melimpah diserap ke dalam perut bumi, sehingga dapat menjadi cadangan air tanah yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghijauan dan manajemen air seperti yang dilakukan di Al-Zaytun ini memerlukan kesabaran dan kontinuitas (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;mudawamah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) yang tiada henti-hentinya. Mereka menyadari usaha seperti ini tidak secepatnya dirasakan hasilnya, kalau tidak dengan kesabaran yang tinggi sudah barang pasti tidak dapat dirasakan hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil melkukan perluasan dan penataan lahan, proses pembangunan gedung pun dimulai pata tahun 1996. Hnaya denga tiga puluh karyawan pembangunan proses penggalian pondasi Gedung Abu Bakar dilakukan secara manual. Sementara itu, proses pembuatan IMB dilakukan. "IMB bangunan-bangunan yang dalam &lt;em&gt;master plan&lt;/em&gt; Al-Zaytun dibuat dalam satu paket," cerita Syaykh Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah proyek percontohan Abu Bakar berjalan mulus, proyek percontohan pembangunan gedung asrama menyusul dilakukan. Gedung asrama pertama empat lantai itu dibri nama Al-Mushtofa. Setelah itu menyusul kemudian pembangunan Masjid Persiapan Al-Hayat yang dibangun dalam masa seratus hari. Disusul pembangunan gdung-gedung lainnya, yang mentakjubkan banyak kalangan, sehingga pantas diukir sejarah kelak merupakan Pembangunan Monumen Milenium Ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Penamaan Al-Zaytun&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penataan lahan dan pembangunan gedung terus digiatkan. Begitu pula, tahun 1997-199, kampanye pendidikan oleh Yayasan Pesantren Indonesi (YPI) dilancarkan ke seluruh provinsi Indonesia dan negeri jiran Malaysia, melalui agen-agen (koordinator) yang ditunjuk YPI. Kampanye pendidikan YPI itu mendapat respon positip dari berbagai lapisan masyarakat. Banyak orang tua yang tertarik menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan (pesantren) yang akan didirikan YPI ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Padahal nama lembaga pendidikan ini belum ada, bahkan belum terpikirkan, namun visi, misi dan motonya sudah jelas : &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi dan Perdamaian&lt;/span&gt;. Berbagai program dan system pendidikan sudah terencana sedemikian rupa, namun nama belum terpikirkan. Selain bangunannya belum selesai, namanya pun belum ada. Yang ada adalah nama yayasan yakni Yayasan Pesantren Indonesia. Dalam akte notaris tertanggal 25 Januari 1994, tak secuilpun disebut-sebut kata Al-Zaytun, hanya disebutkan pendirian Yayasan Pesantren Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, walaupun nama pesantren ini belum ada, tapi visi dan misi serta maksdu dan tujuan YPI yang menjadi visi dan misi serta tujuan pesantren ini, sudah cukup untuk meyakinkan para orang tua dan calon santri bahwa ini adalah lembaga penddiikan yang sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penamaan pesantren ini baru ditetapkan enam bulan menjelang dibuka tahun ajaran pertama. Para pendiri dan pengurus YPI bersepakat untuk menamakan pesantren yang sedang dibangun itu dengan nama : Al-Zaytun. Nama lengkapnya : Ma'had Al-Tarbiyah Wa Al-Dirasah Al-Islamiyah Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memilih nama Al-Zaytun itu didasari oleh satu penghayatan tentang kehendak Allah mencipta manusia sempurna yang terurai dalam at-Tin. Nama Al-Zaytun telah disebut oleh Allah tatkala menciptakan manusia sempurna yang akan mewarnai bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Al-Zaytun itu diambil dari Al-quran surat at-Tin yang berbunyi ;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt; Wa al-tiin, wa al-zaytun waturisinin wa hadza al-balad al-amiin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; : demi buah tiin dan demi buah zaytun dan demi bukit Turisna dan demi negeri yang aman. Al-Zaytun merupakan pohon yang umurnya panjang, manfaatnya banyak dan tidak ada yang terbuang dari pohon itu. Juga sebagai symbol perdamaian : Tangkai Al-Zaytun yang dibawa oleh merpati putih.&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;1)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sempat ada yang mengusulkan nama at-Tin. Tapi ketika itu telah terdengan samar-samar di Jakarta ada sebuah mesjid yang sedang dibangun yang akan diberi nama At-Tiin. Maka pilihan ditetapkan nama Al-Zaytun, agar semakin lengkap sebuatan nama itu berada di Indonesia. Dan ternyata menjadi kenyataan, At-Tiin ada di Jakarta dan AL-Zaytun ada di Indramayu. Kedua-duanya merupakan wahana untuk memfasilitasi umat manusia memproses dirinya menjadi mansuia &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;ahsani taqwin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (mahluk terbaik). Di Jakarta berwujud masjid dan di Indramayu berwujud pusat pendidikan dan pengembangan budaya toleransi serta pengembangan budaya perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh AS Panji Gumilang berharap dengan adanya At-Tin dan Al-Zaytun tumbuh subur di Indonesia ini, kelak Indonesia akan terus menjadi Negara yang penuh kedamaian, karena penghuninya terdiri dari bangsa yang selalu beriman dan beramal saleh dan merupakan manusia-manusia yang &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;ahsani taqwin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dalam makna sedalam-dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun ini merupakan bentuk usaha unggulan YPI, sebagai implementasi dari pada obsesi, cita-cita, azam perbaikan kualitas pendidikan umat dan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun telah menjadi nama paten dari segala usaha yang diupayakan YPI, termasuk di dalamnya usaha dalam bentuk pendidikan, perekonomian, pertanian dan lain-lain. Hal ini telah dibakukan dalam risalah rapat YPI, dibuat oleh notaries yang sama dengan akte pendirian pada tanggal 13-08-1996 nomor 84 dan terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Subang pada tanggal 16-08-1996. Karenanya seluruh usaha pendidikan / pesantren yang telah maupun yang akan didirikan diberbagai daerah oleh YPI akan menggunakan nama Al-Zaytun (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Ma'had Al-Tarbiyah Wa Al-Dirasah Al-Islamiyah Al-Zaytun&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;). Jadi Al-Zaytun adalah dependen pada YPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YPI memilih bentuk dan semangat pesantren karena pesantren merupakan suatu lembaga (embrio) kehidupan masyarakat yang dapat mewujudkan kebersamaan, keterbukaan, kebebasan, tolong menolong, saling hormat menghormati, yang selalu haus akan ilmu pengetahuan dan berjiwa mandiri. Bentuk dan semangat pesantren itu dipadukan dengan system dan manajemen modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Mengenal Al-Zaytun disebutkan landasannya adalah (1) Pesantren spirit but modern system; dan (2) Mendidik dan membangun semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah. Sementara, arah dan tujuannya adalah mempersiapkan peserta didik untuk berakidah yang kokoh kuat terhadap Allah dan syari'at-Nya, menyatu di dalam tauhid, berakhlakul karimah, berilmu pengetahuan luas, berketerampilan tinggi yang tersimpul dalam basthotan fil 'ilmi wal jismi (Q.S 2:247), sehingga sanggup, siap dan mampu untuk hidup secara dinamis di lingkungan Negara bangsanya dan masyarakat antar bangsa dengan penuh kesejahteraan dan kebahagiaan duniawi mapun ukhrawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ciri khas Al-Zaytun ini adalah penguasaan Alquran secara mendalam, terampil berkomunikasi menggunakan bahasa-bahasa antar bangsa yang dominant, berpendekatan ilmu pengetahuan, berketerampilan teknologi dan firisk, berjiwa mandiri, penuh perhatian terhadap aspek dinamika kelompok dan bangsa, berdisiplin tinggi serta berkesenian yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah, tujuan dan cirri khas tersebut dikemas dalam visi dan misi perbaikan kualitas pendidikan umat yang tersimpul dalam motto : Al-Zaytun Pusat dan Pengembangan Budaya Toleransi serta Pengembangan Budaya Perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Awal Pendaftaran Santri&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan gedung dan penataan lahan dimulai pada tahun 1996. Saat itu suasana Indonesia relatif tenang. Kegiatan ekonomi berjalan sedemikian rupa yang memberikan harapan akan keberlanjutan pembangunan demi kesejahteraan rakyat. Pemerintah berkeyakinan bahwa fondasi ekonomi Indonesia cukup kuat didukung cadangan devisa yang cukup dan laju pertumbuhan ekonomi cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sekitar bulan Juli 1997 di luar dugaan tiba-tiba nilai tukar rupiah merosot tajam, diduga oleh ulah para spekulan asing yang ingin merusak ketenteraman Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Mula-mula mata uang bath Thailand yang diserang. Kemudian Indonesia dan Malaysia. Malaysia relatif mampu menahan ulah para spekulan asing itu. Beda dengan Indonesia yang langsung panic. Para pemilik uang langsung merebut dolar, menukar rupiah ke dolar bahkan tidak sedikit pejabat dan pengusaha melarikan uangnya ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat kecil pun jadi ikut panik bahkan puluhan bank terkena rush dan collaps. IMF pun memberi nasihat yang salah, beberapa bank itu justru ditutup. Sebagian besar lainnya diberi bantuan likuiditas Bank Indonesia, yang kemudian terkenal dengan BLBI yang ternyata menambah beban berat bagi bangsa ini. Para pedagang dalam negeri juga menggunakan kesempatan berspekulasi, pasokan barang kebutuhan pokok ke pasar merosot tajam. Sampai-sampai bereas pun sulit didapat. Nilai tukar rupiah terhadao dolar makin merosot dari Rp 2.400 sampai sempat mencapai Rp 17.000 per 1 US dolar. Rakyat bertambah panic. Mahasiswa pun bangkit melakukan demontrasi di sana-sini, menuntut reformasi total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suasana itu, entah untuk kepentingan apa, empat mahasiswa Universitas Trisakti ditemabk mati pada 12 Mei 1998. Disusul malapetaka membuat malu bangsa ini sebagai bangsa beradab, terjadi kerusuhan 13-14-15 Mei 1998. Jakarta di baker dan dijarah. Sasaran utama adalah warga non-pribumi. Ketika itu, Presiden Soeharto tengah berada di Kairo, menghadiri KTT Non Blok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Soeharto akhrinya menyatakan diri mengundurkan diri pada tanggal 21 Juni 1998 dan menyerahkan jabatan Presiden itu kepada Wakil Presiden BJ Habibie sebagaimana diamanatkan konstitusi. Bukannya situasi langsung membaik, malah tiada hari tanpa demonstrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah puncak kegalauan demonstrasi, ketidak-percayaan masyarakat yang tinggi pada awal reformasi itu, YPI justru harus menggerakkan agen (koordinator) untuk menyosialisasikan lembaga pendidikan yang akan didirikan YPI itu ke seluruh penjuru neger dank e negeri jiran Malaysia. Sebab direncanakan satu tahun ke depan pembelajaran sudah akan dimulai. Tentu harus ada santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan betapa sulitnya menyosialisasikan sebuah lembaga pendidikan yang belum resmi berdiri di tengah suasana bangsa yang demikian galau. Namun para pendiri dan pengurus YPI, khususnya para coordinator yang ditunjuk di berbagai wilayah, memiliki semangat juang yang tinggi. Semangat juang yang bangkit karena keyakinan atas misi dan tujuan mulai yang mereka usung. Mereka sadar bahwa memulai sesuatu pekerjaan besar dalam suasana bagaimana pun pastilah sulit. Bak petuah orang Inggris : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;All the beginnings are difficult&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Bahwa memang untuk memulai sesuai pasti awalnya sangat sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengalami banyak tantangan sekaligus peluang, suka dan duka saat pertama kali mereka harus memperkenalkan lembaga pendidikan terpadu ini. Terutama menghadapi situasi lima bulan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) akhir Mei 1999. Hampir di seluruh sudut negeri mengalami euphoria reformasi yang begitu dahsyat. Sentimen rasa kedaerahan muncul di mana-mana bahkan ada sebagai anak bangsa yang ingin melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terjadi beberapa kekacauan perang antar-etnis dan golongan seperti halnya di Ambon, Irian Jaya, Kalimantan Barat, dan Aceh. Para coordinator itu harus berhadapan dengan situasi masyarakat yang saling curiga seperti itu. Salah-salah mereka bisa dianggap provokator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka keberhasilan merekrut calon santri pun antara masing-masing daerah sangat berbeda-beda. Ambon misalnya, hanya berhasil merekrut satu calon santri. Begitu juga Daerah Istimewa (DI) Aceh. Tim Bengkulu patut diberikan penghargaan karena mereka merupakan coordinator cabang yang berhasil merekrut santri paling banyak setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Tahun kedua jumlah santri dari Bengkulu paling banyak setelah DKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, suatu hal yang uni, para koordinator itu tidak sedikitpun dibekali oleh YPI dengan brosur, foro, ataupun surat tugas. Mereka hanya dibekali kesepahaman visi dan misi yang membangkitkan rasa percaya diri yang kuat bahwa mereka bertugas mengemban amanah dan harus menyampaikan informasi mengenai keberadaan Al-Zaytun kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami anggap semua itu amanah, kalau informasi idak sampai berarti kami zalim," ujar Agus Salam, Koordinator Bengkulu. Oleh karena itu, menurutnya, langkah wal yang dilakukan para pembawa amanah itu adalah membenahi diri supaya dapat diterima di masyarakat. "Kalau Rasul itu, al-Amin dulu," ujar Agus Salam menjelaskan pengalamannya kepada Majalah Al-Zaytun. &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kejuangan para koordinator menjalankan amanah itu, jumlah yang diterima sesesuai dengan persyaratan penerimaan santri dan daya tampung berjumlah 1.460 orang (624 santri nisa dan 836 santri rijal). Para santri itu berasal dari seluruh provinsi Indonesia dan juga dari negeri jiran Malaysia. Sementara tenaga-tenaga pendidik dan mustami' berjumlah 150 orang (35 nisa dan 115 rijal). Menurut catatan personalia Tanmiyah Al-Zaytun, jumlah karyawan pada saat itu baru mencapai sekitar 1.500 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Awal Pembelajaran&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil karja para koordinator selama hampir satu tahun, telah melahirkan keyakinan kuat bagi YPI untuk segera memulai pembelajaran pertama. Begitu pula hasil evaluasi terhadp berbagai persiapan yang terus dilaksanakan, sekalipun belum mencapai kesempurnaan, akhirnya diteteapkan untuk memulai membuka tahun ajaran pertama pada tahun 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebelum pembelajaran pertama itu dimulai, terlebih dahulu dilakukan ekspos dan presentasi tentang rencana pendirian lembaga pendidikan ini kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu. Beberapa kali ekspos dan presentasi itu dilakukan di pendopo kabupaten samapi diperoleh kesepahaman Pemda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ekspos itu antara lain dijelaskan bahwa Al-Zaytun mengikuti kalender Tahun Pengajaran Pendidikan Nasional. Permulaan tahun ajaran adalah bulan Juli dan tidak mengikuti kebiasaan pesantren yang mengawali tahun pembelajarannya pada bulan Syawal. Pertimbangannya adalah, calon pelajar yang akan memasuki lembaga pendidikan Al-Zaytun ini adalah para lulusan SD yang menggunakan kalender pembelajaran pendidikan nasional, sehingga tidak menyulitkan semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya pada tanggal 1 Juli ditetapkan sebagai awal tahun pembelajaran Al-Zaytun. Pembelajaran pertama dimulai pada 1 Juli 1999 M. Awal tahun pembukaan pembelajaran dibuka oleh Menteri Pertanian Prof. Solahuddin. Santri tahun pertama berjumlah 1.460 orang (624 santri nisa dan 836 santri rijal), yang berasal dari seluruh provinsi Indonesia dan juga dari negeri jiran Malaysia. Tenaga pendidik dan mustami' berjumlah 150 orang (35 nisa dan 115 rijal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suasana haru, bahagia, bangga dan puas bagi segenap eksponen Al-Zaytun ketika awal pembelajaran itu dimulai. Siklus tiga tahun persiapan yang telah dilalui dengan selamat, sejak proses pembangunan diawali, telah menghantarkan kepada dibukanya sebuah lembaga pendidikan kepesantrenan bergaya Indonesia sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka, tahun 1996 sampai 1999, itu merupakan tahun-tahun yang sarat dengan impian-impian yang mereka ciptakan sendiri dan juga sesekali bertanya, apakah mereka mampu mewujudkan impian itu? Namun semangat, kesabaran, kebersamaan dan ketawakalan kepada Allah, selalu menguatkan tekad mereka untuk dapat mewujudkan segala impian, yang pada dasarnya segala impian itu merupakan hal yang wajar dan terpuji di sisi Allah dan umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdullillah tiga tahun persiapa itu, dengan izin Allah dan restu umat manusia khususnya bangsa Indonesia, Al-Zaytun yang dilahirkan di bumi Indonesia, tepatnya di dusun Sandrem, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, telah memulai pembelajaran dengan selamat," ujar Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Diresmikan Presiden RI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Indonesia menyambut gembira kelahiran Al-Zaytun. Terbukti dari antusias masyarakat dari seluruh provinsi mempercayakan anak-anaknya dididik di pesantren Al-Zaytun ini. Kegembiraan bangsa Indonesia ini dimanifestasikan pula oleh Presiden Republik Indonesia Prof Dr BJ Habibie, dengan kehadirannya meresmikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, tepatnya Jum'at, 27 Agustus 1999, bertepatan dengan 16 Jumada al-Ula 1420 H, kedatangan Presiden BJ Habibie untuk meresmikan Al-Zaytun cukup membuat suasana meriah bagi warga Haurgeulis dan sekitarnya. Maklum, bagi mereka saat itu kali pertama lingkungan Haurgeulis (HG) dan sekitarnya kedatangan Kepala Negara, orang pertama di negeri ini. Tak hanya warga dari HG, warga Sukra, Anjatan dan Kroya – tiga kecamatan tetangga HG yang mengetahui peristiwa itu pun ikutan berbondong-bondong ingin turut menyaksikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habibie dan rombongan, di antaranya Prof Malik Fajar (waktu itu Menteri Agama RI), datang dengan naik Kereta Api Agro Bromo dari Stasiun Gambir ke Stasiun HG, Sungguh sebuah peristiwa yang tak bisa dilupakan. Dari Stasiun HG, perjalanan menuju kompleks Al-Zaytun dengan naik mobil. Warga setempat menyambutnya di sepanjang jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan menuju Al-Zaytun telah dibenahi sebelumnya sebagai bagian persiapan kedatangan presiden itu. Persiapan itu tak hanya dilakukan oleh civitas Al-Zaytun tetapi juga oleh Dinas Bina Marga setempat. Poros jalan HG-Al-Zaytun dipoles menjadi mulus, walaupun kemudian kemulusannya hanya bertahan beberapa bulan saja. Apalagi saat ini jalan menuju Al-Zaytun sangat buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika konvoi Presiden BJ Habibie mulai memasuki komplek Al-Zaytun yang wakti itu belum sehijau sekarang, para karyawan pembangunan berbaju kuning telah siap berbaris membentuk pagar betis epanjang rute yang dilalui konvoi itu. Bahkan ketika ahli hitung ergonomi pesawat terbang itu bersafari meninjau fasilitas-fasilitas yang ada di Al-Zaytun, "pasukan kuning" tetap siap berbaris menyambutnya. Presiden BJ Habibie juga didampingi Gubernur Jawa Barat HR Nuriana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Syaykh AL-Zaytun AS Panji Gumilang menyampaikan pidato sambutan, Presiden BJ Habibie dengan gaya dan senyum khasnya meresmikan pembukaan Al-Zaytun. Dengan ucapan Basmalah, Presiden BJ Habibie mengabadikan peresmian Al-Zaytun dengan membubuhkan tanda-tangan dalam sebuah Prasasti Resmi pada tanggal 27 Agustus 1999. Tanggal dan bulan itulah yang kemudian ditetapkan menjadi tanggal lahir Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prasasti peresmian Al-Zaytun itu kini terabadikan dan terpajang di tepi kolam arah kiblat Masjid Al-Hayat. Ketika itu, BJ Habibie juga menanam sebatang pohon jati emas di sekitar bangunan masjid itu seusai shalat Jum'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan kepala Negara itu, juga membangkitkan kebanggaan tersendiri bagi para santri yang baru satu bulan tiga minggu mengikuti pembelajaran. Apalagi seusai melakukan upacara peresmian Presiden BJ Habibie menyempatkan diri beridalog dengan para santri angkatan pertama itu pada saat jeda makan siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa itu, bagi para santri dan segenap eksponen Al-Zaytun, termasuk para coordinator YPI, tentu menghadirkan atmosfer euforia yang tak terlupakan hingga kini. Apalagi mengingat perjuangan panjang yang herus berlangsung dibalik pendirian Al-Zaytun. Tak sedikit cibiran warga setempat yang harus diterima para coordinator YPI ketika mereka menjual mimpi Al-Zaytun di kota-kota yang mereka datangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan hingga detik-detik terakhir ketika mereka telah dipercaya memboyong calon santri dari seluruh provinsi ke Al-Zaytun. Jalanan menuju Al-Zaytun yang gelap membuat para calon wali santri dan calon santri itu masih curiga. "Kita mau dibawa ke mana ini, mana ada pesantren modern di tengah-tengah hutan," begitu kata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barulah ketika cahaya lampu-lampu pada gedung Abu Bakar dan Al-Mushtafa terlihat dari kejauhan kekhawatiran itu sirna. Walaupun waktu itu baru beberapa bangunan saja yang telah rampung dan siap difungsikan seperti Gedung Abu Bakar, Asrama Al-Musthafa, Masjid Al-Hayat, ruang-ruang kantin, dan kompleks peternakan di sektor selatan (itu pun belum sebesar dan selengkap sekarang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 27 Agustus 1999 itu, Al-Zaytun terus berkembang sejalan dengan perputaran waktu. Satu persatu bangunan-bangunan berdiri, lapangan-lapangan sukan atau olahraga dihamparkan, dan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;step by step&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; program-program dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Al-Zaytun muncul dalam berbagai pemberitaan media. Para tamu pun terpanggil menjejakkan kaki mereka di Al-Zaytun mulai dari warga biasa hingga tokoh politik nasional dan para pejabat diplomatic serta praktisi pendidikan mancanegara.&lt;br /&gt;Dirgahayu Al-Zaytun !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Footnotes :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang, Kami Ingin Indonesia Kuat, Wawancara The Asian Wall Stree Journal, 15 April 2002. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;2)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Kegigihan Sang Al-Amin. Majalah Al-Zaytun Edisi 12 halaman 60. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Bayi Al-Zaytun Lahir dengan Cita-cita yang Jelas. Majalah Al-Zaytun Edisi 26 Tahun 2002, halaman 22. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Sumber Majalah Berita Indonesia – 20/ 2006&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29392452-115728121715044590?l=lentera-maz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lentera-maz.blogspot.com/feeds/115728121715044590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29392452&amp;postID=115728121715044590&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/115728121715044590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29392452/posts/default/115728121715044590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lentera-maz.blogspot.com/2006/09/mutiara-pemikiran-syaykh-al-zaytun-3.html' title='Mutiara Pemikiran Syaykh Al-Zaytun (3)'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29392452.post-115581102477412897</id><published>2006-08-17T03:23:00.000-07:00</published><updated>2006-09-03T05:15:45.633-07:00</updated><title type='text'>Mutiara Pemikiran Syaykh Al-Zaytun (2)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2789/3106/1600/bendera2.3.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2789/3106/200/bendera2.3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;MERDEKA&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#009900;"&gt;TANPA&lt;/span&gt; Andalkan &lt;span style="color:#009900;"&gt;UTANG&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Oleh : Ch. Robin Manulang*)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Indonesia Harus Kuat !&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Seruan ini selalu bergema setiap kali ada upacara di Al-Zaytun. Seruan yang bermakna luas. Di antaranya : Indonesia yang kuat adalah Indonesia yang merdeka. &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Indonesia yang merdeka adalah Indonesia yang mandiri&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt; Bermakna : Merdeka adalah budaya mandiri ! Yakni, Indonesia yang membangun dengan budaya mandiri, tanpa mengandalkan utang luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan dan kemandirian bukan hanya seruan dan slogan dalam kata-kata indah di Al-Zaytun. Tetapi sekaligus menjadi sikap dan aksi bahkan telah menjadi tradisi, etos dan budaya. Syaykh AS. Panji Gumilang yang selalu menyuarakan kemandirian untuk membangun Indonesia sangat yakin Indonesia mampu membangun diri menjadi kuat dengan menggalang budaya mandiri dan menghindari budaya utang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali berbicara mengenai pembangunan, baik dalam urang lingkup yang kecil maupun ruang lingkup nasional, Syaykh AS. Panji Gumilang selalu mengedepankan budaya kemandirian. Bukan hanya dalam kata, tetapi dalam tindakan. Dalam ruang lingkup Al-Zaytun, Syaykh telah memberi contoh nyata bagaimana cara mengimplementasikan kemandirian dalam membangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan Al-Zaytun yang dipandang berbagai pihak amat spektakuler, ternyata dibangun dalam budaya kemandirian dan kebersamaan. Bagi mereka yang belum mendalami aplikasi kemandirian dan kebersamaan secara utuh di lembaga pendidikan bersemangat pesantren dan bersistem modern ini, tak jarang beranggapan pembangunan AL-Zaytun menjadi amat mengejutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi mereka dan juga kami yang telah beberapa kali berdialog dengan Syaykh dan mengunjungi AL-Zaytun, justru akan sampai pada pengenalan bahwa Al-Zaytun adalah sebuah lembaga pendidikan budaya kemerdekaan dan kemandirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini para generasi muda, sejak dini, dilatih berpikir dan bertindak merdeka dan mandiri. Merdeka dan mandiri dalam pemahaman luas. Yakni, kemerdekaan dan kemandirian dalam interaksi yang harmonis dengan kemerdekaan dan kemandirian orang lain atau bangsa lain (interdependensi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan yang bermakna budaya kemandirian, menjadi salah satu butir mutiara pemikiran Syaykh Al-Zaytun yang kami anggap sangat berharga untuk ditransformasikan bertepatan pada bulan kemerdekaan (17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2006) ini. Setidaknya, momentum inilah yang mendorong kami memilih judul di atas, menjadi bagian kedua dari rangkaian tulisan kami mengenai Mutiara Pemikiran Syaykh Al-Zaytun. Berikut ini kami petik dan tuturkan pemikiran dan pandangan Syaykh tentang : Merdeka (membangun dalam kemandirian) tanpa andalkan utang luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Membangun Tanpa Utang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh Abdussalam Panji Gumilang, definisi siapapun, tujuan pembangunan adalah kemandirian. Takkala kita membangun dengan budaya kemandirian, itu berarti kita akan mendapat pengalaman untuk membangkitkan percaya diri, formula ini mungkin terasa berat dalam sepuluh tahun pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kata Syaykh, setelah kemampuan kita sejajar dengan budaya mandiri yang kita miliki, kita akn menemukan suatu perkembangan baru, sebagai apa yang disebut dengan halawatul kasab (manisnya usaha mandiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, menurut Syaykh, masuk dalam budaya mandiri dalam membangun, bagi Negara yang pemerintahannya terbiasa dengan budaya utang, merupakan sesuatu pekerjaan yang dianggap tidak mungkin dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh pendidikan terpadu ini mengatakan, budaya utang untuk pembangunan, itu maknanya budaya mengharap dibangun orang lain, melenceng dari makna dan hakekat membangun. Menurutnya, membangun maknanya menerima tantangan-tantangan kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pembangunan bersandar kepada utang luar negeri (bahasa halusnya bantuan pembangunan), itu bermakna memberikan tantangan-tantangan itu direbut dari tangan kita oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menegaskan, bahwa pihak lain tidak dapat menjadi sebab dalam membangun diri. Juga pembangunan tidak boleh merugikan otonomi diri. Karena itu, menurutnya, membangun adalah menerima tantangan kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Agar pembangunan berlangsung, kita harus menanamkan suatu budaya dalam individu maupun masyarakat. Sebab, kebudayaan merupakan kerangka kerja simbolik, pola pikir yang membentuk pemikiran kita, &lt;em&gt;solah bowo&lt;/em&gt; kita, &lt;em&gt;tutur-warah&lt;/em&gt; kita, serta &lt;em&gt;laku-lampah&lt;/em&gt; kita. Dengan demikian pencarian kebudayaan yang kufu' (&lt;em&gt;adequate&lt;/em&gt;) mumpuni dan memadai dengan pembangunan, merupakan suatu problematika yang tidak pernah berakhir, yang harus dilakukan dalah semua upaya harus dapat diselaraskan satu sama lainnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh selalu mengajak, mari kita mencoba masuk ke dalam budaya mandiri dalam membangun. Sesuai dengan makna membangun adalah membangun diri. Orang lain tidak dapat menjadi sebab pembangunan dalam diri. Kita membangun bukan karena Jepang, Amerika, Eropa, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, otonomi/mandiri adalah tujuan pembangunan. Kita membangun, kita membangun diri kita, masyarakat kita, negara kita, dan kita membanguna satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kondisi yang diperlukan bagi pembangunan jenis apapun, menurut Syaykh, adalah desentralisasi distribusi faktor produksi bagi semua. Sehingga semua orang menjadi partisipan potensial dalam produksi, bukan hanya dalam konsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, menurut Syaykh Panji Gumilang, pada dasarnya, bantuan pembangunan (utang luar negeri) adalah cara untuk memastikan reproduksi di seluruh dunia, bahkan kelangsungan hidup, budaya, dan struktur negara-negara donor, dengan memanfaatkan kemiskinan lokal untuk legitimasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, ketika bantuan pembangunan gagal mengurangi kemiskinan, tetapi sebaliknya mengarah kepada reproduksi kemiskinan, ini dilihat sebagai satu lagi alas an untuk melanjutkan bantuan pembangunan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Masyarakat Ekonomi Pesantren Indonesia ini melihat, negara donor bertindah sebagai "Ayah" memanfaatkan kesempatan untuk berekspansi, kali ini secara ekonomis dan budaya dan bukan semata politik dan militer, dan dalam watu yang sama bertindak sebagai "Ibu" merasa ringan untuk membagi-bagi begitu banya amal dalam semua arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Perjuangan Menjadi Bangsa Mandiri&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan dan seruan untuk mandiri dari Syaykh AS Panji Gumilang, antara lain disampaikan pada puncak perayaan tahun baru Hijrah yang ke 1426 di Al-Zaytun, bertajuk : Membangun Merupakan Perjuangan untuk Menjadi Bangsa Mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syakh mengawali amanahnya dengan bersyukur kepada Allah dan berdoa semoga sepanjang tahun ini kita dikaruniai kesejahteraan, kemakmuran, kebaikan, keselamatan, dan kedamian. Sehingga akidah hidup kita sebagai penyebar kehidupan bertoleransi dan perdamaian dapat semakin meluas dan terpenetrasi secara mendalam di dalam lingkungan kehidupan ummat manusia, terlebih lagi di dalam kalangan ummat dan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap memperingati dan merayakan datangnya tahun baru Hijrah, kata Syaykh, pertanyaan selalu kita sampaikan kepada diri kita : Adakah tanda-tanda kemajuan yang telah kita capai selama ini? Untuk menjawabnya sama sekali tidak cukup hanya dengan ungkapan verbal, melainkan dengan kegigihan amal perbuatan yang terbaik yang dapat dirasakan oleh segenap lapisan ummat manusia dalam lingkup kecil sampai dengan yang paling besar.&lt;br /&gt;&lt;br
